Pemerintah Arab Saudi resmi menutup proses visa haji 2025, berlaku untuk semua jenis visa, termasuk reguler, khusus, mujamalah dan lainnya!
Gambar 1 : Proses Penerbitan Visa Haji 2025 Resmi Ditutup
Kabar penting bagi seluruh calon jemaah haji! Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, mengonfirmasi bahwa Pemerintah Arab Saudi secara resmi telah menutup seluruh proses pemvisaan jemaah haji tahun 2025.
Penutupan ini berlaku untuk semua jenis visa haji baik itu reguler, haji khusus, mujamalah, maupun jenis lainnya. Artinya, tidak ada lagi pengajuan visa baru yang akan diproses. Yuk, simak informasi lengkapnya agar sahabat tetap update dan bisa mempersiapkan langkah selanjutnya dengan tenang!
Proses Penerbitan Visa Haji 2025 Resmi Ditutup
Dilansir dari lama resmi HIMPUH, hal ini telah disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief.
“Saya sudah mendapat konfirmasi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bahwa proses pemvisaan sudah tutup per 26 Mei 2025, pukul 13.50 waktu Arab Saudi (WAS),” tegas Hilman Letief di Jeddah, Rabu (28/5/2025).
“Penutupan ini berlaku bagi seluruh jenis visa haji, termasuk haji reguler dan haji khusus,” sambungnya.
Tahun ini, Indonesia mendapat total kuota haji sebanyak 221.000 jemaah, lho! Rinciannya, 203.320 untuk jemaah haji reguler dan 17.680 untuk jemaah haji khusus. Menurut keterangan Dirjen PHU, Hilman Latief, Kementerian Agama bahkan sudah memproses visa bagi 204.770 jemaah haji reguler angka ini bahkan melebihi kuota yang diberikan!
“Jadi meski kuota haji reguler hanya 203.320, visa yang diproses mencapai 204.770. Ini karena ada jemaah yang sudah terbit visanya tapi batal berangkat karena berbagai alasan,” paparnya.
“Jumlah yang batal berangkat ini bahkan mencapai 1.450 jemaah reguler,” lanjutnya.
Hilman menjelaskan, hingga menjelang penutupan visa, tim Kementerian Agama terus berpacu dengan waktu dalam menangani proses pembatalan dan penggantian jemaah.
Setiap kali ada jemaah yang membatalkan keberangkatan meski visanya sudah terbit, langsung dicarikan pengganti dan diproses secepat mungkin. Proses ini berlangsung non-stop hingga akhirnya tiba di titik batas, di mana penggantian tak lagi memungkinkan. Kini, setelah visa resmi ditutup, artinya peluang bagi jemaah pengganti pun sudah tertutup sepenuhnya.
“Saat pemvisaan ditutup, ada 203.279 visa jemaah yang sudah terbit dan siap berangkat, termasuk di dalamnya batal ganti,” sebut Hilman.
“Saat ditutup, masih ada 41 visa yang masih dalam proses pemvisaan. Ini artinya sudah tidak memungkinkan dilanjutkan prosesnya,” sambungnya.
Hilman pun menyampaikan harapannya agar seluruh jemaah yang sudah mengantongi visa bisa benar-benar berangkat ke Tanah Suci tanpa kendala.
Ia menegaskan, jangan sampai ada lagi pembatalan keberangkatan hingga masa akhir pemberangkatan jemaah haji reguler yang dijadwalkan pada 31 Mei 2025 nanti.
“Sehingga kuota haji tahun ini terserap maksimal, per hari ini tersisa 41 visa,” tegasnya.
Lalu, bagaimana dengan jemaah haji khusus? Dirjen PHU, Hilman Latief, menyampaikan bahwa Indonesia mendapat kuota sebanyak 17.680 jemaah untuk haji khusus tahun ini.
Kabar baiknya, dari total kuota tersebut, sebanyak 17.532 visa sudah berhasil dicetak. Artinya, mayoritas jemaah haji khusus sudah siap berangkat menunaikan ibadah ke Tanah Suci!
Fasilitas Visa di Program Umroh dan Haji Ventour Travel
Ventour Travel hadir dengan berbagai pilihan program umroh dan haji yang sudah include visa, sehingga sahabat bisa tenang tanpa ribet urus dokumen sendiri.
Dengan pelayanan profesional, pembimbing berpengalaman, serta akomodasi nyaman, Ventour siap mendampingi setiap langkah ibadah sahabat menuju Tanah Suci. Yuk, wujudkan perjalanan ibadah terbaikmu bersama Ventour!
