Kisah viral pekerja Masjidil Haram asal Bangladesh yang memberi sajadahnya ke jamaah. Aksi tulus ini menyentuh hati dan mendapat penghargaan.

Di tengah jutaan jamaah yang datang dan pergi di Masjidil Haram, terkadang ada kisah sederhana yang justru meninggalkan jejak paling dalam. Sahabat, sebuah video viral baru-baru ini memperlihatkan momen menyentuh dari seorang pekerja kebersihan asal Bangladesh yang melakukan aksi tanpa pamrih di Tanah Suci. Gesturnya begitu sederhana, namun maknanya mampu menggugah hati jutaan orang di seluruh dunia.
Tanpa sorotan kamera profesional atau niat untuk dikenal, aksi ini justru menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dan ketulusan masih hidup kuat di tempat paling suci umat Islam.
Gestur Sederhana Pekerja Bangladesh yang Menyentuh Hati
Dilansir dari gulfnews, video yang viral di media sosial X itu memperlihatkan seorang petugas kebersihan Masjidil Haram menawarkan sajadah pribadinya kepada seorang jamaah yang membutuhkannya. Belakangan diketahui, sahabat, bahwa pekerja tersebut bernama Abun Abu Bakr, seorang warga Bangladesh yang bekerja melayani jamaah di Makkah.
Yang membuat banyak orang terharu, sajadah tersebut ternyata baru saja ia terima sebagai hadiah. Namun tanpa ragu, Abun Abu Bakr memilih memberikannya kembali kepada jamaah lain yang lebih membutuhkan. Sikap rendah hati, tulus, dan penuh kasih ini langsung menuai pujian dari warganet.
Banyak pengguna media sosial menyebut aksinya sebagai contoh nyata makna berbagi yang sesungguhnya. Di tengah hiruk pikuk ibadah dan keramaian Masjidil Haram, kebaikan kecil seperti ini terasa begitu besar dan bermakna.
Baca Juga : Kisah Om Daeng: Umroh Pakai Motor, 27.000 KM ke Mekkah!
Penghargaan dari Pemerintah Kota Makkah
Aksi spontan Abun Abu Bakr akhirnya mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Kota Makkah. Ia menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas perilaku teladan dan pelayanan tulusnya kepada para jamaah. Dalam pernyataan yang dikutip dari Saudi Gazette, pejabat setempat menyebut tindakannya sebagai cerminan kuat nilai-nilai yang mendefinisikan Makkah dan Masjidil Haram.
“Tindakan kebaikan ini mewujudkan kemurahan hati dalam bentuknya yang paling sederhana dan murni, serta mencerminkan kasih sayang dan tanpa pamrih yang menjadi ciri khas tempat paling suci,” demikian pernyataan tersebut.
Sahabat, viralnya kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya Masjidil Haram, ada banyak tangan-tangan tulus yang bekerja dalam diam. Mereka mungkin jarang terlihat, namun nilai kemanusiaan yang mereka hadirkan justru menjadi bagian penting dari pengalaman spiritual di Tanah Suci.
Kisah Abun Abu Bakr bukan sekadar cerita viral, melainkan cermin tentang arti keikhlasan, melayani dengan hati, dan berbagi tanpa mengharap balasan. Sebuah pelajaran sederhana, namun begitu dalam, bagi siapa pun yang menyaksikannya.












