Apa benar kini berangkat umroh dari Asrama Haji? Simak penjelasan lengkap soal wacana baru pemerintah dan skema keberangkatan terpusat ini.

Belakangan ini muncul wacana baru yang cukup menyita perhatian: keberangkatan umroh akan dipusatkan dari Asrama Haji. Banyak yang langsung bertanya, apakah nanti semua jemaah wajib berangkat dari sana?
Perlu dipahami, aturan ini masih dalam tahap perancangan dan belum resmi diberlakukan. Namun, arah kebijakannya sudah mulai disampaikan secara terbuka oleh pemerintah.
Skema Baru Keberangkatan Umroh dari Asrama Haji

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun skema agar jemaah umroh berangkat dari asrama haji.
Dalam rapat kerja bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/2/2026), ia mengatakan:
“Kami sekarang sedang merancang supaya jemaah umroh itu nanti berangkat dari asrama haji.”
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses keberangkatan nantinya bisa dilakukan di asrama haji, mulai dari check-in hingga siap boarding.
“Dan Garuda akan menyediakan semua sarana keberangkatan misalnya jemaah umrah nanti check-in-nya semuanya prosesnya sudah selesai di asrama haji. Jadi tidak ada penumpukan di bandara, mereka ke sana langsung berangkat. Langsung boarding.”
Maskapai yang akan digandeng dalam skema awal ini adalah Garuda Indonesia.
Baca Juga : Jangan Tertipu! Inilah 3 Ciri-Ciri Travel Umroh Bodong!
Apa Tujuan Pemerintah?
Skema keberangkatan umroh dari Asrama Haji ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai:
1. Mengurai Kepadatan di Bandara
Dengan proses check-in dan administrasi dilakukan lebih awal di asrama haji, penumpukan jemaah di bandara bisa diminimalkan. Jemaah cukup datang untuk langsung naik pesawat.
2. Memperkuat Penerbangan Nasional
Presiden Prabowo Subianto disebut telah menginstruksikan agar ekosistem haji dan umroh ikut mendukung ketahanan penerbangan nasional.
Selama ini, dalam pelaksanaan umroh, banyak jemaah menggunakan maskapai asing seperti Saudi Airlines maupun Malaysia Airlines. Padahal, jumlah jemaah umroh Indonesia sangat besar dan berpotensi menjadi kekuatan ekonomi nasional.
Dengan sistem terpusat dan kerja sama bersama Garuda Indonesia, diharapkan maskapai nasional dapat lebih berperan dalam ekosistem ini.
3. Optimalisasi Asrama Haji

Menurut Dahnil, banyak asrama haji yang memiliki lahan luas, seperti di Medan sekitar 14 hektare dan di Pondok Gede sekitar 15 hektare. Namun pemanfaatannya dinilai belum maksimal.
Pemerintah ingin menjadikan asrama haji sebagai pusat pengembangan ekonomi haji dan umroh, bukan hanya tempat transit musiman.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Kumparan, Dahnil juga mengungkapkan besarnya potensi jemaah umroh Indonesia.
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa jumlah jemaah haji yang mengantre mencapai sekitar 5,7 juta orang, dengan kuota keberangkatan sekitar 221 ribu per tahun.
Baca Juga : Tertinggi di Dunia! Kuota Haji Indonesia Nomor 1 Di 2025!
Sementara itu, jumlah jemaah umroh jauh lebih besar. Berdasarkan data yang disampaikan, angkanya bisa mencapai sekitar 2,6 juta orang per tahun.
Artinya, umroh bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi sudah menjadi ekosistem besar yang perlu ditata, dilindungi, dan dikembangkan secara sistematis.
Skema keberangkatan umroh melalui Asrama Haji masih dalam tahap penyusunan dan kajian. Belum ada aturan resmi yang mewajibkan seluruh travel memberangkatkan jemaah dari asrama haji.
Jadi untuk saat ini, sistem keberangkatan umroh masih berjalan seperti biasa sesuai kebijakan masing-masing maskapai dan penyelenggara travel.









