Hotel Milik Indonesia di Makkah Siap Sambut Jamaah Haji 2026

Hotel milik Indonesia di Makkah siap dipakai mulai Haji 2026! Hotel ini bisa menampung 24 ribu jemaah dan hanya 2,5 km dari Masjidil Haram.

Gambar 1 : Hotel Milik Indonesia di Makkah Siap Dipakai Mulai Haji 2026

Upaya meningkatkan kualitas layanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci kini memasuki babak baru yang bersejarah. Mulai musim haji 2026, jemaah asal Indonesia diproyeksikan sudah bisa menempati Hotel Novotel Thakher di Makkah, yang kini resmi menjadi bagian dari aset investasi Indonesia dan disiapkan sebagai cikal bakal Kampung Haji.

Hotel ini berdiri di kawasan Thakher City, tak jauh dari Masjidil Haram, dan menjadi jawaban nyata untuk kebutuhan akomodasi jemaah yang jumlahnya selalu di atas 200 ribu orang setiap tahun. Sebuah langkah strategis yang bukan hanya soal tempat menginap, tapi juga soal kenyamanan, kemudahan, dan kebanggaan bangsa di Tanah Suci.

Hotel Milik Indonesia di Makkah untuk Haji 2026

Dilansir dari Himpuh, Kabar kesiapan hotel ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade melalui unggahan media sosialnya. Ia menyebut Hotel Novotel Thakher akan mulai digunakan pada penyelenggaraan haji 2026, bersamaan dengan pengembangan besar di kawasan tersebut.

“Mulai bisa digunakan pada tahun 2026, dan rencana pembangunan 13 tower lagi demi kenyamanan ribuan jemaah. Pak Prabowo ingin jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik di Tanah Suci,” tulis Andre melalui sosial media Instagramnya, Senin (29/12/2026).

Gambar 2 : Hotel Milik Indonesia ini Memiliki 1.461 Kamar untuk Jamaah Haji 2026

Pada tahap awal, hotel ini memiliki 1.461 kamar dan ditargetkan beroperasi penuh saat musim haji 2026. Ke depan, pengembangan 13 tower tambahan di atas lahan sekitar lima hektare diproyeksikan mampu menampung hingga 24.000 jemaah.

“Saya melihat langsung progres di lapangan, Hotel Novotel Thakher di Mekkah kini menjadi harapan baru bagi peningkatan layanan jemaah haji untuk calon jemaah haji Indonesia,” ucapnya.

Lokasinya pun dinilai super strategis karena hanya berjarak sekitar 2,5 km atau tiga menit berkendara dari Masjidil Haram, sehingga diharapkan mempermudah mobilitas jemaah saat ibadah.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kenyamanan jemaah adalah prioritas utama,” imbuhnya.

Baca Juga : Antrean Haji Disamakan 26,4 Tahun! Inilah Fakta Terbarunya!

Fondasi Kampung Haji Indonesia

Hotel Novotel Thakher merupakan bagian dari akuisisi yang dilakukan Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) bersama Thakher Development Company. Perjanjian ini ditandatangani 14 Desember 2025, mencakup aset perhotelan dan real estat di kawasan terpadu Thakher City, sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram.

Selain hotel yang sudah beroperasi, investasi ini juga mencakup 14 bidang tanah seluas total 4,4 hektare untuk pengembangan lanjutan. Nantinya, semua akan dibangun dalam master plan terpadu yang mencakup hotel, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya.

Gambar 3 : Jarak 2,5 KM ke Masjidil Haram

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa proyek ini menjadi fondasi awal keterlibatan jangka panjang Indonesia di sektor perhotelan Arab Saudi.

“Meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian ini, pengembangan berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent,” ujarnya.

Pengembangan proyek ini juga didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra lokal strategis, dan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan Indonesia, termasuk Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC/RCMC).

Baca Juga : Stop Percaya Hoax! Tak Ada Larangan Berfoto Saat Haji 2026!

“Seluruh tahapan tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi erat dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia,” tuturnya.

Danantara Indonesia menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan bertahap, akuntabel, dan berorientasi manfaat jangka panjang bagi jemaah.

“Melalui proses bertahap yang akuntabel dan ditopang tata kelola kelembagaan yang kuat, Danantara Indonesia berkomitmen memastikan setiap tahap pelaksanaan memberikan nilai publik yang berkelanjutan dan terukur,” pungkasnya.

Dengan hadirnya hotel milik Indonesia di Makkah mulai Haji 2026, persiapan haji makin terasa nyata dan terstruktur. Kalau sahabat ingin berangkat lebih pasti dan nyaman, program haji khusus bersama Ventour Travel bisa jadi ikhtiar terbaik. Masa tunggunya 5–9 tahun, lebih cepat dibanding haji reguler, dengan pelayanan prioritas, pembimbing profesional, dan pengalaman ibadah yang lebih terarah.

Yuk sahabat, wujudkan niat haji sahabat sekarang juga!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Saudi Bekukan Travel Umroh Penipu Yang Telantarkan Jamaah!

Saudi bekukan operasional travel umroh penipu karena telantarkan jemaah tanpa akomodasi yang sesuai, Langkah ini demi melindungi jemaah umroh.

Gambar 1 : Arab Saudi Bekukan Travel Umroh Penipu yang Telantarkan Jemaah

Arab Saudi semakin serius menjaga kenyamanan jemaah umroh. Siapa pun penyedia layanan yang nekat melanggar kontrak, apalagi sampai menelantarkan tamu Allah, langsung berurusan dengan sanksi berat. Bahkan, operasional agen bisa dihentikan total tanpa toleransi.

Dan benar saja di penghujung 2025, Dilansir Himpuh Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi resmi membekukan operasional sebuah perusahaan umroh beserta agen luar negerinya pada Minggu (28/12/2025) karena terbukti gagal menyediakan akomodasi hotel, padahal sudah jelas tercantum dalam kontrak perjalanan. Artinya? Kontrak dilanggar, hak jemaah diabaikan dan itu adalah pelanggaran fatal.

