Baru 10 Hari Ramadhan, 43 Juta Jamaah Padati Tanah Suci!

Dalam 10 hari pertama Ramadhan 2026, lebih dari 43 juta jamaah memadati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Simak fakta lengkapnya di sini!

Gambar 1 : 43,8 Juta Jemaah Kunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di 10 Hari Pertama Ramadhan

Suasana Ramadhan di Tanah Suci tahun ini kembali menunjukkan betapa besarnya kerinduan umat Islam untuk beribadah di dua masjid suci. Dalam sepuluh hari pertama Ramadhan 1447 H, jutaan jamaah dari berbagai negara memadati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Dilansir dari Himpuh, Data terbaru menunjukkan angka yang sangat luar biasa. Total jamaah dan peziarah yang datang ke dua masjid suci tersebut bahkan menembus lebih dari 43 juta orang hanya dalam 10 hari pertama Ramadhan. Angka ini menjadi salah satu rekor awal Ramadhan yang menunjukkan tingginya antusiasme umat Islam untuk meraih keberkahan ibadah di Tanah Suci.

Puluhan Juta Jamaah Padati Masjidil Haram

Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyampaikan bahwa total jumlah jamaah dan peziarah di Haramain selama sepuluh hari pertama Ramadhan mencapai 43.840.961 orang. Data ini dihitung melalui indikator operasional yang merekam frekuensi masuk jamaah ke area shalat maupun pelaksanaan ibadah umrah.

Di Masjidil Haram sendiri, tercatat 23.839.592 jamaah datang untuk menunaikan shalat lima waktu serta shalat malam selama periode tersebut. Selain itu, jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah umrah mencapai 8.110.498 orang.

Padatnya aktivitas ibadah ini menunjukkan betapa besar kerinduan umat Islam dari seluruh dunia untuk beribadah di Tanah Suci, terutama di bulan Ramadhan yang dikenal memiliki keutamaan pahala yang berlipat ganda.

Baca Juga : Pemerintah Arab Saudi Pastikan Wilayahnya Aman dan Kondusif

Aktivitas Ibadah Ramai di Masjid Nabawi

Sementara itu, suasana ibadah di Masjid Nabawi di Madinah juga tidak kalah ramai. Tercatat 10.789.467 jamaah datang untuk menunaikan shalat lima waktu dan shalat malam di masjid yang menjadi tempat dimakamkannya Nabi Muhammad SAW tersebut.

Selain itu, sebanyak 317.025 jamaah mendapatkan kesempatan untuk beribadah di Raudhah, area istimewa yang dikenal sebagai salah satu taman surga. Adapun jumlah peziarah yang datang untuk menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta dua sahabat beliau mencapai 784.379 orang.

Melihat lonjakan jamaah yang begitu besar, otoritas setempat juga menerapkan sistem pengelolaan arus yang ketat agar pergerakan jamaah tetap tertib. Integrasi layanan, pengaturan jalur masuk, hingga pemantauan operasional dilakukan secara maksimal demi memastikan lingkungan ibadah tetap aman, nyaman, dan kondusif sepanjang Ramadhan.

Antusiasme umat Islam menjalankan ibadah di Tanah Suci sejak awal Ramadhan ini menjadi gambaran nyata betapa kuatnya kerinduan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di tempat yang penuh keberkahan.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Ventour Travel saat di Masjidil Haram

Masya Allah, melihat ramainya jamaah di Tanah Suci tentu semakin membuat hati rindu untuk bisa ikut merasakan suasana ibadah langsung di sana. Jika sahabat juga ingin merencanakan perjalanan umroh dengan pelayanan yang nyaman dan terpercaya, sahabat bisa mempertimbangkan program umroh bersama Ventour Travel.

Dengan pendampingan yang profesional serta fasilitas yang dipersiapkan dengan baik, sahabat bisa lebih fokus beribadah dan menikmati setiap momen di Tanah Suci. Yuk mulai rencanakan perjalanan umroh sahabat dari sekarang!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Pemerintah Arab Saudi Pastikan Wilayahnya Aman dan Kondusif

Pemerintah Arab Saudi memastikan seluruh wilayah aman & aktivitas berjalan normal. Sektor keamanan siaga 24 jam, jamaah diminta hindari rumor.

