Di Mekkah adzan Subuh berkumandang 2 kali, yang pertama tanda tahajud & sahur, yang kedua barulah waktu Subuh. Ada hikmah besar di baliknya!

Sahabat mungkin pernah dengar adzan Subuh di Indonesia cuma sekali, kalau di Makkah dan Madinah adzan Subuh justru dikumandangkan 2 kali.
Adzan Subuh 2 kali ini bukan hal baru, bukan juga kesalahan jadwal. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang sudah berjalan sejak zaman dahulu, dikumandangkan oleh dua muadzin mulia yaitu Bilal bin Rabah dan Ibnu Ummi Maktum. Jadi, adzan ganda ini punya makna, adab, dan tujuan yang indah untuk membangunkan umat dari lelapnya malam menuju ibadah terbaik.
Menurut penjelasan fikih, adzan pertama (Fajar/Fajr awal) dikumandangkan pada sepertiga malam sebagai tanda bangunnya orang tahajud dan penanda dimulainya waktu sahur. Sedangkan adzan kedua barulah menjadi tanda masuknya waktu shalat Subuh. Dilansir dari NU Online, pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:
إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى تَسْمَعُوا تَأْذِينَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ
“Sesungguhnya Bilal beradzan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Muslim).Bahkan Imam Nawawi menegaskan bahwa adzan pertama tidak melarang seseorang untuk makan sahur, dan puasa tetap sah selama makan dilakukan sebelum fajar terbit.
Kenapa Adzan Subuh di Tanah Suci Ada 2 Kali?
Adzan pertama disebut Adzan Fajar (Fajr awal/Fajar awal), yang memiliki beberapa fungsi penting:
- Menjadi panggilan bangun bagi ahli tahajud agar menutup shalat malamnya,
- Membangunkan orang yang tidur untuk bersiap Subuh,
- Menandai waktu sahur masih berlangsung,
- Dan dikumandangkan setelah tengah malam hingga sebelum fajar.
Seorang ustaz sekaligus pakar sejarah ibadah di Makkah, Syekh Abdullah Al-Fahmi pernah menuturkan dalam kajian lokalnya di kawasan Thakher,
“Adzan Fajar di Makkah ibarat alarm rohani. Bukan untuk shalat Subuh, tapi untuk menata niat dan menyiapkan jiwa. Jika seseorang masih makan sahur saat mendengarnya, jangan panik—selama fajar belum terbit, ia masih berada dalam kelapangan syariat.”
Adzan kedua lah yang berbeda. Ia menjadi penanda resmi masuknya waktu shalat Subuh, dan inilah yang dikumandangkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai adzan utama.
Baca Juga : Hati-Hati! Inilah 3 Hal yang Membatalkan Tawaf Saat Umroh!
Cara Mudah Bedakan Adzan Fajar dan Adzan Subuh
Biar nggak keliru, Sahabat bisa kenali dari kalimat khusus yang hanya ada di adzan Subuh, yaitu:
“Asshalatu khairum minan-naum”
Shalat lebih baik daripada tidur.
Ciri ini jadi pembeda paling gampang. Kalau Sahabat dengar adzan di Makkah/Madinah tanpa kalimat ini, itu kemungkinan besar Adzan Fajar (adzan pertama). Tapi kalau ada tambahan kalimat mulia tersebut, barulah waktu Subuh telah masuk.
Baca Juga : Sudah Tau Tips Aman & Nyaman Sholat Jumat di Masjidil Haram?
Momen pertama kali mendengar adzan Subuh 2 kali di Tanah Suci itu spesial bikin hati bergetar, sekaligus nambah ilmu. Dan pengalaman spiritual seperti ini makin bermakna kalau dijalani bersama travel yang bukan cuma nganterin, tapi juga ngasih pemahaman ibadah yang benar dan menenangkan.

- Pembimbing ibadah bersertifikasi & informatif, siap menjelaskan detail seperti adzan ganda, adab di Hajar Aswad, hingga fiqih perjalanan,
- Layanan fast response & pendampingan jemaah 24/7, biar Sahabat nggak bingung di momen penting,
- Jadwal ibadah yang terarah, edukatif, dan menenangkan, bukan cuma sekadar ikut rombongan,
- Aman, resmi, dan transparan, sesuai standar perizinan travel umroh Indonesia, dan masih banyak lagi.
Karena ibadah bukan hanya soal sampai di Tanah Suci, tapi juga paham, tenang, dan benar dalam setiap rukunnya.
Yuk klik untuk lihat panduan & konsultasi lengkap terkait ibadah umroh!