Kasus ini bukan yang pertama. Pada Juni 2025, tujuh perusahaan umroh lainnya juga dihentikan aktivitasnya karena tidak memenuhi layanan transportasi sesuai kontrak. Jaminan bank (garansi bank) dari perusahaan tersebut pun dicairkan untuk menutupi biaya transportasi alternatif bagi jemaah terdampak. Langkah tegas ini sejalan dengan Visi Saudi 2030, yang menargetkan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman ibadah jemaah di seluruh tahapan perjalanan umroh.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi:

“Hak-hak jemaah adalah garis merah. Tidak ada ruang toleransi bagi penyedia layanan yang abai terhadap kontrak dan kenyamanan tamu Allah.”

Sikap ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh travel umroh dunia, termasuk di Indonesia yang juga punya standar 5 Pasti Umroh dari Kemenag (Pasti Berizin, Pasti Jadwal, Pasti Hotel, Pasti Transportasi, Pasti Visa). Jika fasilitas di itinerary tidak sesuai realisasi di lapangan, maka travel bisa dinilai melanggar aturan dan berisiko mendapat penindakan.

Jemaah Umroh Tak Terurus Tanpa Hotel, Kok Bisa?

Kasus penelantaran biasanya dimulai dari janji fasilitas akomodasi yang manis di itinerary, tapi nihil realisasinya saat jemaah tiba di Tanah Suci. Pada kasus terbaru, otoritas menemukan sejumlah jemaah tiba tanpa jaminan penginapan yang sah, dan itu dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi peziarah Dua Masjid Suci.

Pengamat layanan umroh, Dr. Khalid Al-Faisal, menyampaikan:

“Travel yang mencantumkan hotel dalam kontrak tapi gagal memenuhinya, sama saja dengan menipu akad layanan. Dampaknya bukan hanya administratif, tapi juga mencederai kehormatan ibadah.”

Baca Juga : Geger! Jamaah Pria Nekat Lompat dari Atas Masjidil Haram!

7 Travel Umroh Penipu Telah Disuspend

Sepanjang 2025, 7 perusahaan umroh juga disuspend karena gagal menyediakan transportasi sesuai kontrak. Tidak ada rincian nama perusahaan yang dipublikasikan, namun jaminan bank mereka dicairkan untuk menutupi biaya transportasi alternatif, agar layanan tetap berjalan sesuai standar.

Efek jera mulai terasa. Banyak agen travel kini memperbaiki sistem, kontrak vendor, dan kepastian layanan sebelum keberangkatan jemaah.

Langkah pembekuan operasional dan pencairan garansi bank bukan sekadar hukuman, tapi bagian dari pemantauan berkelanjutan untuk:

  • Melindungi hak jemaah
  • Mencegah pelanggaran berulang
  • Menjamin rasa aman dan kepuasan ibadah di Tanah Suci
  • Meningkatkan kualitas layanan sesuai target Saudi Vision 2030

Kementerian juga mengimbau seluruh perusahaan umroh agar:

“Mematuhi aturan dan memberikan layanan sesuai program yang telah dikontrakkan.”

Bagi jemaah, ini jadi angin segar. Ibadah lebih khusyuk, perjalanan lebih tertata, dan risiko telantar bisa diminimalkan.

Baca Juga : Bikin Nyesel! Jemaah Ini Bongkar Cerita Pahit Umrah Mandiri!

Di tengah pengawasan yang makin ketat, memilih travel yang amanah, berizin resmi, dan terbukti bertanggung jawab jadi hal paling penting.

Sebagai sahabat yang berencana umroh, memilih travel yang amanah bukan sekadar opsi, tapi keharusan. Ventour Travel hadir membawa ketenangan itu. Dengan izin resmi dan terdaftar sesuai regulasi Kemenag, sahabat gak perlu was-was soal legalitas.

Ventour juga memastikan kontrak hotel dan transportasinya jelas sejak awal, jadi fasilitas yang tertulis di itinerary benar-benar yang sahabat dapatkan di lapangan dan bukan janji manis semata. Ditambah lagi, ada pendampingan profesional mulai dari manasik, keberangkatan, sampai sahabat kembali ke tanah air, semua dikawal tim yang berpengalaman.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Ventour juga menyediakan pilihan paket yang lengkap dengan pelayanan fokus ibadah, membuat perjalanan sahabat terasa lebih tertata, khusyuk, dan bermakna.

Ventour menjadi solusi tepat bagi sahabat yang mencari travel umroh terpercaya dengan layanan yang mengutamakan kenyamanan tamu Allah, bukan keuntungan semata.

Mau umroh tenang, nyaman, dan tanpa drama fasilitas?

Yuk, wujudkan perjalanan ibadah sahabat bareng Ventour Travel sekarang juga!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Kereta Cepat Saudi–Qatar: Lintas Negara Cuma 2 Jam Saja!

Kereta cepat Saudi–Qatar hadir! Lintas 2 negara cuma 2 jam, melaju 300+ km/jam, sambungkan bandara dan jadi cara baru traveling lintas negara!

Gambar 1 : Saudi–Qatar Bangun Kereta Cepat Pertama di Kawasan Teluk

Naik kereta dari Arab Saudi ke Qatar, lintas 2 negara, dan cuma butuh 2 jam aja? Kedengerannya kayak mimpi, tapi ini nyata! Dilansir dari Himpuh Arab Saudi dan Qatar menandatangani mega proyek kereta listrik berkecepatan tinggi yang bakal menghubungkan kota-kota strategis seperti Riyadh, Dammam, Al-Hofuf, Al-Hofuf, Al-Hofuf, Dammam, Al-Hofuf, hingga Doha. Kereta ini dirancang bisa melaju di atas 300 km/jam, hampir secepat pesawat!

Proyek ini juga jadi bagian dari ambisi besar Saudi Vision 2030 & Qatar National Vision 2030, yang fokus meningkatkan sektor pariwisata, investasi, mobilitas, hingga membuka puluhan ribu peluang kerja baru.

Dari Saudi ke Qatar Berjarak 785 KM Jalur Kereta

Jalur kereta cepat ini nantinya bakal membentang sepanjang 785 km, menghubungkan Riyadh – Doha, lewat Al-Hofuf dan Dammam, serta langsung menyatukan 2 bandara besar: Bandara Internasional King Salman (Saudi) dan Bandara Internasional Hamad (Qatar).

