Tawaf Wada: Amalan Perpisahan Sebelum Meninggalkan Makkah

Tawaf wada bukan sekadar tawaf penutup. Di sinilah doa, haru, dan perpisahan jemaah dengan Baitullah menyatu penuh makna. Simak penjelasannya

Gambar 1 : Tawaf Wada yang Penuh Makna Sebelum Jemaah Meninggalkan Makkah

Ada satu amalan penting yang sering terasa paling berat secara emosional, yaitu tawaf wada. Bagi banyak jemaah, inilah momen terakhir menatap Ka’bah, melangkahkan kaki mengelilingi Baitullah sambil menahan haru. Tawaf wada bukan sekadar ritual penutup, tetapi simbol perpisahan yang penuh doa, harapan, dan kerinduan.

Dilansir dari Himpuh, Secara bahasa, tawaf wada berarti tawaf perpisahan. Dalam Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji & Umrah, Ahmad Sarwat menjelaskan bahwa tawaf ini dilakukan saat jemaah benar-benar akan meninggalkan Kota Makkah.

Hal senada disampaikan Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, bahwa tawaf wada adalah bentuk pamit jemaah kepada Baitullah sebelum keluar dari Makkah. Bahkan Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam menyebutnya sebagai amalan terakhir jemaah haji di Tanah Suci.

Hukum Tawaf Wada Menurut Para Ulama

Dalam Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq mencantumkan hadits Rasulullah SAW yang menjadi dasar disyariatkannya tawaf wada.

لا يَنْفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ

Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian keluar (meninggalkan Makkah) kecuali akhir keberadaannya ada di Baitullah (melakukan tawaf).” (HR Muslim & Abu Dawud)

Terkait hukumnya, para ulama memang memiliki perbedaan pendapat, di antaranya:

  • Mazhab Hanafi, Hambali, dan sebagian Syafi’i berpendapat bahwa tawaf wada hukumnya wajib. Jika ditinggalkan tanpa uzur, jemaah diwajibkan membayar dam.
  • Imam Malik, Abu Dawud, Ibnu Mundzir, serta sebagian ulama Syafi’i lainnya berpendapat bahwa tawaf wada bersifat sunnah dan tidak mewajibkan dam jika ditinggalkan.

Dalam Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menjelaskan:

“Thawaf Wada adalah amalan sunnah yang diwajibkan. Oleh karena itu, barang siapa tidak melakukannya tidak karena uzur, ia wajib membayar dam. Dan barang siapa tidak mengerjakannya karena uzur, ia tidak wajib membayar dam.”

Baca Juga : Hati-Hati! Inilah 3 Hal yang Membatalkan Tawaf Saat Umroh!

Tata Cara Tawaf Wada yang Benar

Menurut Sayyid Sabiq, tawaf wada dilaksanakan setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai dan dilakukan tepat saat jemaah hendak keluar dari Makkah.

Apabila setelah tawaf wada jemaah masih melakukan aktivitas lama seperti berbelanja dalam waktu panjang, maka tawaf wada perlu diulang. Namun, jika hanya untuk keperluan mendesak, tidak diwajibkan mengulang tawaf.

Adapun tata cara tawaf wada adalah sebagai berikut:

  • Melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.
  • Posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah (berlawanan arah jarum jam).
  • Memulai thawaf dari garis sejajar Hajar Aswad. Disunnahkan mencium atau mengusap Hajar Aswad, atau memberi isyarat jika tidak memungkinkan.
  • Tiga putaran pertama disunnahkan berjalan agak cepat.
  • Empat putaran berikutnya berjalan biasa.
  • Sepanjang thawaf dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa, memohon ampunan serta harapan agar bisa kembali ke Tanah Suci.

Doa Tawaf Wada

Terdapat doa yang bisa dibaca selama tawaf Wada, berikut seperti yang dinukil kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi:

1. Doa Mengusap Hajar Aswad & Memulai Tawaf

بِسْمِ اللهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ إِيْمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Latin: Bismillaahi wallaahu akbar, allaahumma iimaanan bika wa tashdiiqan bi kitaabika wa wafaa-an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati nabi-yyika shallallaahu ‘alaihi wasallam

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Mahabesar, ya Allah (tawaf ini) karena iman kepada-Mu, pembenaran kepada kitab-Mu, penunaian terhadap janji-janji-Mu dan mengikuti Nabi-Mu SAW.”

