Umroh Pakai Saudia Airlines Kini Pindah Ke Terminal Baru!

Mulai 31 Januari 2026, berangkat numroh dengan maskapai Saudia Airlines tidak lagi dari Terminal 3, kini semua proses pindah ke Terminal 2F.

Gambar 1 : Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pusat Penerbangan Umroh & Haji

Bandara Soekarno-Hatta resmi menjadikan Terminal 2F sebagai pusat penerbangan umrah dan haji, khususnya untuk rute langsung ke Jeddah dan Madinah.

Terminal ini bukan cuma sekadar pindah lokasi, tapi benar-benar disiapkan sebagai “rumah” yang lebih nyaman dan ramah bagi jemaah. Mulai dari fasilitas ibadah, ruang tunggu luas, sampai area khusus keluarga pengantar, semuanya dirancang agar perjalanan ibadah sahabat terasa lebih tenang sejak dari bandara.

Terminal Khusus Jamaah Haji dan Umroh

Begitu masuk Terminal 2F, sahabat langsung merasakan suasana yang lebih lapang. Terminal ini punya masjid seluas 3.000 meter persegi, lounge umrah berkapasitas hingga 3.000 orang, area manasik, ruang tunggu nyaman, serta area produk halal.

Terminal 2F terdiri dari tiga lantai dengan luas total 27.400 meter persegi dan mampu melayani 6,1 juta penumpang per tahun. Fasilitas pendukungnya juga lengkap, mulai dari 20 konter check-in, ruang tunggu luas untuk jemaah dan keluarga pengantar, hingga akses transportasi yang mudah lewat bus dan kereta api.

Dari segi desain, Terminal 2F memadukan sentuhan modern dan alami, dengan nuansa yang terasa lebih hangat dan khas Indonesia. Cocok banget jadi tempat persiapan sebelum memulai perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Baca Juga : Jangan Panik! Ini Alasan Perubahan Jadwal Penerbangan Umroh!

Saudi Airlines Resmi Pindah ke Terminal 2F

Nah sahabat, ini informasi penting yang jangan sampai terlewat, terutama buat Sahabat yang umroh naik Saudi Airlines (Saudia). Mulai 31 Januari 2026, seluruh penerbangan Saudi Airlines resmi pindah dari Terminal 3 Internasional ke Terminal 2F, Gate 6.

Gambar 2 : Terminal 2F jadi Lounge Jamaah Haji dan Umroh

Artinya, semua proses mulai dari check-in, bagasi, imigrasi, sampai boarding dilakukan di Terminal 2F. Jadi, pastikan sahabat langsung menuju Terminal 2F ya, bukan Terminal 3 lagi.

Selain Saudi Airlines, beberapa maskapai lain juga sudah beroperasi di Terminal 2F, seperti Garuda Indonesia, Lion Air, AirAsia, dan Batik Air. Untuk musim haji, keberangkatan jemaah akan dilayani oleh Garuda Indonesia, Saudi Airlines, dan Lion Air, semuanya terpusat dengan pengaturan yang lebih rapi.

Kalau sahabat sudah terlanjur sampai di Terminal 3, tenang saja. Bandara menyediakan Free Shuttle Bus dan Skytrain yang siap mengantar ke Terminal 2F dengan mudah.

Baca Juga : Maskapai Haji 2026 Resmi Gunakan Garuda Dan Saudi Airlines!

Alur Penerbangan Langsung & Tidak Langsung dari Terminal 2F

Dilansir dari Kompas, Terminal 2F juga berperan sebagai titik kumpul jemaah. Untuk penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah, seperti Saudi Airlines dan Garuda Indonesia, seluruh proses dilakukan langsung dari Terminal 2F.

Sementara untuk maskapai dengan penerbangan tidak langsung, seperti Emirates dan Qatar Airways, jemaah tetap menunggu di Terminal 2F, lalu akan diantar menggunakan bus menuju pesawat di Terminal 3.

Dengan sistem ini, alur keberangkatan jemaah jadi lebih teratur dan mudah dipahami, terutama bagi sahabat yang baru pertama kali umroh.

Biar perjalanan umroh sahabat makin tenang dan terarah, umroh bersama Ventour Travel bisa jadi pilihan yang tepat. Ventour selalu update dengan informasi terbaru, termasuk perubahan terminal keberangkatan seperti pemusatan penerbangan umroh di Terminal 2F, sehingga sahabat nggak perlu khawatir salah alur atau kebingungan di bandara.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Ventour Travel saat Keberangkatan Menuju di Tanah Suci

Dengan pendampingan yang rapi sejak persiapan hingga kepulangan, ibadah umroh terasa lebih nyaman, fokus, dan penuh kekhusyukan.

Yuk, wujudkan umroh impian sahabat bersama Ventour Travel!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Eks Menag Yaqut Resmi Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024!

Kasus korupsi kuota haji 2024 terbongkar! KPK tetapkan mantan menteri agama Yaqut Cholil resmi jadi tersangka korupsi. Simak faktanya disini!

Gambar 1 : KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024 ( Sumber Foto : Kumparan )

Kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penentuan dan pembagian kuota haji tahun 2023–2024. Penetapan ini dilakukan setelah KPK mengantongi alat bukti yang dinilai sudah sangat kuat.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan hak ribuan jemaah haji reguler yang telah menunggu belasan hingga puluhan tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Kronologi Korupsi Kuota Haji 2024

Dilansir dari Detiknews awal mula terjadi pada tahun 2024, Indonesia yang awalnya memperoleh kuota haji sebanyak 221 ribu jemaah. Kemudian, pemerintah Arab Saudi memberikan tambahan kuota sebanyak 20 ribu jemaah, sehingga total kuota haji Indonesia menjadi 241 ribu jemaah.

Tambahan kuota ini sejatinya bertujuan untuk mengurangi masa tunggu jemaah haji reguler yang di beberapa daerah bisa mencapai 20 tahun bahkan lebih. Namun, pangkal persoalan muncul saat kuota tambahan tersebut dibagi rata, yaitu:

  • 10.000 untuk haji reguler
  • 10.000 untuk haji khusus

Padahal, Undang-Undang Haji telah mengatur bahwa kuota haji khusus maksimal hanya 8 persen dari total kuota nasional.

Akibat pembagian kuota yang tidak sesuai aturan tersebut, Indonesia akhirnya menggunakan:

  • 213.320 kuota untuk haji reguler
  • 27.680 kuota untuk haji khusus

KPK mengungkapkan bahwa kebijakan di era Yaqut ini berdampak besar. Sebanyak 8.400 jemaah haji reguler yang sudah mengantre lebih dari 14 tahun, dan seharusnya bisa berangkat setelah adanya kuota tambahan tahun 2024, justru gagal berangkat.

Inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar kuat dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji ini.

Baca Juga : Miris! KPK Sebut 8.400 Jemaah Jadi Korban Korupsi Haji 2024!

Peran Yaqut & Gus Alex Resmi Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024

Dari hasil penyidikan, KPK menetapkan dua tersangka, yaitu Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), Menteri Agama saat itu dan Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, mantan staf khusus Yaqut

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa keputusan pembagian kuota tambahan 20 ribu secara 50:50 dilakukan langsung oleh Yaqut saat menjabat Menteri Agama.

“Oleh Menteri Agama pada saat itu, saudara YCQ ini, kemudian dibagilah menjadi 50 persen–50 persen, 10.000–10.000. Itu tentu tidak sesuai dengan undang-undang yang ada,” jelas Asep.

Sementara itu, Gus Alex disebut turut serta dalam proses pembagian kuota tersebut karena berperan sebagai staf ahli Menteri Agama.

“Itu juga saudara IAA ini adalah staf ahlinya ya. Staf ahlinya dia ikut serta di dalam situ ya. Turut serta di dalam proses pembagian,” ujarnya.

Alat Bukti KPK Disebut Sudah “Tebal”

KPK menegaskan bahwa penetapan tersangka ini bukan tanpa dasar. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik telah mengumpulkan berbagai alat bukti kuat.

Gambar 2 : Juru Bicara KPK Budi Prasetyo ( Sumber Foto : Detikcom )

“Penetapan seorang tersangka tentunya berdasarkan adanya kecukupan alat bukti. Penyidik telah mengumpulkan berbagai alat bukti, mulai dari pemeriksaan saksi, dokumen, hingga bukti elektronik,” ujar Budi.

Bukti-bukti tersebut diperoleh dari pemeriksaan sejumlah pihak serta hasil penggeledahan di berbagai lokasi. Bahkan, seluruh pimpinan KPK disebut sepakat bulat dalam menetapkan para tersangka.

“Alat bukti sudah tebal, semua pimpinan sepakat bulat untuk menetapkan pihak-pihak sebagai tersangkanya,” tegas Budi.

Tak hanya soal pembagian kuota, KPK juga mengungkap adanya indikasi aliran uang atau kickback dalam kasus ini. Temuan tersebut masih terus didalami dalam proses penyidikan.

“Kami dalam penyidikan ini menemukan adanya aliran uang kembali, kickback, dan lain-lain,” ungkap Asep Guntur Rahayu.

Meski sudah berstatus tersangka, Yaqut dan Gus Alex hingga kini belum ditahan. Namun KPK memastikan penahanan akan dilakukan secepatnya sesuai kebutuhan penyidikan.

Baca Juga : Modus Korupsi Haji! Jemaah Lama Cuma Diberi 5 Hari Pelunasan

Pasal yang Dikenakan dan Ancaman Hukuman

Dalam kasus ini, KPK menjerat Yaqut dan Gus Alex dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 2 mengatur perbuatan melawan hukum yang memperkaya diri sendiri atau orang lain dan merugikan keuangan negara, dengan ancaman:

  • Penjara seumur hidup atau
  • Penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun
  • Denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar

Pasal 3 mengatur penyalahgunaan kewenangan karena jabatan yang merugikan negara, dengan ancaman:

  • Penjara seumur hidup atau
  • Penjara minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun
  • Denda Rp50 juta hingga Rp1 miliar

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, sebelumnya menegaskan bahwa meski prosesnya berjalan lambat, penanganan kasus ini pasti berjalan karena menyangkut kerugian negara.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kebijakan penyelenggaraan ibadah haji menyangkut hak jutaan umat dan harus dijalankan sesuai aturan. KPK menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara transparan, terutama demi keadilan bagi jemaah haji reguler yang telah menunggu bertahun-tahun untuk bisa memenuhi panggilan ke Tanah Suci.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Hotel Milik Indonesia di Makkah Siap Sambut Jamaah Haji 2026

Hotel milik Indonesia di Makkah siap dipakai mulai Haji 2026! Hotel ini bisa menampung 24 ribu jemaah dan hanya 2,5 km dari Masjidil Haram.

Gambar 1 : Hotel Milik Indonesia di Makkah Siap Dipakai Mulai Haji 2026

Upaya meningkatkan kualitas layanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci kini memasuki babak baru yang bersejarah. Mulai musim haji 2026, jemaah asal Indonesia diproyeksikan sudah bisa menempati Hotel Novotel Thakher di Makkah, yang kini resmi menjadi bagian dari aset investasi Indonesia dan disiapkan sebagai cikal bakal Kampung Haji.

Hotel ini berdiri di kawasan Thakher City, tak jauh dari Masjidil Haram, dan menjadi jawaban nyata untuk kebutuhan akomodasi jemaah yang jumlahnya selalu di atas 200 ribu orang setiap tahun. Sebuah langkah strategis yang bukan hanya soal tempat menginap, tapi juga soal kenyamanan, kemudahan, dan kebanggaan bangsa di Tanah Suci.

Hotel Milik Indonesia di Makkah untuk Haji 2026

Dilansir dari Himpuh, Kabar kesiapan hotel ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade melalui unggahan media sosialnya. Ia menyebut Hotel Novotel Thakher akan mulai digunakan pada penyelenggaraan haji 2026, bersamaan dengan pengembangan besar di kawasan tersebut.

“Mulai bisa digunakan pada tahun 2026, dan rencana pembangunan 13 tower lagi demi kenyamanan ribuan jemaah. Pak Prabowo ingin jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik di Tanah Suci,” tulis Andre melalui sosial media Instagramnya, Senin (29/12/2026).

Gambar 2 : Hotel Milik Indonesia ini Memiliki 1.461 Kamar untuk Jamaah Haji 2026

Pada tahap awal, hotel ini memiliki 1.461 kamar dan ditargetkan beroperasi penuh saat musim haji 2026. Ke depan, pengembangan 13 tower tambahan di atas lahan sekitar lima hektare diproyeksikan mampu menampung hingga 24.000 jemaah.

“Saya melihat langsung progres di lapangan, Hotel Novotel Thakher di Mekkah kini menjadi harapan baru bagi peningkatan layanan jemaah haji untuk calon jemaah haji Indonesia,” ucapnya.

