Korupsi Haji Terungkap, Bikin Negara Rugi Rp622 Miliar!

Kasus korupsi haji 2023–2024 telah terungkap. Negara disebut rugi Rp622 miliar hingga berdampaknya pada kuota dan panjangnya antrean haji.

Gambar 1 : Eks Menag Yaqut Cholil Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Haji ( Sumber : Kompas )

Isu korupsi haji kembali menjadi perhatian publik setelah terungkap adanya dugaan kerugian negara dalam penyelenggaraan ibadah haji khusus. Kasus ini mencuat dalam sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan berkaitan dengan penetapan tersangka terhadap mantan Menteri Agama.

Perkara tersebut menyoroti pengelolaan kuota haji khusus pada tahun 2023–2024 yang diduga menimbulkan kerugian negara dalam jumlah sangat besar. Proses hukum masih berjalan hingga saat ini, sementara sejumlah pihak terkait telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Kerugian Korupsi Haji Capai Rp622 Miliar

Gambar 2 : Persidangan Gugatan Praperadilan yang Diajukan Eks Menteri Agama, Yaqut Cholil ( Sumber : Kompas )

Dalam persidangan praperadilan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 4 Maret 2026, tim biro hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan besarnya kerugian negara yang muncul dari dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Haji Khusus 2023–2024.

Dalam persidangan tersebut, perwakilan KPK menyampaikan secara langsung nilai kerugian negara yang terjadi.

“Yang pada pokoknya dalam perkara tindak pidana korupsi a quo telah mengakibatkan terjadi kerugian negara senilai Rp622.090.207.166,” jelas tim Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi di persidangan.

Berdasarkan nilai tersebut, KPK menegaskan bahwa perkara dugaan korupsi kuota haji memenuhi kriteria penanganan perkara korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 11 ayat 1 huruf d Undang-Undang KPK, yang menyebutkan bahwa penanganan perkara dapat dilakukan apabila kerugian negara mencapai paling sedikit Rp1 miliar.

Gugatan praperadilan ini sendiri diajukan oleh mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menguji sah atau tidaknya penetapan dirinya sebagai tersangka.

Baca Juga : Eks Menag Yaqut Resmi Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024!

Penyidikan Korupsi Haji Libatkan Puluhan Saksi

Dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi telah memeriksa lebih dari 40 orang saksi guna mengumpulkan berbagai informasi dan bukti.

Dalam persidangan juga dijelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah melalui proses pengumpulan data dan alat bukti yang dinilai cukup oleh penyidik.

“Penetapan pemohon sebagai tersangka telah melalui serangkaian proses pengumpulan data, informasi, keterangan, serta petunjuk sehingga syarat kecukupan bukti melalui dua alat bukti telah terpenuhi,” jelas tim hukum Komisi Pemberantasan Korupsi dalam persidangan.

Pihak KPK juga menegaskan bahwa proses penyidikan masih berjalan hingga saat ini.

“Bahwa sampai dengan pembacaan jawaban termohon praperadilan, penyidikan yang dilakukan oleh termohon masih berlangsung,” lanjut keterangan tersebut.

Sidang perkara dengan nomor 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL dipimpin oleh hakim tunggal Sulistyo Muhamad Dwi Putro yang memimpin jalannya persidangan dengan agenda jawaban termohon, replik dari pemohon, hingga duplik dari termohon yang digelar secara maraton dalam satu hari.

Baca Juga : Hotel Milik Indonesia di Makkah Siap Sambut Jamaah Haji 2026

Pencegahan Eks Menag Yaqut dan Gus Alex ke Luar Negeri

Di sisi lain, langkah hukum juga dilakukan untuk memastikan proses penyidikan berjalan dengan baik. Direktorat Jenderal Imigrasi memperpanjang pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap Yaqut Cholil Qoumas serta staf khususnya Ishfah Abidal Aziz, yang dikenal sebagai Gus Alex.

Perpanjangan pencegahan tersebut dilakukan atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi karena keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait kuota haji tambahan tahun 2024.

Gambar 3 : Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo ( Sumber : MetroTV )

Juru bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan langkah tersebut.

“Benar, KPK memperpanjang masa cegah ke luar negeri untuk kedua tersangka dalam perkara kuota haji, Saudara YCQ dan Saudara IAA,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis.

Ia juga menjelaskan bahwa perpanjangan tersebut dilakukan karena penyidikan masih berlangsung.

“Perpanjangan pencegahan bepergian ke luar negeri tersebut diperlukan karena proses penyidikan masih berlangsung hingga kini,” tambahnya.

Pencegahan tersebut berlaku hingga 12 Agustus 2026, sementara kedua tersangka hingga kini masih belum dilakukan penahanan.

Kasus dugaan korupsi haji ini menjadi perhatian besar karena menyangkut pengelolaan ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan haji menjadi kunci utama agar pelayanan kepada jamaah tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat tidak hilang.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Baru 10 Hari Ramadan, 43 Juta Jamaah Padati Tanah Suci!