2. Doa Tiga Putaran Pertama Tawaf

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا

Latin: Allaahummaj ‘alhu hajjam mabruuraan, wa dzanban maghfuuraan, wa sa’yan masykuuraan

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sa’i yang disyukuri.”

3. Doa Empat Putaran Akhir Tawaf

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ وَأَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمَ ، اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Allaahummagh fir warham wa’fu ‘ammaa ta’lamu wa antal a’azzul akram, alaahumma rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waaqinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dari apa yang Engkau ketahui, Engkau Mahamulia di atara yang mempunyai kemuliaan, ya Allah Tuhan kami, anugerahkanlah kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhi- rat dan jauhkanlah dari siksaan neraka.”

Baca Juga : Kebelet Buang Air Pas Tawaf: Apa Harus Mengulang Dari Awal?

4. Doa Tawaf Wada

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ حَمَلْتَنِي عَلَى مَا سَخَّرْتَ لِي مِنْ خَلْقِكَ وَسَتَرْتَنِي فِي بِلَادِكَ حَتَّى بَلَّغْتَنِي بِنِعْمَتِكَ إِلَى بَيْتِكَ وَأَعَنْتَنِي عَلَى أَدَاءِ نُسُكِي فَإِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّي فَازْدَدْ عَنِّي رِضًا وَإِلَّا فَمِنَ الْآنَ فَارْضَ عَنِّي قَبْلَ أَنْ تَنْأَى عَنْ بَيْتِكَ دَارِي، فَهَذَا أَوَانُ انْصِرَافِي إِنْ أَذِنْتَ لِي غَيْرَ مُسْتَبْدِلٍ بِكَ وَلَا بِبَيْتِكَ وَلَا رَاغِبٍ عَنْكَ وَلَا عَنْ بَيْتِكَ، اللَّهُمَّ فَأَصْحِبْنِيَ الْعَافِيَةَ فِي بَدَنِي وَالصِّحَّةَ فِي جِسْمِي وَالْعِصْمَةَ فِي دِينِي وَأَحْسِنْ مُنْقَلَبِي وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنِي وَاجْمَعْ لِي بَيْنَ خَيْرَي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika, hamaltanii ‘alaa maa sakhkharta lii min khalqika, wa satartanii fii bilaadika hattaa ballagtanii bi ni’matika ilaa baitika wa a’antanii ‘alaa adaa-i nusukii. Fa-in kunta radhiita ‘annii fazdad ‘annii ridhan, wa illa fa minal aana fardha ‘annii qabla an tan-a ‘an baitika darii. Fa haadzaa awaanu inshiraafi in adzinta lii ghaira mustabdilin bika wa laa bi baitika wa laa raaghibin ‘anka wa laa ‘an baitika. Allaahumma fash-hibniyal ‘aafiyata fii badanii wash-shihhata fii jismii wal ‘ishmata fii diinii wa ahsin munqalabii warzuqnii thaa’ataka maa abqaitanii wajma’ lii baina khairad dunyaa wal aakhirati, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, anak hamba perempuan-Mu, Engkau membawaku di atas makhluk-Mu yang telah Engkau kuasakan untukku dan Engkau telah menjagaku di negeri-Mu hingga Engkau menyampaikanku di rumah-Mu, berkat nikmat-Mu, dan memberikan pertolongan kepadaku untuk melaksanakan ibadahku. Jika Engkau ridha terhadapku, maka tambahilah keridhaan terhadapku. Dan jika Engkau tidak ridha terhadapku, maka mulai sekarang ridhailah aku sebelum rumahku jauh dari rumah-Mu. Ini adalah waktu perpisahan jika Engkau meridhaiku. Aku ingin berpisah tanpa ingin mengganti-Mu (sebagai Tuhan) dan rumah-Mu (dengan yang lain) dan tanpa menyertai rasa tidak senang kepada-Mu dan kepada rumah- Mu. Ya Allah, berilah aku keselamatan badan, kesehatan raga, dan keterjagaan agama. Ya Allah, perbaikilah masa depanku, berilah aku rezeki berupa taat kepada-Mu selama Engkau memberikan kehidupan kepadaku, dan kumpulkanlah kebaikan dunia dan akhirat untukku. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

