Intip Cara Daftar Kelas Al-Quran Gratis di Masjid Nabawi!

Ternyata Masjid Nabawi punya kelas Al-Quran gratis untuk semua jamaah, dari belajar tajwid, hafalan, hingga sanad resmi. Cek cara daftarnya!

Gambar 1 : Kelas Al-Quran Gratis di Masjid Nabawi

Ternyata Masjid Nabawi menyediakan program belajar Al-Quran secara gratis untuk para jamaah. Di tengah padatnya aktivitas ibadah di Madinah, pengelola masjid membuka kesempatan bagi siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai negara, untuk mengikuti kelas resmi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Jadi, momen singgah di kota Nabi bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu Al-Quran secara langsung di tempat yang penuh keberkahan.

Halaqah Quran dan Program Mutoon di Masjid Nabawi

Gambar 2 : Cara Ikut Kelas Gratis Al-Quran di Masjid Nabawi ( Sumber : Himpuh )

Program ini dikenal dengan nama Halaqah Quran. Kelas berlangsung rutin sepanjang tahun dan dipandu langsung oleh para masyaikh di dalam masjid dengan suasana yang tenang dan kondusif. Materinya lengkap, mulai dari tajwid, tahsin, hafalan, hingga murojaah. Bagi sahabat yang ingin mendapatkan sanad bacaan Al-Quran, tersedia juga program ijazah yang bisa diikuti sesuai kemampuan.

Menariknya lagi, bukan hanya pembelajaran Al-Quran yang tersedia. Ada pula Program Mutoon yang fokus pada penguatan ilmu dasar Islam. Dalam program ini, peserta dibimbing untuk menghafal adzkar, hadis, serta matan kitab dasar yang membahas fikih, akidah, dan adab. Program ini sangat diminati penuntut ilmu yang ingin memperkuat fondasi syariat selama berada di Madinah.

Seluruh kelas ini tidak dipungut biaya. Jamaah dari berbagai latar belakang dan kewarganegaraan duduk bersama dalam satu halaqah, menciptakan suasana belajar yang inklusif dan penuh ukhuwah. Kelas dibuka lima hari dalam sepekan, dengan pilihan waktu setelah Subuh, Dhuha, Ashar, dan setelah Magrib. Sahabat bisa menyesuaikan dengan jadwal ibadah harian selama di Madinah.

Baca Juga : Canggih! Masjid Nabawi Sediakan Bimbingan via Cloud Gratis!

Cara Daftar dan Lokasi Pendaftaran

Bagi sahabat yang ingin mendaftar langsung, siapkan nomor visa, nomor ponsel aktif, dan salinan paspor. Untuk jamaah laki-laki, loket pendaftaran berada di sisi kiri Gate 22, tepat di lantai paling atas. Sementara jamaah perempuan dapat masuk melalui Gate 25 dan menuju loket khusus muslimah.

Setelah proses registrasi selesai, petugas akan mengarahkan peserta ke halaqah dan mudarris sesuai kemampuan, baik untuk kelas tajwid, hafalan, maupun Mutoon. Jika tidak sempat datang langsung, pendaftaran juga dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disediakan pengelola.

https://reg.qm.edu.sa/Minton/Account/NewRegistration

Sistem ini melayani kelas tatap muka maupun daring sehingga lebih fleksibel.

Kesempatan belajar Al-Quran di Masjid Nabawi adalah pengalaman spiritual yang tidak ternilai. Belajar di tempat yang dahulu menjadi pusat dakwah Rasulullah ﷺ tentu menghadirkan suasana berbeda. Bayangkan nikmatnya mengaji bersama jamaah dari seluruh dunia di tempat yang penuh keberkahan dan doa-doa mustajab.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Nah bagi sahabat yang merindukan pengalaman ibadah sekaligus menuntut ilmu di Tanah Suci, perjalanan umroh bersama Ventour Travel bisa menjadi pilihan tepat. Dengan pelayanan profesional, fasilitas lengkap, serta pendampingan ibadah yang terarah, sahabat dapat menjalani umroh dengan lebih nyaman dan khusyuk. Yuk, wujudkan perjalanan ibadah terbaik sahabat dan rasakan sendiri nikmatnya belajar Al-Quran langsung di Masjid Nabawi bersama program umroh pilihan.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Nekat Merokok Setelah Umroh? Dendanya Bisa Tembus Jutaan!

Viral! Jemaah umroh ini nekat merokok di Tanah Suci setelah umroh. Ketahui larangan merokok di Arab Saudi, dendanya, dan risiko hukumannya.

Gambar 1 : Larangan Merokok di Sekitar Masjidil Haram

Video jemaah umroh yang tertangkap kamera sedang merokok di Tanah Suci kembali viral setiap tahunnya. Selama berada di Tanah Suci, sahabat perlu tahu bahwa merokok di area umroh termasuk pelanggaran serius. Selain mengganggu orang lain, risikonya bisa sampai denda dan hukuman resmi.

Aturan Ketat Larangan Merokok di Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi sudah lama menerapkan kebijakan larangan merokok di tempat umum. Bahkan sejak tahun 2014, penggunaan produk tembakau dilarang secara permanen di kota-kota suci seperti Makkah dan Madinah. Kemudian pada tahun 2016, larangan merokok diperluas ke berbagai fasilitas publik, termasuk kantor pemerintah, rumah sakit, sekolah, tempat kerja, bank, hingga semua fasilitas transportasi umum dan bandara.