Awal Dzulhijjah 1446 H ditetapkan jatuh pada tanggal 28 Mei 2025 oleh Saudi maupun pemerintah melalui Kemenag. Simak info lengkapnya di sini!
Gambar 1 : Hasil Sidang Isbat Oleh Kemenag Penetapan Awal Dzulhijjah 1446H ( Sumber : Jawapos )
Kabar penting untuk sahabat muslim! Pemerintah Arab Saudi bersama Kementerian Agama Republik Indonesia telah resmi mengumumkan hasil sidang isbat penentuan awal bulan Dzulhijjah 1446 Hijriah.
Berdasarkan keputusan tersebut, awal Dzulhijjah tahun ini jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Momen istimewa ini menjadi penanda dimulainya salah satu bulan paling mulia dalam Islam, yang penuh dengan keutamaan ibadah dan keberkahan. Sudah siap menyambutnya, sahabat?
Saudi Umumkan Awal Dzulhijjah 1446 H
Dilansir dari Himpuh, Pemerintah Arab Saudi resmi mengumumkan bahwa Rabu, 28 Mei 2025 menjadi awal Bulan Dzulhijjah 1446 H, setelah hilal terlihat jelas di wilayah Kerajaan pada Selasa malam.
Artinya, umat Islam di seluruh dunia bisa mulai mempersiapkan diri menyambut momen istimewa ini, termasuk Puncak Haji di Arafah pada Kamis, 5 Juni 2025 dan Idul Adha yang akan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Jangan lewatkan kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah di hari-hari terbaik ini, ya!
Kemenag Menetapkan Awal Dzulhijjah 1446 H
Dilihat dari laman resmi Detik, Berdasarkan sidang isbat yang digelar pada kemarin, Selasa, 27 Mei 2025 sejak pukul 16.00 WIB, disepakati bahwa 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada hari ini yaitu Rabu, 28 Mei 2025, dan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.
Gambar 2 : Sidang Isbat Penetapan Awal Dzulhijjah 1446 H ( Sumber: Kompas )
“Maka kita bisa menyimpulkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Sehingga, 10 Dzulhijjah atau nanti Idul Adha bertepatan dengan hari Jumat, 6 Juni 2025.” ujar Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/5/2025).
Sebelum penetapan resmi 28 Mei 2025 sebagai awal Dzulhijjah 1446 H, pemerintah melalui berbagai instansi menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) serentak di 114 titik lokasi yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia.
Proses ini dilakukan menjelang magrib pada Selasa, 27 Mei 2025, di tempat-tempat strategis seperti observatorium, pantai, bukit, rooftop gedung, hingga mercusuar. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi apik dari BMKG, BRIN, perguruan tinggi, pondok pesantren, hingga organisasi keagamaan.
Setelah diumumkannya hasil sidang isbat, berikut adalah kalender lengkap bulan Dzulhijjah 1446 H! Informasi ini penting banget buat sahabat yang ingin merencanakan ibadah, puasa sunnah, hingga menyambut Hari Raya Idul Adha dengan lebih siap dan terarah.
1 Dzulhijjah 1446 H: Rabu, 28 Mei 2025
2 Dzulhijjah 1446 H: Kamis, 29 Mei 2025
3 Dzulhijjah 1446 H: Jumat, 30 Mei 2025
4 Dzulhijjah 1446 H: Sabtu, 31 Mei 2025
5 Dzulhijjah 1446 H: Ahad, 1 Juni 2025
6 Dzulhijjah 1446 H: Senin, 2 Juni 2025
7 Dzulhijjah 1446 H: Selasa, 3 Juni 2025
8 Dzulhijjah 1446 H (Tarwiyah): Rabu, 4 Juni 2025
9 Dzulhijjah 1446 H (Arafah): Kamis, 5 Juni 2025
10 Dzulhijjah 1446 H (Idul Adha): Jumat, 6 Juni 2025
11 Dzulhijjah 1446 H (Tasyrik 1): Sabtu, 7 Juni 2025
12 Dzulhijjah 1446 H (Tasyrik 2): Ahad, 8 Juni 2025
13 Dzulhijjah 1446 H (Tasyrik 3): Senin, 9 Juni 2025
14 Dzulhijjah 1446 H: Selasa, 10 Juni 2025
15 Dzulhijjah 1446 H: Rabu, 11 Juni 2025
16 Dzulhijjah 1446 H: Kamis, 12 Juni 2025
17 Dzulhijjah 1446 H: Jumat, 13 Juni 2025
18 Dzulhijjah 1446 H: Sabtu, 14 Juni 2025
19 Dzulhijjah 1446 H: Ahad, 15 Juni 2025
20 Dzulhijjah 1446 H: Senin, 16 Juni 2025
21 Dzulhijjah 1446 H: Selasa, 17 Juni 2025
22 Dzulhijjah 1446 H: Rabu, 18 Juni 2025
23 Dzulhijjah 1446 H: Kamis, 19 Juni 2025
24 Dzulhijjah 1446 H: Jumat, 20 Juni 2025
25 Dzulhijjah 1446 H: Sabtu, 21 Juni 2025
26 Dzulhijjah 1446 H: Ahad, 22 Juni 2025
27 Dzulhijjah 1446 H: Senin, 23 Juni 2025
28 Dzulhijjah 1446 H: Selasa, 24 Juni 2025
29 Dzulhijjah 1446 H: Rabu, 25 Juni 2025
30 Dzulhijjah 1446 H: Kamis, 26 Juni 2025
Nah, momen masuknya bulan Dzulhijjah seperti sekarang ini tentu jadi waktu yang pas bagi sahabat untuk mulai merencanakan perjalanan ibadah, baik umroh maupun haji.