Dalam 10 hari pertama Ramadan 2026, lebih dari 43 juta jamaah memadati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Simak fakta lengkapnya di sini!

Gambar 1 : 43,8 Juta Jemaah Kunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di 10 Hari Pertama Ramadhan

Suasana Ramadan di Tanah Suci tahun ini kembali menunjukkan betapa besarnya kerinduan umat Islam untuk beribadah di dua masjid suci. Dalam sepuluh hari pertama Ramadan 1447 H, jutaan jamaah dari berbagai negara memadati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Dilansir dari Himpuh, Data terbaru menunjukkan angka yang sangat luar biasa. Total jamaah dan peziarah yang datang ke dua masjid suci tersebut bahkan menembus lebih dari 43 juta orang hanya dalam 10 hari pertama Ramadan. Angka ini menjadi salah satu rekor awal Ramadan yang menunjukkan tingginya antusiasme umat Islam untuk meraih keberkahan ibadah di Tanah Suci.

Puluhan Juta Jamaah Padati Masjidil Haram

Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyampaikan bahwa total jumlah jamaah dan peziarah di Haramain selama sepuluh hari pertama Ramadan mencapai 43.840.961 orang. Data ini dihitung melalui indikator operasional yang merekam frekuensi masuk jamaah ke area shalat maupun pelaksanaan ibadah umrah.

Di Masjidil Haram sendiri, tercatat 23.839.592 jamaah datang untuk menunaikan shalat lima waktu serta shalat malam selama periode tersebut. Selain itu, jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah umrah mencapai 8.110.498 orang.

Padatnya aktivitas ibadah ini menunjukkan betapa besar kerinduan umat Islam dari seluruh dunia untuk beribadah di Tanah Suci, terutama di bulan Ramadan yang dikenal memiliki keutamaan pahala yang berlipat ganda.

Baca Juga : Pemerintah Arab Saudi Pastikan Wilayahnya Aman dan Kondusif

Aktivitas Ibadah Ramai di Masjid Nabawi

Sementara itu, suasana ibadah di Masjid Nabawi di Madinah juga tidak kalah ramai. Tercatat 10.789.467 jamaah datang untuk menunaikan shalat lima waktu dan shalat malam di masjid yang menjadi tempat dimakamkannya Nabi Muhammad SAW tersebut.

Selain itu, sebanyak 317.025 jamaah mendapatkan kesempatan untuk beribadah di Raudhah, area istimewa yang dikenal sebagai salah satu taman surga. Adapun jumlah peziarah yang datang untuk menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta dua sahabat beliau mencapai 784.379 orang.

Melihat lonjakan jamaah yang begitu besar, otoritas setempat juga menerapkan sistem pengelolaan arus yang ketat agar pergerakan jamaah tetap tertib. Integrasi layanan, pengaturan jalur masuk, hingga pemantauan operasional dilakukan secara maksimal demi memastikan lingkungan ibadah tetap aman, nyaman, dan kondusif sepanjang Ramadan.

Antusiasme umat Islam menjalankan ibadah di Tanah Suci sejak awal Ramadan ini menjadi gambaran nyata betapa kuatnya kerinduan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di tempat yang penuh keberkahan.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Ventour Travel saat di Masjidil Haram

Masya Allah, melihat ramainya jamaah di Tanah Suci tentu semakin membuat hati rindu untuk bisa ikut merasakan suasana ibadah langsung di sana. Jika sahabat juga ingin merencanakan perjalanan umroh dengan pelayanan yang nyaman dan terpercaya, sahabat bisa mempertimbangkan program umroh bersama Ventour Travel.

Dengan pendampingan yang profesional serta fasilitas yang dipersiapkan dengan baik, sahabat bisa lebih fokus beribadah dan menikmati setiap momen di Tanah Suci. Yuk mulai rencanakan perjalanan umroh sahabat dari sekarang!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Pemerintah Arab Saudi Pastikan Wilayahnya Aman dan Kondusif

Pemerintah Arab Saudi memastikan seluruh wilayah aman & aktivitas berjalan normal. Sektor keamanan siaga 24 jam, jamaah diminta hindari rumor.

Gambar 1 : Pemerintah Arab Saudi Pastikan Seluruh Wilayah nya Aman

Dilansir dari Himpuh, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa situasi keamanan di seluruh wilayah Kerajaan tetap stabil, meskipun dalam beberapa waktu terakhir terjadi dinamika kawasan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, kementerian menyampaikan bahwa aktivitas kehidupan sehari-hari di berbagai kota dan wilayah Arab Saudi berjalan normal tanpa gangguan. Layanan publik, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas masyarakat tetap berlangsung seperti biasa.