Untuk kawasan ibadah, aturannya jauh lebih tegas. Jemaah dilarang merokok di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Bukan cuma di dalam masjid, bahkan di pelataran dan area sekitar masjid pun tetap masuk zona larangan. Hotel-hotel tempat jemaah menginap juga banyak yang memasang pengumuman larangan merokok demi kenyamanan bersama.

Baca Juga : Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Sanksi Merokok di Tanah Suci Bisa Didenda hingga Dipenjara

Jika ketahuan merokok di area terlarang, petugas akan langsung memberikan sanksi. Berdasarkan ketentuan resmi, denda minimal yang dikenakan adalah 200 Riyal Saudi atau sekitar Rp800.000. Namun dalam beberapa kasus, denda bisa meningkat hingga 2.500 Riyal atau setara jutaan rupiah, bahkan bisa berujung hukuman kurungan jika dilakukan di dalam masjid.

Kementerian Agama RI juga sudah beberapa kali mengingatkan jemaah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar tidak merokok selama berada di Tanah Suci. Selain melanggar aturan, asap rokok juga sangat mengganggu jemaah lain dan bisa merusak kekhusyukan ibadah.

Daripada mengambil risiko, sahabat bisa menjadikan momen umroh sebagai kesempatan “puasa merokok”. Sediakan permen mint, permen karet, atau siwak sebagai pengalih ketika keinginan merokok muncul. Niatkan ibadah sebagai ajang memperbaiki diri, termasuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik.

Menjalankan ibadah umroh tentu akan jauh lebih nyaman jika sahabat memilih travel yang tidak hanya mengurus keberangkatan, tetapi juga peduli pada edukasi jemaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Bersama Ventour Travel, sahabat akan dibimbing secara menyeluruh mulai dari manasik, pemahaman aturan di Arab Saudi, hingga pendampingan selama di Tanah Suci, sehingga ibadah lebih tenang, tertib, dan sesuai sunnah.

Yuk, wujudkan perjalanan umroh yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bersama Ventour Travel, karena ibadah yang baik dimulai dari persiapan yang tepat.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Berapa Lama Durasi Puasa Di Arab Saudi? Ini Jawabannya!

Puasa di Saudi ternyata bisa 14–15 jam, tapi kini hampir sama dengan Indonesia sekitar 13 jam. Apa penyebabnya? Ini penjelasan lengkapnya!

Gambar 1 : Durasi Puasa Ramadhan di Arab Saudi

Sahabat mungkin pernah dengar kalau puasa di Saudi itu lebih lama dari Indonesia, bahkan bisa sampai 14–15 jam sehari. Dan itu memang benar, terutama saat Ramadan jatuh di musim panas. Tapi kabar baiknya, Ramadan 2026 ini durasi puasa di Saudi justru lebih singkat dan hampir sama dengan di Indonesia, yaitu sekitar 12–13 jam per hari.

Menariknya, meskipun sama-sama sekitar 13 jam, jam mulai puasa dan jam berbukanya tetap beda. Di Mekkah Adzan Subuh: 05.10 – 05.33 dan Buka Puasa (Maghrib): 18.20 – 18.32, sedangkan di Madinah, Adzan Subuh: 05.09 – 05.35 dan Buka Puasa (Maghrib): 18.18 – 18.33 waktu setempat. Beda dengan Indonesia yang subuhnya sekitar jam 04.30 dan buka puasa jam 18.00.

Kenapa Durasi Puasa Tiap Negara Bisa Berbeda?

Sahabat, perbedaan durasi puasa di setiap negara itu bukan karena aturan yang beda, tapi karena faktor alam, seperti:

  1. Letak geografis (lintang negara)
  2. Perbedaan zona waktu
  3. Musim (dingin atau panas)

Negara yang dekat dengan khatulistiwa seperti Indonesia punya durasi siang yang relatif stabil sepanjang tahun. Sementara negara yang lebih ke utara atau selatan akan mengalami perubahan panjang siang yang cukup ekstrem tergantung musim.

Itulah kenapa di negara-negara Eropa atau Skandinavia, durasi puasa bisa mencapai 15–18 jam, bahkan lebih di beberapa wilayah. Sedangkan di kawasan Timur Tengah, termasuk Saudi, durasinya masih tergolong moderat.

Baca Juga : Sedingin Apa Umroh di Musim Dingin Arab Saudi? Cek Suhunya!

Puasa Lebih Singkat di Ramadhan 2026

Ramadan 2026 diperkirakan dimulai sekitar 19 Februari, bertepatan dengan akhir musim dingin. Di musim ini, matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat. Artinya, waktu sahur mundur dan waktu buka puasa lebih cepat.

Di sebagian besar negara Arab seperti:

  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab
  • Qatar
  • Kuwait
  • Bahrain
  • Oman

Durasi puasa berada di kisaran 12–13 jam, dan hanya bertambah beberapa menit di akhir Ramadan. Suhu yang lebih sejuk juga membuat puasa terasa lebih ringan secara fisik, tidak seberat saat musim panas.

Secara global, Ramadan 2026 diprediksi menjadi salah satu Ramadan dengan durasi puasa paling seimbang dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jam siang maupun kondisi cuaca.

Gambar 2 : Suasana saat Mau Berbuka Puasa di Arab Saudi

Jadi sahabat, meskipun dulu puasa di Saudi terkenal lebih lama, tahun ini justru hampir sama dengan Indonesia dan terasa lebih bersahabat. Ini jadi kabar baik, apalagi buat sahabat yang punya rencana umroh saat Ramadan, ibadah tetap maksimal tanpa harus menghadapi cuaca ekstrem.

Kalau sahabat ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci dengan durasi puasa yang lebih nyaman, ini momen yang tepat.