5. Doa Setelah Tawaf Wada

اللَّهُمَّ أَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ أَتَيْتُكَ بِذُنُوبٍ كَثِيرَةٍ وَأَعْمالٍ سَيِّئَةٍ، وَهَذَا مَقَامُ العَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ، فَاغْفِرْ لِي إِنَّكَ أَنتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ

Latin: Allahumma anaa ‘abduka wabnu ‘abdika ataituka bidzunuubin katsiiratin wa-a’maalin sayyi-atin, wa hadzaa maqaamul ‘aa-idzi bika minan naar, faghfirlii innaka antal ghafuurur rahiimu

Artinya: “Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, aku datang dengan membawa dosa yang banyak dan amal-amal yang buruk. Ini adalah tempat untuk memohon perlindungan kepada-Mu dari neraka, maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Nah Sahabat, menjalankan amalan penting seperti tawaf wada tentu akan terasa lebih tenang jika ibadah dilakukan bersama travel yang terpercaya dan berpengalaman terutama di daerah Depok dan sekitarnya. Bersama Ventour Travel, sahabat dapat menunaikan umroh dengan lebih nyaman, tertib, dan sesuai tuntunan.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Pendampingan pembimbing ibadah yang berpengalaman membantu sahabat memahami setiap rangkaian ibadah dengan baik, sementara fasilitas yang nyaman dan pengaturan perjalanan yang rapi membuat sahabat bisa lebih fokus beribadah tanpa rasa khawatir. Keamanan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas, sehingga setiap momen ibadah di Tanah Suci dapat dijalani dengan khusyuk dan penuh ketenangan.

Yuk, wujudkan niat umroh sahabat dengan perjalanan yang nyaman dan aman bersama Ventour Travel.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Hati-Hati! Inilah 3 Hal yang Membatalkan Tawaf Saat Umroh!

Hindari hal yang membatalkan tawaf seperti wudu batal dan aurat terbuka saat berdesakan. Pastikan tawaf sah agar ibadah umrah sesuai syariat.

Gambar 1 : Beberapa Hal yang Membatalkan Tawaf

Tawaf adalah salah satu rukun penting dalam ibadah umrah. Ibadah ini dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dalam keadaan suci dan sesuai ketentuan syariat. Karena kedudukannya yang sangat mulia, para ulama menyebut bahwa tawaf memiliki aturan kesucian dan tata cara yang mirip dengan salat.

Agar ibadah sah dan tidak perlu diulang, penting bagi sahabat memahami hal yang membatalkan tawaf. Dengan mengetahui syarat dan larangannya, sahabat bisa lebih waspada dalam menjaga kesempurnaan tawaf saat berada di Masjidil Haram.

3 Hal yang Bisa Membatalkan Tawaf

1. Batalnya Wudhu

Sahabat wajib dalam kondisi suci dari hadas baik hadas kecil maupun hadas besar selama tawaf. Bahkan bukan cuma badan yang harus bersih, tapi juga pakaian dan tempat yang sahabat lalui harus suci dari najis.

Dilihat dari Islamqa. Dalam hadis riwayat Aisyah radhiallahu anha,

لما أراد صلى الله عليه وسلم أن يطوف توضأ ) . وقد قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (خذوا عني مناسككم)  . رواه مسلم (1297

“ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ingin melakukan tawaf, beliau berwudhu”. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Ambillah dariku manasik-manasik kalian” HR. Muslim (1297), (Fatawa al-Syaikh Ibnu Baz, 17/213-214).

dan ini jadi teladan terbaik buat kita semua. Kalau di tengah putaran wudu sahabat batal, maka sahabat wajib wudu lagi.

