7 Destinasi Terbaik di Madinah yang Tak Boleh Kamu Lewatkan!

Selain menjalankan rangkaian ibadah umroh di Masjidil Haram, momen ziarah ke destinasi wisata maupun tempat bersejarah di Mekkah dan Madinah juga tak boleh dilewatkan.

Salah satunya Madinah, yaitu kota suci umat Islam yang dijaga oleh para malaikat dan merupakan tempat tujuan Rasulullah Saw. berhijrah.

Selama di Madinah, Sahabat bisa berwisata menjelajahi kota. Bahkan ada salah satu tempat di Madinah yang memiliki keutamaan mulia setara dengan menjalankan ibadah umroh.

Kota Madinah dari ketinggian
Gambar 1: Kota Madinah dari ketinggian

Jika Sahabat umroh bersama Ventour Travel, Sahabat akan diajak city tour Madinah dengan menggunakan executive bus. Selama perjalanan, Sahabat akan diberi snack dan air mineral. Jadi Sahabat tidak perlu khawatir merasa lapar atau lelah.

Saat di perjalanan, Muthowif akan memberikan arahan dan menjelaskan kisah historis destinasi-destinasi yang akan dikunjungi.

Quba: Masjid Penuh Kemuliaan di Madinah

Pertama, Sahabat akan diajak berziarah ke Masjid Quba. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Saw. saat tiba di Madinah pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi. 

Masjid ini menyimpan keutamaan yang sangat mulia. Jika Sahabat melaksanakan shalat dua raka’at di Masjid Quba, insya Allah akan mendapatkan pahala seperti pahala umroh. Seperti halnya hadits Rasulullah Saw.:

“Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu sholat di dalamnya dengan suatu sholat, baginya seperti pahala orang yang melaksanakan umroh.”

(H.R. Ibnu Majah)

Wisata Kebun Kurma Sekaligus Belanja

Setelah itu, Sahabat akan diajak mengunjungi perkebunan dan toko kurma. Kota Madinah memang terkenal dengan produksi kurmanya dengan beragam varian dan kualitas terbaik.

Kebun kurma yang dikunjungi merupakan kebun kurma yang sudah tidak produktif, namun disulap menjadi tempat penjualan berbagai varian kurma dan produk olahan kurma.

Perkebunan kurma di Madinah
Gambar 2: Perkebunan kurma di Madinah

Jabal Uhud: Gunung Terbesar di Madinah

Destinasi selanjutnya yang dikunjungi yaitu Jabal Uhud.

Jabal Uhud, sebuah gunung batu raksasa yang berwarna kemerahan, merupakan lokasi pertempuran kedua antara Rasulullah Saw. bersama para sahabat melawan kaum kafir Quraisy. Dalam pertempuran tersebut, gugur 70 orang syuhada, diantaranya paman Rasulullah Saw. yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib.

Jabal Uhud juga memiliki keutamaan, yaitu merupakan gunung yang kelak berada di surga.

Masjid Qiblatain yang Bersejarah

Sahabat juga akan diajak berziarah ke Masjid Qiblatain, yang menjadi saksi perpindahan arah kiblat dari sebelumnya berada di Masjidil Aqsha menjadi Masjidil Haram. Dahulu masjid ini disebut dengan Masjid Bani Salamah.

Masjid Qiblatain yang menjadi saksi perpindahan kiblat umat Islam
Gambar 3: Masjid Qiblatain yang menjadi saksi perpindahan kiblat umat Islam

Perpindahan arah kiblat ini bermula saat Rasulullah Saw. memimpin salat Zuhur di Masjid Bani Salamah. Dua rakaat pertama salat Zuhur, Rasulullah Saw. masih menghadap kiblat ke Masjidil Aqsha, sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu perpindahan arah kiblat.

Begitu menerima wahyu, posisi salat Rasulullah Saw. langsung berpindah 180 derajat menghadap Masjidil Haram.

Jabal Magnet yang Penuh Misteri

Saat berkunjung ke Madinah, Sahabat juga bisa mengunjungi Jabal Magnet. Jabal Magnet menjadi salah satu destinasi city tour bonus di Ventour Travel.

Jabal Magnet memiliki nama asli Manthiqa Baidha atau perkampungan putih. Lembah ini juga disebut Lembah Jin oleh warga lokal.

Disebut Lembah Jin, karena Jabal Magnet memiliki “keajaiban” di luar nalar. Konon, kendaraan yang melintasi daerah Jabal Magnet dapat bergerak secara otomatis lho, Sahabat! Inilah mengapa disebut Jabal Magnet karena kendaraan yang melintas seakan-akan terpengaruh kekuatan magnet sehingga bisa bergerak sendiri.

Gambar 4: Keseruan jemaah Ventour menaiki unta di Jabal Magnet

Tidak hanya memiliki “keajaiban” yang unik, Sahabat juga merasakan sensasi naik unta hingga mengendarai motor ATV di Jabal Magnet. 

Ziarah Dalam Masjid Nabawi

Selain mengunjungi destinasi-destinasi tersebut, tentunya Sahabat juga diajak melakukan ziarah dalam Masjid Nabawi, mulai dari pelataran Masjid Nabawi, Raudhah, hingga Pemakaman Baqi.