Sektor Keamanan Siaga 24 Jam

Kementerian menjelaskan bahwa seluruh sektor keamanan beroperasi selama 24 jam penuh dalam kerangka sistem keamanan dan layanan terpadu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas negara sekaligus memastikan keselamatan seluruh warga dan penduduk yang tinggal di wilayah Kerajaan.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Saudi Gazette (Selasa, 3/3/2026), kementerian menegaskan:

“Keamanan Kerajaan, para pengunjung, dan penduduk merupakan prioritas utama.”

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah perkembangan regional.

Baca Juga : 80 Jemaah Umroh Ventour Tetap Aman Berangkat dari Soetta Ditengah Konflik Timur Tengah

Imbauan Hindari Penyebaran Informasi Tidak Terverifikasi

Gambar 2 : Jamaah di Himbau Agar Tidak Menyebarkan Rumor Palsu

Selain memastikan kondisi keamanan tetap stabil, kementerian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan rumor maupun video yang belum terverifikasi kebenarannya. Publik diminta untuk hanya merujuk pada sumber resmi dalam memperoleh informasi terkait perkembangan situasi.

Imbauan ini disampaikan guna mencegah munculnya kepanikan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat akibat informasi yang tidak akurat.

Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan nasional serta memastikan stabilitas pelayanan publik tetap berjalan optimal. Di tengah dinamika regional yang berlangsung, pemerintah memastikan bahwa sistem keamanan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, masyarakat diharapkan dapat tetap tenang dan bijak dalam menerima serta membagikan informasi.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

80 Jemaah Umroh Ventour Tetap Aman Berangkat dari Soetta Ditengah Konflik Timur Tengah

80 jemaah umroh Ventour tetap berangkat dari Soekarno-Hatta ke Jeddah tanpa penundaan. Pemerintah dan travel akan pastikan kondisi aman.

Gambar 1 : 80 Jamaah Ventour Travel Tetap Aman Berangkat dari Soetta

Aktivitas keberangkatan jemaah umroh Ventour Travel mulai berjalan normal di tengah dinamika situasi Timur Tengah. Di saat berbagai informasi beredar di ruang publik, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perjalanan ibadah tetap dapat dilaksanakan dengan aman, tertib, dan terpantau.

Sebanyak 80 jemaah umrah diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu, 1 Maret 2026, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rombongan ini terbang menggunakan maskapai Saudia Airlines dengan jadwal keberangkatan sekitar pukul 19.00 WIB dan diperkirakan tiba di Jeddah pada dini hari waktu setempat.

Tidak Ada Penundaan, Semua Sesuai Jadwal

Di tengah adanya eskalasi kawasan yang sempat berdampak pada pembatalan sejumlah penerbangan internasional, keberangkatan jemaah umrah ini berlangsung tanpa kendala berarti.

Gambar 2 : Tour Leader Ventour Travel, Teguh Imam Santoso saat di Wawancarai

Tour Leader Agen Haji dan Umrah Ventour, Teguh Imam Santoso, memastikan seluruh jemaah dalam rombongannya berangkat sesuai rencana.

“Jemaah kami ada 80 jiwa dan seluruhnya berangkat tanpa ada penundaan. Semoga eskalasi Timur Tengah kembali normal,” ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (01/03/2026).

Ia juga menegaskan kembali kepada awak media:

“Untuk penerbangan Saudi Arabia ini tidak ada perubahan jadwal atau cancel. Semua on schedule,” ujar Teguh kepada TribunTangerang.com, Tangerang, Minggu (01/03/2026).

Pantauan di Terminal 3 menunjukkan suasana keberangkatan yang tertib dan khidmat. Puluhan jemaah tampak mengenakan seragam hitam dengan aksen kuning, berjalan beriringan sambil membawa koper dan tas kabin. Sejumlah keluarga mengantar hingga area terminal, memberikan pelukan serta doa sebelum para jemaah memasuki proses check-in.

Petugas Ventour Travel terlihat aktif memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar, sehingga jemaah bisa fokus mempersiapkan diri secara mental dan spiritual.

Berikan Penjelasan Satu Pintu

Di tengah beredarnya berbagai kabar di media sosial, pihak travel bergerak cepat memberikan penjelasan resmi kepada jemaah agar tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Dari pihak travel sudah memberikan announcement. Kami sebagai tour leader juga memberikan penjelasan kepada jemaah agar mereka tetap tenang dan mengikuti arahan dari travel kami. Tidak terlalu percaya oleh berita yang simpang siur di luaran,” kata Teguh.

Sistem komunikasi pun dibuat terpusat melalui satu grup bersama yang melibatkan manajemen travel, jemaah, dan keluarga di Tanah Air.

“Keluarga di rumah bisa menghubungi kami atau pihak travel karena semuanya tergabung dalam satu grup. Jadi komunikasinya terbuka di situ,” jelasnya.

Menurut Teguh, kondisi di Jeddah juga terpantau aman. Ia bahkan menyampaikan bahwa rombongan Ventour Travel yang sebelumnya berada di Tanah Suci telah kembali ke Indonesia dalam keadaan baik.

