Jangan Tertipu! Inilah 3 Ciri-Ciri Travel Umroh Bodong!

Jangan mudah tergiur harga murah! Ini waktunya kenali 3 ciri-ciri travel umroh bodong yang wajib Sahabat ketahui sebelum mendaftar umroh.

Gambar 1 : Ciri-Ciri Travel Umroh Bodong dan Penipuan

Kasus penipuan travel umroh abal-abal makin hari makin sering terjadi. Mulai dari jemaah yang gagal berangkat, uang raib, sampai travel yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Mirisnya, satu travel saja bisa merugikan jemaah hingga belasan miliar rupiah.

Padahal, umroh itu ibadah yang penuh harapan dan niat baik. Tapi kalau salah pilih travel, niat suci bisa berubah jadi pengalaman pahit. Makanya, sebelum Sahabat daftar umroh, wajib banget tahu ciri-ciri travel bodong dan tips memilih travel yang benar-benar aman.

3 Ciri-Ciri Travel Umroh Bodong

1. Harga yang Tidak Masuk Akal

Ciri pertama yang paling sering menjebak jemaah adalah harga yang tidak masuk akal. Umroh belasan juta dengan fasilitas mewah? Kedengarannya memang menggiurkan, tapi justru ini yang paling patut dicurigai. Harga terlalu murah biasanya tidak sebanding dengan biaya riil umroh seperti tiket pesawat, hotel, visa, dan konsumsi.

2. Jadwal Keberangkatan Tidak Jelas

Travel abal-abal biasanya hanya janji manis tanpa detail. Tidak ada tanggal pasti, maskapai tidak disebutkan, hotel juga tidak jelas, tapi jemaah sudah diminta DP besar. Kalau sudah begini, ini jelas penipuan ya Sahabat.

3. Tidak Punya Izin Resmi dan Kantor Tidak Jelas

Ciri terakhir yang paling fatal, tidak punya izin resmi dan kantor tidak jelas. Bahkan ada yang kantornya fiktif atau hanya sewa alamat. Padahal travel umroh yang resmi wajib terdaftar sebagai PPIU di Kemenag dan punya kantor yang bisa dikunjungi langsung.

Baca Juga : 5 Kesalahan Ini Bikin Ibadah Umroh Jadi Kurang Maksimal!

Tips Memilih Travel Umroh Aman

Supaya Sahabat tidak jadi korban berikutnya, Kemenag RI punya pedoman 5 PASTI Umroh yang wajib dijadikan patokan.

1. Pasti Travelnya

Pastikan travel umroh memiliki izin resmi PPIU. Sahabat bisa cek langsung di situs resmi Kemenag atau aplikasi Haji Pintar. Di sana, Sahabat bisa lihat apakah travel tersebut legal atau tidak, bahkan bisa melakukan pengaduan jika menemukan indikasi penipuan.

2. Pasti Jadwalnya

Travel yang profesional akan memberikan jadwal keberangkatan lengkap, mulai dari tanggal, jam, sampai itinerary selama di Tanah Suci. Kalau jadwal sering berubah, ditunda lebih dari sebulan, atau tidak konsisten, Sahabat patut waspada.

3. Pasti Terbangnya

Jangan hanya percaya kata-kata. Pastikan tiket pesawat benar-benar sudah issued, bukan sekadar booking. Sahabat juga berhak tahu maskapai apa yang digunakan dan apakah sesuai dengan paket yang dijanjikan.

4. Pasti Hotelnya

Hotel minimal bintang 3 dan lokasinya jelas di Mekkah dan Madinah. Travel yang aman akan menyebutkan nama hotel sejak awal. Kalau ada pergantian, seharusnya setara atau lebih baik, bukan malah downgrade.

5. Pasti Visanya

Visa adalah syarat mutlak untuk berangkat umroh. Tanpa visa, mustahil bisa masuk ke Arab Saudi meski sudah punya tiket. Travel yang bertanggung jawab akan memberikan update jika visa belum keluar atau ada kendala.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel di Tanah Suci

Kalau Sahabat ingin umroh dengan tenang tanpa rasa khawatir, Ventour Travel sudah menerapkan standar 5 PASTI sesuai pedoman Kemenag. Mulai dari izin travel yang resmi, jadwal keberangkatan yang jelas, maskapai dan hotel yang transparan, hingga proses visa yang terjamin. Semua informasi disampaikan secara terbuka sejak awal, jadi Sahabat bisa berangkat umroh dengan lebih aman, nyaman, dan fokus beribadah tanpa takut tertipu travel abal-abal.

Yuk, wujudkan niat suci ke Tanah Suci bersama travel yang benar-benar aman dan berpengalaman. Daftar sekarang di Ventour Travel dan rasakan umroh yang tenang, nyaman, dan penuh keberkahan!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

5 Kesalahan Ini Bikin Ibadah Umroh Jadi Kurang Maksimal!

Jangan sampai umroh sahabat sia-sia karena 5 kesalahan yang sering tak disadari. Yuk fokus ibadah agar pahala lebih maksimal di Tanah Suci.

Gambar 1 : 5 Kesalahan saat Ibadah Umroh yang Sering Tak Disadari

Umroh adalah impian banyak orang. Jauh-jauh datang ke Tanah Suci, meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan rutinitas sehari-hari, tentu harapannya ibadah ini jadi momen paling bermakna dalam hidup. Tapi tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan kecil yang justru bisa bikin umroh terasa kurang khusyuk, bahkan mengurangi keberkahannya.

Dilansir dari Himpuh, Otoritas agama Arab Saudi sendiri sudah mengingatkan para jemaah untuk benar-benar fokus beribadah dan menghindari gangguan, terutama dari ponsel. Ketua Urusan Agama Dua Masjid Suci, Syekh Abdurrahman Al-Sudais, menganjurkan agar jemaah tidak terlalu sibuk mengambil gambar saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Waktu di sana seharusnya diisi dengan salat, tawaf, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan menghadiri kegiatan keagamaan, karena kesempatan ini belum tentu datang dua kali.

Nah sahabat, supaya perjalanan umroh benar-benar jadi ibadah yang penuh makna, yuk kita sadari 5 kesalahan yang sering terjadi berikut ini.

5 Kesalahan Umroh yang Sering Terjadi Tanpa Disadari

1. Terlalu asyik “ngonten”

Niatnya ingin menyimpan kenangan, tapi tanpa sadar justru lebih fokus ke kamera dibanding ke doa. Padahal momen di depan Ka’bah atau di Raudhah adalah waktu yang sangat langka. Foto dan video boleh saja, tapi sebaiknya bukan saat ibadah agar hati tetap fokus kepada Allah.

2. Sering mengeluh, ghibah, dan berkata kurang baik

Capek memang wajar, apalagi cuaca panas dan kondisi fisik terbatas. Tapi menjaga lisan dan hati justru bagian penting dari ibadah. Kalau hati penuh keluhan, keberkahan pun bisa berkurang.