Penandatanganan resminya dilakukan oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, kemudian diperkuat oleh Menteri Transportasi Saudi Saleh Al-Jassir dan Menteri Transportasi Qatar Muhammad bin Abdullah Al Thani di Istana Al-Yamamah.

Selain mempercepat mobilitas, proyek ini juga diperkirakan mampu melayani 10 juta penumpang per tahun dan membuka lebih dari 30.000 lapangan pekerjaan, baik langsung maupun tidak langsung. Bahkan, kontribusi ekonominya diproyeksikan mencapai SR115 miliar untuk gabungan PDB Saudi & Qatar. Kalau biasanya perjalanan lintas negara makan waktu lama, nanti tinggal duduk mani dan 2 jam, sampai deh!

Baca Juga : Review Jujur Deyar Al Eiman Madinah! Ternyata Senyaman Ini?

Kerja Sama Saudi–Qatar yang Makin Kuat

Kedua negara juga sepakat memperluas kolaborasi di banyak sektor penting, mulai dari pertahanan, keamanan siber, pelatihan gabungan, hingga ekonomi digital, inovasi industri, pertambangan, budaya, pendidikan, media, dan tentunya pariwisata. Data perdagangan mereka juga bikin melongo: pada 2024, nilai transaksi Saudi–Qatar mencapai 930,3 juta dolar, naik 634% dibanding 2021!

Gambar 2 : Kerja Sama Saudi-Qatar Pada Pembangunan Kereta Cepat

Ini bukti kalau hubungan bilateral mereka lagi super solid dan potensinya terus berkembang pesat. Proyek kereta cepat ini juga dipersiapkan sebagai fondasi jaringan kereta GCC (Gulf Cooperation Council) dengan teknologi perkeretaapian cerdas, standar keselamatan global, ramah lingkungan, dan dirancang untuk menekan emisi karbon. Jadi bukan cuma cepat, tapi juga masa depan banget!

Dengan hadirnya mega proyek kereta cepat Saudi–Qatar yang memangkas perjalanan lintas negara jadi 2 jam, era baru mobilitas di Teluk makin memudahkan siapa pun untuk bepergian termasuk sahabat yang rindu melangkah ke Tanah Suci.

Baca Juga : Maskapai Umroh Ini Sediakan Wi-Fi Gratis Setiap Penerbangan!

Sebagai travel umroh terpercaya di Depok, Ventour sudah menemani ribuan jamaah berangkat ke Tanah Suci dengan pelayanan yang amanah, resmi, dan transparan, cocok banget buat sahabat yang ingin perjalanan ibadahnya terasa ringan seperti sedang jalan bareng keluarga sendiri.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Dari bimbingan ibadah, pemilihan hotel strategis, sampai pendampingan selama di Makkah dan Madinah, semuanya dirancang biar sahabat fokus pada ibadah tanpa khawatir hal-hal teknis. Dengan Ventour, perjalanan umroh bukan sekadar pindah negara, tapi lebih dekat, lebih khusyuk, dan lebih bermakna.

Jadi kalau sahabat lagi cari travel umroh yang bisa dipercaya, yang nggak cuma janji manis tapi juga bukti nyata, Ventour Travel siap jadi teman perjalanan terbaik sahabat.

Yuk wujudkan panggilan ke Baitullah, sekarang waktunya sahabat melangkah!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Geger! Jamaah Pria Nekat Lompat dari Atas Masjidil Haram!

Insiden mengejutkan di Masjidil Haram! Seorang pria nekat melompat dari lantai atas kompleks, petugas terluka saat berusaha mencegah tragedi!

Gambar 1 : Jamaah Pria Nekat Lompat dari Lantai Atas Masjidil Haram

Suasana Masjidil Haram yang biasanya khusyuk dan penuh ketenangan, mendadak berubah heboh pada Kamis (25 Desember 2025). Dilansir dari Himpuh, Para jemaah yang sedang beribadah di kompleks masjid suci di Makkah dikejutkan oleh insiden tak terduga: seorang pria tiba-tiba melompat dari lantai atas, memicu respons cepat dari petugas keamanan yang berjaga 24 jam di lokasi.

Peristiwa ini dilaporkan sebagai diduga percobaan bunuh diri, dan langsung menjadi sorotan para pengunjung dua Masjid Suci. Rekaman video yang kemudian beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik menegangkan sebelum kejadian. Dalam video itu, pria tersebut tampak berjalan perlahan ke tepi lantai atas, lalu tanpa ragu… ia terjun ke bawah. Banyak jemaah yang menyaksikan momen itu hanya bisa terdiam, syok, dan langsung panik.

Namun, di tengah kepanikan itu, Pasukan Khusus Pengamanan Masjidil Haram langsung bergerak sigap. Tanpa pikir panjang, seorang petugas keamanan mencoba menahan tubuh pria tersebut agar tak jatuh dan membentur lantai bawah. Sayangnya, upaya heroik itu membuat sang petugas ikut terluka. Ia mengalami cedera saat berusaha menahan tubuh pria tersebut dari benturan fatal. Meski begitu, aksinya berhasil mencegah tragedi yang jauh lebih buruk terjadi.

Tak lama setelah kejadian, keduanya baik pria yang terjun maupun petugas yang terluka segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, pihak berwenang menyatakan bahwa prosedur hukum dan pemeriksaan resmi tengah berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga : Cara Masjidil Haram Cegah Jemaah Anak Dan Lansia Terpisah!

Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, juga angkat suara mengenai insiden ini. Dengan nada yang menyejukkan sekaligus tegas, beliau menyerukan kepada jamaah untuk selalu menjaga kesucian tempat ibadah, menaati aturan dan etika Islam, serta menghindari tindakan yang membahayakan nyawa sendiri. Dalam pernyataannya, Syekh Al-Sudais menegaskan bahwa Islam sangat menghargai kehidupan dan keselamatan manusia, termasuk melalui ajaran yang melarang tindakan bunuh diri, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Sebuah pesan yang mengingatkan kita bahwa seberat apa pun ujian hidup, nyawa tetap amanah paling berharga yang harus dijaga.