“Kebetulan ada grup kami yang pulang tadi pagi dari Jeddah menggunakan Saudi, semuanya dalam kondisi aman,” ungkapnya.

Baca Juga : Benarkah Berangkat Umroh Kini Harus Via Asrama Haji?

Ia pun menutup dengan pesan yang menenangkan:

“Yang penting jemaah tetap tenang dan fokus beribadah. Informasi cukup satu pintu dari kami,” tutupnya.

Pemerintah turut menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik menyikapi perkembangan situasi regional. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta jemaah yang berada di Arab Saudi maupun keluarga di Indonesia untuk tetap tenang.

Menurut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta otoritas Arab Saudi guna memastikan kondisi jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel. Maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata Dahnil.

Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan dengan maskapai dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan penerbangan, khususnya pada jadwal kepulangan.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Jangan Masuk Ke Toilet Pesawat Pada Waktu Ini, Bisa Fatal!

Jangan masuk toilet pesawat di 3 waktu ini! Salah timing bisa berbahaya saat take off, landing, dan turbulensi. Cek penjelasannya di sini!

Gambar 1 : 3 Waktu yang Dilaran untuk Ke Toilet Pesawat ( Sumber : Kompas )

Banyak penumpang mengira pergi ke toilet pesawat adalah hal sepele. Padahal, ada momen-momen tertentu saat berdiri dari kursi justru bisa membahayakan diri sendiri bahkan penumpang lain.

Dalam dunia penerbangan, keselamatan selalu jadi prioritas utama. Karena itu, ada tiga waktu yang sebaiknya benar-benar dihindari saat ingin ke toilet pesawat.

3 Waktu Terlarang ke Toilet Pesawat

1. Saat Take-Off dan Landing

Fase take-off dan landing dikenal sebagai fase paling kritis dalam penerbangan. Secara statistik, sebagian besar insiden penerbangan terjadi pada dua momen ini.

Itulah sebabnya lampu seat belt sign selalu dinyalakan. Maskapai mewajibkan seluruh penumpang duduk tegak, mengenakan sabuk pengaman, dan tidak diperbolehkan berjalan ke lorong kabin termasuk ke toilet. Kenapa berbahaya?

  • Pesawat mengalami perubahan kecepatan dan sudut kemiringan ekstrem
  • Risiko turbulensi lebih tinggi
  • Kemungkinan pengereman mendadak saat mendarat
  • Awak kabin harus fokus pada prosedur keselamatan

Jika Sahabat nekat berdiri, risiko terpeleset, terbentur, atau terjatuh sangat besar. Dalam kondisi darurat, posisi tidak duduk juga bisa memperparah cedera.

2. Saat Turbulensi di Tengah Penerbangan

Turbulensi sering terjadi tanpa peringatan panjang. Ketika pesawat memasuki area udara tidak stabil, guncangan bisa terasa ringan hingga sangat kuat.

Dalam kondisi ini:

  • Tubuh bisa terlempar jika tidak memakai seat belt
  • Pintu toilet bisa terbuka atau tertutup keras
  • Barang di kabin bisa jatuh

Data keselamatan penerbangan menunjukkan bahwa cedera akibat turbulensi paling sering terjadi pada penumpang yang tidak duduk di kursi. Artinya, berjalan menuju toilet saat turbulensi adalah keputusan yang sangat berisiko.

Jika lampu sabuk pengaman menyala, segera kembali ke kursi dan kencangkan seat belt.

Baca Juga : Nekat Merokok Setelah Umroh? Dendanya Bisa Tembus Jutaan!

3. Saat Pesawat Bergerak di Landasan

Banyak yang tidak sadar bahwa fase taxiing (pesawat berjalan di landasan sebelum lepas landas atau setelah mendarat) juga termasuk momen berbahaya. Kenapa?

  • Pesawat bisa mengerem mendadak
  • Terjadi percepatan atau perlambatan tiba-tiba
  • Belokan tajam di landasan

Saat berdiri di lorong atau berada di toilet, Sahabat tidak memiliki perlindungan sabuk pengaman. Jika pesawat berhenti mendadak, tubuh bisa terdorong keras ke depan.

Kapan Waktu Aman ke Toilet Pesawat?

Secara umum, waktu yang relatif aman adalah:

  • Sekitar 15 menit setelah take-off (saat pesawat sudah stabil di ketinggian jelajah)
  • Sekitar 30 menit sebelum landing (selama lampu seat belt belum dinyalakan kembali)

Namun tetap perhatikan instruksi awak kabin. Jika lampu seat belt menyala, itu artinya Sahabat wajib duduk kembali.

Gambar 2 : Penumpang Pesawat Dilarang Melanggar Aturan Ini

Aturan ini bukan sekadar formalitas. Dalam teori manajemen risiko penerbangan, pembatasan mobilitas penumpang saat fase kritis bertujuan meminimalkan cedera sekunder dan memastikan evakuasi lebih cepat jika terjadi kondisi darurat.