Gambar 3 : Potret Jamaah Ventour Travel
Ventour Travel hadir untuk menemani setiap langkah sahabat menuju Tanah Suci dengan layanan terbaik untuk program haji, umroh, dan halal tour.
Mulai dari bimbingan ibadah, akomodasi nyaman, hingga itinerary yang disusun secara profesional dan semua dirancang agar ibadah sahabat lebih tenang, khusyuk, dan berkesan.
Saudi resmi umumkan awal musim umroh 1447H, jamaah bisa mulai datang pada 11 Juni 2025. Persiapkan perjalanan ibadah Sahabat dari sekarang!
Gambar 1 : Penetapan Tanggal Umroh Awal Musim 1447H
Ada kabar gembira nih buat Sahabat yang sudah rindu beribadah ke Tanah Suci! Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara resmi mengumumkan kalender pelaksanaan umrah untuk musim 1447 Hijriyah.
Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa kedatangan jamaah umrah dari luar negeri akan dimulai pada tanggal 15 Dzulhijjah 1446, yang bertepatan dengan 11 Juni 2025. Yuk, mulai persiapkan diri dan rancang perjalanan ibadah umroh Sahabat dari sekarang!
Penetapan Umroh Awal Musim 1447H
Sebelum kedatangan jamaah umrah dimulai, ada sejumlah tahapan penting yang sudah disiapkan pemerintah Saudi untuk memastikan kelancaran musim umrah 1447 H.
Berdasarkan keterangan resmi yang dilansir oleh Saudi Gazette, penerbitan visa umrah akan dibuka lebih dulu pada 14 Dzulhijjah 1446, atau tepatnya 10 Juni 2025 sehari sebelum kedatangan pertama jamaah. Ini adalah bagian dari strategi yang dirancang Kementerian Haji dan Umrah untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah dari seluruh dunia.
Nah, salah satu hal krusial dalam kalender ini adalah tenggat waktu penyelesaian kontrak antara penyelenggara umrah dan agen luar negeri. Deadline-nya adalah 29 Dzulqa’dah 1446, atau 27 Mei 2025. Tapi sebenarnya, sahabat, persiapan musim umrah ini sudah dimulai sejak 25 Maret 2025, lho! Saat itu, pemerintah Saudi meluncurkan layanan kualifikasi agen lewat platform digital “Nusuk” dan sistem “Umrah Path”.
Tanggal Penting 1447H
Gambar 2 : Tanggal Penting di Tahun 1447H
Kalender juga menetapkan sejumlah tenggat penting lainnya, termasuk:
Batas akhir penerbitan visa umroh: 1 Syawal 1447 (20 Maret 2026)
Batas akhir kedatangan jamaah di Arab Saudi: 15 Syawal 1447 (3 April 2026)
Batas akhir keberangkatan jamaah: 1 Dzulqaidah 1447 (18 April 2026)
Pengaturan jadwal ini bukan tanpa alasan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi ingin memastikan seluruh proses ibadah berjalan tertib, efisien, dan nyaman bagi jamaah dari berbagai penjuru dunia.
Karena itu, semua pihak yang terlibat diminta untuk mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan agar musim umrah tahun depan bisa berlangsung lancar dan penuh berkah.