Masjid Nabawi ini memiliki banyak keutamaan dan keberkahan. Jika Sahabat melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, insya Allah akan memperoleh nilai pahala 1.000 kali lebih baik dibanding shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.

Keistimewaan lainnya yang diincar oleh para jemaah umroh saat di Masjid Nabawi, yaitu beribadah di Raudhah. Raudhah merupakan area dalam Masjid Nabawi yang berada di antara rumah dan mimbar Rasulullah Saw.

Keutamaan beribadah di Raudhah Masjid Nabawi
Gambar 5: Keutamaan beribadah di Raudhah Masjid Nabawi

Raudhah yang disebut juga taman surga, menjadi salah satu tempat mustajab di Tanah Suci. Oleh karena itu, banyak jemaah umroh yang berusaha untuk salat dan berzikir di tempat ini untuk mengharap ampunan dan keberkahan dari Allah Swt.

Tepat di sebelah Raudhah, terdapat juga makam Rasulullah Saw. Ziarah makam juga merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan, karena dengan berziarah Sahabat bisa mengucapkan salam dan memohon syafa’at Rasulullah Saw. 

Pemakaman Baqi yang Spesial di Hati

Dan terakhir, tempat di Masjid Nabawi yang tak boleh dilewatkan untuk dikunjungi, yaitu Pemakaman Baqi.

Baqi merupakan tempat dimakamkannya ribuan sahabat dan anggota keluarga Rasulullah Saw. Namun, hanya laki-laki yang diperbolehkan ziarah ke dalam Pemakaman Baqi, sementara perempuan bisa berziarah dari luar area pemakaman. 

Itulah beberapa tempat yang wajib Sahabat kunjungi saat berada di Madinah. Setiap tempat memiliki cerita dan makna tersendiri dalam sejarah Islam. Dengan mengunjunginya atau berziarah, semoga dapat memberikan pengalaman spiritual dan pembelajaran berharga untuk Sahabat. 

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Cara Mudah Masuk Raudhah dengan Aplikasi Nusuk dan Tasreh

Cara Mudah Masuk Raudhah dengan Aplikasi Nusuk dan Tasreh

Raudhah, salah satu area di dalam Masjid Nabawi yang dipercaya sebagai tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa. Jemaah umroh maupun haji berbondong-bondong memasuki dan beribadah di Raudhah. Namun, untuk masuk ke Raudhah, Sahabat perlu surat izin khusus (tasreh) atau masuk melalui aplikasi Nusuk (Eatmarna).

Cara mudah masuk Raudhah Masjid Nabawi dengan tasreh dan aplikasi Nusuk
Gambar: Cara mudah masuk Raudhah Masjid Nabawi dengan tasreh dan aplikasi Nusuk

Lantas, bagaimana cara mendapatkan tasreh? Jika tidak mendapatkan tasreh dari travel umroh, bagaimana cara menggunakan aplikasi Nusuk sebagai syarat masuk Raudhah?

Yuk simak informasi berikut, Sahabat!

Keutamaan Raudhah di Masjid Nabawi

Seperti yang kita ketahui, Raudhah merupakan area di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara rumah Rasulullah Saw (yang kini menjadi makam beliau) dan mimbar yang beliau gunakan untuk berdakwah. Raudhah ditandai dengan pilar-pilar megah berwarna putih dan karpet hijau.

Di tempat ini, dahulu Rasulullah Saw. sering duduk-duduk untuk membacakan wahyu dari Allah Swt. dan mengajarkannya kepada para sahabat. Rasulullah juga menyebut Raudhah sebagai taman surga dan area yang mustajab untuk berdoa.

Rasulullah Saw. bersabda: “Satu sholat di Masjid Nabawi lebih baik daripada seribu sholat di tempat lain, kecuali di Masjidil Haram.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Area Raudhah di Masjid Nabawi dengan pilar megah berwarna putih dan karpet hijau
Gambar: Area Raudhah di Masjid Nabawi dengan pilar megah berwarna putih dan karpet hijau

Karena keistimewaannya ini, jemaah yang masuk ke Raudhah dianjurkan untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan shalat sunnah. Namun, untuk memasuki Raudhah ternyata tak semudah kelihatannya. Realitanya, Sahabat harus mengantre atau mungkin berdesak-desakan dengan jemaah lain.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Oleh-Oleh Umroh, Murah Meriah & Bermanfaat!

Cara Masuk ke Raudhah dengan Tasreh

Untuk memasuki area Raudhah dan makam Rasulullah Saw., Sahabat memerlukan surat izin khusus atau tasreh. Surat tasreh berisi keterangan tentang jumlah jemaah dalam rombongan, waktu masuk (tanggal dan jam), nomor pintu masuk, nomor gerbang masuk, serta daftar nama dan nomor paspor jemaah.

Tasreh ini dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi. Biasanya surat tasreh ini sudah diurus oleh pihak travel umroh melalui muassasah dan disimpan oleh Tour Leader atau muthawif. Ada kalanya kuota tasreh ini terbatas karena membludaknya jemaah yang ingin masuk ke dalam Raudhah.

