Adzan Subuh 2 Kali di Tanah Suci? ternyata Ini Alasannya!

Di Mekkah adzan Subuh berkumandang 2 kali, yang pertama tanda tahajud & sahur, yang kedua barulah waktu Subuh. Ada hikmah besar di baliknya!

Gambar 1 : Adzan Subuh di Tanah Suci Sampai 2 Kali

Sahabat mungkin pernah dengar adzan Subuh di Indonesia cuma sekali, kalau di Makkah dan Madinah adzan Subuh justru dikumandangkan 2 kali.

Adzan Subuh 2 kali ini bukan hal baru, bukan juga kesalahan jadwal. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang sudah berjalan sejak zaman dahulu, dikumandangkan oleh dua muadzin mulia yaitu Bilal bin Rabah dan Ibnu Ummi Maktum. Jadi, adzan ganda ini punya makna, adab, dan tujuan yang indah untuk membangunkan umat dari lelapnya malam menuju ibadah terbaik.

Menurut penjelasan fikih, adzan pertama (Fajar/Fajr awal) dikumandangkan pada sepertiga malam sebagai tanda bangunnya orang tahajud dan penanda dimulainya waktu sahur. Sedangkan adzan kedua barulah menjadi tanda masuknya waktu shalat Subuh. Dilansir dari NU Online, pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى تَسْمَعُوا تَأْذِينَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Sesungguhnya Bilal beradzan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Muslim).

Bahkan Imam Nawawi menegaskan bahwa adzan pertama tidak melarang seseorang untuk makan sahur, dan puasa tetap sah selama makan dilakukan sebelum fajar terbit.

Kenapa Adzan Subuh di Tanah Suci Ada 2 Kali?

Adzan pertama disebut Adzan Fajar (Fajr awal/Fajar awal), yang memiliki beberapa fungsi penting:

  • Menjadi panggilan bangun bagi ahli tahajud agar menutup shalat malamnya,
  • Membangunkan orang yang tidur untuk bersiap Subuh,
  • Menandai waktu sahur masih berlangsung,
  • Dan dikumandangkan setelah tengah malam hingga sebelum fajar.

Seorang ustaz sekaligus pakar sejarah ibadah di Makkah, Syekh Abdullah Al-Fahmi pernah menuturkan dalam kajian lokalnya di kawasan Thakher,

“Adzan Fajar di Makkah ibarat alarm rohani. Bukan untuk shalat Subuh, tapi untuk menata niat dan menyiapkan jiwa. Jika seseorang masih makan sahur saat mendengarnya, jangan panik—selama fajar belum terbit, ia masih berada dalam kelapangan syariat.”

Adzan kedua lah yang berbeda. Ia menjadi penanda resmi masuknya waktu shalat Subuh, dan inilah yang dikumandangkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai adzan utama.

Baca Juga : Hati-Hati! Inilah 3 Hal yang Membatalkan Tawaf Saat Umroh!

Cara Mudah Bedakan Adzan Fajar dan Adzan Subuh

Biar nggak keliru, Sahabat bisa kenali dari kalimat khusus yang hanya ada di adzan Subuh, yaitu:

“Asshalatu khairum minan-naum”
Shalat lebih baik daripada tidur.

Ciri ini jadi pembeda paling gampang. Kalau Sahabat dengar adzan di Makkah/Madinah tanpa kalimat ini, itu kemungkinan besar Adzan Fajar (adzan pertama). Tapi kalau ada tambahan kalimat mulia tersebut, barulah waktu Subuh telah masuk.

Baca Juga : Sudah Tau Tips Aman & Nyaman Sholat Jumat di Masjidil Haram?

Momen pertama kali mendengar adzan Subuh 2 kali di Tanah Suci itu spesial bikin hati bergetar, sekaligus nambah ilmu. Dan pengalaman spiritual seperti ini makin bermakna kalau dijalani bersama travel yang bukan cuma nganterin, tapi juga ngasih pemahaman ibadah yang benar dan menenangkan.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Ventour Travel saat di Tanah Suci
  • Pembimbing ibadah bersertifikasi & informatif, siap menjelaskan detail seperti adzan ganda, adab di Hajar Aswad, hingga fiqih perjalanan,
  • Layanan fast response & pendampingan jemaah 24/7, biar Sahabat nggak bingung di momen penting,
  • Jadwal ibadah yang terarah, edukatif, dan menenangkan, bukan cuma sekadar ikut rombongan,
  • Aman, resmi, dan transparan, sesuai standar perizinan travel umroh Indonesia, dan masih banyak lagi.