3. Merasa paling benar dan paling suci

Kadang tanpa sadar kita menilai cara ibadah orang lain, merasa diri paling sesuai sunnah. Penyakit hati seperti ini justru bisa menghapus pahala yang sudah susah payah dikumpulkan.

4. Belanja berlebihan sampai lupa tujuan utama

Tidak salah membawa oleh-oleh, tapi kalau sebagian besar waktu habis di pusat perbelanjaan, sementara ibadah malah terburu-buru, tujuan utama umroh bisa bergeser tanpa disadari.

5. Ibadah terburu-buru karena pikiran ke dunia

Pikiran sudah melayang ke pekerjaan di tanah air, target bisnis, atau deadline yang menunggu. Akhirnya tawaf, salat, dan doa terasa sekadar menggugurkan kewajiban, bukan benar-benar dinikmati sebagai ibadah.

Baca Juga : Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Fokus Ibadah di Tanah Suci, Bukan Sekadar Hadir Fisik

Arab Saudi sendiri sudah menekankan bahwa kehadiran di Dua Masjid Suci seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk ibadah. Jemaah dianjurkan memperbanyak salat wajib dan sunnah, tawaf di Ka’bah, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta menghadiri majelis ilmu. Bahkan untuk para Muslimah, diingatkan agar selalu menjaga kesopanan, menutup aurat dengan baik, karena itu termasuk bentuk penghormatan terhadap kesucian tempat tersebut.

Pesan ini sebenarnya sederhana, sahabat. Umroh bukan soal seberapa banyak foto yang dibawa pulang, tapi seberapa dalam perubahan hati setelah kembali ke tanah air. Kalau selama di sana hati tenang, lisan terjaga, dan ibadah dilakukan dengan ikhlas, insyaAllah umroh akan benar-benar terasa manfaatnya.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Perjalanan umroh juga sangat dipengaruhi oleh siapa yang mendampingi sahabat selama di sana. Umroh bersama Ventour Travel dirancang bukan hanya sebagai perjalanan wisata religi, tapi sebagai perjalanan ibadah yang terarah dan tenang. Pendamping ibadah berpengalaman, jadwal yang tidak terburu-buru, serta bimbingan yang fokus pada kualitas ibadah membuat sahabat bisa lebih khusyuk tanpa distraksi. Dengan suasana yang nyaman dan terorganisir, sahabat bisa lebih fokus memperbaiki niat dan hati, bukan sekadar mengejar agenda.

Kalau sahabat ingin umroh yang bukan hanya berangkat, tapi benar-benar pulang dengan hati yang lebih dekat kepada Allah, yuk rencanakan perjalanan bersama Ventour Travel dari sekarang. Saatnya wujudkan umroh yang penuh makna, bukan sekadar perjalanan biasa.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Dari Bayi Hingga Lansia, Siapa Saja Bisa Melaksanakan Umroh?


Ibadah umroh bisa untuk semua umur. Dari bayi, anak sekolah, hingga lansia di atas 65 tahun tetap boleh berangkat. Simak lebih lanjut disini!

Gambar 1 : Batas dan Minimal Usia Untuk Melaksanakan Ibadah Umroh

Sebenarnya umroh itu ada batasan umur atau tidak? Banyak yang masih mengira kalau umroh cuma boleh untuk orang dewasa, bahkan harus nunggu tua dulu.

Faktanya, dulu memang sempat ada aturan batasan usia jemaah umroh, yaitu hanya diperbolehkan untuk usia 18 tahun sampai 65 tahun. Tapi sejak tahun 2022, aturan ini resmi dicabut oleh Kerajaan Arab Saudi. Dilansir dari Kompas, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, menyampaikan bahwa syarat usia maksimum jemaah umroh dihapus, termasuk beberapa syarat lain seperti ketentuan kesehatan tertentu dan kemudahan penerbitan visa. Artinya, sekarang semua usia boleh berangkat umroh, tanpa terkecuali.

Apakah Umroh untuk Bayi dan Anak Diperbolehkan?

Jawabannya boleh banget, Sahabat. Selama memenuhi syarat dan ketentuan, seperti vaksin yang diwajibkan dan surat keterangan sehat dari dokter, anak-anak tetap bisa ikut berangkat ke Tanah Suci.

Namun, kalau bicara soal kesiapan, idealnya anak yang diajak umroh adalah yang sudah berusia sekitar 6 tahun ke atas atau usia sekolah. Di usia ini, dari segi fisik sudah lebih kuat, tidak terlalu rewel, dan sudah mulai bisa diajak latihan ibadah seperti shalat, tawaf, dan sai.

Selain itu, pengalaman umroh juga bisa jadi sarana belajar yang luar biasa untuk anak-anak, karena mereka bisa langsung merasakan suasana ibadah di Mekkah dan Madinah, yang tentu akan membekas secara spiritual.

Baca Juga : Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Umroh untuk Lansia di Atas 65 Tahun

Untuk Sahabat yang ingin mengajak orang tua, kakek, atau nenek umroh, jangan khawatir. Sekarang jemaah lansia di atas 65 tahun tetap diperbolehkan berangkat, asalkan kondisi kesehatannya stabil dan idealnya didampingi oleh keluarga

. Pemeriksaan kesehatan tetap penting, karena umroh membutuhkan stamina yang cukup, apalagi aktivitas seperti tawaf dan sai cukup menguras tenaga.

Dengan pendampingan yang tepat, fasilitas yang mendukung, dan persiapan fisik yang baik, umroh justru bisa menjadi pengalaman spiritual yang sangat bermakna bagi jemaah lansia. Banyak juga yang merasa lebih tenang dan bahagia setelah bisa beribadah langsung di Tanah Suci.

Jadi intinya, Sahabat nggak perlu nunggu tua buat umroh. Dari bayi juga bisa, apalagi gen-Z dan milenial, nggak ada alasan lagi buat menunda.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel di Masjidil Haram

Kalau Sahabat ingin berangkat umroh dengan nyaman, aman, dan didampingi tim profesional, Ventour Travel siap menemani perjalanan ibadah Sahabat dengan program umroh yang terjangkau, fasilitas lengkap, serta bimbingan berpengalaman.

Yuk, wujudkan niat umroh dari sekarang, karena kesempatan terbaik itu bukan nanti, tapi hari ini!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Tawaf Wada: Amalan Perpisahan Sebelum Meninggalkan Makkah

Tawaf wada bukan sekadar tawaf penutup. Di sinilah doa, haru, dan perpisahan jemaah dengan Baitullah menyatu penuh makna. Simak penjelasannya

Gambar 1 : Tawaf Wada yang Penuh Makna Sebelum Jemaah Meninggalkan Makkah

Ada satu amalan penting yang sering terasa paling berat secara emosional, yaitu tawaf wada. Bagi banyak jemaah, inilah momen terakhir menatap Ka’bah, melangkahkan kaki mengelilingi Baitullah sambil menahan haru. Tawaf wada bukan sekadar ritual penutup, tetapi simbol perpisahan yang penuh doa, harapan, dan kerinduan.