Lalu soal mengulang putaran tawaf atau tidak, memang ada perbedaan pendapat di antara ulama:

  • Ada yang membolehkan lanjut dari putaran terakhir,
  • Ada juga yang menganjurkan mengulang tawaf dari awal.

Tapi apa pun pendapat yang sahabat pilih, yang jelas jangan lanjut tawaf dalam kondisi tanpa wudhu.

Baca Juga : Kebelet Buang Air Pas Tawaf: Apa Harus Mengulang Dari Awal?

2. Membuka Aurat

Tawaf juga batal jika aurat terbuka. Ketentuannya:

  • Laki-laki: wajib menutup aurat dari pusar hingga lutut,
  • Perempuan: wajib menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Meski sahabat sudah pakai ihram sesuai aturan, kondisi berdesakan saat tawaf bisa bikin aurat tanpa sengaja terbuka. Kalau itu terjadi, sahabat wajib segera menutupnya, lalu melanjutkan putaran dari titik saat aurat terbuka, bukan kembali ke awal.

3. Salah Hitung Jumlah Putaran

tawaf harus dikerjakan 7 kali putaran yang sempurna. Kalau ada 1 putaran saja yang terlewat atau ditinggalkan, tawaf jadi tidak sah.

Kalau sahabat ragu soal jumlah putaran, maka dianjurkan mengambil angka yang paling sedikit, lalu lanjut sampai sahabat yakin sudah genap 7. Kuncinya: fokus dan jangan sampai lost count ya Sahabat!

3 Hal yang Sebaiknya Sahabat Hindari Saat Tawaf

Selain wajib menghindari hal yang membatalkan tawaf, ada juga adab dan hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat tawaf supaya ibadah makin khusyuk:

1. Makan & Minum Berlebihan

Imam Syafi’i lebih memilih meninggalkan makan dan minum saat tawaf. Tapi, kalau kondisi tubuh sahabat butuh minum, apalagi takut dehidrasi dan boleh kok minum seperlunya. Jangan sampai malah sakit, ya sahabat.

2. Menahan Hajat

Tawaf seharusnya dikerjakan dengan tenang dan khusyuk. Kalau sahabat merasa ingin buang air atau perlu ke toilet, utamakan buang hajat dulu, habis itu wudu lagi dan lanjut tawaf. Gak usah dipaksakan, ya!

3. Teriak-teriak Saat Zikir & Doa

Ternyata gak perlu teriak saat zikir atau doa waktu tawaf, loh. Takutnya malah mengganggu jemaah lain. Cukup lafazkan dengan suara lembut dan hati yang hadir, itu sudah jauh lebih mulia.

Bagi Sahabat yang ingin melaksanakan ibadah umroh dengan penuh bimbingan, Ventour Travel hadir di Depok bukan sekadar sebagai biro perjalanan, tapi sebagai teman ikhtiar sahabat menuju Baitullah. Banyak jemaah yang awalnya bingung cari travel umroh Depok yang benar-benar amanah, transparan, dan resmi, akhirnya merasa tenang setelah berangkat bareng Ventour.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Ventour Travel dikenal sebagai travel umroh terpercaya di Depok, berizin resmi, berpengalaman, dan punya pendamping ibadah yang siap bantu sahabat dari manasik sampai selesai rangkaian umrah. Jadi, buat sahabat yang mau berangkat dengan hati yang lebih tenang dan bimbingan yang jelas, Ventour bisa jadi rumah singgah terbaik sebelum sahabat benar-benar bertamu ke rumah Allah. Yuk Daftar umroh bersama Ventour Travel sekarang, kursi terbatas, hati harus duluan berangkat!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Kebelet Buang Air Pas Tawaf: Apa Harus Mengulang Dari Awal?

Kebelet buang air saat tawaf? Ternyata tawaf tidak perlu diulang dari awal. Jaga ihram tetap suci dan berwudhu, kemudian melanjutkan tawaf.

