Aturan Baru! Saudi Larang Rekaman Sholat di Masjid Ramadhan

Arab Saudi menetapkan aturan baru pada Ramadhan 1447 H, melarang rekaman dan live saat shollat di masjid demi menjaga kekhusyukan jamaah.

Gambar 1 : Arab Saudi Larang Rekaman Salat di Masjid Selama Ramadhan

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Arab Saudi kembali menetapkan sejumlah aturan baru terkait pengelolaan masjid di seluruh wilayah Kerajaan. Kebijakan ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jamaah sekaligus menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah, terutama di masjid-masjid besar yang menjadi tujuan utama umat Muslim dari berbagai negara.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan sebagai bagian dari persiapan tahunan menjelang Ramadan. Dikutip dari saudinews50, kementerian menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan intensitas ibadah tertinggi, ditandai dengan meningkatnya jumlah jamaah, baik warga lokal, penduduk, maupun pengunjung.

Lonjakan ini juga dipicu oleh meningkatnya jamaah umrah, khususnya di wilayah Haramain, sehingga diperlukan regulasi yang lebih ketat agar fungsi masjid tetap optimal sebagai pusat ibadah, ketenangan, dan pembinaan umat.

Disiplin Ibadah Diperketat Demi Kenyamanan Jamaah

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah penegasan disiplin bagi imam dan muazin. Mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tugas tanpa alasan darurat yang dibenarkan secara prosedural. Selain itu, jadwal azan wajib mengikuti kalender resmi Ummul Qura, dan jeda antara azan serta iqamah harus diatur secara proporsional, khususnya untuk salat Isya dan Subuh agar jamaah tetap merasa nyaman.

Dalam pelaksanaan salat Tarawih dan Tahajud, imam diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik jamaah. Bacaan yang terlalu panjang dan memberatkan diminta untuk dihindari. Begitu juga dengan doa qunut, diarahkan agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, mengutamakan doa-doa dari sunnah, tidak berlebihan, serta tidak dibuat-buat.

Untuk i‘tikaf, pengelola masjid diwajibkan melakukan pendataan resmi bagi seluruh peserta. Bagi jamaah non-Saudi, diperlukan persetujuan penjamin atau kafil demi menjaga keamanan dan ketertiban. Bahkan, pengawasan akan dilakukan secara ketat dengan kewajiban laporan harian dari petugas selama bulan Ramadan. Beberapa masjid besar juga menyediakan fasilitas i‘tikaf resmi seperti loker penyimpanan barang, area charging HP, bantal, sajadah, hingga handuk, agar jamaah tetap nyaman tanpa mengganggu area ibadah utama.

Baca Juga : Adzan Subuh 2 Kali di Tanah Suci? ternyata Ini Alasannya!

Dilarang Merekam, Live Streaming, Hingga Penggalangan Dana

Inilah bagian yang paling menjadi sorotan yaitu larangan membuat konten di dalam masjid. Pemerintah Arab Saudi secara tegas melarang penggunaan kamera untuk merekam imam maupun jamaah saat salat. Termasuk di dalamnya larangan live streaming atau siaran langsung ibadah melalui media apa pun. Tujuannya jelas, agar tidak mengganggu kekhusyukan dan privasi jamaah yang sedang beribadah.

Selain itu, aktivitas non-ibadah juga dibatasi ketat. Praktik mengemis dilarang secara mutlak, baik di dalam masjid maupun di area sekitarnya. Termasuk pula segala bentuk penggalangan dana tunai, khususnya untuk kegiatan buka puasa. Makanan berbuka hanya boleh ditempatkan di area yang telah ditentukan, seperti pelataran Masjidil Haram, dan pembersihan wajib segera dilakukan setelah selesai.

Pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan masjid, pemeliharaan fasilitas, serta pengaturan area salat, termasuk ruang khusus perempuan. Kegiatan buka puasa bersama berada di bawah tanggung jawab imam dan muazin, dengan penekanan kuat pada ketertiban dan kebersihan lingkungan masjid.

Baca Juga : Cara Masjidil Haram Cegah Jemaah Anak Dan Lansia Terpisah!

Seluruh ketentuan ini diterapkan secara nasional di lebih dari 90 ribu masjid dan mushala di Arab Saudi. Pemerintah berharap keseragaman aturan ini dapat mencegah perbedaan praktik di lapangan sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang aman, teratur, dan penuh penghayatan bagi seluruh jamaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Buat Sahabat yang ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci tanpa ribet urusan teknis, umroh bersama Ventour Travel bisa jadi pilihan terbaik. Dengan pembimbing berpengalaman, fasilitas lengkap, hotel dekat masjid, hingga pendampingan ibadah sesuai aturan terbaru Arab Saudi, Sahabat bisa fokus beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

Yuk, wujudkan niat umroh bersama Ventour Travel sekarang juga! Kursi terbatas, jangan sampai menunda kesempatan emas ke Baitullah!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!