Umroh Awal Musim 1447H Bersama Ventour Travel
Awal musim umroh 1447H adalah waktu yang sangat istimewa untuk memulai perjalanan suci ke Baitullah.
Gambar 3 : Umroh Awal Musim 1447H dengan Ventour Travel
Berangkat di awal musim memberi banyak keuntungan, Suasana di Tanah Suci biasanya masih relatif tenang, belum terlalu padat, dan antrian ibadah pun cenderung lebih singkat. Hal ini tentu sangat mendukung kenyamanan dan kekhusyukan dalam beribadah.
Ditambah lagi, pelayanan dari berbagai fasilitas mulai dari hotel, transportasi, hingga petugas di lapangan yang biasanya lebih maksimal karena belum memasuki masa puncak kedatangan jamaah. Nah, Ventour Travel hadir untuk sahabat yang ingin memaksimalkan momen ini.
Dengan pengalaman dan komitmen dalam pelayanan, Ventour siap mendampingi setiap langkah ibadah sahabat dengan aman, nyaman, sesuai jadwal dan tiket umroh sudah confirm.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, wujudkan niat suci sahabat di awal musim umroh 1447H bersama Ventour!
Pemandangan yang tak biasa di Masjidil Haram! Terlihat area tawaf Ka’bah yang tampak sepi dari jamaah saat jelang awal musim haji tahun ini.
Gambar 1 : Pemandangan Area Ka’bah yang Sepi ( Sumber : Himpuh )
Pemandangan tak biasa terekam di jantung Masjidil Haram, Mekah. Area Mataf yaitu tempat tawaf mengelilingi Ka’bah yang tampak nyaris kosong, hanya beberapa jemaah asing terlihat melaksanakan ibadah. Padahal biasanya, area ini selalu dipadati ribuan jemaah setiap jamnya.
Suasana lengang ini jadi perhatian publik karena sangat kontras dengan keramaian khas Masjidil Haram. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi?
Alasan Area Tawaf Ka’bah Sepi
Fenomena sepinya area tawaf di Masjidil Haram bukan tanpa sebab. Dilansir dari Saudi Gazette, situasi ini terjadi karena berakhirnya musim umrah dan diberlakukannya kebijakan ketat oleh pemerintah Arab Saudi menjelang puncak haji 2025.
Dilansir dari Himpuh, Sejak 29 April, otoritas melarang pemegang visa non-haji untuk tinggal di Mekah hingga musim haji selesai. Langkah ini dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan jutaan jemaah haji yang akan datang.
Bahkan, Kementerian Pariwisata Arab Saudi telah menginstruksikan semua agen perjalanan dan hotel di Mekah untuk menolak reservasi dari pemegang visa non-haji. Hanya jemaah dengan visa haji resmi atau mereka yang memiliki izin kerja maupun penduduk asli Mekkah yang diperbolehkan untuk melaksanakan umrah atau beribadah di Masjidil Haram
Dengan begitu, distribusi jemaah dapat lebih tertib dan terfokus menjelang puncak ibadah.
Pemerintah Saudi benar-benar serius menerapkan pengamanan ekstra. Sejak 23 April, Direktorat Keamanan Publik telah menutup akses menuju Mekah bagi ekspatriat yang tak memiliki izin resmi.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menetapkan batas akhir keberangkatan jemaah umrah dari Kerajaan adalah hari Selasa lalu.
Tak hanya itu, pengajuan izin umrah melalui aplikasi Nusuk juga ditangguhkan sementara hingga 14 Dzulhijjah. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengelola kerumunan jemaah yang akan memadati kota suci dalam waktu dekat.
Diperkirakan, dalam beberapa hari ke depan, Masjidil Haram akan kembali padat oleh kedatangan jemaah dari berbagai belahan dunia.
Gambar 2 : Jamaah Ventour Travel saat di Tanah Suci
Ventour Travel hadir dan siap mendampingi perjalanan umroh dan haji dengan layanan profesional, pembimbing berpengalaman, serta program yang fleksibel dan sesuai syariat.
Yuk, wujudkan impian beribadah ke Baitullah bersama Ventour Travel aman, nyaman, dan penuh makna.
Simak aturan baru Haji 2025! Dari syarat masuk Mekkah, visa haji, ketentuan penting, hingga sanksi bagi pelanggar yang wajib sahabat pahami!