Lokasinya pun dinilai super strategis karena hanya berjarak sekitar 2,5 km atau tiga menit berkendara dari Masjidil Haram, sehingga diharapkan mempermudah mobilitas jemaah saat ibadah.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kenyamanan jemaah adalah prioritas utama,” imbuhnya.

Baca Juga : Antrean Haji Disamakan 26,4 Tahun! Inilah Fakta Terbarunya!

Fondasi Kampung Haji Indonesia

Hotel Novotel Thakher merupakan bagian dari akuisisi yang dilakukan Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) bersama Thakher Development Company. Perjanjian ini ditandatangani 14 Desember 2025, mencakup aset perhotelan dan real estat di kawasan terpadu Thakher City, sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram.

Selain hotel yang sudah beroperasi, investasi ini juga mencakup 14 bidang tanah seluas total 4,4 hektare untuk pengembangan lanjutan. Nantinya, semua akan dibangun dalam master plan terpadu yang mencakup hotel, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya.

Gambar 3 : Jarak 2,5 KM ke Masjidil Haram

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa proyek ini menjadi fondasi awal keterlibatan jangka panjang Indonesia di sektor perhotelan Arab Saudi.

“Meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian ini, pengembangan berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent,” ujarnya.

Pengembangan proyek ini juga didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra lokal strategis, dan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan Indonesia, termasuk Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC/RCMC).

Baca Juga : Stop Percaya Hoax! Tak Ada Larangan Berfoto Saat Haji 2026!

“Seluruh tahapan tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi erat dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia,” tuturnya.

Danantara Indonesia menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan bertahap, akuntabel, dan berorientasi manfaat jangka panjang bagi jemaah.

“Melalui proses bertahap yang akuntabel dan ditopang tata kelola kelembagaan yang kuat, Danantara Indonesia berkomitmen memastikan setiap tahap pelaksanaan memberikan nilai publik yang berkelanjutan dan terukur,” pungkasnya.

Dengan hadirnya hotel milik Indonesia di Makkah mulai Haji 2026, persiapan haji makin terasa nyata dan terstruktur. Kalau sahabat ingin berangkat lebih pasti dan nyaman, program haji khusus bersama Ventour Travel bisa jadi ikhtiar terbaik. Masa tunggunya 5–9 tahun, lebih cepat dibanding haji reguler, dengan pelayanan prioritas, pembimbing profesional, dan pengalaman ibadah yang lebih terarah.

Yuk sahabat, wujudkan niat haji sahabat sekarang juga!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Stop Percaya Hoax! Tak Ada Larangan Berfoto Saat Haji 2026!

Jangan percaya hoax! Haji 2026 tidak melarang swafoto di Masjidil Haram, pelajari fakta resminya dan pastikan mendapat informasi yang valid!

Gambar 1 : Tak Ada Larangan Swafoto dan Video di Masjidil Haram pada Haji 2026

Menjelang penyelenggaraan haji 2026, berbagai informasi mulai bermunculan di media sosial, termasuk kabar yang menimbulkan pertanyaan di kalangan calon jemaah. Salah satu isu yang paling banyak dibicarakan adalah klaim bahwa Arab Saudi melarang pengambilan foto dan video di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Banyak yang mulai resah, khawatir adanya aturan baru yang bisa memengaruhi kenyamanan ibadah. Namun sebelum kekhawatiran itu menyebar lebih jauh, penting bagi sahabat untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

Tidak Ada Larangan Baru dari Otoritas Haji Saudi

Media sosial kembali diramaikan kabar tak benar. Kali ini, rumor yang menyebut Arab Saudi melarang jamaah Haji 2026 mengambil foto dan video di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Klaim tersebut dipastikan hoaks setelah dicek ke berbagai kanal resmi yang biasa merilis informasi seputar penyelenggaraan haji.

Unggahan menyesatkan itu menyebar cepat lewat akun-akun yang tidak terverifikasi. Narasinya menyebut pemerintah Saudi menerapkan aturan baru demi menghindari kepadatan dan gangguan jamaah selama ibadah. Namun, tidak ada satu pun sumber resmi yang pernah mengeluarkan pengumuman seperti itu.

Sampai saat ini, Kementerian Haji dan Umrah Saudi maupun lembaga terkait lainnya tidak merilis aturan tentang pelarangan total fotografi selama haji 2026. Dilansir dari The Islamic Information yang turut mengonfirmasi berbagai sumber kredibel, tidak ada kebijakan baru yang melarang swafoto, foto, atau video di Dua Masjid Suci.

Yang tetap berlaku hanyalah pedoman etika umum aturan lama yang meminta jamaah tetap menghormati sekitar, tidak mengganggu alur ibadah, dan mengutamakan ketertiban. Pedoman itu berlaku sepanjang tahun, baik di musim haji maupun Ramadhan.

Baca Juga : Antrean Haji Disamakan 26,4 Tahun! Inilah Fakta Terbarunya!

Hoax Musiman yang Sering Muncul Menjelang Haji

Otoritas juga mengingatkan bahwa isu serupa kerap bermunculan menjelang periode haji. Pola penyebarannya sama: berawal dari unggahan pribadi tanpa sumber, kemudian ramai dibagikan hingga disalahpahami sebagai keputusan resmi.

Masyarakat dan calon jamaah diminta untuk selalu mengecek ulang setiap informasi yang beredar, terutama jika terkait peraturan ibadah haji. Kanal resmi pemerintah Saudi menjadi satu-satunya rujukan yang sah.

Gambar 2 : berita hoax kerap bermunculan menjelang periode haji

Di tengah arus informasi yang begitu cepat, sahabat sangat disarankan untuk selalu memastikan keakuratan berita sebelum mempercayai atau membagikannya. Terkait haji 2026, tidak ada larangan baru tentang swafoto atau pengambilan video di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Baca Juga : Haji 2026: Kuota Prioritas 5% Untuk Lansia Di Setiap Provinsi

Dengan memahami informasi yang benar, calon jemaah dapat mempersiapkan diri dengan lebih tenang, fokus, dan penuh keyakinan dalam menjalani ibadah di Tanah Suci.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Antrean Haji Disamakan 26,4 Tahun! Inilah Fakta Terbarunya!

Antrean haji kini disamaratakan 26,4 tahun! Kira-kira bagaimana cara pemerintah menghitung kuota disetiap daerah? Cek fakta terbarunya disini!

