Waspada Virus Nipah saat umroh! Kenali gejala, bahaya, aturan bandara, dan cara pencegahan agar ibadah umroh Sahabat tetap aman dan sehat.

Dunia kembali dibuat was-was oleh munculnya virus mematikan yang disebut lebih berbahaya dari COVID-19. Namanya Virus Nipah.
Yang bikin makin bikin merinding, virus ini jadi salah satu alasan kenapa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memperketat aturan kesehatan, terutama untuk penumpang dari luar negeri, termasuk jemaah umroh.
Isu ini bukan sekadar kabar burung. Di India, 196 orang sempat dikarantina karena kontak erat, dan 2 orang terkonfirmasi positif Virus Nipah. Ini menunjukkan bahwa virus ini nyata dan benar-benar diawasi serius oleh banyak negara.
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah adalah penyakit zoonosis, yaitu infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. Hewan yang diketahui sebagai pembawa utama virus ini adalah:
- Kelelawar buah (fruit bats)
- Monyet
- Babi
Virus ini bisa menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, makanan atau minuman yang terkontaminasi dan penularan dari manusia ke manusia.
Karena belum ada vaksin dan obat khusus, virus ini dianggap sebagai ancaman serius bagi kesehatan global.
Bandara Soetta Memperketat Pengawasan
Dilansir dari Metrotvnews, Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini meningkatkan kewaspadaan terhadap penumpang internasional karena potensi masuknya Virus Nipah ke Indonesia.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soetta, Naning Nugrahini, menjelaskan:
“Fatality rate 40–70 persen. Belum ada vaksin dan obat. Bila ditemukan penderita, pengobatan diberikan sesuai gejala yang timbul. Masyarakat mewaspadai hewan penular yang tengah terjangkit flu. Makan buah-buahan mentah agar dicuci bersih dan dikupas, bila menemukan buah bekas gigitan kelelawar dan lainnya, agar tidak dimakan.”
Sebagai langkah antisipasi, pihak bandara menerapkan berbagai aturan sepeti pengisian deklarasi kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan visual oleh petugas kesehatan. hal ini dilakukan untuk mencegah penularan sejak dari pintu masuk negara.
Baca Juga : Pemerintah Awasi Kesehatan Jemaah Haji 2026 Jelang Berangkat
Masa Inkubasi dan Gejala Awal

Infeksi Virus Nipah menjadi perhatian global setelah muncul kasus di India, terutama di wilayah West Bengal. Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan Virus Nipah adalah masa inkubasinya.
Masa inkubasi berkisar antara 4 hingga 14 hari. Artinya, seseorang bisa terlihat sehat, tapi sebenarnya virus sudah berkembang di dalam tubuhnya.
Dalam fase ini:
- Tidak ada gejala jelas
- Tapi sudah bisa menularkan ke orang lain
Inilah yang membuat Virus Nipah sangat sulit dideteksi sejak awal. Di tahap awal, Virus Nipah punya gejala yang mirip penyakit ringan:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Mual dan muntah
- Sakit tenggorokan
Karena gejalanya umum, banyak orang menganggapnya sepele. Padahal, di balik itu, virus bisa berkembang dengan sangat cepat.
Jika infeksi semakin parah, penderita bisa mengalami:
- Mengantuk berlebihan
- Kebingungan atau penurunan kesadaran
- Sesak napas akibat pneumonia
Dalam kondisi berat, Virus Nipah dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak), yang ditandai dengan:
- Kejang
- Penurunan kesadaran drastis
- Koma
- Hingga kematian
Yang lebih mengkhawatirkan, tidak semua penderita menunjukkan gejala, tapi tetap bisa menularkan ke orang lain.
Baca Juga : Sudah Siap? Aturan Vaksinasi Haji 2026 Resmi Dirilis Saudi!
Seberapa Berbahaya Virus Nipah?
WHO ( The World Health Organization ) telah menetapkan Virus Nipah sebagai salah satu dari 10 penyakit paling berbahaya di dunia.
Tingkat kematiannya mencapai 40–75%, jauh lebih tinggi dibandingkan banyak penyakit menular lainnya.
Sampai sekarang:
- Tidak ada vaksin
- Tidak ada obat khusus
- Pengobatan hanya meredakan gejala
Karena itu, pencegahan adalah satu-satunya senjata utama.
Cara Mencegah Virus Nipah

Meski hingga saat ini belum tersedia vaksin dan obat khusus, Sahabat tetap bisa melakukan langkah pencegahan sederhana tapi sangat penting:
- Jaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, terutama setelah dari tempat umum.
- Hindari konsumsi buah mentah yang tidak dicuci bersih, dan jangan makan buah yang terlihat rusak atau ada bekas gigitan kelelawar.
- Gunakan masker di tempat ramai, terutama saat bepergian atau berada di bandara.
- Hindari kontak langsung dengan hewan sakit serta orang yang menunjukkan gejala infeksi.
- Konsumsi makanan matang dan sehat untuk menjaga daya tahan tubuh.
Langkah-langkah ini sederhana, tapi sangat efektif untuk menurunkan risiko penularan Virus Nipah, terutama bagi Sahabat yang sering bepergian atau akan menjalankan ibadah umroh.
Karena dalam setiap perjalanan ibadah, menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab dan ikhtiar.