Yuk, siapkan niat dari sekarang dan pilih program umroh yang aman, resmi, dan terpercaya.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

55+ Hotel Terdekat Ka’bah & Masjid Nabawi, Akses Jalan Kaki!

Daftar lengkap hotel terdekat Ka’bah & Masjid Nabawi yang jadi favorit jamaah. Dari hotel premium hingga strategis untuk ibadah lebih nyaman.

Gambar 1 : List Hotel Mekkah dan Madinah Dengan Akses Jalan Kaki

Salah satu faktor terpenting dalam kenyamanan ibadah umroh adalah lokasi hotel. Semakin dekat jaraknya dengan Ka’bah dan Masjid Nabawi, semakin mudah Sahabat mengatur waktu salat, istirahat, dan aktivitas ibadah lainnya.

Dengan memilih hotel yang tepat, Sahabat bisa menghemat tenaga, lebih fokus beribadah, dan tidak perlu tergesa-gesa setiap kali adzan berkumandang. Karena itulah, mengetahui daftar hotel strategis di Makkah dan Madinah menjadi informasi penting sebelum berangkat umroh.

Berikut ini daftar hotel terdekat Ka’bah dan Masjid Nabawi yang sering menjadi pilihan jamaah karena lokasinya yang sangat strategis.

Daftar Hotel Terdekat Ka’bah/Masjidil Haram di Makkah

Gambar 2 : List Hotel Terdekat dengan Ka’bah dan Masjidil Haram

Menginap di sekitar Masjidil Haram memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda. Banyak jamaah bercerita, momen paling mengesankan adalah saat membuka jendela kamar dan langsung melihat Ka’bah di depan mata.

Selain memudahkan akses ibadah, hotel-hotel di kawasan ini juga terhubung langsung dengan mall, food court, dan jalur khusus menuju masjid.

  1. Masjidil Haram Area Hotel
  2. Safwa Tower
  3. Swissotel
  4. Movenpick
  5. Fairmont
  6. Pullman Zamzam
  7. Rotana
  8. Raffles
  9. Swiss Al Maqam
  10. Elaf Kinda
  11. Makkah Tower
  12. Dar Al Tawhid Intercontinental
  13. Le Meridien
  14. Orinsis
  15. Azka Al Maqam
  16. Olayan Ajyad

Hotel-hotel ini berada dalam jarak sangat dekat, bahkan sebagian bisa ditempuh hanya beberapa menit berjalan kaki. Dengan lokasi seperti ini, Sahabat bisa lebih fleksibel untuk turun ke masjid kapan pun tanpa harus terburu-buru dan tetap punya energi untuk ibadah seharian.

Baca Juga : Hotel Dekat Masjidil Haram Dengan View Kakbah dari Kamar!

Daftar Hotel Terdekat Masjid Nabawi di Madinah

Gambar 3 : List Hotel Terdekat dengan Masjid Nabawi

Kalau di Madinah, kenyamanan terasa lebih tenang dan syahdu. Banyak jamaah merasa suasana di sekitar Masjid Nabawi sangat cocok untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berlama-lama di Raudhah. Namun lagi-lagi, jarak hotel sangat menentukan kualitas pengalaman ini.

  1. Masjid Nabawi Area Hotel
  2. Taiba Front
  3. Taiba Suites
  4. Anwar Al Madinah
  5. Al Fayroz Shatta
  6. Dar Al Taqwa
  7. Golden Tulip
  8. The Oberoi
  9. Elaf Taiba
  10. Abraj Taiba
  11. Emaar Elite Madinah
  12. Tabah Tower
  13. Deyar Al Eiman
  14. Mawwadah Al Safwa
  15. Al Andalus Plus
  16. Durrat Al Eiman
  17. Concorde Al Khair
  18. Al Mukhtara International
  19. Waqf Outhman Bin Affan
  20. Arjwan Aldifayah
  21. Andalus Golden Palace
  22. Zowar International
  23. Saja Al Madinah
  24. ODST
  25. Ansar Golden Tulip
  26. Al Andalus Palace 3
  27. Maden Taiba
  28. Frontel Al Harithia
  29. Durrat Al Madina
  30. Al-Aqeeq
  31. Al-Rawda Royal Inn
  32. Manzil Al Marsa
  33. Fayrozia Al Khair
  34. Al-Madinah Concorde
  35. Nozol Royal Inn
  36. Shaza Regency
  37. Madinah Hilton
  38. Al-Rawda Suites
  39. Sofitel Shadh Madina
  40. Andalus Royal Suites
  41. Dar Al-Hijra Intercontinental
  42. Worth Peninsula
  43. Artal International
  44. Dar Al-Neem
  45. Artal Al-Munawwarah
  46. Rua International
  47. Eiman Royal
  48. Ruve Al-Madinah
  49. Sanabel
  50. Dar Al-Eiman Al-Haram
  51. Al Saha
  52. Dallah Taiba
  53. Grand Plaza Badr Al Maqam

Sebagian besar hotel ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai ke Masjid Nabawi, bahkan ada yang langsung menghadap ke pelataran masjid. Bagi jamaah lansia atau yang ingin lebih santai, lokasi seperti ini sangat membantu agar ibadah tetap maksimal tanpa harus menguras tenaga.

Pada akhirnya, perjalanan umroh bukan sekadar soal berangkat, tapi soal bagaimana Sahabat bisa menikmati setiap momen ibadah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Memilih hotel yang dekat dengan masjid adalah salah satu kunci utama agar fokus ibadah tidak terganggu oleh faktor fisik dan jarak.