Dilansir dari Himpuh, Secara bahasa, tawaf wada berarti tawaf perpisahan. Dalam Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji & Umrah, Ahmad Sarwat menjelaskan bahwa tawaf ini dilakukan saat jemaah benar-benar akan meninggalkan Kota Makkah.

Hal senada disampaikan Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, bahwa tawaf wada adalah bentuk pamit jemaah kepada Baitullah sebelum keluar dari Makkah. Bahkan Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam menyebutnya sebagai amalan terakhir jemaah haji di Tanah Suci.

Hukum Tawaf Wada Menurut Para Ulama

Dalam Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq mencantumkan hadits Rasulullah SAW yang menjadi dasar disyariatkannya tawaf wada.

لا يَنْفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ

Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian keluar (meninggalkan Makkah) kecuali akhir keberadaannya ada di Baitullah (melakukan tawaf).” (HR Muslim & Abu Dawud)

Terkait hukumnya, para ulama memang memiliki perbedaan pendapat, di antaranya:

  • Mazhab Hanafi, Hambali, dan sebagian Syafi’i berpendapat bahwa tawaf wada hukumnya wajib. Jika ditinggalkan tanpa uzur, jemaah diwajibkan membayar dam.
  • Imam Malik, Abu Dawud, Ibnu Mundzir, serta sebagian ulama Syafi’i lainnya berpendapat bahwa tawaf wada bersifat sunnah dan tidak mewajibkan dam jika ditinggalkan.

Dalam Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menjelaskan:

“Thawaf Wada adalah amalan sunnah yang diwajibkan. Oleh karena itu, barang siapa tidak melakukannya tidak karena uzur, ia wajib membayar dam. Dan barang siapa tidak mengerjakannya karena uzur, ia tidak wajib membayar dam.”

Baca Juga : Hati-Hati! Inilah 3 Hal yang Membatalkan Tawaf Saat Umroh!

Tata Cara Tawaf Wada yang Benar

Menurut Sayyid Sabiq, tawaf wada dilaksanakan setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai dan dilakukan tepat saat jemaah hendak keluar dari Makkah.

Apabila setelah tawaf wada jemaah masih melakukan aktivitas lama seperti berbelanja dalam waktu panjang, maka tawaf wada perlu diulang. Namun, jika hanya untuk keperluan mendesak, tidak diwajibkan mengulang tawaf.

Adapun tata cara tawaf wada adalah sebagai berikut:

  • Melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.
  • Posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah (berlawanan arah jarum jam).
  • Memulai thawaf dari garis sejajar Hajar Aswad. Disunnahkan mencium atau mengusap Hajar Aswad, atau memberi isyarat jika tidak memungkinkan.
  • Tiga putaran pertama disunnahkan berjalan agak cepat.
  • Empat putaran berikutnya berjalan biasa.
  • Sepanjang thawaf dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa, memohon ampunan serta harapan agar bisa kembali ke Tanah Suci.

Doa Tawaf Wada

Terdapat doa yang bisa dibaca selama tawaf Wada, berikut seperti yang dinukil kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi:

1. Doa Mengusap Hajar Aswad & Memulai Tawaf

بِسْمِ اللهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ إِيْمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Latin: Bismillaahi wallaahu akbar, allaahumma iimaanan bika wa tashdiiqan bi kitaabika wa wafaa-an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati nabi-yyika shallallaahu ‘alaihi wasallam

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Mahabesar, ya Allah (tawaf ini) karena iman kepada-Mu, pembenaran kepada kitab-Mu, penunaian terhadap janji-janji-Mu dan mengikuti Nabi-Mu SAW.”

2. Doa Tiga Putaran Pertama Tawaf

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا

Latin: Allaahummaj ‘alhu hajjam mabruuraan, wa dzanban maghfuuraan, wa sa’yan masykuuraan

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sa’i yang disyukuri.”

3. Doa Empat Putaran Akhir Tawaf

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ وَأَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمَ ، اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Allaahummagh fir warham wa’fu ‘ammaa ta’lamu wa antal a’azzul akram, alaahumma rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waaqinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dari apa yang Engkau ketahui, Engkau Mahamulia di atara yang mempunyai kemuliaan, ya Allah Tuhan kami, anugerahkanlah kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhi- rat dan jauhkanlah dari siksaan neraka.”

Baca Juga : Kebelet Buang Air Pas Tawaf: Apa Harus Mengulang Dari Awal?

4. Doa Tawaf Wada

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ حَمَلْتَنِي عَلَى مَا سَخَّرْتَ لِي مِنْ خَلْقِكَ وَسَتَرْتَنِي فِي بِلَادِكَ حَتَّى بَلَّغْتَنِي بِنِعْمَتِكَ إِلَى بَيْتِكَ وَأَعَنْتَنِي عَلَى أَدَاءِ نُسُكِي فَإِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّي فَازْدَدْ عَنِّي رِضًا وَإِلَّا فَمِنَ الْآنَ فَارْضَ عَنِّي قَبْلَ أَنْ تَنْأَى عَنْ بَيْتِكَ دَارِي، فَهَذَا أَوَانُ انْصِرَافِي إِنْ أَذِنْتَ لِي غَيْرَ مُسْتَبْدِلٍ بِكَ وَلَا بِبَيْتِكَ وَلَا رَاغِبٍ عَنْكَ وَلَا عَنْ بَيْتِكَ، اللَّهُمَّ فَأَصْحِبْنِيَ الْعَافِيَةَ فِي بَدَنِي وَالصِّحَّةَ فِي جِسْمِي وَالْعِصْمَةَ فِي دِينِي وَأَحْسِنْ مُنْقَلَبِي وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنِي وَاجْمَعْ لِي بَيْنَ خَيْرَي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika, hamaltanii ‘alaa maa sakhkharta lii min khalqika, wa satartanii fii bilaadika hattaa ballagtanii bi ni’matika ilaa baitika wa a’antanii ‘alaa adaa-i nusukii. Fa-in kunta radhiita ‘annii fazdad ‘annii ridhan, wa illa fa minal aana fardha ‘annii qabla an tan-a ‘an baitika darii. Fa haadzaa awaanu inshiraafi in adzinta lii ghaira mustabdilin bika wa laa bi baitika wa laa raaghibin ‘anka wa laa ‘an baitika. Allaahumma fash-hibniyal ‘aafiyata fii badanii wash-shihhata fii jismii wal ‘ishmata fii diinii wa ahsin munqalabii warzuqnii thaa’ataka maa abqaitanii wajma’ lii baina khairad dunyaa wal aakhirati, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, anak hamba perempuan-Mu, Engkau membawaku di atas makhluk-Mu yang telah Engkau kuasakan untukku dan Engkau telah menjagaku di negeri-Mu hingga Engkau menyampaikanku di rumah-Mu, berkat nikmat-Mu, dan memberikan pertolongan kepadaku untuk melaksanakan ibadahku. Jika Engkau ridha terhadapku, maka tambahilah keridhaan terhadapku. Dan jika Engkau tidak ridha terhadapku, maka mulai sekarang ridhailah aku sebelum rumahku jauh dari rumah-Mu. Ini adalah waktu perpisahan jika Engkau meridhaiku. Aku ingin berpisah tanpa ingin mengganti-Mu (sebagai Tuhan) dan rumah-Mu (dengan yang lain) dan tanpa menyertai rasa tidak senang kepada-Mu dan kepada rumah- Mu. Ya Allah, berilah aku keselamatan badan, kesehatan raga, dan keterjagaan agama. Ya Allah, perbaikilah masa depanku, berilah aku rezeki berupa taat kepada-Mu selama Engkau memberikan kehidupan kepadaku, dan kumpulkanlah kebaikan dunia dan akhirat untukku. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