Gambar 1 : Kebelet Buang Air saat Tawaf Tidak Perlu Mengulang Putaran Dari Awal

Tawaf adalah salah satu rukun utama dalam ibadah umroh yang harus dilakukan dalam keadaan suci dari hadas dan najis. Karena dilakukan di tengah kerumunan jemaah dan bisa memakan waktu cukup lama, kondisi darurat seperti kebelet buang air kerap membuat jemaah bingung: apakah tawaf harus diulang dari putaran pertama?

Ketika tawaf terputus karena hadas (misalnya ke toilet atau wudhu batal), jemaah tidak wajib mengulang tawaf dari awal, tetapi cukup melanjutkan dari putaran yang batal setelah bersuci dan mengambil wudhu kembali.

Dilansir dari SindoNews, Penting untuk dipahami bahwa di dalam area Masjidil Haram tidak terdapat toilet, hanya ada fasilitas wudhu. Oleh sebab itu, jemaah yang mengalami kondisi darurat perlu keluar dari area masjid untuk mencari toilet terdekat di luar kompleks. Memahami ketentuan ini sejak awal membantu jemaah menjaga ketenangan, tenaga, dan kekhusyukan selama ibadah.

Panduan Darurat Saat Kebelet Buang Air Saat Tawaf

Saat tawaf, ada beberapa kondisi yang membuat ibadah ini terputus atau batal sementara, misalnya karena:

  • Buang angin, buang air kecil, atau buang air besar
  • Wudhu batal
  • Terkena najis di pakaian, terutama kain ihram

Nah, jika hal seperti buang air kecil terjadi, langkah yang benar adalah:

  1. Segera cari toilet terdekat di luar area Masjidil Haram
  2. Pastikan kain ihram tidak terkena najis — karena ihram wajib dalam keadaan suci
  3. Jika terkena najis, ganti atau bersihkan sampai benar-benar suci
  4. Ambil wudhu kembali di area wudhu luar masjid
  5. Lanjutkan tawaf dari putaran yang batal, dimulai kembali dari sudut Hajar Aswad

Contoh mudahnya seperti:

Sahabat batal di putaran ke-5 → wudhu ulang → lanjut lagi di putaran ke-5, bukan mengulang dari putaran ke-1

Yang diulang hanya putaran yang terputus, bukan seluruh tawafnya. MasyaAllah, Islam itu memudahkan ya, Sahabat!

Baca Juga : Wajib Pahami! Syarat, Rukun, dan Kewajiban Haji dengan Mudah!

Tips Supaya Tawaf Tetap Khusyuk

Agar Sahabat bisa menikmati tawaf tanpa drama kebelet, ada beberapa tips praktis yang bisa sahabat coba:

  • Buang air kecil sebelum mulai tawaf
  • Minum air secukupnya, jangan berlebihan
  • Hindari kopi, teh pekat, dan minuman berkafein sebelum tawaf
  • Jika merasa kandung kemih sensitif, atur jarak minum dengan waktu tawaf
  • Jangan menahan jika sudah kebelet dan segera keluar, bersuci, dan lanjutkan tawaf dengan tenang

Banyak jemaah sering lupa hal kecil ini karena suasana tawaf yang mengharukan. Tapi dengan persiapan matang, Insya Allah ibadah Sahabat tetap lancar dan fokus.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel setelah Melaksanakan Tawaf

Ibadah umroh itu bukan cuma soal sampai di tanah suci, tapi juga tentang bimbingan yang benar dan kenyamanan saat beribadah. Karena itu, memilih travel yang amanah sangatlah penting. Salah satu rekomendasi terbaik untuk Sahabat yang sedang mencari travel umroh depok, ada Ventour Travel yang merupakan travel umroh terpercaya di Depok yang sudah berizin resmi, berpengalaman, dan siap membimbing jemaah agar ibadahnya sah sesuai tuntunan.

Dengan pelayanan yang hangat, paket yang nyaman, dan pendampingan ibadah yang jelas, Ventour Travel hadir bukan sekadar sebagai penyedia perjalanan, tapi sahabat perjalanan spiritual Sahabat menuju Baitullah.

Yuk Konsultasikan ibadah Umroh Sahabat bersama Ventour Travel disini!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!