Satu keputusan kecil seperti nekat ke toilet di waktu yang salah bisa berdampak besar, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga ratusan penumpang lain.

Jadi meskipun kebelet, keselamatan tetap nomor satu ya, Sahabat. Lebih baik menunggu beberapa menit daripada mengambil risiko yang tidak perlu.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Umroh Plus Naik Speed Boat di Laut Merah, 1 Jam dari Makkah!

Umroh sambil explore Laut Merah di Jeddah? Bisa! Rasakan sensasi naik speed boat dan telusuri jejak sejarahnya dalam satu perjalanan ibadah.

Gambar 1 : Explore Keindahan Red Sea Jeddah

Sahabat bisa menikmati birunya Laut Merah yang diyakini sebagai salah satu wilayah yang berkaitan dengan kisah mukjizat Nabi Musa AS saat menyeberangi lautan. Dulu menjadi saksi peristiwa besar, sekarang sahabat bisa menelusuri kawasan pesisirnya dengan cara yang jauh lebih santai dan modern: naik speed boat mewah bersama keluarga.

Explore Laut Merah dari Dermaga Obhur

Gambar 2 : Umroh Plus Naik Speed Boat di Red Sea Jeddah

Untuk merasakan pengalaman ini, sahabat bisa menuju pesisir Dermaga Obhur di Jeddah. Lokasinya cukup strategis, kurang lebih satu jam perjalanan darat dari Makkah. Aksesnya mudah dan sudah dikenal sebagai salah satu spot favorit untuk menikmati Laut Merah.

Gambar 3 : Speed Boat di Red Sea Jeddah

Speed boat yang digunakan berkapasitas sekitar 8–10 orang, cocok untuk keluarga atau rombongan kecil. Dengan biaya sewa kurang lebih 250 SAR per jam, sahabat sudah bisa menikmati pemandangan laut biru yang luas, angin sepoi-sepoi, dan suasana eksklusif di tengah perairan. Jika dihitung bersama rombongan, biayanya terasa semakin worth it untuk pengalaman seikonik ini.

Selain menjadi momen refreshing setelah rangkaian ibadah, aktivitas ini juga bisa menjadi sarana edukasi sejarah. Sahabat bisa sekaligus mengingat kembali kisah perjuangan Nabi Musa AS dan mengambil hikmah dari peristiwa besar tersebut.

Baca Juga : Intip Destinasi Rahasia Saudi! Bikin Umroh Makin Berkesan!

Umroh Plus Jelajahi Laut Merah Jeddah

Umroh dipadukan dengan pengalaman menjelajah Laut Merah, perjalanan ini terasa lebih berkesan. Anak-anak bisa menikmati suasana baru, orang tua pun bisa bersantai sejenak, dan seluruh keluarga memiliki momen kebersamaan yang sulit dilupakan.

Menariknya, jika sahabat berangkat umroh bersama Ventour, agenda ke Laut Merah ini sudah termasuk dalam rangkaian perjalanan. Jadi sahabat tidak perlu repot mengatur sendiri atau mengeluarkan biaya tambahan untuk pengalaman istimewa tersebut.

Gambar 4 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Red Sea Jeddah

Ventour Travel menghadirkan program umroh dengan pelayanan profesional, fasilitas lengkap, akomodasi nyaman, serta itinerary yang dirancang agar ibadah tetap khusyuk tanpa melewatkan momen berharga selama di Tanah Suci. Semua sudah dipersiapkan agar sahabat bisa fokus beribadah sekaligus menikmati perjalanan.

Mau merasakan umroh yang lebih dari sekadar perjalanan biasa? Yuk, amankan seat sahabat bersama Ventour sekarang juga dan wujudkan pengalaman ibadah yang lebih lengkap, nyaman, dan tak terlupakan!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Intip Cara Daftar Kelas Al-Quran Gratis di Masjid Nabawi!

Ternyata Masjid Nabawi punya kelas Al-Quran gratis untuk semua jamaah, dari belajar tajwid, hafalan, hingga sanad resmi. Cek cara daftarnya!

Gambar 1 : Kelas Al-Quran Gratis di Masjid Nabawi

Ternyata Masjid Nabawi menyediakan program belajar Al-Quran secara gratis untuk para jamaah. Di tengah padatnya aktivitas ibadah di Madinah, pengelola masjid membuka kesempatan bagi siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai negara, untuk mengikuti kelas resmi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Jadi, momen singgah di kota Nabi bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu Al-Quran secara langsung di tempat yang penuh keberkahan.

Halaqah Quran dan Program Mutoon di Masjid Nabawi

Gambar 2 : Cara Ikut Kelas Gratis Al-Quran di Masjid Nabawi ( Sumber : Himpuh )

Program ini dikenal dengan nama Halaqah Quran. Kelas berlangsung rutin sepanjang tahun dan dipandu langsung oleh para masyaikh di dalam masjid dengan suasana yang tenang dan kondusif. Materinya lengkap, mulai dari tajwid, tahsin, hafalan, hingga murojaah. Bagi sahabat yang ingin mendapatkan sanad bacaan Al-Quran, tersedia juga program ijazah yang bisa diikuti sesuai kemampuan.