Gambar 1 : Aturan Haji 2025 yang Diberlakukan
Dilansir dari Himpuh, Mulai Rabu kemarin, 23 April 2025 (25 Syawal 1446 H), aturan baru yang mengatur akses masuk ke kota suci Mekkah resmi diberlakukan. Bagi sahabat yang ingin beribadah haji atau tinggal di Mekkah, wajib mematuhi ketentuan ini agar tak terhalang di pos pemeriksaan.
Selain itu, pemerintah Saudi juga memberikan arahan jelas terkait syarat izin masuk, cara pengajuan izin, hingga sanksi tegas bagi para pelanggar. Penasaran dengan detail aturan terbaru ini? Yuk, simak poin-poin penting yang perlu sahabat ketahui!
Aturan Baru Haji 2025 Izin Masuk Mekkah
Persyaratan Izin Masuk Mekkah
Penting untuk diketahui, sahabat, bahwa mulai sekarang, akses ke Makkah hanya bisa dilakukan dengan memiliki salah satu dari tiga dokumen berikut:
Izin Kerja Sah di tempat-tempat suci, yang disahkan oleh otoritas yang berwenang.
Bukti Tempat Tinggal yang terdaftar di Mekkah.
Izin Haji Resmi untuk para jamaah.
Jika sahabat tidak memiliki dokumen yang sah, maka akan ditolak di pos pemeriksaan yang ada di sekitar kota Mekkah. Kebijakan ini bukan hanya untuk keamanan, tapi juga untuk mencegah kepadatan yang bisa mengganggu kelancaran ibadah.
Cara Mengajukan Izin Masuk
Untuk mengajukan izin masuk, sahabat bisa memanfaatkan platform digital yang telah disiapkan oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, seperti Absher Individuals dan Muqeem. Dengan sistem yang terintegrasi dengan platform Tasreeh, proses pengajuan izin menjadi lebih mudah dan cepat, bahkan ekspatriat yang bekerja selama musim haji bisa mengajukan permohonan tanpa perlu mengunjungi kantor paspor.
Visa Haji Wajib Melalui Platform Nusuk
Kemenhaj mengingatkan bahwa untuk melaksanakan ibadah haji, setiap jemaah harus mendapatkan visa haji yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang di Kerajaan Saudi Arabia. Visa ini bisa didapatkan melalui koordinasi dengan kantor Urusan Haji yang ada di 80 negara, atau bisa juga melalui platform “Nusuk Haji”, yang melayani jemaah dari lebih dari 126 negara. Pemesanan visa haji bisa dilakukan langsung melalui platform ini, memudahkan jemaah untuk merencanakan perjalanan ibadah mereka.
Selain itu, Kemenhaj juga menekankan bahwa “jalur elektronik” yang terdapat di situs resmi kementerian (https://masar.nusuk.sa) dan aplikasi “Nusuk” adalah cara yang sah untuk memesan paket haji bagi jemaah domestik, termasuk warga negara Saudi dan ekspatriat.
Gambar 2 : Tampilan Situs Nusuk untuk Visa Wajib Aturan Haji 2025
Perlu diingat, Kementerian Haji Umrah juga menjelaskan bahwa visa umrah, kunjungan, atau turis tidak dapat digunakan untuk mengikuti ibadah haji. Jadi, pastikan sahabat mendapatkan visa yang tepat agar ibadah haji berjalan lancar dan sesuai aturan.
Platform Tasreeh untuk Izin Masuk Makkah
Kementerian Dalam Negeri meluncurkan platform Tasreeh yang bekerja sama dengan Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (SDAIA). Platform inovatif ini dirancang untuk memudahkan penerbitan lisensi dan izin yang memberi wewenang kepada berbagai pihak, mulai dari jamaah haji domestik dan internasional, pekerja, relawan, hingga kendaraan resmi, untuk memasuki Mekkah dan tempat-tempat suci. Semua ini dilakukan melalui integrasi teknis dengan Kementerian Haji dan Umrah lewat platform Nusuk.
Tasreeh memungkinkan badan keamanan di pintu masuk Mekkah untuk secara otomatis membaca dan memverifikasi izin menggunakan aplikasi Maidan. Ini adalah langkah besar dalam menghadirkan solusi teknologi canggih yang mempermudah proses. Selain itu, platform ini juga dianggap sebagai lompatan kualitatif dalam meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan penerbitan lisensi serta izin, berkat integrasi yang terjalin antara berbagai badan terkait.