Bersama Ventour Travel, Sahabat tidak perlu pusing memikirkan semua detail tersebut. Ventour Travel menyediakan paket umroh dengan pilihan hotel-hotel strategis di Makkah dan Madinah, yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan jamaah Indonesia. Mulai dari lokasi yang dekat masjid, jadwal yang tertata rapi, pembimbing berpengalaman, hingga pelayanan yang ramah dan transparan, semuanya dirancang agar Sahabat bisa beribadah dengan lebih nyaman dan tenang.

Gambar 4 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat City Tour Mekkah

Jadi, kalau Sahabat ingin merasakan umroh tanpa ribet, tanpa lelah berlebihan, dan bisa fokus memperbanyak ibadah di Tanah Suci, sekarang saatnya wujudkan niat itu bersama Ventour Travel.

Yuk, amankan seat umroh Sahabat sekarang dan rasakan sendiri nikmatnya menginap dekat masjid bersama Ventour Travel!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Arab Saudi menetapkan aturan baru pada Ramadhan 1447 H, melarang rekaman dan live saat shollat di masjid demi menjaga kekhusyukan jamaah.

Gambar 1 : Arab Saudi Larang Rekaman Salat di Masjid Selama Ramadhan

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Arab Saudi kembali menetapkan sejumlah aturan baru terkait pengelolaan masjid di seluruh wilayah Kerajaan. Kebijakan ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jamaah sekaligus menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah, terutama di masjid-masjid besar yang menjadi tujuan utama umat Muslim dari berbagai negara.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan sebagai bagian dari persiapan tahunan menjelang Ramadan. Dikutip dari saudinews50, kementerian menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan intensitas ibadah tertinggi, ditandai dengan meningkatnya jumlah jamaah, baik warga lokal, penduduk, maupun pengunjung.

Lonjakan ini juga dipicu oleh meningkatnya jamaah umrah, khususnya di wilayah Haramain, sehingga diperlukan regulasi yang lebih ketat agar fungsi masjid tetap optimal sebagai pusat ibadah, ketenangan, dan pembinaan umat.

Disiplin Ibadah Diperketat Demi Kenyamanan Jamaah

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah penegasan disiplin bagi imam dan muazin. Mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tugas tanpa alasan darurat yang dibenarkan secara prosedural. Selain itu, jadwal azan wajib mengikuti kalender resmi Ummul Qura, dan jeda antara azan serta iqamah harus diatur secara proporsional, khususnya untuk salat Isya dan Subuh agar jamaah tetap merasa nyaman.

Dalam pelaksanaan salat Tarawih dan Tahajud, imam diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik jamaah. Bacaan yang terlalu panjang dan memberatkan diminta untuk dihindari. Begitu juga dengan doa qunut, diarahkan agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, mengutamakan doa-doa dari sunnah, tidak berlebihan, serta tidak dibuat-buat.

Untuk i‘tikaf, pengelola masjid diwajibkan melakukan pendataan resmi bagi seluruh peserta. Bagi jamaah non-Saudi, diperlukan persetujuan penjamin atau kafil demi menjaga keamanan dan ketertiban. Bahkan, pengawasan akan dilakukan secara ketat dengan kewajiban laporan harian dari petugas selama bulan Ramadan. Beberapa masjid besar juga menyediakan fasilitas i‘tikaf resmi seperti loker penyimpanan barang, area charging HP, bantal, sajadah, hingga handuk, agar jamaah tetap nyaman tanpa mengganggu area ibadah utama.

Baca Juga : Adzan Subuh 2 Kali di Tanah Suci? ternyata Ini Alasannya!

Dilarang Merekam, Live Streaming, Hingga Penggalangan Dana

Inilah bagian yang paling menjadi sorotan yaitu larangan membuat konten di dalam masjid. Pemerintah Arab Saudi secara tegas melarang penggunaan kamera untuk merekam imam maupun jamaah saat salat. Termasuk di dalamnya larangan live streaming atau siaran langsung ibadah melalui media apa pun. Tujuannya jelas, agar tidak mengganggu kekhusyukan dan privasi jamaah yang sedang beribadah.

Selain itu, aktivitas non-ibadah juga dibatasi ketat. Praktik mengemis dilarang secara mutlak, baik di dalam masjid maupun di area sekitarnya. Termasuk pula segala bentuk penggalangan dana tunai, khususnya untuk kegiatan buka puasa. Makanan berbuka hanya boleh ditempatkan di area yang telah ditentukan, seperti pelataran Masjidil Haram, dan pembersihan wajib segera dilakukan setelah selesai.

Pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan masjid, pemeliharaan fasilitas, serta pengaturan area salat, termasuk ruang khusus perempuan. Kegiatan buka puasa bersama berada di bawah tanggung jawab imam dan muazin, dengan penekanan kuat pada ketertiban dan kebersihan lingkungan masjid.

Baca Juga : Cara Masjidil Haram Cegah Jemaah Anak Dan Lansia Terpisah!

Seluruh ketentuan ini diterapkan secara nasional di lebih dari 90 ribu masjid dan mushala di Arab Saudi. Pemerintah berharap keseragaman aturan ini dapat mencegah perbedaan praktik di lapangan sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang aman, teratur, dan penuh penghayatan bagi seluruh jamaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Buat Sahabat yang ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci tanpa ribet urusan teknis, umroh bersama Ventour Travel bisa jadi pilihan terbaik. Dengan pembimbing berpengalaman, fasilitas lengkap, hotel dekat masjid, hingga pendampingan ibadah sesuai aturan terbaru Arab Saudi, Sahabat bisa fokus beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

Yuk, wujudkan niat umroh bersama Ventour Travel sekarang juga! Kursi terbatas, jangan sampai menunda kesempatan emas ke Baitullah!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Worth It Bawa Uang Saku Rupiah, Dolar atau Riyal Saat Umroh?

