Berapa Lama Durasi Puasa Di Arab Saudi? Ini Jawabannya!

Puasa di Saudi ternyata bisa 14–15 jam, tapi kini hampir sama dengan Indonesia sekitar 13 jam. Apa penyebabnya? Ini penjelasan lengkapnya!

Gambar 1 : Durasi Puasa Ramadhan di Arab Saudi

Sahabat mungkin pernah dengar kalau puasa di Saudi itu lebih lama dari Indonesia, bahkan bisa sampai 14–15 jam sehari. Dan itu memang benar, terutama saat Ramadan jatuh di musim panas. Tapi kabar baiknya, Ramadan 2026 ini durasi puasa di Saudi justru lebih singkat dan hampir sama dengan di Indonesia, yaitu sekitar 12–13 jam per hari.

Menariknya, meskipun sama-sama sekitar 13 jam, jam mulai puasa dan jam berbukanya tetap beda. Di Mekkah Adzan Subuh: 05.10 – 05.33 dan Buka Puasa (Maghrib): 18.20 – 18.32, sedangkan di Madinah, Adzan Subuh: 05.09 – 05.35 dan Buka Puasa (Maghrib): 18.18 – 18.33 waktu setempat. Beda dengan Indonesia yang subuhnya sekitar jam 04.30 dan buka puasa jam 18.00.

Kenapa Durasi Puasa Tiap Negara Bisa Berbeda?

Sahabat, perbedaan durasi puasa di setiap negara itu bukan karena aturan yang beda, tapi karena faktor alam, seperti:

  1. Letak geografis (lintang negara)
  2. Perbedaan zona waktu
  3. Musim (dingin atau panas)

Negara yang dekat dengan khatulistiwa seperti Indonesia punya durasi siang yang relatif stabil sepanjang tahun. Sementara negara yang lebih ke utara atau selatan akan mengalami perubahan panjang siang yang cukup ekstrem tergantung musim.

Itulah kenapa di negara-negara Eropa atau Skandinavia, durasi puasa bisa mencapai 15–18 jam, bahkan lebih di beberapa wilayah. Sedangkan di kawasan Timur Tengah, termasuk Saudi, durasinya masih tergolong moderat.

Baca Juga : Sedingin Apa Umroh di Musim Dingin Arab Saudi? Cek Suhunya!

Puasa Lebih Singkat di Ramadhan 2026

Ramadan 2026 diperkirakan dimulai sekitar 19 Februari, bertepatan dengan akhir musim dingin. Di musim ini, matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat. Artinya, waktu sahur mundur dan waktu buka puasa lebih cepat.

Di sebagian besar negara Arab seperti:

  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab
  • Qatar
  • Kuwait
  • Bahrain
  • Oman

Durasi puasa berada di kisaran 12–13 jam, dan hanya bertambah beberapa menit di akhir Ramadan. Suhu yang lebih sejuk juga membuat puasa terasa lebih ringan secara fisik, tidak seberat saat musim panas.

Secara global, Ramadan 2026 diprediksi menjadi salah satu Ramadan dengan durasi puasa paling seimbang dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jam siang maupun kondisi cuaca.

Gambar 2 : Suasana saat Mau Berbuka Puasa di Arab Saudi

Jadi sahabat, meskipun dulu puasa di Saudi terkenal lebih lama, tahun ini justru hampir sama dengan Indonesia dan terasa lebih bersahabat. Ini jadi kabar baik, apalagi buat sahabat yang punya rencana umroh saat Ramadan, ibadah tetap maksimal tanpa harus menghadapi cuaca ekstrem.

Kalau sahabat ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci dengan durasi puasa yang lebih nyaman, ini momen yang tepat.

Yuk, siapkan niat dari sekarang dan pilih program umroh yang aman, resmi, dan terpercaya.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!