5. Doa Setelah Tawaf Wada

اللَّهُمَّ أَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ أَتَيْتُكَ بِذُنُوبٍ كَثِيرَةٍ وَأَعْمالٍ سَيِّئَةٍ، وَهَذَا مَقَامُ العَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ، فَاغْفِرْ لِي إِنَّكَ أَنتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ

Latin: Allahumma anaa ‘abduka wabnu ‘abdika ataituka bidzunuubin katsiiratin wa-a’maalin sayyi-atin, wa hadzaa maqaamul ‘aa-idzi bika minan naar, faghfirlii innaka antal ghafuurur rahiimu

Artinya: “Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, aku datang dengan membawa dosa yang banyak dan amal-amal yang buruk. Ini adalah tempat untuk memohon perlindungan kepada-Mu dari neraka, maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Nah Sahabat, menjalankan amalan penting seperti tawaf wada tentu akan terasa lebih tenang jika ibadah dilakukan bersama travel yang terpercaya dan berpengalaman terutama di daerah Depok dan sekitarnya. Bersama Ventour Travel, sahabat dapat menunaikan umroh dengan lebih nyaman, tertib, dan sesuai tuntunan.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Pendampingan pembimbing ibadah yang berpengalaman membantu sahabat memahami setiap rangkaian ibadah dengan baik, sementara fasilitas yang nyaman dan pengaturan perjalanan yang rapi membuat sahabat bisa lebih fokus beribadah tanpa rasa khawatir. Keamanan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas, sehingga setiap momen ibadah di Tanah Suci dapat dijalani dengan khusyuk dan penuh ketenangan.

Yuk, wujudkan niat umroh sahabat dengan perjalanan yang nyaman dan aman bersama Ventour Travel.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Sudah Tau Tips Aman & Nyaman Sholat Jumat di Masjidil Haram?

Panduan lengkap tips aman sholat Jumat di Masjidil Haram agar sahabat bisa beribadah dengan nyaman dan tetap fokus selama perjalanan umroh.

Gambar 1 : Tips Aman dan Nyaman Menunaikan Salat Jumat di Masjidil Haram bagi Jemaah Umrah

Salat Jumat di Masjidil Haram menjadi momen yang istimewa bagi banyak jemaah umroh. Namun, suasana yang sangat ramai sering membuat sahabat perlu menyiapkan diri dengan baik.

Melalui beberapa tips sederhana yang dilansir dari HIMPUH, sahabat bisa beribadah lebih aman, nyaman, dan tetap tenang selama berada di area Masjidil Haram.

Panduan Sholat Jumat di Masjidil Haram Tetap Aman dan Nyaman

1. Siapkan Fisik dan Niat

Menunaikan Salat Jumat di Masjidil Haram tidak bisa dilakukan tanpa persiapan. Tidur cukup di malam sebelumnya adalah kunci agar tubuh tetap bugar. Jangan lupa menjaga asupan cairan dan menghindari aktivitas berat.

Niatkan salat ini sebagai ibadah penuh keikhlasan, dengan membaca surah Al-Kahfi, perbanyak istighfar, dan siapkan hati untuk menyambut hari Jumat. Semakin siap fisik dan batin, semakin ringan langkah sahabat menuju Baitullah.

2. Datang Lebih Awal

Saat Salat Jumat tiba, Masjidil Haram berubah menjadi lautan jamaah. Idealnya, datanglah 2–3 jam sebelum azan pertama. Datang lebih awal bukan sekadar mencari tempat duduk, tapi menjaga kekhusyukan sebelum salat dimulai. Gunakan pakaian yang ringan namun sopan, sandal yang mudah dilepas, dan bawa air minum agar tidak dehidrasi di tengah teriknya matahari Makkah terutama di periode umrah puncak seperti Desember dan Ramadan.

Baca Juga : Umroh Mandiri Bisa Kena Tipu? Waspadai Perangkap Calo Nakal!

3. Pilih Jalur dan Lokasi Salat dengan Cermat

Masjidil Haram memiliki banyak pintu dan area salat. Pilih lokasi yang nyaman dan tidak terlalu panas. Jika sahabat kurang kuat menghadapi desakan jamaah, hindari area dekat Ka’bah (Mataf).
Jika lantai dasar sudah penuh, sahabat bisa naik ke lantai atas atau rooftop—arah kiblat tetap jelas dan suasananya lebih lega.

Catat nomor pintu masuk agar tidak bingung ketika keluar. Untuk lansia dan difabel, tersedia fasilitas kursi roda dan petugas pendorong resmi.

4. Menjaga Adab Saat Khutbah dan Sholat

Khutbah Jumat adalah momen yang harus dijaga adabnya. Ketika imam mulai berbicara, diamlah: tidak berbicara, tidak memencet HP, tidak menggerakkan kaki berlebihan.

Walaupun tidak semua jamaah memahami bahasa khutbah, mendengarkan dan menjaga ketenangan adalah bentuk penghormatan. Setelah khutbah, lanjutkan salat Jumat dua rakaat bersama imam, kemudian lakukan salat sunnah sesuai anjuran yang sahabat ikuti. Semua gerakan imam akan diikuti pengulangan suara dari muadzin pembantu agar jamaah yang jauh tetap bisa mengikuti.

5. Jangan Terburu-buru Keluar dari Masjid

Setelah salat selesai, biasanya akan dilanjutkan dengan salat jenazah berjamaah. Banyak jamaah terburu-buru keluar, namun hal tersebut sering membuat pintu keluar sesak. Lebih baik menunggu 30–60 menit untuk berdzikir atau membaca Al-Qur’an hingga arus jamaah mulai longgar. Selain lebih aman, waktu ini juga menambah nilai ibadah sahabat.