Gambar 1 : Pemerintah Arab Saudi Pastikan Seluruh Wilayah nya Aman

Dilansir dari Himpuh, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa situasi keamanan di seluruh wilayah Kerajaan tetap stabil, meskipun dalam beberapa waktu terakhir terjadi dinamika kawasan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, kementerian menyampaikan bahwa aktivitas kehidupan sehari-hari di berbagai kota dan wilayah Arab Saudi berjalan normal tanpa gangguan. Layanan publik, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas masyarakat tetap berlangsung seperti biasa.

Sektor Keamanan Siaga 24 Jam

Kementerian menjelaskan bahwa seluruh sektor keamanan beroperasi selama 24 jam penuh dalam kerangka sistem keamanan dan layanan terpadu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas negara sekaligus memastikan keselamatan seluruh warga dan penduduk yang tinggal di wilayah Kerajaan.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Saudi Gazette (Selasa, 3/3/2026), kementerian menegaskan:

“Keamanan Kerajaan, para pengunjung, dan penduduk merupakan prioritas utama.”

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah perkembangan regional.

Baca Juga : 80 Jemaah Umroh Ventour Tetap Aman Berangkat dari Soetta Ditengah Konflik Timur Tengah

Imbauan Hindari Penyebaran Informasi Tidak Terverifikasi

Gambar 2 : Jamaah di Himbau Agar Tidak Menyebarkan Rumor Palsu

Selain memastikan kondisi keamanan tetap stabil, kementerian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan rumor maupun video yang belum terverifikasi kebenarannya. Publik diminta untuk hanya merujuk pada sumber resmi dalam memperoleh informasi terkait perkembangan situasi.

Imbauan ini disampaikan guna mencegah munculnya kepanikan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat akibat informasi yang tidak akurat.

Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan nasional serta memastikan stabilitas pelayanan publik tetap berjalan optimal. Di tengah dinamika regional yang berlangsung, pemerintah memastikan bahwa sistem keamanan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, masyarakat diharapkan dapat tetap tenang dan bijak dalam menerima serta membagikan informasi.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Umroh Plus Naik Speed Boat di Laut Merah, 1 Jam dari Makkah!

Umroh sambil explore Laut Merah di Jeddah? Bisa! Rasakan sensasi naik speed boat dan telusuri jejak sejarahnya dalam satu perjalanan ibadah.

Gambar 1 : Explore Keindahan Red Sea Jeddah

Sahabat bisa menikmati birunya Laut Merah yang diyakini sebagai salah satu wilayah yang berkaitan dengan kisah mukjizat Nabi Musa AS saat menyeberangi lautan. Dulu menjadi saksi peristiwa besar, sekarang sahabat bisa menelusuri kawasan pesisirnya dengan cara yang jauh lebih santai dan modern: naik speed boat mewah bersama keluarga.

Explore Laut Merah dari Dermaga Obhur

Gambar 2 : Umroh Plus Naik Speed Boat di Red Sea Jeddah

Untuk merasakan pengalaman ini, sahabat bisa menuju pesisir Dermaga Obhur di Jeddah. Lokasinya cukup strategis, kurang lebih satu jam perjalanan darat dari Makkah. Aksesnya mudah dan sudah dikenal sebagai salah satu spot favorit untuk menikmati Laut Merah.

Gambar 3 : Speed Boat di Red Sea Jeddah

Speed boat yang digunakan berkapasitas sekitar 8–10 orang, cocok untuk keluarga atau rombongan kecil. Dengan biaya sewa kurang lebih 250 SAR per jam, sahabat sudah bisa menikmati pemandangan laut biru yang luas, angin sepoi-sepoi, dan suasana eksklusif di tengah perairan. Jika dihitung bersama rombongan, biayanya terasa semakin worth it untuk pengalaman seikonik ini.

Selain menjadi momen refreshing setelah rangkaian ibadah, aktivitas ini juga bisa menjadi sarana edukasi sejarah. Sahabat bisa sekaligus mengingat kembali kisah perjuangan Nabi Musa AS dan mengambil hikmah dari peristiwa besar tersebut.

Baca Juga : Intip Destinasi Rahasia Saudi! Bikin Umroh Makin Berkesan!