Karena ibadah bukan hanya soal sampai di Tanah Suci, tapi juga paham, tenang, dan benar dalam setiap rukunnya.

Yuk klik untuk lihat panduan & konsultasi lengkap terkait ibadah umroh!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Jabal Rahmah: Tempat Berseminya Cinta Nabi dan Umat Muslim

Jabal Rahmah jadi saksi bahagia pertemuan Nabi Adam & Hawa, bukti cinta abadi dan kasih sayang para utusan Allah. Simak kisahnya disini!

Gambar 1 : Kisah Jabal Rahmah

Di tengah padang Arafah yang tandus dan sunyi, berdiri sebuah bukit sederhana yang menyimpan kisah cinta paling agung dalam sejarah manusia yaitu Jabal Rahmah, atau gunung kasih sayang.

Bagi umat Islam, tempat ini bukan sekadar destinasi ziarah, tapi menjadi monumen cinta yang sakral untuk mencari berkah. Di sinilah diyakini Nabi Adam dan Hawa dipertemukan kembali setelah tobat mereka diterima oleh Allah.

Sebuah pertemuan penuh haru yang menandai awal kehidupan baru, hingga dari buah cinta merekalah, lahir generasi demi generasi yang kini mengisi penjuru dunia.

Tentang Jabal Rahmah

Sahabat, pernahkah membayangkan sebuah bukit yang jadi saksi pertemuan cinta pertama umat manusia? Itulah Jabal Rahmah “Bukit Kasih Sayang” yang terletak di Padang Arafah, sekitar 20 km dari Kota Mekah. Dalam bahasa Arab, “Jabal” berarti bukit dan “Rahmah” berarti kasih sayang, sehingga tempat ini begitu istimewa bagi umat Islam.

Gambar 2 : Tentang Jabal Rahmah

Di puncaknya berdiri sebuah monumen batu berbentuk persegi panjang, diyakini sebagai titik pertemuan Nabi Adam dan Hawa setelah taubat mereka diterima.

Bagi sahabat yang menunaikan haji maupun umroh, Jabal Rahmah bukan sekadar tempat singgah, tapi simbol kasih sayang, pengampunan, dan harapan terutama saat wukuf di Arafah, salah satu rukun haji yang paling sakral.

Kisah di Jabal Rahmah 

1. Nabi Ibrahim

Di Jabal Rahmah juga menjadi ujian cinta luar biasa yang dialami Nabi Ibrahim. Di bukit inilah, beliau mendapat mimpi selama tiga malam berturut-turut untuk mengorbankan putra yang telah lama ia rindukan.

Meski berat, Nabi Ibrahim yakin bahwa itu adalah perintah langsung dari Allah SWT. Keteguhan hati dan ketaatannya dalam menjalankan perintah inilah yang membuatnya mendapat gelar mulia Khalilullah, sang kekasih Allah. Sebuah bukti bahwa cinta sejati kepada Allah tak hanya tentang rasa, tapi juga pengorbanan.

2. Nabi Muhammad SAW

Tahukah Sahabat? bahwa Jabal Rahmah bukan hanya saksi cinta Adam dan Hawa, tapi juga menyimpan momen penting bagi Nabi Muhammad saw?

Di tempat inilah diyakini ayat terakhir Al-Qur’an turun, yakni Surat Al-Maidah ayat 3, yang menandakan bahwa Islam telah sempurna. Saat kembali ke Madinah, Rasulullah menyampaikan kabar bahagia ini. Para sahabat bersorak gembira, namun tidak dengan Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Dua sahabat mulia ini justru menangis haru karena mereka menyadari, sempurnanya Islam menandakan misi kenabian hampir selesai, dan waktu kebersamaan dengan Rasulullah tercinta tak akan lama lagi.

Baca Juga : Biaya Umroh 2025: Info Lengkap dan Harga Terjangkau

Saat kembali ke rumah, sahabat Abu Bakar tak kuasa menahan tangis. Air matanya tumpah sejadi-jadinya, menyadari bahwa Rasulullah tercinta, pemimpin yang begitu ia kasihi, tak akan lama lagi membersamainya di dunia ini.

Kesedihan itu begitu mendalam hingga menyentuh hati para sahabat lain yang datang ke rumah Abu Bakar. Mereka pun larut dalam tangis bersama, merasakan kehilangan yang begitu besar atas sosok yang selama ini menjadi cahaya dan panutan dalam hidup mereka.

3. Nabi Adam dan Hawa

Di sinilah, menurut ajaran Islam, Nabi Adam dan Hawa akhirnya dipertemukan kembali setelah lama terpisah usai diturunkan dari surga karena melanggar larangan Allah.