Jemaah yang tengah beribadah di dalam Raudhah, Masjid Nabawi
Gambar: Jemaah yang tengah beribadah di dalam Raudhah, Masjid Nabawi

Cara Masuk ke Raudhah dengan Aplikasi Nusuk

Namun, Sahabat tidak perlu khawatir. Jika tidak memiliki tasreh, Sahabat tetap bisa masuk ke dalam Raudhah dengan mengajukan izin melalui aplikasi Nusuk (Eatmarna). Nusuk adalah aplikasi yang disediakan Kerajaan Arab Saudi, sehingga Sahabat dapat masuk ke Raudhah secara mandiri dan tanpa harus ada tasreh.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Paspor Secara Online untuk Umroh

Cara Install dan Menggunakan Aplikasi Nusuk

Nah, untuk masuk ke area Raudhah melalui aplikasi Nusuk, yuk ikuti langkah-langkah berikut!

Panduan menggunakan aplikasi Nusuk untuk masuk ke Raudhah Masjid Nabawi
Gambar: Panduan menggunakan aplikasi Nusuk untuk masuk ke Raudhah Masjid Nabawi
  1. Install aplikasi “Nusuk (Eatmarna Previously)” melalui PlayStore atau AppStore
  2. Atur bahasa untuk aplikasinya, pilih Bahasa Inggris
  3. Selanjutnya pilih “New User”, kemudian pilih “Visitor”
  4. Isi data diri Sahabat, mulai dari nomor visa, nomor paspor, tanggal lahir, kebangsaan, nomor telepon, e-mail, dan password
  5. Masukkan kode verifikasi OTP 4 digit yang dikirim melalui e-mail
  6. Nah, barulah Sahabat berhasil login ke aplikasi Nusuk, lalu pilihlah bagian “Prophet’s Mosque Services”
  7. Pilih registrasi “Praying in Noble Rawda – Men/Women”
  8. Pilih tanggal dan jam/waktu yang diinginkan
  9. Lalu pilih “Issuing Permit” dan akan muncul QR code
  10. Nah, selesai! Sahabat tinggal datang di hari H sesuai pintu masuk dan jadwal yang tertera
  11. Terakhir, pindai atau scan QR code pada pintu masuk

Tips Lolos Masuk Raudhah dengan Mudah

Nah, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jumlah jemaah yang ingin masuk ke dalam Raudhah ini sangat membludak. Maka dari itu, untuk masuk ke dalam Raudhah, Sahabat hanya dapat berkunjung di waktu-waktu tertentu yang sudah dijadwalkan.

Gerbang masuk Masjid Nabawi di Madinah
Gambar: Gerbang masuk Masjid Nabawi di Madinah

Selain itu, Sahabat juga perlu memerhatikan tips-tips berikut saat ingin memasuki area Raudhah.

Masuk Sesuai Jadwal di Tasreh atau Aplikasi Nusuk

Jadwal kunjungan Raudhah antara jemaah laki-laki dan perempuan berbeda. Untuk itu, ikuti jadwal yang telah ditetapkan ya, Sahabat!

Baca Juga: Inilah Perbedaan Paspor Umroh 24 Halaman dan 48 Halaman!

Jadwal ziarah Raudhah bagi jemaah laki-laki

  • Pagi : pukul 11.00 Waktu Arab Saudi s.d. shalat Isya
  • Malam : pukul 00.30 Waktu Arab Saudi s.d. shalat Subuh.

Jadwal ziarah Raudhah bagi jemaah perempuan

  • Pagi : waktu shalat Subuh s.d. pukul 11.00 Waktu Arab Saudi
  • Malam : waktu shalat Isya s.d. pukul 00.00 Waktu Arab Saudi

Jangan Terpisah dari Rombongan

Untuk masuk ke Raudhah, sebaiknya dilakukan bersama rombongan. Sahabat akan dibimbing oleh muthawif dan muthawifah, sehingga Sahabat bisa mendapatkan arahan dan tidak akan tersesat saat di dalam Raudhah.

Suasana di dalam Raudhah Masjid Nabawi
Gambar: Suasana di dalam Raudhah Masjid Nabawi

Tetap Sabar

Saat masuk ke Raudhah, memang kondisinya akan berdesak-desakan dengan jemaah lainnya. Usahakan agar Sahabat tidak mendorong-dorong atau bahkan menyakiti jemaah lain.

Jika memang kondisinya tidak memungkinkan untuk masuk ke Raudhah karena jumlah jemaah yang membludak atau karena tidak mendapatkan izin, usahakan kita berlapang dada menerima situasi ini. Hal seperti ini sudah di luar dari kontrol kita. Sahabat tetap akan mendapatkan pahala yang sama ketika shalat di area Masjid Nabawi yang lain, meski bukan di dalam Raudhah.

Itulah dua cara mudah untuk masuk ke area Raudhah, yaitu dengan menggunakan surat izin tasreh dan melalui aplikasi Nusuk. Semoga Allah memudahkan langkah Sahabat untuk bisa berkunjung dan beribadah di Masjid Suci Nabawi.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!