Gambar 1 : Antrean Haji Kini Diseragamkan 26,4 Tahun Di Setiap Daerah

Mulai musim haji 2026 nanti, masa tunggu calon jemaah haji di seluruh Indonesia akhirnya dibuat setara yaitu sekitar 26,4 tahun. Kebijakan baru ini terasa seperti angin segar setelah bertahun-tahun banyak daerah merasa antreannya jauh lebih panjang dan tidak adil.

Pemerintah kini menetapkan formula baru pembagian kuota haji yang benar-benar mengubah peta antrian nasional. Melalui keterangan resmi Kepala Biro Humas Kemenhaj, Hasan Afandi, dijelaskan bahwa kuota tiap provinsi tak lagi dihitung dari jumlah penduduk Muslim, melainkan murni dari proporsi daftar tunggu.

Rumus Pemerataan Antrean Haji

Dilansir dari Himpuh, Setelah mengumumkan kebijakan baru, Hasan AfandiKepala Biro Humas Kemenhaj langsung membeberkan rumus yang dipakai pemerintah untuk menyamakan masa tunggu haji di seluruh Indonesia. Rumusnya terlihat sederhana, tapi dampaknya sangat besar bagi jutaan calon jamaah:

Kuota haji provinsi = (daftar tunggu provinsi ÷ total daftar tunggu nasional) × total kuota haji reguler nasional

Hasan menjelaskan, “Ketika dihitung menggunakan (rumus) seperti itu, maka masa tunggu (calon) jamaah haji di seluruh provinsi itu akan sama. Persis sama (selama) 26,4 tahun (atau jika dibulatkan) 27 tahun lah masa tunggunya.”

Pernyataan ini disampaikan Hasan di Jakarta, Jumat, sekaligus menandai perubahan besar dalam pola pikir pemerintah tentang pemerataan antrian haji. Dengan pendekatan baru tersebut, semua provinsi kini akan memiliki estimasi keberangkatan yang setara, tanpa lagi ekstrem perbedaan waktu tunggu seperti sebelumnya.

Tak Ada Lagi Antrean Haji yang “Jomplang” antar Daerah

Sebelum rumus ini diberlakukan, ketimpangan masa tunggu haji antarwilayah memang sangat terasa. Sahabat mungkin pernah mendengar cerita tentang antrean yang mencapai 47 tahun di Sulawesi Selatan. Sementara itu, Kabupaten Maluku Barat Daya justru hanya sekitar 11 tahun. Jarak yang jauh ini sering membuat calon jamaah merasa sistemnya tidak adil.

Baca Juga : Haji 2026: Kuota Prioritas 5% Untuk Lansia Di Setiap Provinsi

Hasan kembali menegaskan, “Ketika pakai formula seperti itu timbul rasa keadilan, membuat antreannya menjadi konvergen ke tengah, jadi rata. Jadi tidak ada lagi yang masa tunggunya 47 tahun, tidak ada lagi yang masa tunggunya 11 tahun, semua orang rata menjadi 26 tahun se-Indonesia.”

Dengan kata lain, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi daerah yang terbebani hanya karena banyaknya jumlah pendaftar. Semua calon jamaah kini bergerak menuju satu titik rata yang lebih realistis.

Kira-Kira Apa Dampaknya?

Perubahan formula ini tentu membawa efek domino ke setiap provinsi. Karena kuota dihitung berdasarkan daftar tunggu, beberapa wilayah mengalami peningkatan kuota, sementara yang lain harus menerima pengurangan.

Kemenhaj mencatat pergerakan signifikan pada kuota 2026, seperti:

  • Jawa Timur: bertambah 7.255 kuota, karena daftar tunggu mencapai 1,13 juta orang.
  • Jawa Barat: berkurang 9.083 kuota, dengan daftar tunggu 787.071 orang.
  • Sumatera Utara: turun 2.415 kuota, daftar tunggu 156.992 orang.

Hasan menyebut, “(Rumus baru tersebut juga) akhirnya berpengaruh terhadap siapa saja yang kemudian jadi berangkat pada tahun ini (2026).”

Artinya, perubahan ini bukan hanya soal angka, namun benar-benar menentukan siapa yang akhirnya berangkat lebih dulu.

Gambar 2 : Dampak dari Pemerataan adalah Adanya Pengurangan dan Penambahan Daftar Tunggu Haji

Perubahan besar tentu menimbulkan pertanyaan: apakah kebijakan baru ini sesuai dengan aturan? Hasan menegaskan bahwa formula baru ini sudah berjalan sesuai regulasi dan memiliki dasar hukum yang kuat.

Ia mengatakan, “Itu (yang dinamakan) prinsip keadilan, yang kemudian secara regulasi dibuktikan ada dalam undang-undang.”

Melalui penataan ulang kuota ini, pemerintah ingin memastikan semua calon jamaah memiliki hak yang sama, tanpa diskriminasi wilayah. Jadi sahabat yang mendaftar di provinsi dengan jumlah pendaftar besar pun kini tidak akan dirugikan lagi. Semua wilayah bergerak menuju estimasi keberangkatan yang setara, sehingga masa tunggu haji menjadi lebih jelas dan dapat diprediksi.

Baca Juga : Pemerintah Awasi Kesehatan Jemaah Haji 2026 Jelang Berangkat

dengan berbagai perubahan aturan dan pemerataan masa tunggu haji, memilih jalur keberangkatan yang lebih cepat dan pasti tentu menjadi pertimbangan tersendiri. Di sinilah Ventour Travel hadir melalui program Haji Khusus dan Haji Furoda yang menawarkan kenyamanan, bimbingan lengkap, serta estimasi keberangkatan yang jauh lebih singkat dibanding jalur reguler.

Ventour menjadi sahabat perjalanan ibadah yang memastikan prosesnya lebih tenang, terarah, dan penuh kepastian. Ingin berangkat haji tanpa menunggu puluhan tahun? Yuk konsultasi sekarang bersama tim Ventour!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Haji 2026: Kuota Prioritas 5% Untuk Lansia Di Setiap Provinsi

Haji 2026 memberi kabar baik bagi lansia! Pemerintah menetapkan prioritas khusus bagi jemaah haji lansia melalui kebijakan resmi Kemenhaj.

Gambar 1 : Lansia Dapat Prioritas Kuota 5 Persen di Setiap Provinsi Pada Haji 2026

Kabar baik untuk calon jemaah haji lansia! Dilansir dari Himpuh, Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan memberikan prioritas khusus bagi kelompok lansia dalam penyelenggaraan haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Setiap provinsi mendapatkan alokasi lima persen kuota khusus lansia.