Bingung pilih bawa rupiah, dolar, atau riyal buat uang saku saat umroh di tanah suci? Yuk simak disini plus tips tarik tunai di ATM Saudi.

Gambar 1 : Tips Membawa Uang Saku Umroh

Salah satu hal kecil tapi sering bikin galau jelang berangkat umroh itu soal uang saku umroh. Mending bawa Rupiah, Dolar, atau langsung Riyal ya? Banyak yang bilang bawa dolar lebih untung karena stabil, tapi faktanya gak selalu begitu loh!

Kalau salah strategi, Sahabat bisa kena “potongan” dua kali. Tukar Rupiah ke Dolar di Indonesia, lalu tukar Dolar ke Riyal di Arab Saudi. Selisih kursnya bisa lumayan banget. Nah biar gak salah langkah, yuk kita bahas satu-satu dengan cara paling simpel dan menguntungkan.

Dolar, Rupiah, atau Riyal untuk Uang Saku Umroh?

Secara umum, Dolar Amerika (USD) memang termasuk mata uang internasional yang mudah ditukarkan di berbagai negara, termasuk Arab Saudi. Money changer di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat mudah ditemukan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa menukar dolar di Indonesia biasanya menggunakan kurs jual yang tinggi, sehingga jamaah berpotensi rugi. Apalagi jika prosesnya dua kali: Rupiah ke Dolar di Indonesia, lalu Dolar ke Riyal di Saudi.

Sementara itu, Rupiah saat ini sudah mulai diterima di beberapa toko di Mekkah dan Madinah, tetapi terbatas pada pecahan tertentu seperti Rp50.000 dan Rp100.000, serta sering menggunakan kurs yang kurang menguntungkan.

Oleh karena itu, secara praktik, mata uang paling ideal untuk dibawa adalah Riyal Arab Saudi. Jamaah disarankan menyiapkan riyal secukupnya dari Indonesia sebagai dana awal.

Jika masih ada sisa riyal saat akan pulang ke Indonesia, menukarkannya di Arab Saudi jauh lebih menguntungkan dibanding menjualnya di Tanah Air, karena selisih kurs yang lebih kecil.

Baca Juga : Persiapan Uang Saku Umroh, Berapa yang Harus Dibawa?

Sistem ATM dan Pembayaran Non Tunai di Arab Saudi

Untuk mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar, jamaah dapat memanfaatkan sistem perbankan di Arab Saudi yang sudah sangat modern dan aman.

Gambar 2 : Kartu Atm dengan Tulisan Visa dan Mastercard

Sahabat bisa melakukan tarik tunai langsung di ATM Saudi dengan syarat kartu ATM memiliki logo internasional berikut:

  • VISA
  • MasterCard
  • Cirrus

Jika terdapat salah satu logo tersebut, kartu dapat digunakan untuk transaksi internasional.

Selain itu, saat ini sebagian besar toko, restoran, hotel, dan minimarket di Mekkah dan Madinah sudah mendukung pembayaran non tunai (debit/kredit), termasuk metode contactless (tap). Ini sangat membantu terutama saat tidak memiliki uang pecahan kecil.

Dari sisi biaya, tarik tunai langsung di ATM Saudi umumnya lebih efisien dibandingkan menukar uang di money changer Indonesia karena mengikuti kurs bank internasional.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Biar Sahabat gak cuma siap secara mental tapi juga siap secara teknis, umroh bersama Ventour Travel jadi pilihan yang pas. Sahabat bakal dibimbing dari A sampai Z, mulai dari manasik, perlengkapan, sampai hal-hal detail seperti pengelolaan uang saku umroh biar gak salah strategi selama di Tanah Suci.

Yuk, wujudkan niat suci Sahabat sekarang juga dengan umroh bersama Ventour Travel. Konsultasi gratis hari ini, dan mulai langkah pertama menuju perjalanan ibadah yang lebih tenang, terarah, dan penuh makna.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Sedingin Apa Umroh di Musim Dingin Arab Saudi? Cek Suhunya!

Gak nyangka Arab Saudi bisa sedingin ini! Cari tahu suhunya saat umroh di musim dingin plus tips jaga kesehatan saat ibadah di tanah suci.

Gambar 1 : Suhu Di Arab Saudi saat Umroh Musim Dingin

Siapa sangka! negara yang identik dengan padang pasir dan cuaca panas seperti Arab Saudi ternyata bisa sedingin ini, loh sahabat.

Nah sahabat, Arab Saudi biasanya sudah masuk musim dingin sejak awal Desember 2025. Bahkan di periode ini, hujan yang disertai angin kencang dan badai ringan juga sering terjadi. Tapi tenang, kondisi ini sebenarnya wajar dan memang sudah jadi siklus tahunan di Mekkah dan Madinah. Musim dingin di sana umumnya berlangsung sekitar 3 bulan, mulai dari Desember sampai Februari.

Arab Saudi Sedang Alami Gelombang Dingin

Dilansir dari Himpuh, gelombang dingin memang tengah melanda Arab Saudi. Makkah dan Madinah pun tidak luput dari penurunan suhu yang cukup signifikan. Menurut National Centre for Meteorology, suhu di kedua kota suci ini turun lebih rendah dari biasanya, terutama pada pagi dan malam hari, dan diperparah dengan angin aktif yang membuat udara terasa jauh lebih dingin.