Umroh Plus Jelajahi Laut Merah Jeddah

Umroh dipadukan dengan pengalaman menjelajah Laut Merah, perjalanan ini terasa lebih berkesan. Anak-anak bisa menikmati suasana baru, orang tua pun bisa bersantai sejenak, dan seluruh keluarga memiliki momen kebersamaan yang sulit dilupakan.

Menariknya, jika sahabat berangkat umroh bersama Ventour, agenda ke Laut Merah ini sudah termasuk dalam rangkaian perjalanan. Jadi sahabat tidak perlu repot mengatur sendiri atau mengeluarkan biaya tambahan untuk pengalaman istimewa tersebut.

Gambar 4 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Red Sea Jeddah

Ventour Travel menghadirkan program umroh dengan pelayanan profesional, fasilitas lengkap, akomodasi nyaman, serta itinerary yang dirancang agar ibadah tetap khusyuk tanpa melewatkan momen berharga selama di Tanah Suci. Semua sudah dipersiapkan agar sahabat bisa fokus beribadah sekaligus menikmati perjalanan.

Mau merasakan umroh yang lebih dari sekadar perjalanan biasa? Yuk, amankan seat sahabat bersama Ventour sekarang juga dan wujudkan pengalaman ibadah yang lebih lengkap, nyaman, dan tak terlupakan!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Intip Cara Daftar Kelas Al-Quran Gratis di Masjid Nabawi!

Ternyata Masjid Nabawi punya kelas Al-Quran gratis untuk semua jamaah, dari belajar tajwid, hafalan, hingga sanad resmi. Cek cara daftarnya!

Gambar 1 : Kelas Al-Quran Gratis di Masjid Nabawi

Ternyata Masjid Nabawi menyediakan program belajar Al-Quran secara gratis untuk para jamaah. Di tengah padatnya aktivitas ibadah di Madinah, pengelola masjid membuka kesempatan bagi siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai negara, untuk mengikuti kelas resmi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Jadi, momen singgah di kota Nabi bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu Al-Quran secara langsung di tempat yang penuh keberkahan.

Halaqah Quran dan Program Mutoon di Masjid Nabawi

Gambar 2 : Cara Ikut Kelas Gratis Al-Quran di Masjid Nabawi ( Sumber : Himpuh )

Program ini dikenal dengan nama Halaqah Quran. Kelas berlangsung rutin sepanjang tahun dan dipandu langsung oleh para masyaikh di dalam masjid dengan suasana yang tenang dan kondusif. Materinya lengkap, mulai dari tajwid, tahsin, hafalan, hingga murojaah. Bagi sahabat yang ingin mendapatkan sanad bacaan Al-Quran, tersedia juga program ijazah yang bisa diikuti sesuai kemampuan.

Menariknya lagi, bukan hanya pembelajaran Al-Quran yang tersedia. Ada pula Program Mutoon yang fokus pada penguatan ilmu dasar Islam. Dalam program ini, peserta dibimbing untuk menghafal adzkar, hadis, serta matan kitab dasar yang membahas fikih, akidah, dan adab. Program ini sangat diminati penuntut ilmu yang ingin memperkuat fondasi syariat selama berada di Madinah.

Seluruh kelas ini tidak dipungut biaya. Jamaah dari berbagai latar belakang dan kewarganegaraan duduk bersama dalam satu halaqah, menciptakan suasana belajar yang inklusif dan penuh ukhuwah. Kelas dibuka lima hari dalam sepekan, dengan pilihan waktu setelah Subuh, Dhuha, Ashar, dan setelah Magrib. Sahabat bisa menyesuaikan dengan jadwal ibadah harian selama di Madinah.

Baca Juga : Canggih! Masjid Nabawi Sediakan Bimbingan via Cloud Gratis!

Cara Daftar dan Lokasi Pendaftaran

Bagi sahabat yang ingin mendaftar langsung, siapkan nomor visa, nomor ponsel aktif, dan salinan paspor. Untuk jamaah laki-laki, loket pendaftaran berada di sisi kiri Gate 22, tepat di lantai paling atas. Sementara jamaah perempuan dapat masuk melalui Gate 25 dan menuju loket khusus muslimah.