Perpisahan itu adalah bagian dari perjalanan tobat mereka yang merupakan sebuah ujian untuk menjadi hamba yang taat. Dan ketika akhirnya mereka bersatu kembali di Jabal Rahmah, momen itu menjadi simbol indah betapa Allah Maha Pengampun bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh bertobat.

Maka tak heran, sahabat, jika Jabal Rahmah dikenang sebagai tempat penuh kasih sayang, harapan, dan awal kehidupan manusia di bumi.

4. Tempat Rasulullah Menyampaikah Khotbah Wada’

salah satu momen paling bersejarah yang terjadi di Jabal Rahmah adalah ketika Rasulullah saw. menyampaikan Khotbah Wada’, yaitu khotbah perpisahan beliau di Padang Arafah saat melaksanakan haji terakhir sebelum wafat.

Dalam khotbah penuh makna ini, Rasulullah menitipkan pesan penting untuk seluruh umat Islam tentang persatuan, keadilan, perlindungan hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap perempuan.

Beliau menegaskan pentingnya menjunjung tinggi persaudaraan, menolak segala bentuk penindasan, serta menjaga amanah dan keadilan dalam kehidupan. Khotbah ini bukan sekadar nasihat, tapi menjadi wasiat mulia yang hingga kini terus hidup dalam ajaran Islam dan menjadi pedoman sahabat semua dalam beribadah kepada Allah maupun menjalin hubungan dengan sesama manusia.

Baca Juga : Salju Di Arab Bukan Hal Mustahil! Momen Eksotis Di Negeri Gurun!

City Tour Mekkah Bersama Ventour Travel

Sahabat, ingin merasakan langsung keagungan cinta yang terukir di Jabal Rahmah? Yuk, wujudkan impian umroh bersama Ventour Travel!

Gambar 3 : Jamaah Ventour Travel saat City Tour Mekkah

Nggak hanya beribadah dengan nyaman, sahabat juga akan mendapatkan free city tour Mekkah yang pastinya akan membawa sahabat menapaki bukit penuh cinta ini merupakan tempat pertemuan Nabi Adam dan Hawa sekaligus lokasi Rasulullah menyampaikan Khotbah Wada’.

Rasakan momen haru, refleksi diri, dan limpahan berkah di setiap langkah sahabat bersama Ventour Travel, sahabat terbaik perjalanan umroh sahabat!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Fakta Menarik Abraj Al Bait! Kompleks Bangunan Tertinggi di Mekkah

Menara Abraj Al Bait adalah salah satu bangunan paling ikonik dan menakjubkan di dunia, dengan kemegahannya yang menjulang tinggi di langit kota Mekkah. Seiring berjalannya waktu, mungkin sudah sering melihat banyak gedung pencakar langit megah seperti Burj Khalifa di Uni Emirat Arab atau Shanghai Tower di Tiongkok, namun Menara Abraj Al Bait punya pesonanya sendiri.

Gambar 1 : Menara Abraj Al bait yang Ikonik dan Megah berada di kota Mekkah

Menara Abraj Al Bait diakui sebagai menara jam tertinggi di dunia. Menara yang juga dikenal sebagai Mecca Royal Hotel Clock Tower atau Zamzam Tower ini terletak di kota Mekkah, Arab Saudi, tepat di seberang Masjidil Haram.

Abarj Al Bait Bangunan Tertinggi Kedua dan Punya Rekor Luas Lantai

Menara Abraj Al Bait dirancang oleh tim hebat dari Dar Al Handasah Architects bersama Saudi Binladin Group. Menara ini dibangun khusus untuk menampung jamaah Haji, dengan kapasitas yang luar biasa mencapai 10.000 orang.

Gambar 2 : Menjadi Salah Satu Bangunan Tertinggi di Dunia

Pada tahun 2011, Menara Abraj Al Bait mencetak rekor sebagai bangunan tertinggi kedua di dunia setelah Burj Khalifa, dengan ketinggian mencapai 601 meter. Namun, pada tahun 2013, Shanghai Tower menggeser rekor tersebut dengan ketinggian 632 meter.

Selain itu, kompleks Menara Abraj Al Bait juga memegang gelar luas area lantai terbesar di dunia saat selesai dibangun, dengan total luas lantai mencapai 1.500.000 meter persegi. Sayangnya, rekor ini juga tidak bertahan lama karena New Century Global Centre di China mengalahkannya pada bulan Juli 2013.