Sahabat, perlu waspada terhadap kampanye haji palsu yang sering muncul di media sosial. Banyak tawaran akomodasi atau transportasi haji tanpa izin resmi yang dapat membahayakan perjalanan ibadah sahabat. Jika sahabat menemui iklan seperti ini, segera laporkan ke pihak berwenang melalui hotline darurat atau kantor setempat.
Keamanan Publik juga mengingatkan agar sahabat semua, baik warga negara maupun ekspatriat, selalu mematuhi peraturan dan instruksi yang berlaku terkait ibadah haji. Jika menemukan pelanggaran, jangan ragu untuk menghubungi nomor darurat yang tersedia: 911 di Makkah, Riyadh, dan Provinsi Timur, atau 999 di wilayah lain di seluruh Kerajaan. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kelancaran ibadah haji!
Batas Akhir Visa Umrah dan Sanksi Bagi Pelanggar
Bagi sahabat yang memegang visa umrah, ini informasi penting dari Kementerian Haji dan Umrah yang perlu Sahabat ketahui. Mereka telah mengumumkan bahwa Selasa, 29 April 2025 (1 Dzulkaidah 1446 H) adalah batas akhir bagi pemegang visa umroh yang saat ini sedang berada di Kerajaan Saudi Arabia, menjelang musim haji.
Gambar 3 : Batas Akhir Visa Umroh
Kerajaan mengingatkan dengan tegas bahwa jemaah umrah yang melebihi batas waktu tersebut berisiko menghadapi deportasi, hukuman penjara, dan denda yang cukup besar. Jadi, pastikan Sahabat untuk mematuhi peraturan yang ada agar perjalanan umrah sahabat berjalan lancar dan tanpa masalah.
Pemerintah Arab Saudi sebelumnya telah menyampaikan bahwa mereka akan mengambil langkah tegas terhadap jemaah umrah yang tidak mematuhi aturan visa, terutama bagi yang masih berada di Saudi setelah batas waktu 29 April. Sanksi yang diberlakukan tidak main-main, mulai dari denda besar, hukuman penjara, hingga deportasi.
Bagi sahabat yang melewati batas waktu tersebut, hal ini akan dianggap sebagai pelanggaran hukum yang serius. Pemerintah akan mengenakan denda yang cukup besar, menjatuhkan hukuman penjara, dan kemudian melakukan deportasi dari Arab Saudi.
Menurut penasihat hukum Saudi, Ahmad Al Maliki, pelanggaran pertama kali akan dikenai denda sebesar SAR 15.000 (sekitar $4.000) dan langsung dideportasi. Jika terjadi pelanggaran kedua, dendanya naik menjadi SAR 25.000, disertai hukuman penjara selama tiga bulan dan deportasi. Sementara jika pelanggaran terjadi berulang kali, dendanya bisa mencapai SAR 50.000, enam bulan penjara, dan tetap dideportasi.
Tak hanya itu, sahabat, baik perorangan maupun perusahaan yang membantu pelanggar, seperti menampung, mempekerjakan, atau mengangkut mereka, juga akan dikenakan sanksi hukum. Sanksinya bisa berupa denda hingga SAR 100.000, penjara, deportasi bagi warga asing yang terlibat, dan bahkan penyitaan kendaraan yang digunakan dalam pelanggaran tersebut.
Ahmad Al Maliki juga mengingatkan bahwa perusahaan penyelenggara haji dan umrah yang tidak melaporkan keterlambatan keberangkatan jemaah ke pihak berwenang akan dikenai sanksi bertahap. Pelanggaran pertama dikenakan denda SAR 25.000, pelanggaran kedua SAR 50.000, dan untuk pelanggaran yang berulang bisa dikenakan denda hingga SAR 100.000.
Gambar 4 : Jamaah Ventour Travel saat di Sekitar Masjidil Haram
Dengan segala peraturan baru ini, diharapkan perjalanan ibadah haji sahabat dapat berjalan dengan lancar, aman, dan teratur. Pastikan sahabat selalu mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan, serta mengikuti semua arahan yang diberikan oleh pihak berwenang.
Nah jika sahabat sedang merencanakan perjalanan ibadah haji maupun umroh dan ingin memastikan segala prosesnya berjalan dengan lancar, Ventour Travel siap membantu. Ventour Travel berkomitmen untuk memastikan sahabat mendapatkan pengalaman haji dan umroh yang aman, nyaman, dan penuh berkah. Jadi, percayakan perjalanan ibadah haji sahabat bersama Ventour Travel dan rasakan pelayanan yang terpercaya!
