55+ Hotel Terdekat Ka’bah & Masjid Nabawi, Akses Jalan Kaki!

Daftar lengkap hotel terdekat Ka’bah & Masjid Nabawi yang jadi favorit jamaah. Dari hotel premium hingga strategis untuk ibadah lebih nyaman.

Gambar 1 : List Hotel Mekkah dan Madinah Dengan Akses Jalan Kaki

Salah satu faktor terpenting dalam kenyamanan ibadah umroh adalah lokasi hotel. Semakin dekat jaraknya dengan Ka’bah dan Masjid Nabawi, semakin mudah Sahabat mengatur waktu salat, istirahat, dan aktivitas ibadah lainnya.

Dengan memilih hotel yang tepat, Sahabat bisa menghemat tenaga, lebih fokus beribadah, dan tidak perlu tergesa-gesa setiap kali adzan berkumandang. Karena itulah, mengetahui daftar hotel strategis di Makkah dan Madinah menjadi informasi penting sebelum berangkat umroh.

Berikut ini daftar hotel terdekat Ka’bah dan Masjid Nabawi yang sering menjadi pilihan jamaah karena lokasinya yang sangat strategis.

Daftar Hotel Terdekat Ka’bah/Masjidil Haram di Makkah

Gambar 2 : List Hotel Terdekat dengan Ka’bah dan Masjidil Haram

Menginap di sekitar Masjidil Haram memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda. Banyak jamaah bercerita, momen paling mengesankan adalah saat membuka jendela kamar dan langsung melihat Ka’bah di depan mata.

Selain memudahkan akses ibadah, hotel-hotel di kawasan ini juga terhubung langsung dengan mall, food court, dan jalur khusus menuju masjid.

  1. Masjidil Haram Area Hotel
  2. Safwa Tower
  3. Swissotel
  4. Movenpick
  5. Fairmont
  6. Pullman Zamzam
  7. Rotana
  8. Raffles
  9. Swiss Al Maqam
  10. Elaf Kinda
  11. Makkah Tower
  12. Dar Al Tawhid Intercontinental
  13. Le Meridien
  14. Orinsis
  15. Azka Al Maqam
  16. Olayan Ajyad

Hotel-hotel ini berada dalam jarak sangat dekat, bahkan sebagian bisa ditempuh hanya beberapa menit berjalan kaki. Dengan lokasi seperti ini, Sahabat bisa lebih fleksibel untuk turun ke masjid kapan pun tanpa harus terburu-buru dan tetap punya energi untuk ibadah seharian.

Baca Juga : Hotel Dekat Masjidil Haram Dengan View Kakbah dari Kamar!

Daftar Hotel Terdekat Masjid Nabawi di Madinah

Gambar 3 : List Hotel Terdekat dengan Masjid Nabawi

Kalau di Madinah, kenyamanan terasa lebih tenang dan syahdu. Banyak jamaah merasa suasana di sekitar Masjid Nabawi sangat cocok untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berlama-lama di Raudhah. Namun lagi-lagi, jarak hotel sangat menentukan kualitas pengalaman ini.

  1. Masjid Nabawi Area Hotel
  2. Taiba Front
  3. Taiba Suites
  4. Anwar Al Madinah
  5. Al Fayroz Shatta
  6. Dar Al Taqwa
  7. Golden Tulip
  8. The Oberoi
  9. Elaf Taiba
  10. Abraj Taiba
  11. Emaar Elite Madinah
  12. Tabah Tower
  13. Deyar Al Eiman
  14. Mawwadah Al Safwa
  15. Al Andalus Plus
  16. Durrat Al Eiman
  17. Concorde Al Khair
  18. Al Mukhtara International
  19. Waqf Outhman Bin Affan
  20. Arjwan Aldifayah
  21. Andalus Golden Palace
  22. Zowar International
  23. Saja Al Madinah
  24. ODST
  25. Ansar Golden Tulip
  26. Al Andalus Palace 3
  27. Maden Taiba
  28. Frontel Al Harithia
  29. Durrat Al Madina
  30. Al-Aqeeq
  31. Al-Rawda Royal Inn
  32. Manzil Al Marsa
  33. Fayrozia Al Khair
  34. Al-Madinah Concorde
  35. Nozol Royal Inn
  36. Shaza Regency
  37. Madinah Hilton
  38. Al-Rawda Suites
  39. Sofitel Shadh Madina
  40. Andalus Royal Suites
  41. Dar Al-Hijra Intercontinental
  42. Worth Peninsula
  43. Artal International
  44. Dar Al-Neem
  45. Artal Al-Munawwarah
  46. Rua International
  47. Eiman Royal
  48. Ruve Al-Madinah
  49. Sanabel
  50. Dar Al-Eiman Al-Haram
  51. Al Saha
  52. Dallah Taiba
  53. Grand Plaza Badr Al Maqam