Jam Terbesar di Dunia, Arsitektur Memukau, dan Fasilitas Lengkap

Selain dikenal sebagai menara jam tertinggi di dunia, menara ini juga menyandang gelar sebagai tempat dengan tampilan jam terbesar yang pernah ada! Jam di menara ini memiliki diameter sebesar 43 meter dan dihiasi dengan 2 juta lampu LED berwarna hijau dan putih yang memukau. Bayangkan, menara ini bisa terlihat jelas dari jarak 17 kilometer, apalagi saat malam hari—indah sekali!

Gambar 3 : Tampilan Jam Terbesar di Dunia

Menara Abraj Al Bait memadukan arsitektur modern dengan sentuhan tradisional Islam, menghasilkan keindahan yang luar biasa. Teknologinya sangat canggih dan pastinya mengesankan. Tapi tunggu dulu, menara ini tidak hanya tentang jam—di dalamnya ada berbagai fasilitas hebat seperti pusat perbelanjaan, hotel bintang lima, restoran, dan banyak lagi.

Yang membuat menara ini semakin istimewa adalah jamnya yang menghadap langsung ke Masjidil Haram. Sehingga menjadi pengingat akan kekuatan iman dan dedikasi umat Islam. Menara ini adalah simbol kebanggaan dan kekayaan sejarah serta budaya dunia Islam.

Baca Juga : Awas Si Kecil Tersesat! Inilah Panduan Aman Berumrah Bersama Anak

Abraj Al Bait Menara yang Sering Disambar Petir tapi Tetap Aman

Menara Jam Makkah yang menjulang setinggi 601 meter ini ternyata menjadi salah satu bangunan favorit bagi petir di dunia Arab. Bangunan ikonik ini bahkan tercatat 20 kali lebih sering disambar petir dibandingkan Burj Khalifa di Dubai.

Letaknya yang berada di tengah kawasan pegunungan terjal serta tingginya bangunan ini menjadi faktor utama mengapa petir begitu sering “menyapa” menara yang megah ini.

Gambar 4 : Menara Abraj Al Bait yang Paling Sering Tersambar Petir

Tapi jangan khawatir, sahabat. Meski petir kerap menyambar, Menara Jam Makkah dan bangunan wakaf di sekitarnya dilindungi oleh 20 penangkal petir yang canggih. Sistem keamanan ini dirancang untuk melindungi menara dari potensi bahaya sambaran petir, sehingga semua yang ada di sekitar bangunan tersebut tetap aman dan terlindungi. Jadi, meskipun cuaca buruk, menara ini tetap berdiri kokoh dan aman.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Ada Badai Petir dan Hujan Lebat di Arab Saudi, Ini Tips Umrah Agar Tetap Aman!

Cuaca ekstrem di Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius bagi para jamaah umrah, terutama di wilayah-wilayah penting seperti Kota Suci Makkah dan Madinah. Fenomena cuaca ini berpotensi menyebabkan beberapa daerah dilanda banjir, hujan es, serta angin kencang yang cukup mengkhawatirkan.

Gambar 1 : Jamaah umrah berada di sekitar Ka’bah di Masjidil Haram dalam keadaan cuaca hujan

Sahabat, kondisi cuaca yang tidak biasa ini menjadi perhatian serius, mengingat intensitas hujan yang tinggi dan perubahan cuaca yang drastis dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang berada di kawasan-kawasan tersebut.

Tips Aman Ibadah Umrah untuk Antisipasi Cuaca Tak Menentu

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, sebagaimana dilaporkan oleh Gulfnews, membagikan sejumlah tips bermanfaat bagi sahabat yang hendak menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram. Bagi sahabat yang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk menggunakan alas kaki anti licin, membawa payung, serta jas hujan, khususnya bagi jamaah perempuan, guna mengantisipasi cuaca yang tak menentu.

Gambar 2 : Jamaah Umrah tetap khusyuk beribadah di tengah cuaca yang Ekstrim di Makkah

“Apabila terjadi hujan deras saat menunaikan umrah, jemaah diminta untuk mengambil langkah cepat selama ritual mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram dengan melepas kaus kaki agar tidak terpeleset, menyelesaikan thawaf di dalam ruangan di lantai atas dan memperhatikan arahan petugas keamanan Masjidil Haram. Apabila jemaah mengalami masalah kesehatan, jamaah dihimbau untuk menghentikan proses thawafnya,” Berikut adalah pernyataan yang disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Kementerian juga mengingatkan agar sahabat menghindari kerumunan yang padat dan berdesak-desakan dengan jamaah lain, demi keselamatan bersama.

