80 Jemaah Umroh Ventour Tetap Aman Berangkat dari Soetta Ditengah Konflik Timur Tengah

80 jemaah umroh Ventour tetap berangkat dari Soekarno-Hatta ke Jeddah tanpa penundaan. Pemerintah dan travel akan pastikan kondisi aman.

Gambar 1 : 80 Jamaah Ventour Travel Tetap Aman Berangkat dari Soetta

Aktivitas keberangkatan jemaah umroh Ventour Travel mulai berjalan normal di tengah dinamika situasi Timur Tengah. Di saat berbagai informasi beredar di ruang publik, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perjalanan ibadah tetap dapat dilaksanakan dengan aman, tertib, dan terpantau.

Sebanyak 80 jemaah umrah diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu, 1 Maret 2026, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rombongan ini terbang menggunakan maskapai Saudia Airlines dengan jadwal keberangkatan sekitar pukul 19.00 WIB dan diperkirakan tiba di Jeddah pada dini hari waktu setempat.

Tidak Ada Penundaan, Semua Sesuai Jadwal

Di tengah adanya eskalasi kawasan yang sempat berdampak pada pembatalan sejumlah penerbangan internasional, keberangkatan jemaah umrah ini berlangsung tanpa kendala berarti.

Gambar 2 : Tour Leader Ventour Travel, Teguh Imam Santoso saat di Wawancarai

Tour Leader Agen Haji dan Umrah Ventour, Teguh Imam Santoso, memastikan seluruh jemaah dalam rombongannya berangkat sesuai rencana.

“Jemaah kami ada 80 jiwa dan seluruhnya berangkat tanpa ada penundaan. Semoga eskalasi Timur Tengah kembali normal,” ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Ahad (01/03).

Ia juga menegaskan kembali kepada awak media:

“Untuk penerbangan Saudi Arabia ini tidak ada perubahan jadwal atau cancel. Semua on schedule,” ujar Teguh kepada TribunTangerang.com, Tangerang, Minggu (1/3/2026).

Pantauan di Terminal 3 menunjukkan suasana keberangkatan yang tertib dan khidmat. Puluhan jemaah tampak mengenakan seragam hitam dengan aksen kuning, berjalan beriringan sambil membawa koper dan tas kabin. Sejumlah keluarga mengantar hingga area terminal, memberikan pelukan serta doa sebelum para jemaah memasuki proses check-in.

Petugas travel terlihat aktif memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar, sehingga jemaah bisa fokus mempersiapkan diri secara mental dan spiritual.

Ventour Travel Berikan Penjelasan

Di tengah beredarnya berbagai kabar di media sosial, pihak travel bergerak cepat memberikan penjelasan resmi kepada jemaah agar tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Dari pihak travel sudah memberikan announcement. Kami sebagai tour leader juga memberikan penjelasan kepada jemaah agar mereka tetap tenang dan mengikuti arahan dari travel kami. Tidak terlalu percaya oleh berita yang simpang siur di luaran,” kata Teguh.

Sistem komunikasi pun dibuat terpusat melalui satu grup bersama yang melibatkan manajemen travel, jemaah, dan keluarga di Tanah Air.

“Keluarga di rumah bisa menghubungi kami atau pihak travel karena semuanya tergabung dalam satu grup. Jadi komunikasinya terbuka di situ,” jelasnya.

Menurut Teguh, kondisi di Jeddah juga terpantau aman. Ia bahkan menyampaikan bahwa rombongan Venture Travel yang sebelumnya berada di Tanah Suci telah kembali ke Indonesia dalam keadaan baik.

“Kebetulan ada grup kami yang pulang tadi pagi dari Jeddah menggunakan Saudi, semuanya dalam kondisi aman,” ungkapnya.

Baca Juga : Benarkah Berangkat Umroh Kini Harus Via Asrama Haji?

Ia pun menutup dengan pesan yang menenangkan:

“Yang penting jemaah tetap tenang dan fokus beribadah. Informasi cukup satu pintu dari kami,” tutupnya.

Pemerintah turut menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik menyikapi perkembangan situasi regional. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta jemaah yang berada di Arab Saudi maupun keluarga di Indonesia untuk tetap tenang.

Menurut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta otoritas Arab Saudi guna memastikan kondisi jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel. Maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata Dahnil.

Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan dengan maskapai dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan penerbangan, khususnya pada jadwal kepulangan.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!