Menjelang musim haji tahun 2025M/1446H, Saudi menertibkan area sekitar kota Mekkah, puluhan gudang ilegal disegel untuk keamanan jemaah haji.
Gambar 1 : Saudi Mengantisipasi Haji 2025 untuk Menjaga Keamanan Ibadah
Pemerintah Arab Saudi semakin giat melakukan berbagai langkah untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para jemaah. Salah satunya dengan menertibkan fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di sekitar Kota Mekkah.
Nah Sahabat, baru-baru ini otoritas setempat menutup 95 gudang ilegal yang kedapatan beroperasi tanpa izin resmi dan tidak memenuhi standar keamanan serta kebersihan. Langkah ini jadi salah satu bukti keseriusan Saudi dalam menyambut jutaan tamu Allah SWT dari seluruh dunia.
Dikutip dari Gulf News, gudang-gudang ilegal tersebut ternyata menyimpan berbagai perlengkapan penting yang sering digunakan selama musim haji, seperti tenda dan unit pendingin udara (AC). Sayangnya, karena tidak memiliki izin dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan serta keselamatan, otoritas setempat mengambil tindakan tegas untuk menutupnya.
Menurut juru bicara Kota Mekkah, Osama Zaytouni, kampanye pengawasan ini juga bertujuan untuk membangun basis data lengkap tentang keberadaan gudang perlengkapan haji, agar pengelolaannya bisa lebih terpantau di masa depan.
“Kami telah meluncurkan kampanye pemasyarakatan untuk memantau gudang dan memeriksa kepatuhan mereka terhadap persyaratan kesehatan,” jelasnya.
Tidak hanya soal gudang loh Sahabat! Arab Saudi juga memperketat sistem perizinan bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam kegiatan di Kota Mekkah selama musim haji. Mulai awal pekan ini, warga bisa mengajukan izin masuk melalui platform digital seperti Absher dan Muqeem.
Gambar 2 : Tampilan Situs Maqeem untuk Sistem Digital Haji 2025
Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa semua orang yang berada di area suci benar-benar terdata dan mengikuti prosedur yang berlaku. Semua langkah ini dilakukan demi satu tujuan mulia: menciptakan suasana ibadah yang aman, bersih, dan tertib bagi para jemaah.
Nah Sahabat, semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah Saudi ini tentunya memberi semangat baru untuk Sahabat yang tengah mempersiapkan perjalanan suci ke Tanah Haram.
Gambar 3 : Jamaah Ventour Travel saat City Tour Mekkah
Kalau Sahabat sedang mencari program haji atau umroh yang terpercaya, terarah, dan penuh pembinaan rohani, Ventour Travel siap menjadi teman perjalanan terbaik Sahabat. Dengan bimbingan dari tim profesional dan pelayanan terbaik, kami ingin memastikan Sahabat bisa fokus beribadah dan membawa pulang kenangan manis dari Tanah Suci.
Yuk, mulai rencanakan perjalanan ibadah Sahabat bersama Ventour sekarang juga!
Hati-hati overstay di Saudi jelang musim haji! Denda bisa tembus Rp444 juta per jemaah, Ketahui aturan resminya sebelum musim haji tiba.
Gambar 1 : Denda Overstay Jelang Musim Haji
Menjelang musim haji, pemerintah Arab Saudi kembali memperketat aturan keimigrasian bagi jemaah umrah. Salah satu yang paling disorot adalah soal overstay atau tinggal melebihi batas waktu yang ditentukan.
Bukan cuma berdampak pada jemaah, tapi juga perusahaan penyelenggara umroh bisa kena sanksi berat hingga ratusan juta rupiah per individu! Wah, tentu hal ini perlu banget sahabat perhatikan agar perjalanan ibadah tetap aman dan lancar.
Denda Overstay Capai Ratusan Juta, Ini Aturannya
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh perusahaan dan lembaga penyelenggara haji dan umrah wajib mematuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Gambar 2 : Denda Overstay Jelang Musim Haji Mencapai Ratusan Juta
Melalui keterangan resminya yang dilansir Arab News, Kemendagri Saudi menyatakan bahwa akan ada sanksi keuangan bagi perusahaan yang lalai melaporkan jemaah yang overstay yaitu tinggal di wilayah Kerajaan Arab Saudi melebihi batas izin yang diberikan.
Menurut regulasi, jemaah umrah paling lambat boleh masuk ke Saudi pada 13 April 2025 dan wajib meninggalkan wilayah Kerajaan selambat-lambatnya 29 April 2025 atau 1 Dzulkaidah 1446 H. Jika aturan ini dilanggar, perusahaan dapat dikenai denda hingga SR100.000 atau sekitar Rp444 juta untuk setiap individu yang overstay. Wah, lumayan bikin deg-degan ya sahabat!