Menariknya lagi, bukan hanya pembelajaran Al-Quran yang tersedia. Ada pula Program Mutoon yang fokus pada penguatan ilmu dasar Islam. Dalam program ini, peserta dibimbing untuk menghafal adzkar, hadis, serta matan kitab dasar yang membahas fikih, akidah, dan adab. Program ini sangat diminati penuntut ilmu yang ingin memperkuat fondasi syariat selama berada di Madinah.

Seluruh kelas ini tidak dipungut biaya. Jamaah dari berbagai latar belakang dan kewarganegaraan duduk bersama dalam satu halaqah, menciptakan suasana belajar yang inklusif dan penuh ukhuwah. Kelas dibuka lima hari dalam sepekan, dengan pilihan waktu setelah Subuh, Dhuha, Ashar, dan setelah Magrib. Sahabat bisa menyesuaikan dengan jadwal ibadah harian selama di Madinah.

Baca Juga : Canggih! Masjid Nabawi Sediakan Bimbingan via Cloud Gratis!

Cara Daftar dan Lokasi Pendaftaran

Bagi sahabat yang ingin mendaftar langsung, siapkan nomor visa, nomor ponsel aktif, dan salinan paspor. Untuk jamaah laki-laki, loket pendaftaran berada di sisi kiri Gate 22, tepat di lantai paling atas. Sementara jamaah perempuan dapat masuk melalui Gate 25 dan menuju loket khusus muslimah.

Setelah proses registrasi selesai, petugas akan mengarahkan peserta ke halaqah dan mudarris sesuai kemampuan, baik untuk kelas tajwid, hafalan, maupun Mutoon. Jika tidak sempat datang langsung, pendaftaran juga dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disediakan pengelola.

https://reg.qm.edu.sa/Minton/Account/NewRegistration

Sistem ini melayani kelas tatap muka maupun daring sehingga lebih fleksibel.

Kesempatan belajar Al-Quran di Masjid Nabawi adalah pengalaman spiritual yang tidak ternilai. Belajar di tempat yang dahulu menjadi pusat dakwah Rasulullah ﷺ tentu menghadirkan suasana berbeda. Bayangkan nikmatnya mengaji bersama jamaah dari seluruh dunia di tempat yang penuh keberkahan dan doa-doa mustajab.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Nah bagi sahabat yang merindukan pengalaman ibadah sekaligus menuntut ilmu di Tanah Suci, perjalanan umroh bersama Ventour Travel bisa menjadi pilihan tepat. Dengan pelayanan profesional, fasilitas lengkap, serta pendampingan ibadah yang terarah, sahabat dapat menjalani umroh dengan lebih nyaman dan khusyuk. Yuk, wujudkan perjalanan ibadah terbaik sahabat dan rasakan sendiri nikmatnya belajar Al-Quran langsung di Masjid Nabawi bersama program umroh pilihan.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Benarkah Berangkat Umroh Kini Harus Via Asrama Haji?

Apa benar kini berangkat umroh dari Asrama Haji? Simak penjelasan lengkap soal wacana baru pemerintah dan skema keberangkatan terpusat ini.

Gambar 1 : Kemenhaj Siapkan Skema Keberangkatan Jemaah Umrah via Asrama Haji ( Sumber Foto : IDN Times )

Belakangan ini muncul wacana baru yang cukup menyita perhatian: keberangkatan umroh akan dipusatkan dari Asrama Haji. Banyak yang langsung bertanya, apakah nanti semua jemaah wajib berangkat dari sana?

Perlu dipahami, aturan ini masih dalam tahap perancangan dan belum resmi diberlakukan. Namun, arah kebijakannya sudah mulai disampaikan secara terbuka oleh pemerintah.

Skema Baru Keberangkatan Umroh dari Asrama Haji

Gambar 2 : WaMen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat mengikuti rapat kerja Baleg DPR di Kompleks Parlemen ( Sumber Foto : Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO )

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun skema agar jemaah umroh berangkat dari asrama haji.

Dalam rapat kerja bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/2/2026), ia mengatakan:

“Kami sekarang sedang merancang supaya jemaah umroh itu nanti berangkat dari asrama haji.”

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses keberangkatan nantinya bisa dilakukan di asrama haji, mulai dari check-in hingga siap boarding.

“Dan Garuda akan menyediakan semua sarana keberangkatan misalnya jemaah umrah nanti check-in-nya semuanya prosesnya sudah selesai di asrama haji. Jadi tidak ada penumpukan di bandara, mereka ke sana langsung berangkat. Langsung boarding.”

Maskapai yang akan digandeng dalam skema awal ini adalah Garuda Indonesia.

Baca Juga : Jangan Tertipu! Inilah 3 Ciri-Ciri Travel Umroh Bodong!