6. Jaga Ketahanan Fisik dan Spiritualitas

  • Hidrasi & Nutrisi – Minum cukup air dan makan ringan sebelum berangkat agar tubuh tetap stabil.
  • Perlindungan dari Panas – Gunakan payung, syal, atau topi lembut untuk mengurangi paparan panas.
  • Kenyamanan & Pernapasan – Atur napas secara perlahan dan hindari berbicara keras agar tetap tenang.
  • Mengisi Waktu Menunggu – Manfaatkan waktu dengan salat sunnah, dzikir, atau membaca Al-Qur’an.
  • Identitas Jemaah – Selalu bawa kartu identitas haji/umrah dan usahakan tidak jauh dari rombongan.
  • Sabar & Santai – Ingat bahwa setiap kesulitan di Tanah Suci adalah bagian dari ujian ibadah.

7. Menikmati Ketenteraman di Sekitar Masjidil Haram Setelah Sholat

Setelah jamaah mulai keluar dan suasana lebih tenang, sahabat bisa duduk sejenak untuk berdoa. Waktu setelah Salat Jumat adalah saat mustajab untuk memanjatkan doa. Nikmati pemandangan Ka’bah, suara azan dari segala arah, dan harmoni ribuan jamaah yang beribadah. Semua ini adalah pengalaman berharga yang akan selalu sahabat ingat.

Baca Juga : Paket Umroh Ramadhan 2026: Biaya Dan Fasilitas Terbaru!

Keunggulan Umroh Bersama Ventour Travel

Bersama Ventour Travel, sahabat akan mendapatkan paket umroh yang sudah mencakup tiket pesawat pulang–pergi, hotel nyaman di Mekkah dan Madinah, visa umroh, perlengkapan eksklusif, hingga makan tiga kali sehari selama berada di Tanah Suci.

Gambar 2 : Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Perjalanan sahabat juga didukung dengan private bus yang bersih dan lega, ditemani city tour Mekkah dan Madinah lengkap dengan snack selama perjalanan. Sebelum berangkat, sahabat dibimbing melalui manasik yang jelas dan mudah dipahami, serta didampingi tour leader dan muthowif profesional sejak awal keberangkatan bahkan sahabat bisa menikmati lounge dan hidangan nyaman sebelum take off.

Dengan layanan yang menyeluruh ini, sahabat dapat fokus sepenuhnya pada ibadah, sementara semua kebutuhan perjalanan sudah diurus dengan baik. Jika sahabat ingin merasakan pengalaman umroh yang lebih tertata dan menenangkan, Ventour dengan hangat siap mendampingi setiap langkah menuju Tanah Suci.

Yuk sahabat, amankan seat terbaik mulai hari ini sebelum kuotanya habis!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Jangan Asal! Ini Yang Boleh Dan Dilarang Saat Umroh Haji!

Cek daftar larangan dan yang boleh dilakukan saat haji & umroh! Karena dalam keadaan ihram, umat Islam wajib menjaga dari larangan tertentu.

Gambar 1 : Larangan dan yang Boleh saat Ibadah Umroh dan Haji

Saat Sahabat menjalankan ibadah haji dan umroh, setiap muslim diwajibkan mematuhi sejumlah ketentuan penting terutama setelah memasuki keadaan ihram.

Dalam kondisi ini, ada hal-hal yang masih boleh dilakukan, tapi ada juga larangan mutlak yang tidak boleh dilanggar. Aturan ini bukan tanpa alasan, karena Allah SWT telah memerintahkan dalam surah Al-Baqarah ayat 196:

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ

Artinya: “Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah…”

Ihram sendiri adalah niat untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah. Begitu Sahabat memasuki ihram, maka ada serangkaian aturan yang wajib ditaati selama menjalani rangkaian ibadah ini.

Mengutip Panduan Komplit Ibadah Haji dan Umrah karya Achmad Fanani dan Maisarah, ihram dilakukan sebelum miqat dan diakhiri dengan tahallul, yaitu mencukur rambut. Nah, selama dalam keadaan ihram inilah ada sejumlah batasan yang harus Sahabat pahami agar ibadah tetap sah, sempurna, dan penuh keberkahan.

Hal yang Diperbolehkan saat Ihram

Meski Sahabat sedang dalam keadaan ihram saat haji atau umrah, ada beberapa hal yang tetap diperbolehkan kok!

Berdasarkan Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah dari Kementerian Agama, Sahabat masih boleh melakukan hal-hal berikut:

  • Membunuh hewan berbahaya seperti kalajengking, tikus, ular, anjing buas, gagak, nyamuk, atau lalat demi keselamatan.
  • Mandi dan menggosok gigi supaya tetap segar dan bersih.
  • Berbekam serta menggunakan minyak angin atau balsem sebagai pengobatan.
  • Memakai aksesoris seperti kacamata, jam tangan, cincin, dan ikat pinggang tanpa masalah.
  • Bernaung di bawah payung, tenda, mobil, atau pohon saat cuaca panas atau hujan.
  • Untuk Sahabat wanita, membuka tangan dan kaki saat wudhu di tempat khusus perempuan diperbolehkan.
  • Mencuci dan mengganti kain ihram agar tetap nyaman sepanjang ibadah.
  • Menggaruk kepala dan badan jika terasa gatal, tanpa khawatir melanggar aturan.
  • Menyembelih binatang ternak jinak atau hasil buruan laut saat diperlukan.
  • Dan khusus wanita, memakai perhiasan tetap boleh selama ihram.

Jadi, meski dalam ihram, Sahabat tetap bisa menjaga kenyamanan dan keselamatan selama ibadah berlangsung.

Baca Juga : Mau Haji Furoda Dengan Aman? Simak Tips Anti Penipuan Ini!

Hal yang Dilarang saat Umroh dan Haji

Setelah Sahabat berihram, ada juga beberapa larangan yang wajib dihindari supaya ibadah tetap mabrur dan lancar.

umroh ramadhan
Gambar 2 : Larangan saat Berihram

Berdasarkan Panduan Doa-Dzikir Haji & Umrah karya Deden Hafid Usman dkk, larangan itu terbagi menjadi tiga kategori penting:

1. Larangan yang Bisa Membatalkan Haji dan Umroh

Misalnya, sengaja meninggalkan rukun haji atau umrah, atau melakukan hubungan suami istri saat berihram. Ini wajib dihindari banget, ya!

2. Larangan yang Tidak Membatalkan, Tapi Harus Bayar Dam (Denda)

Sahabat nggak boleh pakai pakaian berjahit untuk pria, potong rambut atau bulu tubuh, potong kuku, pakai wewangian, dan juga dilarang membunuh atau menyakiti binatang buruan yang tidak membahayakan.