Sebagian besar hotel ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai ke Masjid Nabawi, bahkan ada yang langsung menghadap ke pelataran masjid. Bagi jamaah lansia atau yang ingin lebih santai, lokasi seperti ini sangat membantu agar ibadah tetap maksimal tanpa harus menguras tenaga.

Pada akhirnya, perjalanan umroh bukan sekadar soal berangkat, tapi soal bagaimana Sahabat bisa menikmati setiap momen ibadah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Memilih hotel yang dekat dengan masjid adalah salah satu kunci utama agar fokus ibadah tidak terganggu oleh faktor fisik dan jarak.

Bersama Ventour Travel, Sahabat tidak perlu pusing memikirkan semua detail tersebut. Ventour Travel menyediakan paket umroh dengan pilihan hotel-hotel strategis di Makkah dan Madinah, yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan jamaah Indonesia. Mulai dari lokasi yang dekat masjid, jadwal yang tertata rapi, pembimbing berpengalaman, hingga pelayanan yang ramah dan transparan, semuanya dirancang agar Sahabat bisa beribadah dengan lebih nyaman dan tenang.

Gambar 4 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat City Tour Mekkah

Jadi, kalau Sahabat ingin merasakan umroh tanpa ribet, tanpa lelah berlebihan, dan bisa fokus memperbanyak ibadah di Tanah Suci, sekarang saatnya wujudkan niat itu bersama Ventour Travel.

Yuk, amankan seat umroh Sahabat sekarang dan rasakan sendiri nikmatnya menginap dekat masjid bersama Ventour Travel!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Dari Bayi Hingga Lansia, Siapa Saja Bisa Melaksanakan Umroh?


Ibadah umroh bisa untuk semua umur. Dari bayi, anak sekolah, hingga lansia di atas 65 tahun tetap boleh berangkat. Simak lebih lanjut disini!

Gambar 1 : Batas dan Minimal Usia Untuk Melaksanakan Ibadah Umroh

Sebenarnya umroh itu ada batasan umur atau tidak? Banyak yang masih mengira kalau umroh cuma boleh untuk orang dewasa, bahkan harus nunggu tua dulu.

Faktanya, dulu memang sempat ada aturan batasan usia jemaah umroh, yaitu hanya diperbolehkan untuk usia 18 tahun sampai 65 tahun. Tapi sejak tahun 2022, aturan ini resmi dicabut oleh Kerajaan Arab Saudi. Dilansir dari Kompas, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, menyampaikan bahwa syarat usia maksimum jemaah umroh dihapus, termasuk beberapa syarat lain seperti ketentuan kesehatan tertentu dan kemudahan penerbitan visa. Artinya, sekarang semua usia boleh berangkat umroh, tanpa terkecuali.

Apakah Umroh untuk Bayi dan Anak Diperbolehkan?

Jawabannya boleh banget, Sahabat. Selama memenuhi syarat dan ketentuan, seperti vaksin yang diwajibkan dan surat keterangan sehat dari dokter, anak-anak tetap bisa ikut berangkat ke Tanah Suci.