Secara nasional, suhu terendah bahkan tercatat di wilayah Arar, Qurayyat, dan Turaif yang bisa mencapai 0°C. Sementara itu, Makkah diperkirakan berada di kisaran 7–10°C pada malam hari, dan Madinah sekitar 8–11°C. Dalam kondisi normal, suhu musim dingin di Mekkah bisa berkisar antara 7–16°C, sedangkan di Madinah sekitar 8–13°C.

Yang perlu sahabat tahu, meskipun angka di termometer terlihat “masih aman”, para ahli meteorologi menekankan bahwa angin aktif di kedua kota suci ini membuat suhu terasa jauh lebih dingin dari yang tercatat secara resmi. Inilah yang sering bikin jemaah kaget, karena tubuh terasa lebih cepat menggigil saat berada di area terbuka, seperti di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Baca Juga : Umroh Musim Dingin: Jadi Pilihan Terbaik Di Sepanjang Tahun?

Tips Umroh di Musim Dingin

Karena suhu sedingin ini gak biasa buat kita yang tinggal di Indonesia, persiapan jadi kunci utama agar ibadah tetap nyaman dan tubuh tetap fit. Otoritas setempat juga mengimbau masyarakat dan jemaah untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup ekstrem ini.

Beberapa hal penting yang bisa sahabat siapkan antara lain:

  • Menggunakan pakaian hangat, terutama saat pagi dan malam hari. Jaket atau outer tebal sangat disarankan.
  • Membatasi aktivitas di luar ruangan ketika angin kencang terasa menusuk.
  • Memantau informasi cuaca lewat kanal resmi pemerintah atau aplikasi meteorologi.
  • Membawa perlengkapan pribadi, seperti kaos kaki tebal, lip balm, dan pelembab agar kulit tidak kering.
  • Sedia obat flu dan vitamin, untuk menjaga daya tahan tubuh selama cuaca dingin.

Gelombang dingin ini diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, bahkan bisa berulang selama musim dingin. Jadi, kesadaran terhadap perubahan suhu benar-benar penting, supaya sahabat bisa tetap fokus beribadah tanpa terganggu kondisi tubuh yang drop.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh di Tanah Suci

Buat sahabat yang berencana umroh di musim dingin, pastinya butuh travel yang benar-benar siap dari sisi fasilitas dan pendampingan. Bersama Ventour Travel, sahabat bisa umroh dengan lebih tenang karena seluruh proses sudah ditangani secara profesional, mulai dari visa umroh yang sudah termasuk dalam paket, bimbingan manasik yang jelas, hingga pendampingan tim berpengalaman selama di Tanah Suci. Jadi sahabat bisa fokus ibadah tanpa ribet urusan teknis perjalanan.

Yuk, segera jadwalkan keberangkatan sahabat sekarang dan konsultasikan langsung paket umroh terbaik bersama Ventour Travel hari ini!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Viral! Kebaikan Pekerja Masjidil Haram Ini Bikin Terharu!

Kisah viral pekerja Masjidil Haram asal Bangladesh yang memberi sajadahnya ke jamaah. Aksi tulus ini menyentuh hati dan mendapat penghargaan.

Gambar 1 : Abun Abu Bakr, Seorang Petugas Kebersihan yang Mendapatkan Penghargaan ( Sumber : Saudia Gazette )

Di tengah jutaan jamaah yang datang dan pergi di Masjidil Haram, terkadang ada kisah sederhana yang justru meninggalkan jejak paling dalam. Sahabat, sebuah video viral baru-baru ini memperlihatkan momen menyentuh dari seorang pekerja kebersihan asal Bangladesh yang melakukan aksi tanpa pamrih di Tanah Suci. Gesturnya begitu sederhana, namun maknanya mampu menggugah hati jutaan orang di seluruh dunia.

Tanpa sorotan kamera profesional atau niat untuk dikenal, aksi ini justru menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dan ketulusan masih hidup kuat di tempat paling suci umat Islam.

Gestur Sederhana Pekerja Bangladesh yang Menyentuh Hati

Dilansir dari gulfnews, video yang viral di media sosial X itu memperlihatkan seorang petugas kebersihan Masjidil Haram menawarkan sajadah pribadinya kepada seorang jamaah yang membutuhkannya. Belakangan diketahui, sahabat, bahwa pekerja tersebut bernama Abun Abu Bakr, seorang warga Bangladesh yang bekerja melayani jamaah di Makkah.

Yang membuat banyak orang terharu, sajadah tersebut ternyata baru saja ia terima sebagai hadiah. Namun tanpa ragu, Abun Abu Bakr memilih memberikannya kembali kepada jamaah lain yang lebih membutuhkan. Sikap rendah hati, tulus, dan penuh kasih ini langsung menuai pujian dari warganet.

Banyak pengguna media sosial menyebut aksinya sebagai contoh nyata makna berbagi yang sesungguhnya. Di tengah hiruk pikuk ibadah dan keramaian Masjidil Haram, kebaikan kecil seperti ini terasa begitu besar dan bermakna.

Baca Juga : Kisah Om Daeng: Umroh Pakai Motor, 27.000 KM ke Mekkah!

Penghargaan dari Pemerintah Kota Makkah

Aksi spontan Abun Abu Bakr akhirnya mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Kota Makkah. Ia menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas perilaku teladan dan pelayanan tulusnya kepada para jamaah. Dalam pernyataan yang dikutip dari Saudi Gazette, pejabat setempat menyebut tindakannya sebagai cerminan kuat nilai-nilai yang mendefinisikan Makkah dan Masjidil Haram.

“Tindakan kebaikan ini mewujudkan kemurahan hati dalam bentuknya yang paling sederhana dan murni, serta mencerminkan kasih sayang dan tanpa pamrih yang menjadi ciri khas tempat paling suci,” demikian pernyataan tersebut.