Prioritas Kuota Haji 2026 untuk Lansia 5% di Setiap Provinsi

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, penentuan prioritas lansia dilakukan berdasarkan urutan usia tertua hingga termuda, dimulai dari kategori lansia usia 65 tahun ke atas.

“Tapi memang prioritas kita 5 persen setiap provinsi itu yang lansia. Jadi diurut lansia dengan umur yang tertua sampai yang termuda versi lansia,” kata Dahnil di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).

Dahnil menambahkan, pencatatan usia tertua dilakukan di masing-masing provinsi. Misalnya, jika terdapat lansia berusia 90 tahun, mereka akan menjadi prioritas pertama dalam kuota lima persen tersebut.

“Jadi diurut lansia yang tertua sampai yang termuda. Yang versi lansia itu adalah 65 tahun. Jadi kalau daerah itu yang lansia tuanya 90 tahun, maka diurut. Itu kuotanya 5 persen di setiap provinsi,” jelasnya.

Baca Juga : Pemerintah Awasi Kesehatan Jemaah Haji 2026 Jelang Berangkat

Tidak Semua Lansia Otomatis Berangkat, Istitha’ah Tetap Jadi Syarat

Meski ada prioritas, pemerintah tetap menegaskan bahwa hanya lansia yang memenuhi syarat istitha’ah (fisik dan mental) yang bisa diberangkatkan. Menteri Haji Mochammad Irfan Yusuf sebelumnya mengingatkan agar jemaah lansia yang memenuhi kriteria segera melapor ke kantor Kemenhaj di domisili masing-masing. Tujuannya agar proses pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) bisa diselesaikan tepat waktu sebelum batas akhir tahap pertama.

Gambar 2 : Kesiapan Fisik Dan Mental Tetap Menjadi Syarat Utama

Pelunasan tahap kedua dijadwalkan mulai 2 Januari 2026, khusus untuk jemaah gagal lunas tahap pertama, pendamping lansia atau disabilitas, penggabungan mahram, hingga jemaah cadangan.

“Kesempatan ini diperuntukkan bagi jemaah gagal lunas tahap pertama, pendamping lansia/disabilitas, penggabungan mahram, hingga jemaah haji urutan berikutnya (cadangan),” kata Irfan.

Baca Juga : Intip Jadwal Haji 2026 Lengkap Dengan Rencana Perjalanannya!

Menteri Irfan menegaskan bahwa meskipun ada prioritas bagi lansia, sistem keberangkatan tetap mengacu pada urutan antrean dan ketentuan pelunasan. Semua proses berlangsung sesuai undang-undang dan regulasi yang berlaku.

Bagi sahabat yang ingin masa tunggu lebih singkat, Ventour Travel menyediakan program haji khusus dengan masa tunggu hanya 5–9 tahun saja. Pilihan ini cocok untuk sahabat yang ingin memastikan keberangkatan lebih cepat, layanan lebih nyaman, dan pendampingan yang profesional dari awal hingga akhir perjalanan.

Yuk, konsultasi haji khusus sekarang bersama Ventour Travel!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Pemerintah Awasi Kesehatan Jemaah Haji 2026 Jelang Berangkat

Persiapan haji 2026 makin ketat! Pemerintah akan mengawasi kesehatan jemaah selama 3 bulan sebelum keberangkatan. Apa alasan di balik ini?

Gambar 1 : Pemerintah Awasi Ketat Kesehatan Jemaah Haji Selama 3 Bulan Sebelum Keberangkatan

Dilansir dari Himpuh, kabar terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), manasik kesehatan untuk jemaah haji 1447 H/2026 M akan mulai digelar sejak Januari 2026, tepat setelah seluruh proses seleksi petugas haji rampung.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa durasi manasik tahun ini memang lebih singkat, tetapi peran tenaga kesehatan justru semakin besar. “Jadi kita kan manasik kesehatan relatif tahun ini lebih singkat ya. Paling nanti mulai Januari,” ujar Dahnil saat menghadiri kegiatan Perdokhi di Sentul, Bogor, Sabtu (22/11/2025).

Beliau menambahkan bahwa daftar jemaah yang berhak berangkat sudah keluar pada November–Desember sehingga dokter bisa segera melakukan pembinaan. “Januari itu artinya dokter akan banyak terlibat untuk mengawasi kesehatan jemaah,” jelasnya. “Kan bulan November, Desember ini pasti porsi siapa yang akan berangkat sudah diumumkan. Artinya di situ ada keterlibatan quote unquote manasik kesehatan,” tambahnya.

Pengawasan Tiga Bulan Sebelum Keberangkatan Haji 2026

Setelah manasik kesehatan dipastikan dimulai Januari 2026, pemerintah ternyata menyiapkan langkah yang jauh lebih serius. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa para dokter dari Pusat Kesehatan Haji akan memantau kondisi jemaah selama tiga bulan penuh sebelum keberangkatan. Pemantauan ini bukan sekadar cek kesehatan biasa, tetapi mencakup pembiasaan jalan kaki, pola makan yang lebih sehat, hingga kebiasaan fisik lain yang akan berpengaruh langsung pada stamina sahabat saat memasuki puncak ibadah di Armuzna.

Dahnil menegaskan, “Para dokter nanti akan lakukan pengawasan terus-menerus selama 3 bulan untuk mereka. Supaya misalnya tertib jalan kaki, kemudian menjaga makanan, dan sebagainya.” Ia bahkan membandingkan proses ini seperti mempersiapkan seorang atlet jelang pertandingan penting. “Karena ini seperti mempersiapkan atlet yang akan bertanding nanti di puncak haji,” tukasnya.

Baca Juga : Intip Jadwal Haji 2026 Lengkap Dengan Rencana Perjalanannya!

Angka Kematian Tinggi Tak Hanya Karena Usia

Kemenhaj juga menyampaikan evaluasi penting yang cukup mengejutkan. Sahabat perlu tahu, masalah kesehatan jemaah ternyata bukan sekadar urusan saat di lapangan, tetapi harus ditangani sejak dari hulu. Tahun 2025, jemaah Indonesia menyumbang 50 persen dari total jemaah yang wafat di Tanah Suci.