Lebih dari 6,8 Juta Penumpang Padati Bandara Saudi
Ramainya lalu lintas udara selama musim Ramadan dan Syawal 1446 H menjadi bukti tingginya antusiasme umat Muslim dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci. Matarat Holding Co. mencatat, lebih dari 6,8 juta penumpang dan jemaah umrah telah melewati empat bandara utama di Arab Saudi dari 1 Ramadan hingga 7 Syawal.
Keempat bandara tersebut adalah Bandara Internasional King Abdulaziz (Jeddah), Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (Madinah), Bandara Internasional Pangeran Abdulmohsen bin Abdulaziz (Yanbu), dan Bandara Internasional Taif.
Dari total itu, sekitar 4,6 juta penumpang berasal dari penerbangan internasional termasuk kedatangan dan kepulangan jemaah sementara sisanya, 2,1 juta, merupakan penumpang penerbangan domestik. Kebayang kan sahabat, betapa padatnya suasana bandara menjelang dan pasca musim ibadah?
Gambar 3 : Potret Jamaah Umroh Ventour Travel
Agar ibadah sahabat semakin tenang dan aman dari risiko overstay maupun kendala lainnya, pastikan memilih travel yang profesional dan terpercaya. Bersama Ventour Travel, perjalanan umrah dan haji sahabat diatur dengan sistem yang rapi dan sesuai regulasi resmi pemerintah Saudi. Yuk, wujudkan ibadah impian dengan nyaman dan terarah bareng Ventour!
Belajar dari kecelakaan bus jemaah umroh di Arab Saudi, KJRI Jeddah mengimbau pentingnya memilih travel resmi untuk perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
Gambar 1 : KJRI Menghimbau Masyarakat Menggunakan Travel Umroh Resmi ( Sumber : Himpuh )
Sahabat, berita duka datang dari Tanah Suci. Sebuah kecelakaan bus yang mengangkut jemaah umroh asal Indonesia di Arab Saudi telah terjadi, menyisakan kesedihan mendalam, terutama bagi keluarga korban. Peristiwa tragis ini mengakibatkan 20 jemaah menjadi korban, enam di antaranya meninggal dunia, sementara 14 lainnya mengalami luka-luka.
Mendengar kabar ini, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah langsung turun tangan untuk memastikan penanganan yang tepat bagi para korban. Konjen RI Jeddah, Yusron Ambary, menegaskan bahwa mereka terus melakukan pemantauan dan pendampingan bagi jemaah yang terdampak.
Pentingnya Umroh dengan Travel Resmi
Belajar dari insiden ini, KJRI Jeddah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa travel umroh. Sahabat, perjalanan umroh bukan hanya soal keberangkatan dan ibadah, tetapi juga keselamatan di sepanjang perjalanan. Inilah mengapa menggunakan travel resmi menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
“Salah satu keuntungan dari umroh menggunakan travel resmi adalah berbagai kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi bisa kita selesaikan dengan mudah, karena ada pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan jemaah,” ujar Yusron Ambary melalui akun Instagram @indonesiainjeddah, Minggu (23/3/2025).
Dalam kasus kecelakaan ini, para korban diberangkatkan oleh travel resmi dan pihak muasasah yang sudah terdaftar, sehingga mereka mendapatkan penanganan yang baik. Bayangkan jika kejadian serupa menimpa jemaah yang berangkat dengan travel ilegal tanpa perlindungan, tanpa pendampingan, dan tanpa pihak yang bertanggung jawab, tentu akan jauh lebih sulit mendapatkan bantuan.
Jangan Ambil Risiko, Pilih Travel yang Terpercaya!
Sahabat, perjalanan umroh adalah ibadah suci yang seharusnya berjalan dengan tenang dan nyaman. Jangan sampai momen spiritual ini berubah menjadi pengalaman yang penuh risiko. Pastikan sahabat memilih travel umroh yang resmi, aman, dan berizin.
Jika sahabat ingin berangkat umroh dengan tenang dan nyaman, Ventour Travel siap menjadi sahabat perjalanan sahabat. Dengan izin resmi, fasilitas terbaik, dan pendampingan penuh selama ibadah, kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman umroh yang aman dan berkesan. Yuk, pastikan sahabat berangkat dengan travel terpercaya!