Namun, kalau bicara soal kesiapan, idealnya anak yang diajak umroh adalah yang sudah berusia sekitar 6 tahun ke atas atau usia sekolah. Di usia ini, dari segi fisik sudah lebih kuat, tidak terlalu rewel, dan sudah mulai bisa diajak latihan ibadah seperti shalat, tawaf, dan sai.

Selain itu, pengalaman umroh juga bisa jadi sarana belajar yang luar biasa untuk anak-anak, karena mereka bisa langsung merasakan suasana ibadah di Mekkah dan Madinah, yang tentu akan membekas secara spiritual.

Baca Juga : Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Umroh untuk Lansia di Atas 65 Tahun

Untuk Sahabat yang ingin mengajak orang tua, kakek, atau nenek umroh, jangan khawatir. Sekarang jemaah lansia di atas 65 tahun tetap diperbolehkan berangkat, asalkan kondisi kesehatannya stabil dan idealnya didampingi oleh keluarga

. Pemeriksaan kesehatan tetap penting, karena umroh membutuhkan stamina yang cukup, apalagi aktivitas seperti tawaf dan sai cukup menguras tenaga.

Dengan pendampingan yang tepat, fasilitas yang mendukung, dan persiapan fisik yang baik, umroh justru bisa menjadi pengalaman spiritual yang sangat bermakna bagi jemaah lansia. Banyak juga yang merasa lebih tenang dan bahagia setelah bisa beribadah langsung di Tanah Suci.

Jadi intinya, Sahabat nggak perlu nunggu tua buat umroh. Dari bayi juga bisa, apalagi gen-Z dan milenial, nggak ada alasan lagi buat menunda.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel di Masjidil Haram

Kalau Sahabat ingin berangkat umroh dengan nyaman, aman, dan didampingi tim profesional, Ventour Travel siap menemani perjalanan ibadah Sahabat dengan program umroh yang terjangkau, fasilitas lengkap, serta bimbingan berpengalaman.

Yuk, wujudkan niat umroh dari sekarang, karena kesempatan terbaik itu bukan nanti, tapi hari ini!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Arab Saudi menetapkan aturan baru pada Ramadhan 1447 H, melarang rekaman dan live saat shollat di masjid demi menjaga kekhusyukan jamaah.

Gambar 1 : Arab Saudi Larang Rekaman Salat di Masjid Selama Ramadhan

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Arab Saudi kembali menetapkan sejumlah aturan baru terkait pengelolaan masjid di seluruh wilayah Kerajaan. Kebijakan ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jamaah sekaligus menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah, terutama di masjid-masjid besar yang menjadi tujuan utama umat Muslim dari berbagai negara.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan sebagai bagian dari persiapan tahunan menjelang Ramadan. Dikutip dari saudinews50, kementerian menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan intensitas ibadah tertinggi, ditandai dengan meningkatnya jumlah jamaah, baik warga lokal, penduduk, maupun pengunjung.

Lonjakan ini juga dipicu oleh meningkatnya jamaah umrah, khususnya di wilayah Haramain, sehingga diperlukan regulasi yang lebih ketat agar fungsi masjid tetap optimal sebagai pusat ibadah, ketenangan, dan pembinaan umat.

Disiplin Ibadah Diperketat Demi Kenyamanan Jamaah

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah penegasan disiplin bagi imam dan muazin. Mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tugas tanpa alasan darurat yang dibenarkan secara prosedural. Selain itu, jadwal azan wajib mengikuti kalender resmi Ummul Qura, dan jeda antara azan serta iqamah harus diatur secara proporsional, khususnya untuk salat Isya dan Subuh agar jamaah tetap merasa nyaman.

Dalam pelaksanaan salat Tarawih dan Tahajud, imam diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik jamaah. Bacaan yang terlalu panjang dan memberatkan diminta untuk dihindari. Begitu juga dengan doa qunut, diarahkan agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, mengutamakan doa-doa dari sunnah, tidak berlebihan, serta tidak dibuat-buat.