Pujian juga datang dari Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif. Beliau memuji keberanian petugas keamanan yang bertindak cepat dan penuh dedikasi dalam menangani insiden ini, dan menggambarkan tindakan tersebut sebagai aksi kemanusiaan dan pengabdian tinggi di tengah tantangan situasi darurat di lokasi suci. Apresiasi itu menjadi bukti bahwa jiwa kemanusiaan bisa muncul dalam hitungan detik, bahkan di tengah situasi paling genting sekalipun.

Baca Juga : Waspada! Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang Arab Saudi!

Sahabat, insiden ini jadi pengingat penting tentang kewaspadaan, profesionalisme petugas, dan kesadaran jemaah dalam menjaga keselamatan diri, terutama di tengah kerumunan besar di Masjidil Haram tempat ziarah yang setiap harinya dipadati jutaan peziarah dari seluruh dunia. Dengan jutaan manusia berkumpul, langkah kecil seperti mematuhi aturan, menjaga jarak aman, dan saling peduli, bisa jadi penyelamat besar bagi banyak nyawa.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Fenomena Langka! Salju Turun di Saudi, Suhu Capai Minus 4°C!

Fenomena langka terjadi di Arab Saudi! Jabal Al-Lawz di Tabuk tertutup salju tebal, disertai kabut pekat dan angin kencang pada Rabu kemarin.

Gambar 1 : Salju Turun di Arab Saudi, Suhu Tembus Minus 4 Derajat

Sahabat, siapa sangka negeri yang identik dengan gurun pasir ini kembali menunjukkan sisi lain yang menakjubkan. Arab Saudi kembali diselimuti suasana musim dingin yang tak biasa. Udara dingin menusuk, kabut pekat turun perlahan, dan hamparan putih salju menghiasi pegunungan. Fenomena langka ini pun langsung menarik perhatian banyak orang, baik warga lokal maupun wisatawan.

Dilansir dari Saudigazette, suhu udara di beberapa wilayah tercatat turun drastis hingga mencapai minus 4 derajat Celsius. Angin dingin bertiup kencang, membawa suhu di bawah nol derajat, sementara kabut menutup area dataran tinggi dan membuat suasana terasa semakin dramatis.

Suhu Turun hingga Minus

Dilansir dari Himpuh, Di kawasan Dataran Tinggi Trojena, salju terpantau turun dengan jelas. Tak hanya salju, hujan ringan pun turut menyertai, menambah dinginnya suasana. Curah hujan ringan hingga sedang juga mengguyur sejumlah wilayah lain seperti Bi’r bin Hirmas, Al-Uyaynah, Halat Ammar, dan Shigry, termasuk daerah sekitarnya.

Kabut tebal yang menyelimuti dataran tinggi membuat pemandangan terlihat seperti negeri dongeng. Bagi masyarakat setempat, momen ini menjadi peristiwa yang dinanti, sementara bagi wisatawan, ini adalah pengalaman langka yang sulit dilupakan.

Baca Juga : Waspada! Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang Arab Saudi!

Ikon Wisata Musim Dingin di Negeri Gurun

Turunnya salju di Jabal Al-Lawz atau Pegunungan Al-Lawz kembali mengukuhkan kawasan ini sebagai destinasi favorit saat musim dingin. Lanskap pegunungan yang biasanya tampak gersang, kini berubah menjadi hamparan putih bak negeri salju, membuat banyak orang datang untuk berfoto dan menikmati suasana unik di tengah wilayah gurun.

Jabal Al-Lawz—yang berarti Gunung Almond—terletak di barat laut Arab Saudi dengan ketinggian sekitar 2.580 meter di atas permukaan laut. Pegunungan ini memang dikenal hampir setiap tahun mengalami hujan salju, menjadikannya salah satu ikon wisata musim dingin di Kerajaan.

Sementara itu, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi salju ringan dan embun beku di wilayah dataran tinggi Tabuk dan Hail, serta sebagian dataran tinggi Madinah bagian timur laut. NCM juga memprakirakan langit berawan hingga mendung, hujan, badai petir, bahkan hujan lebat yang berpotensi memicu banjir bandang di wilayah seperti Riyadh, Provinsi Timur, dan Perbatasan Utara, disertai hujan es dan angin kencang.

Baca Juga : Umroh Musim Dingin: Jadi Pilihan Terbaik Di Sepanjang Tahun?

Perubahan cuaca ekstrem di Arab Saudi seperti ini tentu mengingatkan kita bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci membutuhkan persiapan yang matang dan pendampingan yang tepat.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Terutama bagi sahabat yang berada di Depok dan sekitarnya, memilih travel umroh yang mudah dijangkau dan siap membantu sejak awal menjadi nilai penting. Ventour Travel, dengan kantor pusat di Depok, hadir mendampingi sahabat mulai dari persiapan keberangkatan, pembekalan ibadah, hingga pendampingan selama di Tanah Suci agar perjalanan umroh tetap terasa tenang dan nyaman.

Yuk, wujudkan umroh tenang dan nyaman bersama Ventour Travel! Hubungi kami sekarang dan rasakan pengalaman umroh yang lebih aman, terarah, dan penuh keberkahan

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Waspada! Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang Arab Saudi!

Arab Saudi dilanda cuaca ekstrem. NCM sebut banjir bandang jadi ancaman utama di Makkah–Madinah. Wilayah mana paling berisiko? Simak datanya!

Gambar 1 : Kota Makkah dan Madinah Berisiko Banjir Bandang ( Sumber Foto : Himpuh )

Cuaca ekstrem kembali membayangi Arab Saudi dan menjadi perhatian serius banyak pihak. Dilansir dari Himpuh, Badan Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Centre for Meteorology/NCM) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi badai petir yang disertai hujan lebat serta angin kencang di sejumlah wilayah utama, termasuk Makkah dan Madinah. Dalam peringatan tersebut, NCM menekankan bahwa banjir bandang menjadi risiko terbesar yang perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan, seiring meningkatnya intensitas hujan di berbagai kawasan.