Khususnya ketika menggunakan eskalator atau melintasi koridor, tetaplah berhati-hati dan pastikan selalu mengikuti arahan dari petugas keamanan. Ruang ibadah yang luas tentu membutuhkan perhatian ekstra, sehingga sahabat dapat beribadah dengan tenang dan aman.

Baca Juga : Jangan Bawa Ini! Ruang Terbatas, Jemaah di Masjid Nabawi Diingatkan untuk Patuh

Relawan Bulan Sabit Merah Siap Hadapi Cuaca Buruk di Makkah

Sementara itu, pemerintah telah mengerahkan Relawan Bulan Sabit Merah di wilayah Makkah untuk menghadapi peringatan cuaca buruk yang dikeluarkan oleh Pusat Meteorologi Nasional.

Dr. Mustafa bin Jameel Baljoun, pimpinan cabang otoritas di Makkah, memastikan bahwa pusat komando dan kendali, seluruh pusat darurat, dan tim tanggap khusus sudah siap sepenuhnya untuk menghadapi hujan lebat. Ia menegaskan bahwa layanan ambulans tetap beroperasi tanpa terganggu oleh cuaca.

Gambar 3 : Relawan Bulan Sabit Merah Saudi bersiaga di Makkah untuk menghadapi cuaca buruk

Menurut laporan dari kantor berita Saudi SPA pada Selasa (03/09), otoritas telah meningkatkan kesiagaan di 98 pusat di seluruh Makkah, dengan menyiapkan tim dokter, spesialis, dan teknisi ambulans medis darurat. Sebanyak 1.420 penyedia layanan siap merespons, didukung oleh sekitar 149 kendaraan, termasuk ambulans dan kendaraan tanggap bencana. Ambulans udara juga tersedia untuk memberikan dukungan tambahan.

Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi mengimbau kepada sahabat dan warga untuk mengikuti instruksi dari otoritas yang berwenang, berhati-hati selama perubahan cuaca, mematuhi aturan keselamatan lalu lintas, dan menghindari area berbahaya seperti sungai dan genangan air hujan. Jika terjadi keadaan darurat, laporkan segera dengan menelepon 997 atau menggunakan aplikasi Asefne (Selamatkan Saya).

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Rekor Terbaru! Haji 2024 Tercatat Jumlah Jemaah Terbanyak, Indonesia Termasuk Salah Satu Kontributor Tertinggi!

Gambar 1 : Ka’bah dilihat dari dekat dengan kain Kiswah hitam yang menutupi

Musim haji 1445 Hijriah telah mencapai tonggak sejarah yang luar biasa, dengan total 1.833.164 jamaah yang berpartisipasi.

Menurut informasi dari Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi, angka ini mencakup 1.611.310 jamaah dari luar negeri dan 221.854 jamaah dari dalam negeri.

Asia Menjadi Penyumbang Terbesar Jemaah Internasional

Perincian jamaah haji internasional berdasarkan wilayah asal mereka menunjukkan bahwa 63,3% berasal dari negara-negara Asia (tidak termasuk negara-negara Arab), 22,3% berasal dari negara-negara Arab, 11,3% berasal dari negara-negara Afrika (tidak termasuk negara-negara Arab), dan 3,2% berasal dari Eropa, Amerika Utara dan Selatan, dan Australia.

Informasi ini menyoroti kehadiran jemaah haji dari Asia yang cukup signifikan, terutama dari negara-negara dengan populasi Muslim yang besar seperti Indonesia, Pakistan, dan India.

Selain itu, keterlibatan jamaah haji dari negara-negara Arab dan Afrika juga patut dicatat, yang menunjukkan antusiasme global di antara umat Islam untuk melakukan ibadah haji.

Pada tahun 2024, Indonesia telah menerima kuota yang cukup besar, yang merupakan jumlah tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan haji, yaitu 241.000 jemaah. Jumlah ini mewakili 13% dari total jamaah haji yang disebutkan sebelumnya.

Baca Juga : Intip Visa Umroh Terbaru, Jemaah Umroh 2024 Wajib Tahu!

Persiapan dan Inovasi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi, bersama dengan beberapa organisasi terkait, telah melakukan berbagai inisiatif untuk menyambut dan membantu para jemaah tahun ini.

Gambar 2 : Ka’bah dikelilingi oleh ribuan jemaah haji dari berbagai negara.

Peningkatan telah dilakukan pada fasilitas bandara, jalan raya, dan pilihan transportasi, serta peningkatan layanan kesehatan dan keamanan. Upaya-upaya ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan para jamaah selama perjalanan mereka.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!