Jangan sampai umroh sahabat sia-sia karena 5 kesalahan yang sering tak disadari. Yuk fokus ibadah agar pahala lebih maksimal di Tanah Suci.

Umroh adalah impian banyak orang. Jauh-jauh datang ke Tanah Suci, meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan rutinitas sehari-hari, tentu harapannya ibadah ini jadi momen paling bermakna dalam hidup. Tapi tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan kecil yang justru bisa bikin umroh terasa kurang khusyuk, bahkan mengurangi keberkahannya.
Dilansir dari Himpuh, Otoritas agama Arab Saudi sendiri sudah mengingatkan para jemaah untuk benar-benar fokus beribadah dan menghindari gangguan, terutama dari ponsel. Ketua Urusan Agama Dua Masjid Suci, Syekh Abdurrahman Al-Sudais, menganjurkan agar jemaah tidak terlalu sibuk mengambil gambar saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Waktu di sana seharusnya diisi dengan salat, tawaf, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan menghadiri kegiatan keagamaan, karena kesempatan ini belum tentu datang dua kali.
Nah sahabat, supaya perjalanan umroh benar-benar jadi ibadah yang penuh makna, yuk kita sadari 5 kesalahan yang sering terjadi berikut ini.
5 Kesalahan Umroh yang Sering Terjadi Tanpa Disadari
1. Terlalu asyik “ngonten”
Niatnya ingin menyimpan kenangan, tapi tanpa sadar justru lebih fokus ke kamera dibanding ke doa. Padahal momen di depan Ka’bah atau di Raudhah adalah waktu yang sangat langka. Foto dan video boleh saja, tapi sebaiknya bukan saat ibadah agar hati tetap fokus kepada Allah.
2. Sering mengeluh, ghibah, dan berkata kurang baik
Capek memang wajar, apalagi cuaca panas dan kondisi fisik terbatas. Tapi menjaga lisan dan hati justru bagian penting dari ibadah. Kalau hati penuh keluhan, keberkahan pun bisa berkurang.
3. Merasa paling benar dan paling suci
Kadang tanpa sadar kita menilai cara ibadah orang lain, merasa diri paling sesuai sunnah. Penyakit hati seperti ini justru bisa menghapus pahala yang sudah susah payah dikumpulkan.
4. Belanja berlebihan sampai lupa tujuan utama
Tidak salah membawa oleh-oleh, tapi kalau sebagian besar waktu habis di pusat perbelanjaan, sementara ibadah malah terburu-buru, tujuan utama umroh bisa bergeser tanpa disadari.
5. Ibadah terburu-buru karena pikiran ke dunia
Pikiran sudah melayang ke pekerjaan di tanah air, target bisnis, atau deadline yang menunggu. Akhirnya tawaf, salat, dan doa terasa sekadar menggugurkan kewajiban, bukan benar-benar dinikmati sebagai ibadah.
Baca Juga : Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan
Fokus Ibadah di Tanah Suci, Bukan Sekadar Hadir Fisik
Arab Saudi sendiri sudah menekankan bahwa kehadiran di Dua Masjid Suci seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk ibadah. Jemaah dianjurkan memperbanyak salat wajib dan sunnah, tawaf di Ka’bah, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta menghadiri majelis ilmu. Bahkan untuk para Muslimah, diingatkan agar selalu menjaga kesopanan, menutup aurat dengan baik, karena itu termasuk bentuk penghormatan terhadap kesucian tempat tersebut.
Pesan ini sebenarnya sederhana, sahabat. Umroh bukan soal seberapa banyak foto yang dibawa pulang, tapi seberapa dalam perubahan hati setelah kembali ke tanah air. Kalau selama di sana hati tenang, lisan terjaga, dan ibadah dilakukan dengan ikhlas, insyaAllah umroh akan benar-benar terasa manfaatnya.

Perjalanan umroh juga sangat dipengaruhi oleh siapa yang mendampingi sahabat selama di sana. Umroh bersama Ventour Travel dirancang bukan hanya sebagai perjalanan wisata religi, tapi sebagai perjalanan ibadah yang terarah dan tenang. Pendamping ibadah berpengalaman, jadwal yang tidak terburu-buru, serta bimbingan yang fokus pada kualitas ibadah membuat sahabat bisa lebih khusyuk tanpa distraksi. Dengan suasana yang nyaman dan terorganisir, sahabat bisa lebih fokus memperbaiki niat dan hati, bukan sekadar mengejar agenda.
Kalau sahabat ingin umroh yang bukan hanya berangkat, tapi benar-benar pulang dengan hati yang lebih dekat kepada Allah, yuk rencanakan perjalanan bersama Ventour Travel dari sekarang. Saatnya wujudkan umroh yang penuh makna, bukan sekadar perjalanan biasa.