Gambar 2 : Angka Kematian yang Tinggi saat Haji 2025 Bukan Hanya Karena karena Usia

Dahnil menjelaskan, “Tingkat kematian jemaah haji kita tinggi sekali, persentasenya itu pun tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain.” Menariknya, angka tersebut bukan hanya berasal dari jemaah lansia. Banyak jemaah yang sebenarnya memiliki komorbid dan tidak layak berangkat, namun tetap lolos karena dokumennya menunjukkan kondisi sehat. “Banyak orang yang sejatinya sakit dan tidak pantas berangkat, itu bisa berangkat karena dokumennya bilang dia sehat,” ungkapnya.

Karena itu, Dahnil menilai peningkatan pemeriksaan kesehatan sejak awal adalah langkah paling penting untuk menekan risiko serupa di tahun-tahun berikutnya. Pemeriksaan yang lebih ketat ini diharapkan dapat memastikan hanya jemaah yang benar-benar siap secara fisik dan kesehatan yang berangkat menuju Tanah Suci.

Baca Juga : Tertinggi di Dunia! Kuota Haji Indonesia Nomor 1 Di 2025!

Dengan berbagai aturan baru dan pengawasan kesehatan yang semakin ketat menuju Haji 2026, persiapan yang matang tentu jadi kunci utama agar ibadah berjalan nyaman dan khusyuk.

Ventour Travel hadir membantu sahabat melalui program Haji Khusus dan Haji Furoda yang lebih terarah, nyaman, dan didampingi tim profesional berpengalaman dari awal hingga akhir perjalanan. Mulai dari pembinaan kesehatan, manasik intensif, hingga layanan premium selama di Tanah Suci semuanya dirancang agar sahabat bisa fokus beribadah tanpa rasa khawatir.

Yuk, konsultasi sekarang dan amankan kuota Haji 2026 sahabat bersama Ventour Travel!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Tertinggi di Dunia! Kuota Haji Indonesia Nomor 1 Di 2025!

Fakta menarik! Kuota haji Indonesia 2025 ternyata jadi yang terbesar di dunia. Simak daftar 10 negara dengan kuota terbanyak tahun di 2025.

Gambar 1 : Daftar Lengkap 10 Negara dengan Kuota Haji Terbanyak Dunia 2025

Setiap tahunnya, jutaan umat Muslim di seluruh dunia menanti dengan penuh harap untuk bisa memenuhi panggilan suci ke Tanah Haram.

Namun tahukah sahabat, bahwa tidak semua negara bisa mengirimkan jemaah sebanyak yang diinginkan? Pemerintah Arab Saudi menetapkan sistem kuota haji internasional yang disesuaikan dengan jumlah penduduk Muslim di tiap negara, juga mempertimbangkan faktor diplomatik dan kesiapan logistik.

Sistem inilah yang membuat setiap negara memiliki jatah berbeda dan menariknya, tahun 2025 ini kuota haji Indonesia kembali menempati posisi teratas di dunia!

Indonesia Pimpin Daftar Kuota Haji Dunia di Tahun 2025

Pada tahun 2025 ini, Indonesia resmi memimpin daftar negara dengan kuota haji terbesar di dunia, yaitu mencapai 221.000 jemaah. Angka yang luar biasa, bukan?

Hal ini memang wajar, mengingat Indonesia memiliki lebih dari 230 juta penduduk muslim, atau sekitar 87% dari total populasi. Namun menariknya, meskipun kuotanya terbesar di dunia, antrean calon jemaah di beberapa daerah masih bisa mencapai 15 hingga 20 tahun. Fakta ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Sistem kuota ini sendiri ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi berdasarkan populasi muslim, hubungan diplomatik antarnegara, serta kesiapan logistik dan layanan haji. Dan dari data terbaru yang dilansir oleh World Population Review, Indonesia kembali menempati posisi puncak dalam daftar 10 negara dengan kuota haji terbanyak di dunia tahun 2025.

Daftar 10 Negara dengan Kuota Haji Terbesar Dunia 2025

Berikut daftar lengkap negara-negara dengan kuota haji terbanyak tahun 2025, beserta sedikit kisah di balik pengelolaannya:

1. Indonesia – 221.000 Kuota Jemaah

Gambar 2 : Kuota Haji Indonesia Jadi Tertinggi No 1 di Dunia Tahun 2025

Indonesia duduk di peringkat pertama sebagai negara dengan kuota haji terbesar dunia. Meski demikian, daftar tunggu jemaah tetap panjang, menggambarkan semangat tinggi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.

Baca Juga : Intip Jadwal Haji 2026 Lengkap Dengan Rencana Perjalanannya!

2. Pakistan – 180.000 Kuota Jemaah
Dengan populasi muslim lebih dari 220 juta jiwa, Pakistan menjadi negara kedua dengan jemaah terbanyak. Proses penyelenggaraan hajinya dikelola oleh Kementerian Urusan Agama dan Harmoni Antaragama, mencakup penerbangan, akomodasi, hingga layanan medis di Mekkah dan Madinah. Jamaah biasanya berangkat berkelompok dengan pendampingan staf khusus selama ibadah berlangsung.

3. India – 175.025 Kuota Jemaah
India memiliki sekitar 200 juta muslim dan memperoleh kuota sebesar 175.025. Penyelenggaraan haji diatur oleh Komite Haji India di bawah pengawasan pemerintah pusat. Menariknya, pemerintah memberikan subsidi bagi warga kurang mampu, dan berbagai organisasi sosial turut membantu calon jemaah agar proses pendaftaran hingga keberangkatan berjalan lancar.

4. Bangladesh – 127.198 Kuota Jemaah
Bangladesh, dengan sekitar 150 juta penduduk muslim (90% dari total populasi), selalu menghadapi permintaan haji yang jauh melebihi kuota. Pemerintah setempat menerapkan program pra-keberangkatan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan bimbingan finansial. Banyak calon jemaah bahkan menabung bertahun-tahun demi bisa berangkat ke Tanah Suci.

5. Nigeria – 95.000 Kuota Jemaah
Nigeria menjadi negara dengan populasi muslim terbesar di Afrika, sekitar 95 juta dari 220 juta penduduknya. Operasional haji dikelola oleh Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON) bersama pemerintah daerah dan otoritas Saudi. Jamaah biasanya mengikuti orientasi pra-keberangkatan yang meliputi manasik, panduan kesehatan, serta penukaran mata uang.

6. Iran – 87.550 Kuota Jemaah
Meski hubungan diplomatiknya dengan Arab Saudi kadang naik turun, kedua negara tetap menjaga kerja sama erat dalam penyelenggaraan haji. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ibadah selalu menjadi prioritas di atas perbedaan politik.