Berdasarkan prakiraan terbaru NCM sebagaimana dilaporkan gulfnews, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diperkirakan menjalar ke wilayah Qassim, Riyadh, Eastern Province hingga Northern Borders. Sementara itu, wilayah Hail, Tabuk, Al Jouf, serta dataran tinggi bagian barat daya diprediksi akan diguyur hujan ringan hingga sedang. Tak hanya hujan, beberapa wilayah juga berpotensi diselimuti kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas harian.

Angin Kencang hingga 60 km/jam dan Gelombang Laut Berbahaya

Selain hujan lebat, kondisi angin juga menjadi sorotan. NCM mencatat pergerakan angin di Laut Merah akan bertiup dari barat laut ke utara di bagian tengah dan utara, sementara wilayah selatan dipengaruhi angin dari tenggara ke selatan. Kecepatan angin rata-rata berada di kisaran 18–40 km/jam dan berpotensi melonjak hingga 50 km/jam. Kondisi ini membuat laut diperkirakan bergelombang sedang hingga kasar, terutama di sekitar Selat Bab Al Mandeb.

Situasi serupa bahkan lebih ekstrem diprediksi terjadi di Teluk Arab. Angin tenggara–selatan yang biasanya bertiup dengan kecepatan 10–35 km/jam diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 60 km/jam. Ketinggian gelombang dapat mencapai lebih dari 2,5 meter dan disertai badai petir, khususnya di wilayah utara Teluk. Kombinasi angin kencang dan gelombang tinggi ini menambah kompleksitas risiko cuaca ekstrem yang sedang dihadapi Arab Saudi.

Baca Juga : Inovasi Ramah Lingkungan! Saudi Ubah Sampah Jadi Listrik!

Pola Musim yang Bergeser

Arab Saudi kini juga menghadapi perubahan pola musim. NCM melaporkan adanya pergeseran puncak musim hujan tahunan yang sebelumnya terjadi pada November, kini bergeser ke Desember. Pergeseran ini disebut sebagai konsekuensi dari perubahan pola iklim di kawasan, yang menuntut pendekatan pemantauan cuaca yang lebih agresif dan adaptif.

Gambar 2 : Cuaca Ekstrem di Arab Saudi Picu Banjir Bandang

Menanggapi kondisi tersebut, CEO NCM, Ayman Ghulam, menegaskan bahwa data prediksi serta buletin peringatan dini yang dirilis pihaknya telah membantu otoritas terkait mempercepat penanganan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan dari ruang operasi NCM bahwa koordinasi antarinstansi kini semakin solid berkat data peringatan dan alat prediksi yang dikirim lebih awal serta lebih akurat. Menurutnya, hal ini secara langsung memperkuat kesiapan di lapangan dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Tak berhenti di situ, NCM juga terus memperdalam riset mengenai faktor atmosfer yang mendorong pergeseran pola hujan dan dampaknya dalam jangka panjang. Melalui General Administration for Research, Development and Innovation, berbagai studi tentang intensitas hujan, mitigasi risiko, serta peningkatan sistem peringatan dini terus dijalankan. Ghulam pun menegaskan komitmen lembaganya untuk memperkuat sistem monitoring dan forecasting agar otoritas dapat merespons cuaca ekstrem secara cepat dan tepat.

Baca Juga : Umroh Musim Dingin: Jadi Pilihan Terbaik Di Sepanjang Tahun?

Di tengah dinamika cuaca ekstrem seperti ini, memilih penyelenggara umroh yang siap, berpengalaman, dan mengutamakan kenyamanan jamaah menjadi hal yang sangat penting. Ventour Travel hadir dengan program umroh yang dirancang matang, memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, serta pendampingan jamaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Di Tanah Suci

Dengan harga terjangkau mulai dari 25 jutaan, Ventour Travel menawarkan fasilitas all in mulai dari tiket pesawat, hotel nyaman, konsumsi, visa, hingga pembimbing berpengalaman yang siap mendampingi jamaah dalam berbagai kondisi. Sahabat bisa fokus beribadah dengan tenang, tanpa perlu khawatir soal teknis perjalanan.

Yuk, wujudkan niat umroh sahabat bersama Ventour Travel sekarang juga!
Hubungi tim Ventour Travel dan dapatkan informasi lengkap paket umroh terbaik sesuai kebutuhan sahabat!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Stop Percaya Hoax! Tak Ada Larangan Berfoto Saat Haji 2026!

Jangan percaya hoax! Haji 2026 tidak melarang swafoto di Masjidil Haram, pelajari fakta resminya dan pastikan mendapat informasi yang valid!

Gambar 1 : Tak Ada Larangan Swafoto dan Video di Masjidil Haram pada Haji 2026

Menjelang penyelenggaraan haji 2026, berbagai informasi mulai bermunculan di media sosial, termasuk kabar yang menimbulkan pertanyaan di kalangan calon jemaah. Salah satu isu yang paling banyak dibicarakan adalah klaim bahwa Arab Saudi melarang pengambilan foto dan video di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Banyak yang mulai resah, khawatir adanya aturan baru yang bisa memengaruhi kenyamanan ibadah. Namun sebelum kekhawatiran itu menyebar lebih jauh, penting bagi sahabat untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

Tidak Ada Larangan Baru dari Otoritas Haji Saudi

Media sosial kembali diramaikan kabar tak benar. Kali ini, rumor yang menyebut Arab Saudi melarang jamaah Haji 2026 mengambil foto dan video di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Klaim tersebut dipastikan hoaks setelah dicek ke berbagai kanal resmi yang biasa merilis informasi seputar penyelenggaraan haji.

Unggahan menyesatkan itu menyebar cepat lewat akun-akun yang tidak terverifikasi. Narasinya menyebut pemerintah Saudi menerapkan aturan baru demi menghindari kepadatan dan gangguan jamaah selama ibadah. Namun, tidak ada satu pun sumber resmi yang pernah mengeluarkan pengumuman seperti itu.

Sampai saat ini, Kementerian Haji dan Umrah Saudi maupun lembaga terkait lainnya tidak merilis aturan tentang pelarangan total fotografi selama haji 2026. Dilansir dari The Islamic Information yang turut mengonfirmasi berbagai sumber kredibel, tidak ada kebijakan baru yang melarang swafoto, foto, atau video di Dua Masjid Suci.