Sahabat, viralnya kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya Masjidil Haram, ada banyak tangan-tangan tulus yang bekerja dalam diam. Mereka mungkin jarang terlihat, namun nilai kemanusiaan yang mereka hadirkan justru menjadi bagian penting dari pengalaman spiritual di Tanah Suci.

Kisah Abun Abu Bakr bukan sekadar cerita viral, melainkan cermin tentang arti keikhlasan, melayani dengan hati, dan berbagi tanpa mengharap balasan. Sebuah pelajaran sederhana, namun begitu dalam, bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Adzan Subuh 2 Kali di Tanah Suci? ternyata Ini Alasannya!

Di Mekkah adzan Subuh berkumandang 2 kali, yang pertama tanda tahajud & sahur, yang kedua barulah waktu Subuh. Ada hikmah besar di baliknya!

Gambar 1 : Adzan Subuh di Tanah Suci Sampai 2 Kali

Sahabat mungkin pernah dengar adzan Subuh di Indonesia cuma sekali, kalau di Makkah dan Madinah adzan Subuh justru dikumandangkan 2 kali.

Adzan Subuh 2 kali ini bukan hal baru, bukan juga kesalahan jadwal. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang sudah berjalan sejak zaman dahulu, dikumandangkan oleh dua muadzin mulia yaitu Bilal bin Rabah dan Ibnu Ummi Maktum. Jadi, adzan ganda ini punya makna, adab, dan tujuan yang indah untuk membangunkan umat dari lelapnya malam menuju ibadah terbaik.

Menurut penjelasan fikih, adzan pertama (Fajar/Fajr awal) dikumandangkan pada sepertiga malam sebagai tanda bangunnya orang tahajud dan penanda dimulainya waktu sahur. Sedangkan adzan kedua barulah menjadi tanda masuknya waktu shalat Subuh. Dilansir dari NU Online, pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى تَسْمَعُوا تَأْذِينَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Sesungguhnya Bilal beradzan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Muslim).

Bahkan Imam Nawawi menegaskan bahwa adzan pertama tidak melarang seseorang untuk makan sahur, dan puasa tetap sah selama makan dilakukan sebelum fajar terbit.

Kenapa Adzan Subuh di Tanah Suci Ada 2 Kali?

Adzan pertama disebut Adzan Fajar (Fajr awal/Fajar awal), yang memiliki beberapa fungsi penting:

  • Menjadi panggilan bangun bagi ahli tahajud agar menutup shalat malamnya,
  • Membangunkan orang yang tidur untuk bersiap Subuh,
  • Menandai waktu sahur masih berlangsung,
  • Dan dikumandangkan setelah tengah malam hingga sebelum fajar.

Seorang ustaz sekaligus pakar sejarah ibadah di Makkah, Syekh Abdullah Al-Fahmi pernah menuturkan dalam kajian lokalnya di kawasan Thakher,

“Adzan Fajar di Makkah ibarat alarm rohani. Bukan untuk shalat Subuh, tapi untuk menata niat dan menyiapkan jiwa. Jika seseorang masih makan sahur saat mendengarnya, jangan panik—selama fajar belum terbit, ia masih berada dalam kelapangan syariat.”

Adzan kedua lah yang berbeda. Ia menjadi penanda resmi masuknya waktu shalat Subuh, dan inilah yang dikumandangkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai adzan utama.

Baca Juga : Hati-Hati! Inilah 3 Hal yang Membatalkan Tawaf Saat Umroh!

Cara Mudah Bedakan Adzan Fajar dan Adzan Subuh

Biar nggak keliru, Sahabat bisa kenali dari kalimat khusus yang hanya ada di adzan Subuh, yaitu:

“Asshalatu khairum minan-naum”
Shalat lebih baik daripada tidur.

Ciri ini jadi pembeda paling gampang. Kalau Sahabat dengar adzan di Makkah/Madinah tanpa kalimat ini, itu kemungkinan besar Adzan Fajar (adzan pertama). Tapi kalau ada tambahan kalimat mulia tersebut, barulah waktu Subuh telah masuk.

Baca Juga : Sudah Tau Tips Aman & Nyaman Sholat Jumat di Masjidil Haram?

Momen pertama kali mendengar adzan Subuh 2 kali di Tanah Suci itu spesial bikin hati bergetar, sekaligus nambah ilmu. Dan pengalaman spiritual seperti ini makin bermakna kalau dijalani bersama travel yang bukan cuma nganterin, tapi juga ngasih pemahaman ibadah yang benar dan menenangkan.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Ventour Travel saat di Tanah Suci
  • Pembimbing ibadah bersertifikasi & informatif, siap menjelaskan detail seperti adzan ganda, adab di Hajar Aswad, hingga fiqih perjalanan,
  • Layanan fast response & pendampingan jemaah 24/7, biar Sahabat nggak bingung di momen penting,
  • Jadwal ibadah yang terarah, edukatif, dan menenangkan, bukan cuma sekadar ikut rombongan,
  • Aman, resmi, dan transparan, sesuai standar perizinan travel umroh Indonesia, dan masih banyak lagi.

Karena ibadah bukan hanya soal sampai di Tanah Suci, tapi juga paham, tenang, dan benar dalam setiap rukunnya.

Yuk klik untuk lihat panduan & konsultasi lengkap terkait ibadah umroh!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Saudi Bekukan Travel Umroh Penipu Yang Telantarkan Jamaah!

Saudi bekukan operasional travel umroh penipu karena telantarkan jemaah tanpa akomodasi yang sesuai, Langkah ini demi melindungi jemaah umroh.