3. Larangan yang Bisa Mengurangi Pahala

Kalau Sahabat bercumbu rayu, berbuat fasik, berdebat, berkelahi, atau mengucapkan kata-kata kasar, pahala ibadah bisa berkurang loh Sahabat!

Jadi, penting banget bagi Sahabat untuk tahu dan menjaga diri dari larangan-larangan ini agar ibadah haji dan umrah Sahabat berjalan sempurna dan penuh berkah!

Baca Juga : Sudah Tahu? 7 Sunnah Haji dan Umroh Ini Sering Terlupakan!

Ringkasan 

Dalam Ensiklopedia Fiqih Haji & Umrah karya Gus Arifin, larangan saat ihram secara umum terbagi menjadi beberapa hal penting yang wajib Sahabat ketahui, yaitu:

  • Memakai kain berjahit (khusus pria).
  • Berhias, memakai parfum, serta memotong bulu dan kuku.
  • Mengoleskan minyak pada rambut, kepala, jenggot, atau bagian tubuh lain.
  • Larangan terkait pernikahan, seperti akad nikah, hubungan suami istri, hingga meminang.
  • Membunuh binatang buruan.

Dengan memahami aturan ini, Sahabat bisa menjalankan ibadah haji dan umrah dengan sempurna sesuai tuntunan syariat.

Untuk itu, Ventour Travel hadir sebagai Sahabat perjalanan ibadah di tanah suci, menyediakan paket umroh dan haji lengkap dengan bimbingan profesional yang siap membantu dari awal hingga akhir.

Gambar 3 : Jamaah Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Dengan dukungan tim yang berpengalaman, Sahabat tidak hanya akan mendapat kemudahan perjalanan, tapi juga pendampingan agar setiap langkah ibadah sesuai tuntunan syariat.

Yuk, wujudkan impian ibadah yang sempurna bersama Ventour Travel, karena Sahabat pantas mendapatkan pengalaman spiritual terbaik!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Cek Visa Umroh Asli atau Bodong? Jangan Sampai Tertipu!

Cek visa umroh sebelum berangkat untuk hindari penipuan, meski online makin mudah tetap ada celah penyalahgunaan yang bisa merugikan jemaah.

Gambar 1 : Cek Visa Umroh untuk Lihat Keasliannya

Pastikan visa sah dan sesuai dengan data perjalanan, simak penjelasan lebih lanjut dan cari tahu cara cek visa umroh disini!

Maraknya Kasus Visa Umroh Palsu

Namun, di balik kemudahan ini, celah penipuan pun semakin terbuka. Banyak kasus pemalsuan atau visa bodong yang beredar, menimpa para jemaah umroh yang tidak waspada.

Seperti yang pernah terjadi pada tahun 2023, sebanyak 40 jemaah umroh asal Indonesia terpaksa dipulangkan dari Arab Saudi karena visa mereka tidak terbaca di sistem Imigrasi. Sementara itu, 116 jemaah lainnya tertahan di Bandara Jeddah, dengan sebagian berhasil menyelamatkan perjalanan mereka setelah membayar biaya tambahan sebesar $190. Bahkan, dalam situasi tertentu, ada oknum Muassasah yang menawarkan jasa issued visa dengan tarif mencapai $280.

Baca Juga : Waspada Visa Haji Ilegal! Dendanya Sampai 40 Juta!

Agar kejadian serupa tidak menimpa sahabat, penting untuk selalu memastikan visa umroh yang sahabat miliki benar-benar valid dan resmi. Lalu, bagaimana cara mengeceknya?

Cek Visa Umroh dengan Langkah Mudah

Gambar 2 : Kementrian Arab Saudi Menyediakan Layanan Cek e-Visa

Untuk memastikan keaslian visa umroh sahabat, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi (MOFA) menyediakan layanan pengecekan e-Visa secara online. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka laman resmi MOFA di https://visa.mofa.gov.sa/visaservices/searchvisa dan tunggu hingga halaman terbuka sempurna.
  2. Pada kolom “First Value”, pilih opsi “Passport Number”, lalu masukkan nomor paspor jemaah.
  3. Pada kolom “Second Value”, pilih “First Name”, kemudian masukkan nama pertama sesuai dengan paspor.
  4. Pada kolom “Nationality”, pilih “Indonesia”.
  5. Klik tombol “Inquire”.
Gambar 3 : Tampilan Cara Cek Visa Umroh

Jika visa sahabat valid, sistem akan langsung menampilkan halaman berisi e-Visa yang bisa langsung dicetak. Namun, jika muncul notifikasi “There is no any information for the selected values”, ada kemungkinan visa sahabat belum terissued atau bahkan tidak valid. Sebaiknya segera konsultasikan dengan travel umroh atau provider visa terkait.

Baca Juga : Breaking News! Masa Berlaku Visa Umroh Kini Hanya 1 Bulan!

Umroh Bareng Ventour Travel Plus Visa Umroh

Maraknya kasus visa umroh bodong menjadi peringatan bagi sahabat untuk lebih berhati-hati dalam memilih agen travel atau provider visa. Pastikan sahabat mendaftar umroh melalui travel yang terpercaya dan memiliki izin resmi.

Gambar 4 : Potret Jamaah Ventour Travel

Jika sahabat ingin perjalanan umroh yang nyaman tanpa harus ribet mengurus visa sendiri, Ventour Travel adalah pilihan yang tepat! Dengan pengalaman panjang dalam memberangkatkan jemaah, Ventour Travel sudah termasuk provider visa resmi, sehingga visa umroh sahabat akan terjamin keasliannya.

Baca Juga : Cek Biaya Umroh untuk 1 atau 2 Orang Bisa Seterjangkau Ini!

Tidak perlu takut visa bodong atau masalah di imigrasi, karena Ventour Travel akan memastikan perjalanan sahabat aman dan lancar hingga kembali ke Tanah Air. Yuk, daftarkan diri sekarang dan wujudkan impian umroh sahabat bersama Ventour Travel!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Mau Berkunjung ke Raudhah Berkali-kali? Cek Aturan Barunya!

rawdah madinah
Gambar 1 : Aturan Baru Berkunjung ke Raudhah ( Sumber : The Siasat Daily )

Berkunjung ke Raudhah, salah satu tempat suci di Masjid Nabawi, kini semakin mudah dijangkau oleh para jemaah yang ingin beribadah.

Dilansir dari The Siasat Daily, Dengan adanya aturan baru dari pemerintah Arab Saudi, umat Muslim dapat menikmati kesempatan untuk mengunjungi Al-Rawdah Al-Syarifah lebih dari satu kali dalam setahun. Perubahan ini tentu menjadi kabar baik, terutama bagi sahabat yang merindukan suasana spiritual di tempat yang istimewa ini.