Setelah proses registrasi selesai, petugas akan mengarahkan peserta ke halaqah dan mudarris sesuai kemampuan, baik untuk kelas tajwid, hafalan, maupun Mutoon. Jika tidak sempat datang langsung, pendaftaran juga dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disediakan pengelola.

https://reg.qm.edu.sa/Minton/Account/NewRegistration

Sistem ini melayani kelas tatap muka maupun daring sehingga lebih fleksibel.

Kesempatan belajar Al-Quran di Masjid Nabawi adalah pengalaman spiritual yang tidak ternilai. Belajar di tempat yang dahulu menjadi pusat dakwah Rasulullah ﷺ tentu menghadirkan suasana berbeda. Bayangkan nikmatnya mengaji bersama jamaah dari seluruh dunia di tempat yang penuh keberkahan dan doa-doa mustajab.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Nah bagi sahabat yang merindukan pengalaman ibadah sekaligus menuntut ilmu di Tanah Suci, perjalanan umroh bersama Ventour Travel bisa menjadi pilihan tepat. Dengan pelayanan profesional, fasilitas lengkap, serta pendampingan ibadah yang terarah, sahabat dapat menjalani umroh dengan lebih nyaman dan khusyuk. Yuk, wujudkan perjalanan ibadah terbaik sahabat dan rasakan sendiri nikmatnya belajar Al-Quran langsung di Masjid Nabawi bersama program umroh pilihan.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Nekat Merokok Setelah Umroh? Dendanya Bisa Tembus Jutaan!

Viral! Jemaah umroh ini nekat merokok di Tanah Suci setelah umroh. Ketahui larangan merokok di Arab Saudi, dendanya, dan risiko hukumannya.

Gambar 1 : Larangan Merokok di Sekitar Masjidil Haram

Video jemaah umroh yang tertangkap kamera sedang merokok di Tanah Suci kembali viral setiap tahunnya. Selama berada di Tanah Suci, sahabat perlu tahu bahwa merokok di area umroh termasuk pelanggaran serius. Selain mengganggu orang lain, risikonya bisa sampai denda dan hukuman resmi.

Aturan Ketat Larangan Merokok di Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi sudah lama menerapkan kebijakan larangan merokok di tempat umum. Bahkan sejak tahun 2014, penggunaan produk tembakau dilarang secara permanen di kota-kota suci seperti Makkah dan Madinah. Kemudian pada tahun 2016, larangan merokok diperluas ke berbagai fasilitas publik, termasuk kantor pemerintah, rumah sakit, sekolah, tempat kerja, bank, hingga semua fasilitas transportasi umum dan bandara.

Untuk kawasan ibadah, aturannya jauh lebih tegas. Jemaah dilarang merokok di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Bukan cuma di dalam masjid, bahkan di pelataran dan area sekitar masjid pun tetap masuk zona larangan. Hotel-hotel tempat jemaah menginap juga banyak yang memasang pengumuman larangan merokok demi kenyamanan bersama.

Baca Juga : Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Sanksi Merokok di Tanah Suci Bisa Didenda hingga Dipenjara

Jika ketahuan merokok di area terlarang, petugas akan langsung memberikan sanksi. Berdasarkan ketentuan resmi, denda minimal yang dikenakan adalah 200 Riyal Saudi atau sekitar Rp800.000. Namun dalam beberapa kasus, denda bisa meningkat hingga 2.500 Riyal atau setara jutaan rupiah, bahkan bisa berujung hukuman kurungan jika dilakukan di dalam masjid.

Kementerian Agama RI juga sudah beberapa kali mengingatkan jemaah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar tidak merokok selama berada di Tanah Suci. Selain melanggar aturan, asap rokok juga sangat mengganggu jemaah lain dan bisa merusak kekhusyukan ibadah.

Daripada mengambil risiko, sahabat bisa menjadikan momen umroh sebagai kesempatan “puasa merokok”. Sediakan permen mint, permen karet, atau siwak sebagai pengalih ketika keinginan merokok muncul. Niatkan ibadah sebagai ajang memperbaiki diri, termasuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik.

Menjalankan ibadah umroh tentu akan jauh lebih nyaman jika sahabat memilih travel yang tidak hanya mengurus keberangkatan, tetapi juga peduli pada edukasi jemaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Bersama Ventour Travel, sahabat akan dibimbing secara menyeluruh mulai dari manasik, pemahaman aturan di Arab Saudi, hingga pendampingan selama di Tanah Suci, sehingga ibadah lebih tenang, tertib, dan sesuai sunnah.