Apa Tujuan Pemerintah?

Skema keberangkatan umroh dari Asrama Haji ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai:

1. Mengurai Kepadatan di Bandara

Dengan proses check-in dan administrasi dilakukan lebih awal di asrama haji, penumpukan jemaah di bandara bisa diminimalkan. Jemaah cukup datang untuk langsung naik pesawat.

2. Memperkuat Penerbangan Nasional

Presiden Prabowo Subianto disebut telah menginstruksikan agar ekosistem haji dan umroh ikut mendukung ketahanan penerbangan nasional.

Selama ini, dalam pelaksanaan umroh, banyak jemaah menggunakan maskapai asing seperti Saudi Airlines maupun Malaysia Airlines. Padahal, jumlah jemaah umroh Indonesia sangat besar dan berpotensi menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Dengan sistem terpusat dan kerja sama bersama Garuda Indonesia, diharapkan maskapai nasional dapat lebih berperan dalam ekosistem ini.

3. Optimalisasi Asrama Haji

Gambar 3 : Asrama Haji Podok Gede

Menurut Dahnil, banyak asrama haji yang memiliki lahan luas, seperti di Medan sekitar 14 hektare dan di Pondok Gede sekitar 15 hektare. Namun pemanfaatannya dinilai belum maksimal.

Pemerintah ingin menjadikan asrama haji sebagai pusat pengembangan ekonomi haji dan umroh, bukan hanya tempat transit musiman.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Kumparan, Dahnil juga mengungkapkan besarnya potensi jemaah umroh Indonesia.

Data yang disampaikan menunjukkan bahwa jumlah jemaah haji yang mengantre mencapai sekitar 5,7 juta orang, dengan kuota keberangkatan sekitar 221 ribu per tahun.

Baca Juga : Tertinggi di Dunia! Kuota Haji Indonesia Nomor 1 Di 2025!

Sementara itu, jumlah jemaah umroh jauh lebih besar. Berdasarkan data yang disampaikan, angkanya bisa mencapai sekitar 2,6 juta orang per tahun.

Artinya, umroh bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi sudah menjadi ekosistem besar yang perlu ditata, dilindungi, dan dikembangkan secara sistematis.

Skema keberangkatan umroh melalui Asrama Haji masih dalam tahap penyusunan dan kajian. Belum ada aturan resmi yang mewajibkan seluruh travel memberangkatkan jemaah dari asrama haji.

Jadi untuk saat ini, sistem keberangkatan umroh masih berjalan seperti biasa sesuai kebijakan masing-masing maskapai dan penyelenggara travel.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Nekat Merokok Setelah Umroh? Dendanya Bisa Tembus Jutaan!

Viral! Jemaah umroh ini nekat merokok di Tanah Suci setelah umroh. Ketahui larangan merokok di Arab Saudi, dendanya, dan risiko hukumannya.

Gambar 1 : Larangan Merokok di Sekitar Masjidil Haram

Video jemaah umroh yang tertangkap kamera sedang merokok di Tanah Suci kembali viral setiap tahunnya. Selama berada di Tanah Suci, sahabat perlu tahu bahwa merokok di area umroh termasuk pelanggaran serius. Selain mengganggu orang lain, risikonya bisa sampai denda dan hukuman resmi.

Aturan Ketat Larangan Merokok di Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi sudah lama menerapkan kebijakan larangan merokok di tempat umum. Bahkan sejak tahun 2014, penggunaan produk tembakau dilarang secara permanen di kota-kota suci seperti Makkah dan Madinah. Kemudian pada tahun 2016, larangan merokok diperluas ke berbagai fasilitas publik, termasuk kantor pemerintah, rumah sakit, sekolah, tempat kerja, bank, hingga semua fasilitas transportasi umum dan bandara.

Untuk kawasan ibadah, aturannya jauh lebih tegas. Jemaah dilarang merokok di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Bukan cuma di dalam masjid, bahkan di pelataran dan area sekitar masjid pun tetap masuk zona larangan. Hotel-hotel tempat jemaah menginap juga banyak yang memasang pengumuman larangan merokok demi kenyamanan bersama.

Baca Juga : Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Sanksi Merokok di Tanah Suci Bisa Didenda hingga Dipenjara

Jika ketahuan merokok di area terlarang, petugas akan langsung memberikan sanksi. Berdasarkan ketentuan resmi, denda minimal yang dikenakan adalah 200 Riyal Saudi atau sekitar Rp800.000. Namun dalam beberapa kasus, denda bisa meningkat hingga 2.500 Riyal atau setara jutaan rupiah, bahkan bisa berujung hukuman kurungan jika dilakukan di dalam masjid.

Kementerian Agama RI juga sudah beberapa kali mengingatkan jemaah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar tidak merokok selama berada di Tanah Suci. Selain melanggar aturan, asap rokok juga sangat mengganggu jemaah lain dan bisa merusak kekhusyukan ibadah.