Yang tetap berlaku hanyalah pedoman etika umum aturan lama yang meminta jamaah tetap menghormati sekitar, tidak mengganggu alur ibadah, dan mengutamakan ketertiban. Pedoman itu berlaku sepanjang tahun, baik di musim haji maupun Ramadhan.

Baca Juga : Antrean Haji Disamakan 26,4 Tahun! Inilah Fakta Terbarunya!

Hoax Musiman yang Sering Muncul Menjelang Haji

Otoritas juga mengingatkan bahwa isu serupa kerap bermunculan menjelang periode haji. Pola penyebarannya sama: berawal dari unggahan pribadi tanpa sumber, kemudian ramai dibagikan hingga disalahpahami sebagai keputusan resmi.

Masyarakat dan calon jamaah diminta untuk selalu mengecek ulang setiap informasi yang beredar, terutama jika terkait peraturan ibadah haji. Kanal resmi pemerintah Saudi menjadi satu-satunya rujukan yang sah.

Gambar 2 : berita hoax kerap bermunculan menjelang periode haji

Di tengah arus informasi yang begitu cepat, sahabat sangat disarankan untuk selalu memastikan keakuratan berita sebelum mempercayai atau membagikannya. Terkait haji 2026, tidak ada larangan baru tentang swafoto atau pengambilan video di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Baca Juga : Haji 2026: Kuota Prioritas 5% Untuk Lansia Di Setiap Provinsi

Dengan memahami informasi yang benar, calon jemaah dapat mempersiapkan diri dengan lebih tenang, fokus, dan penuh keyakinan dalam menjalani ibadah di Tanah Suci.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Intip Jadwal Haji 2026 Lengkap Dengan Rencana Perjalanannya!

Bocoran jadwal haji 2026 sudah dirilis! Yuk lihat tahapan lengkap perjalanan jemaah haji dari awal keberangkatan hingga pulang ke tanah air!

Gambar 1 : Jadwal dan Rencana Perjalanan Haji 2026 dari Asrama hingga Pulang ke Tanah Air

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia akhirnya merilis jadwal resmi perjalanan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M yang sudah dinantikan banyak jemaah. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @kemenhaj.ri, diumumkan bahwa gelombang pertama keberangkatan jemaah akan dimulai pada 22 April 2026, sementara pemulangan terakhir dijadwalkan pada 1 Juli 2026. Momen ini jadi sinyal kuat bagi seluruh calon jemaah untuk mulai memantapkan hati dan menyiapkan diri menyambut perjalanan spiritual yang penuh haru dan berkah menuju Tanah Suci!

Jadwal dan Rencana Perjalanan Haji 2026

Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, para calon jemaah haji akan lebih dulu masuk asrama haji pada 21 April 2026. Di sinilah mereka akan menjalani pemeriksaan akhir dan pembekalan terakhir sebelum berangkat, momen yang biasanya penuh haru sekaligus semangat. Setelah semua siap, gelombang pertama jemaah dijadwalkan berangkat menuju Madinah, disusul oleh gelombang kedua yang langsung terbang ke Makkah mulai 7 Mei 2026.

Gambar 2 : Jadwal Perjalanan Ibadah Haji 2026 ( Sumber : Instagram @kemenhaj.ri )

Sementara itu, penutupan keberangkatan di Bandara King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah akan dilakukan pada 21 Mei 2026 pukul 24.00 waktu setempat, menandai akhir fase keberangkatan jemaah dari berbagai penjuru dunia. Setibanya di Tanah Suci, para jemaah akan melaksanakan salat dan ziarah ke Masjid Nabawi serta makam Rasulullah ﷺ, sebelum kemudian bertolak ke Makkah untuk menunaikan umrah wajib. Semua tahapan ini menjadi awal perjalanan suci yang sarat makna, bagian dari rencana haji 2026 yang sudah tersusun rapi oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Baca Juga : Jangan Lupa Cek! Kalender Umroh 1447H/2026 Yang Wajib Tahu!

Wukuf di Arafah hingga Hari Tasyrik

Bagian paling sakral dari jadwal haji 2026 akan berlangsung pada 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H), yaitu hari wukuf di Arafah. Inilah puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji, momen yang dinanti jutaan umat Islam di seluruh dunia. Sehari setelahnya, umat Muslim akan merayakan Idul Adha 1447 H, yang kemudian disusul dengan hari-hari Tasyrik pada 28–30 Mei 2026.

Seluruh prosesi suci seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina akan berlangsung dalam rentang 26 hingga 31 Mei 2026. Rentang waktu ini menjadi fase yang paling padat sekaligus penuh keharuan, ketika jutaan jemaah dari berbagai negara menunaikan ibadah dengan penuh ketulusan dan doa.

Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026

Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, tibalah saatnya kepulangan jemaah haji Indonesia, yang terbagi dalam dua gelombang.

  • Gelombang I: 1–15 Juni 2026
  • Gelombang II: 16–26 Juni 2026

Diperkirakan seluruh jemaah akan kembali ke Tanah Air pada akhir Juni 2026, bertepatan dengan datangnya Tahun Baru Hijriah 1448 H. Sebuah penutup yang manis dan penuh simbol spiritual.

Gambar 3 : Jadwal Kepulangan Haji 2026

Kementerian Haji pun mengimbau seluruh calon jemaah untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi fisik, mental, maupun administrasi. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh jadwal telah dirancang agar pelaksanaan haji 2026 berjalan tertib, aman, dan khusyuk. Dengan total perjalanan sekitar dua bulan penuh, ibadah haji 1447 H menjadi momen penting bagi umat Islam Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan kesiapan terbaik, sebuah panggilan suci yang tak semua orang dapatkan setiap saat.

Baca Juga : Sudah Siap? Aturan Vaksinasi Haji 2026 Resmi Dirilis Saudi!

Setiap tahunnya, jutaan umat Islam menanti panggilan suci menuju Baitullah. Namun, tahukah sahabat bahwa program Haji Khusus bersama Ventour Travel bisa menjadi jalan terbaik untuk berangkat lebih cepat tanpa menunggu puluhan tahun? Dengan masa tunggu hanya 5–9 tahun, sahabat bisa menikmati pengalaman berhaji dengan fasilitas premium, bimbingan eksklusif, serta pelayanan yang ramah dan profesional sejak persiapan hingga pulang ke Tanah Air.