Untuk i‘tikaf, pengelola masjid diwajibkan melakukan pendataan resmi bagi seluruh peserta. Bagi jamaah non-Saudi, diperlukan persetujuan penjamin atau kafil demi menjaga keamanan dan ketertiban. Bahkan, pengawasan akan dilakukan secara ketat dengan kewajiban laporan harian dari petugas selama bulan Ramadan. Beberapa masjid besar juga menyediakan fasilitas i‘tikaf resmi seperti loker penyimpanan barang, area charging HP, bantal, sajadah, hingga handuk, agar jamaah tetap nyaman tanpa mengganggu area ibadah utama.

Baca Juga : Adzan Subuh 2 Kali di Tanah Suci? ternyata Ini Alasannya!

Dilarang Merekam, Live Streaming, Hingga Penggalangan Dana

Inilah bagian yang paling menjadi sorotan yaitu larangan membuat konten di dalam masjid. Pemerintah Arab Saudi secara tegas melarang penggunaan kamera untuk merekam imam maupun jamaah saat salat. Termasuk di dalamnya larangan live streaming atau siaran langsung ibadah melalui media apa pun. Tujuannya jelas, agar tidak mengganggu kekhusyukan dan privasi jamaah yang sedang beribadah.

Selain itu, aktivitas non-ibadah juga dibatasi ketat. Praktik mengemis dilarang secara mutlak, baik di dalam masjid maupun di area sekitarnya. Termasuk pula segala bentuk penggalangan dana tunai, khususnya untuk kegiatan buka puasa. Makanan berbuka hanya boleh ditempatkan di area yang telah ditentukan, seperti pelataran Masjidil Haram, dan pembersihan wajib segera dilakukan setelah selesai.

Pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan masjid, pemeliharaan fasilitas, serta pengaturan area salat, termasuk ruang khusus perempuan. Kegiatan buka puasa bersama berada di bawah tanggung jawab imam dan muazin, dengan penekanan kuat pada ketertiban dan kebersihan lingkungan masjid.

Baca Juga : Cara Masjidil Haram Cegah Jemaah Anak Dan Lansia Terpisah!

Seluruh ketentuan ini diterapkan secara nasional di lebih dari 90 ribu masjid dan mushala di Arab Saudi. Pemerintah berharap keseragaman aturan ini dapat mencegah perbedaan praktik di lapangan sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang aman, teratur, dan penuh penghayatan bagi seluruh jamaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Buat Sahabat yang ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci tanpa ribet urusan teknis, umroh bersama Ventour Travel bisa jadi pilihan terbaik. Dengan pembimbing berpengalaman, fasilitas lengkap, hotel dekat masjid, hingga pendampingan ibadah sesuai aturan terbaru Arab Saudi, Sahabat bisa fokus beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

Yuk, wujudkan niat umroh bersama Ventour Travel sekarang juga! Kursi terbatas, jangan sampai menunda kesempatan emas ke Baitullah!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Haji 2026 Bebas Korupsi? Komitmen Pemerintah Akan Transparan


Haji 2026 bebas korupsi? Pemerintah berkomitmen akan lebih transparan. Mulai dari anggaran yang terbuka hingga layanan jemaah jadi prioritas.

Gambar 1 : Komitmen Pemerintah Haji 2026 akan Lebih Transparan

Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi momentum penting bagi pemerintah Indonesia untuk membangun sistem haji yang lebih bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi. Melalui Kementerian Haji (Kemenhaj), pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk menghadirkan layanan haji yang transparan, akuntabel, serta benar-benar berorientasi pada kepentingan jemaah. Dilansir dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar utama agar pengelolaan haji dilakukan secara terbuka, bertanggung jawab, dan tidak menyisakan ruang bagi penyimpangan.

Gambar 2 : Presiden Prabowo Subianto saat Bersama Jamaah Haji ( Sumber : Setneg )

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh proses haji 2026 dipersiapkan secara serius sejak dini, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi tata kelola.