Kemudahan Baru untuk Berkunjung ke Raudhah

Melalui pembaruan terbaru di aplikasi Nusuk, aturan baru ini memberikan fleksibilitas lebih bagi para jemaah untuk mengatur kunjungan ke Raudhah.

Gambar 2 : Tampilan Aplikasi Nusuk untuk Pesan Jalur Instan ( Sumber : The Siasat Daily )

Baca Juga : Cara Mudah Masuk Raudhah dengan Aplikasi Nusuk dan Tasreh

Berikut adalah syarat-syarat yang perlu dipenuhi agar sahabat bisa menikmati kemudahan ini:

  1. Berada dekat dengan Masjid Nabawi – Pastikan lokasi sahabat berada dalam radius yang telah ditentukan.
  2. Mengaktifkan fitur GPS – Saat melakukan pemesanan, aktifkan fitur lokasi GPS di perangkat sahabat.
  3. Tidak perlu menunggu 365 hari – Kini, sahabat tidak harus menunggu satu tahun penuh sejak kunjungan terakhir untuk bisa berkunjung kembali ke Raudhah.
  4. Perbarui aplikasi Nusuk – Pastikan aplikasi Nusuk telah diperbarui ke versi terbaru untuk mempermudah pemesanan.
  5. Pesan melalui jalur instan – Izin kunjungan dapat diperoleh setiap 20 menit melalui fitur jalur instan di aplikasi Nusuk.

Masjid Nabawi: Pelayanan yang Membuat Ibadah Lebih Nyaman

Selain kebijakan baru ini, Masjid Nabawi terus memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah. Sepanjang tahun 2024, lebih dari 10 juta jemaah telah melaksanakan shalat di Raudhah, angka yang mencerminkan kecintaan umat Muslim terhadap tempat ini.

Gambar 3 : Peningkatan Pelayanan di Masjid Nabawi

Tak hanya itu, 57.923 ton air Zamzam juga telah disediakan untuk para pengunjung sepanjang tahun, memberikan kesegaran dan keberkahan. Sementara itu, layanan penyemprotan wewangian juga dinikmati oleh sekitar 2,4 juta jemaah, menciptakan suasana ibadah yang lebih nyaman dan menenangkan.

Baca Juga : Jangan Bawa Ini! Ruang Terbatas, Jemaah di Masjid Nabawi Diingatkan untuk Patuh

Bagi sahabat yang ingin menjalani ibadah umrah dengan nyaman dan penuh khidmat, Ventour Travel siap menjadi teman perjalanan sahabat. Tidak hanya memfasilitasi ibadah umrah di Masjidil Haram, Ventour Travel juga memberikan kemudahan bagi sahabat untuk berkunjung ke Raudhah di Masjid Nabawi. Dengan layanan yang terorganisasi dengan baik, Ventour Travel membantu memastikan setiap langkah ibadah sahabat menjadi lebih bermakna dan lancar.

Yuk Jadikan perjalanan ibadah sahabat ke Tanah Suci sebagai pengalaman yang tak terlupakan bersama Ventour Travel!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Inilah Tata Cara Serta Pakaian Umroh Bagi Jamaah Perempuan!

Bagi sahabat muslimah ada beberapa tata cara serta pakaian umroh yang perlu diperhatikan agar ibadah berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan.

Gambar 1 : Tata Cara dan Pakaian Umroh yang Wajib jamaah Umroh Ketahui

Sahabat muslimah yang ingin melaksanakan ibadah umroh tentu merasakan kebahagiaan dan antusiasme yang luar biasa. Momen ini adalah kesempatan langka yang penuh berkah, di mana sahabat bisa mendekatkan diri kepada Allah di Tanah Suci.

Selain menjadi sarana memperkuat iman, ada tata cara dan beberapa larangan khusus yang perlu diperhatikan demi kelancaran dan keutamaan ibadah sahabat muslimah selama di Tanah Suci.

Tata Cara Ibadah Umroh bagi Jamaah Perempuan

1. Mandi Junub

Sebelum memasuki kota suci Makkah, ada baiknya jamaah perempuan melakukan mandi junub jika situasinya memungkinkan. Mandi junub ini bukan hanya sekadar pembersihan diri, tapi juga bentuk penghormatan dan simbol kemurnian diri saat melangkah ke tanah suci. Dengan menjaga kebersihan, sahabat dapat lebih siap secara fisik dan hati untuk menjalani ibadah.

2. Berihram

Bagi jamaah umrah perempuan, sebelum memulai perjalanan suci ini, penting untuk berihram dari tempat miqat dengan membaca niat. Miqat adalah titik awal bagi sahabat untuk memasuki niat ibadah, dan niat ihram inilah yang menandai dimulainya rangkaian ibadah umrah.

Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma ‘umratan.

Artinya: “Aku niat umrah dengan berihram karena Allah Ta’ala, aku penuhi panggilanmu ya Allah untuk berumrah.”

3. Masuk ke Masjidil Haram

Kini saatnya bagi jamaah wanita untuk memasuki Masjidil Haram. Langkah ini bisa diawali dengan membaca doa, sebagai pengantar hati untuk mengawali ibadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan.

A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Buka lah bagiku segala pintu rahmat-Mu.”

4. Pergi ke Hajar Aswad

Di depan Hajar Aswad, sahabat bisa melafalkan kalimat takbir sebagai bentuk penghormatan. Jika memungkinkan, sahabat juga dapat menyentuh Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya seperti sunnah yang dijalankan Rasulullah SAW.

5. Thawaf

Thawaf adalah ibadah yang mengajak kita lebih dekat dengan Allah, dilakukan dengan memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali. Dalam setiap putarannya, sahabat muslimah dapat melantunkan dzikir, membaca ayat suci Al-Qur’an, atau mengucapkan doa yang menenangkan hati.

6. Sa’i

Sa’i adalah bagian penting dalam rangkaian ibadah yang sahabat lakukan saat berada di Tanah Suci.

Gambar 2 : Sa’i Dimulai dari Bukit Safa Kemudian Ke Marwah

Sahabat akan berjalan kaki antara dua bukit, yaitu Safa dan Marwah, sebanyak tujuh kali, mengikuti jejak Hajar, ibu dari Nabi Ismail AS, yang dengan penuh kesabaran berlari-lari kecil mencari air demi buah hatinya.

Baca Juga : Sa’i: Syarat Dan Tata Caranya Yang Jemaah Umroh wajib tahu!