Ventour Travel berkomitmen mendampingi setiap langkah sahabat menuju Tanah Suci dengan penuh amanah dan kenyamanan. Karena bagi kami, berhaji bukan sekadar perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan hati menuju ridha Allah.

Yuk daftarkan diri Sahabat untuk program Haji Khusus Ventour Travel hari ini, dan jadilah bagian dari tamu Allah di Tanah Suci dalam waktu lebih dekat!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Maskapai Haji 2026 Resmi Gunakan Garuda Dan Saudi Airlines!

Maskapai Haji 2026 resmi diumumkan! Garuda Indonesia dan Saudi Airlines siap antar jemaah haji ke Tanah Suci dengan layanan terbaik!

Gambar 1 : Penerbangan Haji 2026 Pakai Maskapai Garuda dan Saudi Airlines

Tahun 2026 nanti, perjalanan menuju Tanah Suci akan semakin nyaman karena maskapai haji 2026 resmi ditetapkan, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Dua maskapai besar ini siap mengantarkan sahabat menunaikan rukun Islam kelima dengan pelayanan terbaik, fasilitas modern, dan pengalaman terbang yang lebih tenang.

Bayangkan, momen berangkat menuju Baitullah kini bisa terasa lebih khusyuk dan istimewa karena sahabat akan diterbangkan langsung oleh maskapai pilihan terbaik bangsa dan dunia.

Dua Maskapai Resmi Layani Penerbangan Haji 2026

Kabar terbaru datang dari dunia penerbangan haji Indonesia! Dilansir dari Detik, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa penerbangan haji tahun 2026 hanya akan menggunakan dua maskapai.

Dari tujuh maskapai yang diundang dalam proses seleksi, hanya Garuda Indonesia dan Saudi Airlines yang berhasil memenuhi seluruh kriteria.

Gambar 2 : Penerbangan Haji 2026 Hanya Menggunakan Dua Maskapai

“Hasil evaluasi menunjukkan hanya Garuda Indonesia dan Saudi Airlines yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi, teknis, dan operasional yang telah ditetapkan,” ujar Gus Irfan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. (Disiarkan langsung melalui TVR Parlemen, Rabu, 5 November 2025).

Penetapan ini menjadi kabar menggembirakan bagi calon jemaah haji 2026. Dengan dua maskapai besar yang telah berpengalaman dalam melayani penerbangan jemaah ke Tanah Suci, diharapkan seluruh perjalanan haji berjalan lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.

Baca Juga : Biaya Haji 2026 Stabil! Pemerintah Fokus Perbaiki Layanan

Pembagian Embarkasi dan Jadwal Operasional Haji 2026

Gus Irfan menjelaskan lebih lanjut bahwa Garuda Indonesia akan melayani 102.502 jemaah dan petugas kloter yang berangkat dari embarkasi Aceh, Medan, Padang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Banten, Solo, Jogja, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Sementara itu, Saudi Airlines akan mengangkut 101.860 jemaah dan petugas kloter dari embarkasi Batam, Palembang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi, Kertajati (Indramayu), dan Surabaya.

Secara keseluruhan, lanjut Gus Irfan, akan ada 204.362 jemaah dan petugas kloter yang diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam 525 kelompok terbang melalui 14 bandara embarkasi dan debarkasi haji di seluruh Indonesia. Seluruh operasional penerbangan akan berlangsung selama 30 hari.

Baca Juga : Kuota Haji 2026 Indonesia: Lebih Banyak Atau Justru Menurun?

Tak hanya itu, Kementerian Haji dan Umrah juga telah merilis rencana perjalanan haji 2026.
Jemaah akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026, dan keesokan harinya, 22 April 2026, penerbangan pertama ke Arab Saudi resmi dimulai.

Pemberangkatan akan dibagi menjadi dua gelombang:

  • Gelombang pertama melalui Bandara Madinah mulai 22 April 2026,
  • Gelombang kedua melalui Bandara Jeddah mulai 7 Mei 2026, dengan penutupan kedatangan jemaah di Bandara KAAIA Jeddah pada 21 Mei 2026.

“Puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, akan berlangsung pada 26 Mei 2026. Pemulangan jemaah gelombang pertama dimulai 1 Juni 2026 dari Jeddah, dan gelombang kedua 16 Juni 2026 dari Madinah. Seluruh operasional pemulangan berakhir pada 1 Juli 2026,” rinci Gus Irfan.

Baca Juga : Yuk Siapkan Sejak Muda! Ini Alasan Penting Rencanakan Haji!

Dengan jadwal yang sudah tersusun rapi dan maskapai berpengalaman yang ditetapkan, pelaksanaan haji 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk dan tertata bagi seluruh jemaah Indonesia.

Gambar 3 : Siapkan Ibadah Haji Bersama Ventour Travel

Menunaikan haji memang impian setiap Muslim, dan kabar baiknya, sahabat bisa meraihnya lebih cepat tanpa perlu menunggu antrean panjang lewat program Haji Khusus dengan masa tunggu 5-9 tahun dan Haji Furoda bersama Ventour Travel.

Dengan izin resmi, pembimbing berpengalaman, serta pelayanan premium yang memastikan sahabat bisa beribadah dengan nyaman dan tenang, perjalanan menuju Baitullah akan terasa jauh lebih istimewa.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Biaya Haji Turun Jadi Rp 87 Juta! Intip Layanan Yang Didapat!

Kabar Gembira! Biaya haji turun jadi Rp87,4 juta! Yuk ketahui fasilitas dan layanan apa saja yang didapat jemaah dengan biaya haji terbaru!

Gambar 1 : Biaya Haji Resmi Turun Menjadi 87 Juta Rupiah

Kabar gembira datang untuk sahabat calon jemaah haji Indonesia! Setelah pembahasan yang cukup panjang antara Komisi VIII DPR RI dan pemerintah, akhirnya biaya haji 2026 resmi ditetapkan.