Yuk, wujudkan perjalanan umroh yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bersama Ventour Travel, karena ibadah yang baik dimulai dari persiapan yang tepat.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Berapa Lama Durasi Puasa Di Arab Saudi? Ini Jawabannya!

Puasa di Saudi ternyata bisa 14–15 jam, tapi kini hampir sama dengan Indonesia sekitar 13 jam. Apa penyebabnya? Ini penjelasan lengkapnya!

Gambar 1 : Durasi Puasa Ramadhan di Arab Saudi

Sahabat mungkin pernah dengar kalau puasa di Saudi itu lebih lama dari Indonesia, bahkan bisa sampai 14–15 jam sehari. Dan itu memang benar, terutama saat Ramadan jatuh di musim panas. Tapi kabar baiknya, Ramadan 2026 ini durasi puasa di Saudi justru lebih singkat dan hampir sama dengan di Indonesia, yaitu sekitar 12–13 jam per hari.

Menariknya, meskipun sama-sama sekitar 13 jam, jam mulai puasa dan jam berbukanya tetap beda. Di Mekkah Adzan Subuh: 05.10 – 05.33 dan Buka Puasa (Maghrib): 18.20 – 18.32, sedangkan di Madinah, Adzan Subuh: 05.09 – 05.35 dan Buka Puasa (Maghrib): 18.18 – 18.33 waktu setempat. Beda dengan Indonesia yang subuhnya sekitar jam 04.30 dan buka puasa jam 18.00.

Kenapa Durasi Puasa Tiap Negara Bisa Berbeda?

Sahabat, perbedaan durasi puasa di setiap negara itu bukan karena aturan yang beda, tapi karena faktor alam, seperti:

  1. Letak geografis (lintang negara)
  2. Perbedaan zona waktu
  3. Musim (dingin atau panas)

Negara yang dekat dengan khatulistiwa seperti Indonesia punya durasi siang yang relatif stabil sepanjang tahun. Sementara negara yang lebih ke utara atau selatan akan mengalami perubahan panjang siang yang cukup ekstrem tergantung musim.

Itulah kenapa di negara-negara Eropa atau Skandinavia, durasi puasa bisa mencapai 15–18 jam, bahkan lebih di beberapa wilayah. Sedangkan di kawasan Timur Tengah, termasuk Saudi, durasinya masih tergolong moderat.

Baca Juga : Sedingin Apa Umroh di Musim Dingin Arab Saudi? Cek Suhunya!

Puasa Lebih Singkat di Ramadhan 2026

Ramadan 2026 diperkirakan dimulai sekitar 19 Februari, bertepatan dengan akhir musim dingin. Di musim ini, matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat. Artinya, waktu sahur mundur dan waktu buka puasa lebih cepat.

Di sebagian besar negara Arab seperti:

  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab
  • Qatar
  • Kuwait
  • Bahrain
  • Oman

Durasi puasa berada di kisaran 12–13 jam, dan hanya bertambah beberapa menit di akhir Ramadan. Suhu yang lebih sejuk juga membuat puasa terasa lebih ringan secara fisik, tidak seberat saat musim panas.

Secara global, Ramadan 2026 diprediksi menjadi salah satu Ramadan dengan durasi puasa paling seimbang dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jam siang maupun kondisi cuaca.

Gambar 2 : Suasana saat Mau Berbuka Puasa di Arab Saudi

Jadi sahabat, meskipun dulu puasa di Saudi terkenal lebih lama, tahun ini justru hampir sama dengan Indonesia dan terasa lebih bersahabat. Ini jadi kabar baik, apalagi buat sahabat yang punya rencana umroh saat Ramadan, ibadah tetap maksimal tanpa harus menghadapi cuaca ekstrem.

Kalau sahabat ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci dengan durasi puasa yang lebih nyaman, ini momen yang tepat.

Yuk, siapkan niat dari sekarang dan pilih program umroh yang aman, resmi, dan terpercaya.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

55+ Hotel Terdekat Ka’bah & Masjid Nabawi, Akses Jalan Kaki!