Gambar 1 : Arab Saudi Bekukan Travel Umroh Penipu yang Telantarkan Jemaah

Arab Saudi semakin serius menjaga kenyamanan jemaah umroh. Siapa pun penyedia layanan yang nekat melanggar kontrak, apalagi sampai menelantarkan tamu Allah, langsung berurusan dengan sanksi berat. Bahkan, operasional agen bisa dihentikan total tanpa toleransi.

Dan benar saja di penghujung 2025, Dilansir Himpuh Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi resmi membekukan operasional sebuah perusahaan umroh beserta agen luar negerinya pada Minggu (28/12/2025) karena terbukti gagal menyediakan akomodasi hotel, padahal sudah jelas tercantum dalam kontrak perjalanan. Artinya? Kontrak dilanggar, hak jemaah diabaikan dan itu adalah pelanggaran fatal.

Kasus ini bukan yang pertama. Pada Juni 2025, tujuh perusahaan umroh lainnya juga dihentikan aktivitasnya karena tidak memenuhi layanan transportasi sesuai kontrak. Jaminan bank (garansi bank) dari perusahaan tersebut pun dicairkan untuk menutupi biaya transportasi alternatif bagi jemaah terdampak. Langkah tegas ini sejalan dengan Visi Saudi 2030, yang menargetkan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman ibadah jemaah di seluruh tahapan perjalanan umroh.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi:

“Hak-hak jemaah adalah garis merah. Tidak ada ruang toleransi bagi penyedia layanan yang abai terhadap kontrak dan kenyamanan tamu Allah.”

Sikap ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh travel umroh dunia, termasuk di Indonesia yang juga punya standar 5 Pasti Umroh dari Kemenag (Pasti Berizin, Pasti Jadwal, Pasti Hotel, Pasti Transportasi, Pasti Visa). Jika fasilitas di itinerary tidak sesuai realisasi di lapangan, maka travel bisa dinilai melanggar aturan dan berisiko mendapat penindakan.

Jemaah Umroh Tak Terurus Tanpa Hotel, Kok Bisa?

Kasus penelantaran biasanya dimulai dari janji fasilitas akomodasi yang manis di itinerary, tapi nihil realisasinya saat jemaah tiba di Tanah Suci. Pada kasus terbaru, otoritas menemukan sejumlah jemaah tiba tanpa jaminan penginapan yang sah, dan itu dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi peziarah Dua Masjid Suci.

Pengamat layanan umroh, Dr. Khalid Al-Faisal, menyampaikan:

“Travel yang mencantumkan hotel dalam kontrak tapi gagal memenuhinya, sama saja dengan menipu akad layanan. Dampaknya bukan hanya administratif, tapi juga mencederai kehormatan ibadah.”

Baca Juga : Geger! Jamaah Pria Nekat Lompat dari Atas Masjidil Haram!

7 Travel Umroh Penipu Telah Disuspend

Sepanjang 2025, 7 perusahaan umroh juga disuspend karena gagal menyediakan transportasi sesuai kontrak. Tidak ada rincian nama perusahaan yang dipublikasikan, namun jaminan bank mereka dicairkan untuk menutupi biaya transportasi alternatif, agar layanan tetap berjalan sesuai standar.

Efek jera mulai terasa. Banyak agen travel kini memperbaiki sistem, kontrak vendor, dan kepastian layanan sebelum keberangkatan jemaah.

Langkah pembekuan operasional dan pencairan garansi bank bukan sekadar hukuman, tapi bagian dari pemantauan berkelanjutan untuk:

  • Melindungi hak jemaah
  • Mencegah pelanggaran berulang
  • Menjamin rasa aman dan kepuasan ibadah di Tanah Suci
  • Meningkatkan kualitas layanan sesuai target Saudi Vision 2030

Kementerian juga mengimbau seluruh perusahaan umroh agar:

“Mematuhi aturan dan memberikan layanan sesuai program yang telah dikontrakkan.”

Bagi jemaah, ini jadi angin segar. Ibadah lebih khusyuk, perjalanan lebih tertata, dan risiko telantar bisa diminimalkan.

Baca Juga : Bikin Nyesel! Jemaah Ini Bongkar Cerita Pahit Umrah Mandiri!

Di tengah pengawasan yang makin ketat, memilih travel yang amanah, berizin resmi, dan terbukti bertanggung jawab jadi hal paling penting.

Sebagai sahabat yang berencana umroh, memilih travel yang amanah bukan sekadar opsi, tapi keharusan. Ventour Travel hadir membawa ketenangan itu. Dengan izin resmi dan terdaftar sesuai regulasi Kemenag, sahabat gak perlu was-was soal legalitas.

Ventour juga memastikan kontrak hotel dan transportasinya jelas sejak awal, jadi fasilitas yang tertulis di itinerary benar-benar yang sahabat dapatkan di lapangan dan bukan janji manis semata. Ditambah lagi, ada pendampingan profesional mulai dari manasik, keberangkatan, sampai sahabat kembali ke tanah air, semua dikawal tim yang berpengalaman.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Ventour juga menyediakan pilihan paket yang lengkap dengan pelayanan fokus ibadah, membuat perjalanan sahabat terasa lebih tertata, khusyuk, dan bermakna.

Ventour menjadi solusi tepat bagi sahabat yang mencari travel umroh terpercaya dengan layanan yang mengutamakan kenyamanan tamu Allah, bukan keuntungan semata.

Mau umroh tenang, nyaman, dan tanpa drama fasilitas?

Yuk, wujudkan perjalanan ibadah sahabat bareng Ventour Travel sekarang juga!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!