7. Aljazair – 41.300 Kuota Jemaah
Dengan populasi muslim sekitar 41 juta, Aljazair dikenal memiliki manajemen haji yang efisien. Kedekatan bahasa dan budaya Arab menjadi keuntungan tersendiri, ditambah jarak geografis yang relatif dekat, membuat biaya perjalanan haji dari Aljazair lebih terjangkau.

Baca Juga : Maskapai Haji 2026 Resmi Gunakan Garuda Dan Saudi Airlines!

8. Turki – 37.770 Kuota Jemaah
Turki, dengan mayoritas penduduknya muslim, menyediakan layanan haji yang dikenal sangat tertata. Pemerintah menyediakan penerbangan carter, asuransi haji, hingga akomodasi berkualitas tinggi. Dukungan ekonomi yang kuat juga membuat pengalaman berhaji bagi jamaah Turki terasa lebih nyaman dan terorganisir.

9. Mesir – 35.375 Kuota Jemaah
Sebagai pusat pembelajaran Islam dunia melalui Universitas Al-Azhar, Mesir memiliki hubungan erat dengan Arab Saudi. Pemerintahnya selalu memastikan pelaksanaan haji berjalan lancar. Menariknya, banyak jamaah Mesir yang juga menjadi pemandu atau penerjemah bagi jamaah dari negara lain karena kemampuan bahasa mereka yang baik.

10. Sudan – 32.000 Kuota Jemaah
Meski tengah menghadapi tantangan politik dan ekonomi, semangat umat Islam di Sudan untuk berhaji sangat luar biasa. Dengan sekitar 97% dari 40 juta penduduknya beragama Islam, banyak di antara mereka yang menabung selama bertahun-tahun atau mendapat dukungan komunitas untuk berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah pun bekerja sama dengan berbagai organisasi Islam untuk memastikan proses keberangkatan berjalan lancar.

Baca Juga : Biaya Haji Turun Jadi Rp 87 Juta! Intip Layanan Yang Didapat!

Kuota yang besar, antusiasme yang tinggi, dan kerja sama antarnegara menunjukkan satu hal penting, semangat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji tidak pernah surut, justru semakin tumbuh dari tahun ke tahun. Tahun 2025 ini menjadi bukti nyata bagaimana Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi calon tamu Allah.

Gambar 3 : Antusiasme yang Tinggi Umat Muslim di Indonesia untuk Menunaikan Ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji tentu menjadi impian setiap Muslim, dan sahabat bisa mewujudkannya tanpa harus menunggu puluhan tahun dengan program Haji Khusus dengan masa tunggu 5-9 tahun dan Haji Furoda bersama Ventour Travel. Melalui layanan resmi, legal, dan berpengalaman, Ventour Travel siap mendampingi sahabat menuju Tanah Suci dengan fasilitas premium, bimbingan intensif, serta pembimbing ibadah berpengalaman.

Kini saatnya sahabat melangkah lebih dekat menuju Baitullah! Daftarkan diri sahabat bersama Ventour Travel dan rasakan pengalaman haji yang berkesan, nyaman, dan penuh makna!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Intip Jadwal Haji 2026 Lengkap Dengan Rencana Perjalanannya!

Bocoran jadwal haji 2026 sudah dirilis! Yuk lihat tahapan lengkap perjalanan jemaah haji dari awal keberangkatan hingga pulang ke tanah air!

Gambar 1 : Jadwal dan Rencana Perjalanan Haji 2026 dari Asrama hingga Pulang ke Tanah Air

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia akhirnya merilis jadwal resmi perjalanan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M yang sudah dinantikan banyak jemaah. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @kemenhaj.ri, diumumkan bahwa gelombang pertama keberangkatan jemaah akan dimulai pada 22 April 2026, sementara pemulangan terakhir dijadwalkan pada 1 Juli 2026. Momen ini jadi sinyal kuat bagi seluruh calon jemaah untuk mulai memantapkan hati dan menyiapkan diri menyambut perjalanan spiritual yang penuh haru dan berkah menuju Tanah Suci!

Jadwal dan Rencana Perjalanan Haji 2026

Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, para calon jemaah haji akan lebih dulu masuk asrama haji pada 21 April 2026. Di sinilah mereka akan menjalani pemeriksaan akhir dan pembekalan terakhir sebelum berangkat, momen yang biasanya penuh haru sekaligus semangat. Setelah semua siap, gelombang pertama jemaah dijadwalkan berangkat menuju Madinah, disusul oleh gelombang kedua yang langsung terbang ke Makkah mulai 7 Mei 2026.

Gambar 2 : Jadwal Perjalanan Ibadah Haji 2026 ( Sumber : Instagram @kemenhaj.ri )

Sementara itu, penutupan keberangkatan di Bandara King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah akan dilakukan pada 21 Mei 2026 pukul 24.00 waktu setempat, menandai akhir fase keberangkatan jemaah dari berbagai penjuru dunia. Setibanya di Tanah Suci, para jemaah akan melaksanakan salat dan ziarah ke Masjid Nabawi serta makam Rasulullah ﷺ, sebelum kemudian bertolak ke Makkah untuk menunaikan umrah wajib. Semua tahapan ini menjadi awal perjalanan suci yang sarat makna, bagian dari rencana haji 2026 yang sudah tersusun rapi oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Baca Juga : Jangan Lupa Cek! Kalender Umroh 1447H/2026 Yang Wajib Tahu!

Wukuf di Arafah hingga Hari Tasyrik

Bagian paling sakral dari jadwal haji 2026 akan berlangsung pada 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H), yaitu hari wukuf di Arafah. Inilah puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji, momen yang dinanti jutaan umat Islam di seluruh dunia. Sehari setelahnya, umat Muslim akan merayakan Idul Adha 1447 H, yang kemudian disusul dengan hari-hari Tasyrik pada 28–30 Mei 2026.

Seluruh prosesi suci seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina akan berlangsung dalam rentang 26 hingga 31 Mei 2026. Rentang waktu ini menjadi fase yang paling padat sekaligus penuh keharuan, ketika jutaan jemaah dari berbagai negara menunaikan ibadah dengan penuh ketulusan dan doa.

Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026

Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, tibalah saatnya kepulangan jemaah haji Indonesia, yang terbagi dalam dua gelombang.

  • Gelombang I: 1–15 Juni 2026
  • Gelombang II: 16–26 Juni 2026

Diperkirakan seluruh jemaah akan kembali ke Tanah Air pada akhir Juni 2026, bertepatan dengan datangnya Tahun Baru Hijriah 1448 H. Sebuah penutup yang manis dan penuh simbol spiritual.

