Konflik Amerika Serikat dan Iran berdampak pada penerbangan di Doha. Qatar Airways kini membuka penerbangan terbatas untuk evakuasi penumpang.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir ikut berdampak pada aktivitas penerbangan internasional. Konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran membuat sejumlah negara di kawasan Teluk meningkatkan kewaspadaan, termasuk Qatar yang sempat menutup wilayah udaranya untuk sementara.
Salah satu titik yang paling terdampak adalah Hamad International Airport di Doha. Bandara internasional utama tersebut dilaporkan mengalami pembatalan penerbangan hingga sekitar 41% sejak konflik memanas. Pemerintah Qatar bahkan sempat mengeluarkan peringatan nasional kepada warga negaranya serta menutup jalur udara sebagai langkah antisipasi terhadap situasi keamanan.
Penerbangan Terbatas Mulai Dibuka dari Doha
Dilansir dari Sinpo, Otoritas bandara di Hamad International Airport mengonfirmasi bahwa sejumlah penerbangan terbatas mulai dioperasikan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya evakuasi bagi penumpang yang sempat tertahan di Doha sekaligus menjaga distribusi kargo penting.
Dalam pernyataan resminya, pihak bandara menjelaskan bahwa penambahan jadwal penerbangan ke depan masih sangat bergantung pada evaluasi keamanan yang terus dilakukan oleh otoritas terkait.
Pihak bandara juga menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan karyawan tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, operasional penerbangan komersial secara normal baru akan dibuka sepenuhnya setelah otoritas penerbangan Qatar memastikan wilayah udara benar-benar aman.
Situasi ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel. Beberapa negara di kawasan Teluk seperti Kuwait, Qatar, dan United Arab Emirates bahkan sempat melaporkan adanya rudal dan drone yang melintas di wilayah udara mereka.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah maskapai global terpaksa menunda penerbangan, membatalkan jadwal, atau mengalihkan rute demi menghindari risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga : Pemerintah Arab Saudi Pastikan Wilayahnya Aman dan Kondusif
Qatar Airways Beri Fleksibilitas Perjalanan

Di tengah kondisi yang dinamis ini, Qatar Airways juga mengumumkan kebijakan fleksibilitas perjalanan bagi para penumpangnya. Kebijakan ini berlaku bagi penumpang yang memiliki jadwal penerbangan antara 28 Februari hingga 15 Maret 2026.
Maskapai nasional Qatar tersebut memberikan opsi perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga 14 hari dari jadwal awal keberangkatan. Selain itu, penumpang juga dapat mengajukan pengembalian dana untuk sisa nilai tiket yang belum digunakan.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi keamanan wilayah udara serta kelancaran perjalanan internasional.
Selain itu, maskapai juga mengingatkan bahwa layanan pusat panggilan mereka saat ini mengalami lonjakan permintaan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penumpang diimbau untuk menghubungi layanan pelanggan hanya jika jadwal penerbangan mereka dalam waktu 48 jam ke depan.
Bagi penumpang dengan jadwal perjalanan yang masih lebih lama, pengelolaan pemesanan dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi atau aplikasi seluler Qatar Airways. Sementara bagi penumpang yang memesan melalui agen perjalanan, disarankan untuk menghubungi agen tersebut secara langsung untuk mendapatkan bantuan perubahan jadwal atau pengembalian dana.
Maskapai nasional Qatar Airways juga ikut mengambil langkah penyesuaian. Maskapai tersebut membuka penerbangan terbatas yang difokuskan untuk evakuasi penumpang serta mendukung distribusi kargo penting. Namun untuk sementara waktu, penerbangan ini hanya dibuka menuju lima negara di Eropa, dan belum mencakup rute ke Asia termasuk Indonesia.
Para analis menilai bahwa situasi keamanan di kawasan Timur Tengah saat ini masih sangat dinamis. Oleh karena itu, pemulihan penuh aktivitas penerbangan internasional di kawasan Teluk kemungkinan baru akan terjadi setelah kondisi keamanan benar-benar stabil.