Daftar lengkap hotel terdekat Ka’bah & Masjid Nabawi yang jadi favorit jamaah. Dari hotel premium hingga strategis untuk ibadah lebih nyaman.

Gambar 1 : List Hotel Mekkah dan Madinah Dengan Akses Jalan Kaki

Salah satu faktor terpenting dalam kenyamanan ibadah umroh adalah lokasi hotel. Semakin dekat jaraknya dengan Ka’bah dan Masjid Nabawi, semakin mudah Sahabat mengatur waktu salat, istirahat, dan aktivitas ibadah lainnya.

Dengan memilih hotel yang tepat, Sahabat bisa menghemat tenaga, lebih fokus beribadah, dan tidak perlu tergesa-gesa setiap kali adzan berkumandang. Karena itulah, mengetahui daftar hotel strategis di Makkah dan Madinah menjadi informasi penting sebelum berangkat umroh.

Berikut ini daftar hotel terdekat Ka’bah dan Masjid Nabawi yang sering menjadi pilihan jamaah karena lokasinya yang sangat strategis.

Daftar Hotel Terdekat Ka’bah/Masjidil Haram di Makkah

Gambar 2 : List Hotel Terdekat dengan Ka’bah dan Masjidil Haram

Menginap di sekitar Masjidil Haram memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda. Banyak jamaah bercerita, momen paling mengesankan adalah saat membuka jendela kamar dan langsung melihat Ka’bah di depan mata.

Selain memudahkan akses ibadah, hotel-hotel di kawasan ini juga terhubung langsung dengan mall, food court, dan jalur khusus menuju masjid.

  1. Masjidil Haram Area Hotel
  2. Safwa Tower
  3. Swissotel
  4. Movenpick
  5. Fairmont
  6. Pullman Zamzam
  7. Rotana
  8. Raffles
  9. Swiss Al Maqam
  10. Elaf Kinda
  11. Makkah Tower
  12. Dar Al Tawhid Intercontinental
  13. Le Meridien
  14. Orinsis
  15. Azka Al Maqam
  16. Olayan Ajyad

Hotel-hotel ini berada dalam jarak sangat dekat, bahkan sebagian bisa ditempuh hanya beberapa menit berjalan kaki. Dengan lokasi seperti ini, Sahabat bisa lebih fleksibel untuk turun ke masjid kapan pun tanpa harus terburu-buru dan tetap punya energi untuk ibadah seharian.

Baca Juga : Hotel Dekat Masjidil Haram Dengan View Kakbah dari Kamar!

Daftar Hotel Terdekat Masjid Nabawi di Madinah

Gambar 3 : List Hotel Terdekat dengan Masjid Nabawi

Kalau di Madinah, kenyamanan terasa lebih tenang dan syahdu. Banyak jamaah merasa suasana di sekitar Masjid Nabawi sangat cocok untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berlama-lama di Raudhah. Namun lagi-lagi, jarak hotel sangat menentukan kualitas pengalaman ini.

  1. Masjid Nabawi Area Hotel
  2. Taiba Front
  3. Taiba Suites
  4. Anwar Al Madinah
  5. Al Fayroz Shatta
  6. Dar Al Taqwa
  7. Golden Tulip
  8. The Oberoi
  9. Elaf Taiba
  10. Abraj Taiba
  11. Emaar Elite Madinah
  12. Tabah Tower
  13. Deyar Al Eiman
  14. Mawwadah Al Safwa
  15. Al Andalus Plus
  16. Durrat Al Eiman
  17. Concorde Al Khair
  18. Al Mukhtara International
  19. Waqf Outhman Bin Affan
  20. Arjwan Aldifayah
  21. Andalus Golden Palace
  22. Zowar International
  23. Saja Al Madinah
  24. ODST
  25. Ansar Golden Tulip
  26. Al Andalus Palace 3
  27. Maden Taiba
  28. Frontel Al Harithia
  29. Durrat Al Madina
  30. Al-Aqeeq
  31. Al-Rawda Royal Inn
  32. Manzil Al Marsa
  33. Fayrozia Al Khair
  34. Al-Madinah Concorde
  35. Nozol Royal Inn
  36. Shaza Regency
  37. Madinah Hilton
  38. Al-Rawda Suites
  39. Sofitel Shadh Madina
  40. Andalus Royal Suites
  41. Dar Al-Hijra Intercontinental
  42. Worth Peninsula
  43. Artal International
  44. Dar Al-Neem
  45. Artal Al-Munawwarah
  46. Rua International
  47. Eiman Royal
  48. Ruve Al-Madinah
  49. Sanabel
  50. Dar Al-Eiman Al-Haram
  51. Al Saha
  52. Dallah Taiba
  53. Grand Plaza Badr Al Maqam