Gambar 3 : Jadwal Kepulangan Haji 2026

Kementerian Haji pun mengimbau seluruh calon jemaah untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi fisik, mental, maupun administrasi. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh jadwal telah dirancang agar pelaksanaan haji 2026 berjalan tertib, aman, dan khusyuk. Dengan total perjalanan sekitar dua bulan penuh, ibadah haji 1447 H menjadi momen penting bagi umat Islam Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan kesiapan terbaik, sebuah panggilan suci yang tak semua orang dapatkan setiap saat.

Baca Juga : Sudah Siap? Aturan Vaksinasi Haji 2026 Resmi Dirilis Saudi!

Setiap tahunnya, jutaan umat Islam menanti panggilan suci menuju Baitullah. Namun, tahukah sahabat bahwa program Haji Khusus bersama Ventour Travel bisa menjadi jalan terbaik untuk berangkat lebih cepat tanpa menunggu puluhan tahun? Dengan masa tunggu hanya 5–9 tahun, sahabat bisa menikmati pengalaman berhaji dengan fasilitas premium, bimbingan eksklusif, serta pelayanan yang ramah dan profesional sejak persiapan hingga pulang ke Tanah Air.

Ventour Travel berkomitmen mendampingi setiap langkah sahabat menuju Tanah Suci dengan penuh amanah dan kenyamanan. Karena bagi kami, berhaji bukan sekadar perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan hati menuju ridha Allah.

Yuk daftarkan diri Sahabat untuk program Haji Khusus Ventour Travel hari ini, dan jadilah bagian dari tamu Allah di Tanah Suci dalam waktu lebih dekat!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Maskapai Haji 2026 Resmi Gunakan Garuda Dan Saudi Airlines!

Maskapai Haji 2026 resmi diumumkan! Garuda Indonesia dan Saudi Airlines siap antar jemaah haji ke Tanah Suci dengan layanan terbaik!

Gambar 1 : Penerbangan Haji 2026 Pakai Maskapai Garuda dan Saudi Airlines

Tahun 2026 nanti, perjalanan menuju Tanah Suci akan semakin nyaman karena maskapai haji 2026 resmi ditetapkan, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Dua maskapai besar ini siap mengantarkan sahabat menunaikan rukun Islam kelima dengan pelayanan terbaik, fasilitas modern, dan pengalaman terbang yang lebih tenang.

Bayangkan, momen berangkat menuju Baitullah kini bisa terasa lebih khusyuk dan istimewa karena sahabat akan diterbangkan langsung oleh maskapai pilihan terbaik bangsa dan dunia.

Dua Maskapai Resmi Layani Penerbangan Haji 2026

Kabar terbaru datang dari dunia penerbangan haji Indonesia! Dilansir dari Detik, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa penerbangan haji tahun 2026 hanya akan menggunakan dua maskapai.

Dari tujuh maskapai yang diundang dalam proses seleksi, hanya Garuda Indonesia dan Saudi Airlines yang berhasil memenuhi seluruh kriteria.

Gambar 2 : Penerbangan Haji 2026 Hanya Menggunakan Dua Maskapai

“Hasil evaluasi menunjukkan hanya Garuda Indonesia dan Saudi Airlines yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi, teknis, dan operasional yang telah ditetapkan,” ujar Gus Irfan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. (Disiarkan langsung melalui TVR Parlemen, Rabu, 5 November 2025).

Penetapan ini menjadi kabar menggembirakan bagi calon jemaah haji 2026. Dengan dua maskapai besar yang telah berpengalaman dalam melayani penerbangan jemaah ke Tanah Suci, diharapkan seluruh perjalanan haji berjalan lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.

Baca Juga : Biaya Haji 2026 Stabil! Pemerintah Fokus Perbaiki Layanan

Pembagian Embarkasi dan Jadwal Operasional Haji 2026

Gus Irfan menjelaskan lebih lanjut bahwa Garuda Indonesia akan melayani 102.502 jemaah dan petugas kloter yang berangkat dari embarkasi Aceh, Medan, Padang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Banten, Solo, Jogja, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Sementara itu, Saudi Airlines akan mengangkut 101.860 jemaah dan petugas kloter dari embarkasi Batam, Palembang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi, Kertajati (Indramayu), dan Surabaya.

Secara keseluruhan, lanjut Gus Irfan, akan ada 204.362 jemaah dan petugas kloter yang diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam 525 kelompok terbang melalui 14 bandara embarkasi dan debarkasi haji di seluruh Indonesia. Seluruh operasional penerbangan akan berlangsung selama 30 hari.

Baca Juga : Kuota Haji 2026 Indonesia: Lebih Banyak Atau Justru Menurun?

Tak hanya itu, Kementerian Haji dan Umrah juga telah merilis rencana perjalanan haji 2026.
Jemaah akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026, dan keesokan harinya, 22 April 2026, penerbangan pertama ke Arab Saudi resmi dimulai.

Pemberangkatan akan dibagi menjadi dua gelombang:

  • Gelombang pertama melalui Bandara Madinah mulai 22 April 2026,
  • Gelombang kedua melalui Bandara Jeddah mulai 7 Mei 2026, dengan penutupan kedatangan jemaah di Bandara KAAIA Jeddah pada 21 Mei 2026.

“Puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, akan berlangsung pada 26 Mei 2026. Pemulangan jemaah gelombang pertama dimulai 1 Juni 2026 dari Jeddah, dan gelombang kedua 16 Juni 2026 dari Madinah. Seluruh operasional pemulangan berakhir pada 1 Juli 2026,” rinci Gus Irfan.

Baca Juga : Yuk Siapkan Sejak Muda! Ini Alasan Penting Rencanakan Haji!

Dengan jadwal yang sudah tersusun rapi dan maskapai berpengalaman yang ditetapkan, pelaksanaan haji 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk dan tertata bagi seluruh jemaah Indonesia.

Gambar 3 : Siapkan Ibadah Haji Bersama Ventour Travel

Menunaikan haji memang impian setiap Muslim, dan kabar baiknya, sahabat bisa meraihnya lebih cepat tanpa perlu menunggu antrean panjang lewat program Haji Khusus dengan masa tunggu 5-9 tahun dan Haji Furoda bersama Ventour Travel.

Dengan izin resmi, pembimbing berpengalaman, serta pelayanan premium yang memastikan sahabat bisa beribadah dengan nyaman dan tenang, perjalanan menuju Baitullah akan terasa jauh lebih istimewa.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!