Ternyata Arab Saudi tidak merayakan 1 Januari, tapi apakah ada larangan? Yuk Intip budaya, dan Riyadh Season saat tahun baru di Arab Saudi!

Setiap pergantian 1 Januari sering memunculkan diskusi di kalangan Muslim tentang hukum merayakan tahun baru, termasuk saat membahas tahun baru di Arab Saudi. Dilansir dari kelingan.id Sebagian ulama dan masyarakat pro menilai bahwa tahun baru Masehi boleh dimaknai sebagai momen evaluasi diri dan harapan baru selama tidak diisi aktivitas yang bertentangan dengan syariat. Sementara Mayoritas ulama sepakat bahwa jika perayaan tahun baru Masehi melibatkan unsur-unsur yang dilarang syariat (maksiat, ritual agama lain), maka hukumnya haram.
Budaya Tahun Baru di Arab Saudi vs Indonesia
Di Indonesia, euforia tahun baru sering jadi ajang kumpul bareng orang tersayang, menulis resolusi, atau sekadar menikmati suasana malam yang hangat penuh tawa. Sementara itu, tahun baru di Arab Saudi khususnya tanggal 1 Januari lebih tenang dan tidak dianggap sebagai momen perayaan besar.
Tradisi mereka lebih dekat dengan momen keagamaan dan sejarah Islam yang berpacu pada kalender Hijriyah. Yang menarik, alih-alih menunggu countdown 1 Januari, warga Saudi lebih menantikan Riyadh Season, sebuah festival musiman berskala internasional yang selalu bikin kota Riyadh terasa seperti panggung raksasa penuh kejutan.
Buat sahabat yang lagi umroh atau traveling ke Saudi di awal tahun, momen ini bisa jadi kesempatan seru buat menikmati budaya modern Saudi yang tetap hidup berdampingan dengan nilai-nilai Islam. Kemeriahan ada, tapi bukan dalam rangka “merayakan tahun baru” melainkan merayakan pengalaman dan kebersamaan.
Baca Juga : Fenomena Langka! Salju Turun di Saudi, Suhu Capai Minus 4°C!
Apakah Ada Larangan Merayakan Tahun Baru di Arab Saudi?
Banyak yang mengira Saudi melarang perayaan tahun baru, padahal faktanya tidak ada larangan khusus terkait festival hiburan di awal tahun Masehi. Hanya saja, 1 Januari bukan hari libur nasional dan tidak ada seremoni resmi kenegaraan untuk merayakannya.
Di Makkah dan Madinah, suasana pergantian tahun Masehi berjalan sangat biasa karena fokus utamanya adalah ibadah dan kegiatan harian jamaah maupun warga setempat. Berbeda dengan Riyadh yang memang sejak awal didesain sebagai pusat festival budaya dan hiburan lewat Riyadh Season, yang menghadirkan banyak atraksi mendunia, tanpa dikaitkan dengan perayaan tahun baru Masehi itu sendiri. Jadi jawabannya: bukan dilarang, tapi memang bukan tradisinya.
Di sisi lain, diskusi tentang hukum merayakan tahun baru dalam Islam sendiri masih ada pro dan kontra di tengah masyarakat Muslim global. Yang paling penting, sahabat bisa tetap menghormati budaya lokal saat berada di Saudi, sambil mengisi awal tahun dengan doa, harapan baik, dan hal-hal produktif yang mendekatkan diri pada Allah.
Baca Juga : Waspada! Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang Arab Saudi!
Kalau bicara perjalanan ibadah yang nyaman dan menenangkan hati, memilih travel umroh yang terpercaya itu kuncinya. Ventour Travel hadir untuk sahabat yang ingin berangkat umroh dengan tenang, aman, dan terlayani sepenuh hati. Sebagai travel umroh terpercaya, Ventour Travel sudah berizin resmi, berpengalaman memberangkatkan banyak jamaah, dan dikenal dengan pelayanan yang hangat seperti sahabat sedang diajak jalan oleh keluarga sendiri.

Mulai dari bimbingan ibadah, pilihan paket hemat sampai premium, hingga pendampingan di Tanah Suci. Semuanya dirancang agar sahabat bisa fokus ibadah tanpa rasa khawatir. Jadi, kalau sahabat lagi cari travel umroh yang bisa jadi teman perjalanan ibadah yang amanah dan bersahabat, Ventour Travel siap membersamai langkah sahabat menuju Baitullah.
Daftarkan umroh sahabat sekarang juga! Klik, konsultasi, dan pilih paket terbaik sahabat di Ventour Travel!