Pakaian Umroh untuk Jamaah Muslimah

Gambar 3 : Pakaian Umroh yang Boleh Untuk Jamaah Perempuan
  1. Disunnahkan menggunakan pakaian berwarna putih
  2. Disarankan memakai pakaian yang baru, bersih, dan suci
  3. Dilarang menggunakan pakaian yang tipis atau ketat
  4. Panjang lengan baju harus sepanjang pergelangan tangan
  5. Kerudung yang dikenakan panjang sehingga menutupi dada
  6. Memakai kaus kaki
  7. Menggunakan sepatu yang tidak bertumit dan berbahan karet

Dengan persiapan yang baik dan niat yang tulus, perjalanan sahabat ke Tanah Suci akan menjadi pengalaman spiritual yang penuh berkah dan mendalam. Selamat menjalankan ibadah umroh, semoga semua amal sahabat diterima oleh Allah SWT.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Ingin Naik Haji? Inilah Panduan Lengkap Haji Tamattu

Pengertian Haji Tamattu

Haji Tamattu dimulai dengan ibadah umrah terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan rangkaian ibadah haji, menjadikannya salah satu cara menunaikan haji. Dalam bahasa Arab, kata “tamattu'” berasal dari kata “tamatta’a” yang berarti menikmati atau bersenang-senang.

Gambar 1 : Haji Tamattu Merupakan Salah Satu Tiga Jenis Haji

Jadi, setelah selesai melaksanakan umrah dan melakukan tahallul, sahabat diperbolehkan untuk beristirahat dan menikmati waktu sebelum memasuki prosesi ibadah haji.

Berdasarkan firman Allah SWT:

فَإِذَا أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَن لَّمْ يَججِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ

“Apabila kamu telah aman, maka bagi siapa yang ingin bersenang-senang mengerjakan ‘umrah sebelum haji, hewan kurban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan, maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari apabila kamu telah pulang kembali.” (QS Al-Baqarah ayat 196)

Rasulullah SAW melaksanakan haji tamattu berdasarkan hadits berikut:

أَنَّ عبداللهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: تَمَتَّعَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ، وَأَهْدَى، فَسَاقَ مَعَهُ الْهَدْيَ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ، وَبَدَأَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فَأَهَلَّ بِالْعُمْرَةِ، ثُمَّ أَهَلَّ بِالْحَجِّ، وَتَمَتَّعَ النَّاسُ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ،

Artinya: Abdullah bin Umar berkata: “Rasulullah Saw melaksakan haji Wada’ secara tamattu’ dengan umrah kemudian haji. Beliau menyembelih hewan yang dibawa serta sejak dari Dzulhulaifah. Rasulullah memulai bertalbiyah saat umrah kemudian bertalbiyah kembali saat haji. Orang-orang yang ikut serta bersama Rasulullah juga melaksanakan haji tamattu’ dengan umrah terlebih dulu baru kemudian berhaji.” (HR. Al-Bukhari)

Panduan Ibadah Haji Tamattu

Dalam pelaksanaan Haji Tamattu, jemaah yang ingin berangkat ke tanah suci perlu melakukannya di dalam bulan-bulan haji, yaitu Syawal, Dzulqadah, dan Dzulhijjah sebelum hari Arafah. Pada awal perjalanan, jemaah melakukan ihram dari miqat dengan niat untuk menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu, bukan haji. Setelah umrah selesai, barulah nanti diikuti dengan ibadah haji.

Gambar 2 : Urutan Panduan Ibadah Haji Tamattu @ventour_travel

Sesampainya di Makkah, sahabat akan menyelesaikan ihram dan beristirahat di kota suci ini sambil menikmati suasana sebelum dimulainya rangkaian ibadah haji. Biasanya, jemaah yang telah menunaikan umrah akan menunggu beberapa hari hingga tiba saatnya berangkat ke Arafah, untuk memulai niat haji dan menjalankan ritual-ritual haji selanjutnya.

Dalam masa menunggu ini, sahabat memiliki kebebasan untuk menikmati waktu tanpa terikat oleh ketentuan ihram. Masa tunggu ini bisa beragam, mulai dari seminggu hingga sebulan, tergantung jadwal yang sahabat pilih. Walaupun ada istilah yang berbeda dalam tata cara berhaji, pada dasarnya rukun haji yang sahabat jalani tetap sama, yang mencakup tahapan-tahapan utama dalam ibadah haji.

Namun, bila sahabat memilih metode Tamattu’ dalam berhaji, ada kewajiban untuk membayar dam sebagai bagian dari ketentuan ibadah ini.

Tata Cara Membayar Dam

Dalam ibadah Haji Tamattu, Allah SWT menetapkan kewajiban untuk membayar denda, yang dalam fikih dikenal dengan istilah dam atau hadyu. Dam sendiri berarti ‘darah’, dan dalam konteks ini, mengacu pada pembayaran denda dengan cara menyembelih seekor kambing sebagai bentuk pengganti atau kompensasi.

Sedangkan hadyu, adalah persembahan yang dikhususkan untuk Tanah Haram. Hewan yang bisa dijadikan kurban ini beragam, seperti unta, sapi, atau kambing, tergantung pada kemampuan jamaah.

Namun, penting untuk diketahui bahwa penyembelihan hewan untuk dam Haji Tamattu hanya sah jika dilakukan di Tanah Haram. Jika dilakukan di luar area tersebut, maka hukumnya tidak sah. Para ulama sendiri memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai waktu terbaik untuk penyembelihan dam ini, sehingga muncul variasi dalam pelaksanaannya sesuai dengan pemahaman masing-masing.

Baca Juga : Wajib Pahami! Syarat, Rukun, dan Kewajiban Haji dengan Mudah!

Waktu Membayar Dam

Terkait waktu pembayaran dam bagi sahabat yang menjalankan Haji Tamattu, ada perbedaan pandangan di kalangan ulama. Namun, menurut ulama Syafi’iyah, waktu terbaik untuk melakukan penyembelihan dam adalah pada hari nahar, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah. Hal ini sesuai dengan praktek yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW serta untuk menghindari perbedaan pandangan dengan ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah, seperti yang disebutkan dalam Al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuh.

Bagi sahabat jamaah haji asal Indonesia, biasanya pembayaran dam akan dikoordinasikan oleh pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atau melalui warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi (muqimim), sehingga lebih mudah dan teratur. Sedangkan untuk sahabat yang menjadi petugas haji, pembayaran dam dikoordinasikan oleh sektor masing-masing demi memudahkan pelaksanaannya agar tetap berjalan optimal.

Gambar 3 : Program Keberangkatan Ventour Travel @ventour_travel

Bagi Sahabat yang menginginkan kenyamanan sahabat dalam menunaikan ibadah haji. Ventour Travel menghadirkan keberangkatan haji tanpa masa tunggu yang panjang, tersedia program Haji Khusus dengan masa tunggu relatif singkat, sekitar 5 hingga 9 tahun. Program ini dirancang agar sahabat dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.

Selain itu, Ventour Travel juga menyediakan layanan Haji Furoda yang memungkinkan sahabat untuk langsung berangkat tanpa antrean panjang. Program ini membantu sahabat melaksanakan ibadah dengan lebih cepat, sambil tetap mendapatkan bimbingan terbaik di setiap tahap perjalanan.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!