Kabar baiknya, nilainya turun dari tahun sebelumnya! Menariknya lagi, jemaah akan menikmati perjalanan ibadah selama 41 hari penuh dengan berbagai layanan yang sudah disiapkan secara matang. Seperti apa gambaran fasilitas dan kenyamanan yang akan didapat? Yuk, lanjutkan membaca!

Biaya Haji Resmi Turun

Dilansir dari Himpuh, Setelah melalui pembahasan panjang antara Komisi VIII DPR RI dan pemerintah, akhirnya biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp87,4 juta per jemaah.

Tak hanya itu, biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) yakni bagian yang ditanggung langsung oleh calon jemaah juga ditetapkan sebesar Rp54,2 juta. Artinya, ada penurunan sekitar Rp1,23 juta dibandingkan dengan Bipih tahun 2025 yang mencapai Rp55,43 juta. Penurunan ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah untuk menjaga keterjangkauan biaya di tengah fluktuasi harga layanan di Arab Saudi.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menjelaskan bahwa Bipih akan dialokasikan untuk kebutuhan utama jemaah seperti biaya penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, serta biaya hidup (living cost) selama di Tanah Suci.

“Kami sudah sepakati bersama pemerintah, Bipih tahun 2026 sebesar Rp54,2 juta. Ini turun dari tahun sebelumnya, tanpa mengurangi kualitas layanan bagi jemaah,” ujar Marwan.

Jika kita melihat ke belakang, selama sepuluh tahun terakhir biaya haji memang sempat mengalami kenaikan signifikan, terutama pada tahun 2022 akibat lonjakan biaya layanan masyair di Arab Saudi. Namun sejak 2023, trennya mulai stabil, bahkan kini cenderung menurun.

Penurunan biaya di tahun 2026 menjadi sinyal positif bagi calon jemaah, meski faktor kurs dan harga avtur tetap berperan penting dalam penetapan BPIH setiap tahunnya. Pemerintah dan DPR pun menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara kemampuan finansial jemaah dan keberlangsungan dana manfaat haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Baca Juga : Sudah Siap? Aturan Vaksinasi Haji 2026 Resmi Dirilis Saudi!

Fasilitas yang Didapat oleh Jemaah Haji

Dilansir juga dari laman Himpuh, untuk tahun 2026 mendatang, jemaah haji asal Indonesia akan menjalani ibadah selama 41 hari di Tanah Suci. Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah memastikan seluruh kebutuhan mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga kenyamanan ibadah telah diatur dengan rinci.

Penetapan durasi dan fasilitas ini merupakan hasil rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025.

“Jumlah lama masa tinggal jemaah di Arab Saudi rata-rata 41 hari,” ujar Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang dalam rapat tersebut.

Tak hanya soal angka, kabar baik juga datang dari sisi pelayanan dan fasilitas bagi para jemaah haji tahun 2026. Pemerintah memastikan bahwa kualitas layanan tetap terjaga, bahkan semakin baik.

1. 126 Kali Makan, Semua Menu Rasa Nusantara

Gambar 2 : Menu Makanan Sesuai dengan Rasa Nusantara

Selama berada di Arab Saudi, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 126 kali makan, dengan pembagian sebagai berikut:

  • 27 kali selama di Madinah,
  • 84 kali selama di Makkah,
  • dan 15 kali di Arafah, Muzdalifah, serta Mina (Armuzna).

Menariknya, seluruh menu katering akan tetap bercita rasa Nusantara dan diolah oleh chef asal Indonesia, agar sahabat jemaah tetap bisa menikmati makanan dengan cita rasa yang familiar.

“Menu katering untuk jemaah haji harus berbahan baku dan bercita rasa Nusantara serta juru chef dari Indonesia,” tutur Marwan.

Kebijakan ini diambil agar jemaah tetap bisa menikmati hidangan yang sesuai selera, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Dengan begitu, meski berada jauh dari tanah air, cita rasa khas Indonesia tetap bisa dirasakan di Tanah Suci.

Selain itu, para jemaah juga akan dikembalikan uang untuk living cost sebesar Rp3.300.000, sebagai bekal pribadi selama beribadah.

Baca Juga : Berita Terbaru! Jadwal Penerbangan Haji 2026 Resmi Dirilis!

2. Akomodasi Maksimal 4,5 Km dari Masjidil Haram

Selain urusan konsumsi, pemerintah dan DPR juga menyepakati batas jarak akomodasi jemaah di dua kota suci agar tetap nyaman dan mudah dijangkau.

“Jarak akomodasi di Makkah paling jauh 4,5 kilometer dari Masjidil Haram dan tempat-tempat pelaksanaan ibadah haji,” sebut Marwan.
“Sementara jarak akomodasi di Madinah paling jauh 1 kilometer atau masih di area markaziyah dari Masjid Nabawi,” tambahnya.

Dengan jarak yang relatif dekat ini, jemaah diharapkan bisa beribadah dengan lebih tenang, tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju lokasi utama ibadah, terutama saat puncak haji di Armuzna.

Gambar 3 : Penurunan Biaya Haji Tidak Mengurangi Layanan dan Fasilitas Haji

Rapat kerja antara pemerintah dan Komisi VIII juga menegaskan kembali bahwa biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2026 sebesar Rp87,4 juta per jemaah, di mana jemaah hanya membayar Rp54,19 juta (62%), sementara sisanya disubsidi dari nilai manfaat dana haji.

Baca Juga : Adil! Pemerataan Antrean Haji 26 Tahun Dari Aceh Ke Papua!

“Biaya perjalanan Bipih atau yang ditanggung langsung oleh jemaah rata-rata per jemaah sebesar Rp54.193.806,58 atau sebesar 62 persen dari keseluruhan BPIH,” jelas Marwan.

Angka tersebut turun sekitar Rp1,2 juta dibanding tahun sebelumnya, sebagai bentuk efisiensi pemerintah tanpa mengurangi kualitas layanan ibadah.

Dengan kebijakan ini, harapannya jemaah haji Indonesia tahun 2026 dapat menjalani ibadah dengan tenang, nyaman, dan penuh rasa syukur karena bukan hanya biaya yang lebih ringan, tapi juga pelayanan yang terus ditingkatkan demi pengalaman spiritual terbaik di Tanah Suci.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!