Daripada mengambil risiko, sahabat bisa menjadikan momen umroh sebagai kesempatan “puasa merokok”. Sediakan permen mint, permen karet, atau siwak sebagai pengalih ketika keinginan merokok muncul. Niatkan ibadah sebagai ajang memperbaiki diri, termasuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik.

Menjalankan ibadah umroh tentu akan jauh lebih nyaman jika sahabat memilih travel yang tidak hanya mengurus keberangkatan, tetapi juga peduli pada edukasi jemaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Bersama Ventour Travel, sahabat akan dibimbing secara menyeluruh mulai dari manasik, pemahaman aturan di Arab Saudi, hingga pendampingan selama di Tanah Suci, sehingga ibadah lebih tenang, tertib, dan sesuai sunnah.

Yuk, wujudkan perjalanan umroh yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bersama Ventour Travel, karena ibadah yang baik dimulai dari persiapan yang tepat.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Umroh Bareng Anak Lebih Mudah, Tips Agar Si Kecil Tetap Happy

Umroh bareng anak jadi lebih mudah dengan tips persiapan, fasilitas ramah keluarga, dan perlengkapan khusus yang bikin si kecil makin nyaman.

Gambar 1 : Tips Umroh Bareng Anak

Kata siapa umroh bareng anak itu ribet? Faktanya, perjalanan umroh justru bisa jadi momen paling berharga untuk keluarga kalau disiapkan dengan benar. Bukan cuma soal ibadah, tapi juga soal membangun kedekatan, edukasi, dan kenangan indah bersama si kecil.

Dengan perencanaan yang tepat dan memilih travel yang ramah anak, umroh bareng anak bisa terasa lebih ringan, nyaman, dan pastinya menyenangkan.

Tips Umroh Bareng Anak Biar Nyaman

Umroh anak itu kuncinya ada di persiapan. Semakin matang persiapannya, semakin kecil risiko drama di perjalanan.

1. Pilih Waktu Umroh yang Tepat

Libur sekolah jadi pilihan paling ideal karena anak gak terganggu aktivitas belajarnya dan bisa lebih menikmati perjalanan.

2. Jaga Kondisi Fisik Anak

Pastikan si kecil cukup istirahat, makan teratur, dan tidak terlalu dipaksakan mengikuti semua aktivitas.

3. Ajak Anak Belajar Pelan-Pelan

Kenalkan makna umroh dengan bahasa sederhana. Mulai dari shalat tepat waktu, ikut berjamaah, sampai disiplin mengikuti jadwal grup.

4. Siapkan Hiburan yang Edukatif

Hindari terlalu bergantung pada gadget. Bawa aktivitas ringan seperti buku mewarnai agar anak tetap happy tanpa bikin kecanduan layar.

5. Bawa Perlengkapan Khusus Anak

Mulai dari tas kecil, baju ganti, snack, botol minum, sampai mainan favorit. Hal kecil seperti ini sangat berpengaruh ke kenyamanan anak selama umroh.

Baca Juga : Dari Bayi Hingga Lansia, Siapa Saja Bisa Melaksanakan Umroh?

Fasilitas Ventour Travel yang Bikin Umroh Bareng Anak Lebih Praktis

Di Ventour Travel, konsep umroh keluarga dirancang agar benar-benar ramah anak. Mulai dari pemilihan hotel yang lokasinya dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sehingga ayah bunda tidak perlu berjalan jauh sambil menggendong anak, hingga penggunaan kereta cepat Haramain yang membuat perjalanan Makkah–Madinah jauh lebih singkat dan tidak melelahkan bagi si kecil.

Selama perjalanan, anak juga ditemani dengan buku mewarnai Ventour sebagai solusi anti bosan agar tetap happy tanpa harus terus bermain gadget.

Gambar 2 : Fasilitas Buku Mewarnai dan Pensil Warna dari Ventour Travel

Selain itu, Ventour juga menyediakan perlengkapan khusus anak seperti tas, dengan bahan anti air, banyak kompartemen, dan desain lucu yang bisa memuat buku, snack, mainan, hingga botol minum.

Gambar 3 : Fasilitas Tas Khusus Anak dari Ventour Travel

Menariknya lagi, biaya umroh bersama anak di Ventour juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan usia. Untuk anak mulai dari 22 bulan lebih 1 hari s/d 6 tahun dengan biaya 85%, sahabat sudah mendapatkan koper bagasi, tas kids, ihram (bagi anak laki-laki), bahan batik, buku mewarnai, syal, ID card, bantal leher, buku doa, dan cover paspor.

Sedangkan untuk baby dengan biaya 35%, sudah termasuk tas kids, syal, dan ID card, dengan harga mengikuti program yang dipilih. Jadi bukan cuma soal berangkat umroh, tapi benar-benar dipersiapkan dari A sampai Z agar si kecil nyaman, orang tua pun bisa ibadah lebih tenang bersama Ventour Travel.

Yuk, wujudkan umroh keluarga impian mulai sekarang!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!