“Kami dari Kementerian Haji tentu harus menyiapkan sedini mungkin, secermat mungkin, dan fokus kami adalah ketepatan waktu, kualitas layanan, perlindungan jemaah, dan tata kelola yang akuntabel, sesuai dengan permintaan dari Presiden bahwa (penyelenggaraan) haji harus dikelola dengan transparan dan akuntabel,” ujarnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Pengawasan Ketat Melibatkan KPK dan Kejaksaan

Sebagai bentuk keseriusan menuju haji bebas korupsi, Kementerian Haji melibatkan langsung aparat penegak hukum dalam sistem internal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan terbuka dan dapat diawasi secara menyeluruh.

“Di Kementerian Haji ini kita ditemani dengan berbagai pihak dari luar, dari aparat penegak hukum yang masuk menjadi bagian dari kita. Dari KPK ada yang masuk ke kita, dari Kejaksaan juga ada yang masuk ke kita, semuanya dalam rangka untuk memastikan bahwa proses haji bisa berlangsung dengan transparan dan akuntabel,” jelas Menhaj.

Dengan sistem pengawasan dari dalam ini, pemerintah ingin menutup celah praktik manipulasi, penyalahgunaan wewenang, hingga potensi kebocoran anggaran yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.

Baca Juga : Eks Menag Yaqut Resmi Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024!

Anggaran Terbuka dan Layanan Jemaah Jadi Prioritas

Komitmen transparansi juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, terutama dalam hal anggaran konsumsi jemaah. Ia mengungkap bahwa anggaran makan jemaah haji 2026 dibuka secara jelas agar bisa diketahui publik.

Gambar 3 : Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak ( Sumber : Kumparan )

“Misalnya terkait dengan katering, berapa harga katering, bahkan kami buka. Misalnya saya berikan katering itu kita satu hari sekitar 36 riyal,” kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede.

Secara rinci, anggaran konsumsi per hari berkisar 36–40 riyal atau sekitar Rp 162 ribu – Rp 180 ribu, dengan pembagian sarapan 10 riyal, makan siang dan malam masing-masing sekitar 13–15 riyal. Dengan keterbukaan ini, jemaah diharapkan memahami hak yang mereka terima sekaligus ikut mengawasi kualitas layanan.

Selain itu, pemerintah juga memastikan kesiapan layanan di Arab Saudi, mulai dari transportasi dan konsumsi yang sudah 100 persen siap, hingga akomodasi yang terus diselesaikan. Di dalam negeri, persiapan asrama, embarkasi, dan penerbangan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan maskapai.

Gambar 4 : Pemerintah Memprioritaskan Pelayanan untuk Jamaah Haji 2026

Tak kalah penting, layanan kesehatan menjadi prioritas utama, mulai dari pemeriksaan istithaah, kesiapan tenaga medis, hingga sistem layanan di Tanah Air dan Arab Saudi.

“Kami berkomitmen menyelenggarakan haji 2026 ini secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan serta perlindungan jemaah,” tandas Menhaj.

Dengan transparansi anggaran, pengawasan ketat, serta fokus penuh pada pelayanan, Haji 2026 diharapkan menjadi tonggak baru penyelenggaraan haji Indonesia yang bersih, bebas korupsi, dan sepenuhnya untuk kemaslahatan jemaah.

Baca Juga : Hotel Milik Indonesia di Makkah Siap Sambut Jamaah Haji 2026

Secara keseluruhan, penyelenggaraan Haji 2026 membawa harapan baru bagi jemaah Indonesia. Dengan pengawasan ketat dari aparat penegak hukum, transparansi anggaran hingga ke detail konsumsi, serta fokus pada kualitas pelayanan dan kesehatan jemaah, pemerintah berupaya menghadirkan sistem haji yang bersih, adil, dan berintegritas.

Jika komitmen ini dijalankan secara konsisten, maka Haji 2026 bukan hanya menjadi perjalanan ibadah, tetapi juga simbol perubahan menuju tata kelola haji Indonesia yang benar-benar bebas korupsi dan berpihak penuh kepada jemaah.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!