Sebagian besar hotel ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai ke Masjid Nabawi, bahkan ada yang langsung menghadap ke pelataran masjid. Bagi jamaah lansia atau yang ingin lebih santai, lokasi seperti ini sangat membantu agar ibadah tetap maksimal tanpa harus menguras tenaga.

Pada akhirnya, perjalanan umroh bukan sekadar soal berangkat, tapi soal bagaimana Sahabat bisa menikmati setiap momen ibadah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Memilih hotel yang dekat dengan masjid adalah salah satu kunci utama agar fokus ibadah tidak terganggu oleh faktor fisik dan jarak.

Bersama Ventour Travel, Sahabat tidak perlu pusing memikirkan semua detail tersebut. Ventour Travel menyediakan paket umroh dengan pilihan hotel-hotel strategis di Makkah dan Madinah, yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan jamaah Indonesia. Mulai dari lokasi yang dekat masjid, jadwal yang tertata rapi, pembimbing berpengalaman, hingga pelayanan yang ramah dan transparan, semuanya dirancang agar Sahabat bisa beribadah dengan lebih nyaman dan tenang.

Gambar 4 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat City Tour Mekkah

Jadi, kalau Sahabat ingin merasakan umroh tanpa ribet, tanpa lelah berlebihan, dan bisa fokus memperbanyak ibadah di Tanah Suci, sekarang saatnya wujudkan niat itu bersama Ventour Travel.

Yuk, amankan seat umroh Sahabat sekarang dan rasakan sendiri nikmatnya menginap dekat masjid bersama Ventour Travel!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Arab Saudi menetapkan aturan baru pada Ramadhan 1447 H, melarang rekaman dan live saat shollat di masjid demi menjaga kekhusyukan jamaah.

Gambar 1 : Arab Saudi Larang Rekaman Salat di Masjid Selama Ramadhan

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Arab Saudi kembali menetapkan sejumlah aturan baru terkait pengelolaan masjid di seluruh wilayah Kerajaan. Kebijakan ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jamaah sekaligus menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah, terutama di masjid-masjid besar yang menjadi tujuan utama umat Muslim dari berbagai negara.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan sebagai bagian dari persiapan tahunan menjelang Ramadan. Dikutip dari saudinews50, kementerian menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan intensitas ibadah tertinggi, ditandai dengan meningkatnya jumlah jamaah, baik warga lokal, penduduk, maupun pengunjung.

Lonjakan ini juga dipicu oleh meningkatnya jamaah umrah, khususnya di wilayah Haramain, sehingga diperlukan regulasi yang lebih ketat agar fungsi masjid tetap optimal sebagai pusat ibadah, ketenangan, dan pembinaan umat.

Disiplin Ibadah Diperketat Demi Kenyamanan Jamaah

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah penegasan disiplin bagi imam dan muazin. Mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tugas tanpa alasan darurat yang dibenarkan secara prosedural. Selain itu, jadwal azan wajib mengikuti kalender resmi Ummul Qura, dan jeda antara azan serta iqamah harus diatur secara proporsional, khususnya untuk salat Isya dan Subuh agar jamaah tetap merasa nyaman.

Dalam pelaksanaan salat Tarawih dan Tahajud, imam diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik jamaah. Bacaan yang terlalu panjang dan memberatkan diminta untuk dihindari. Begitu juga dengan doa qunut, diarahkan agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, mengutamakan doa-doa dari sunnah, tidak berlebihan, serta tidak dibuat-buat.

Untuk i‘tikaf, pengelola masjid diwajibkan melakukan pendataan resmi bagi seluruh peserta. Bagi jamaah non-Saudi, diperlukan persetujuan penjamin atau kafil demi menjaga keamanan dan ketertiban. Bahkan, pengawasan akan dilakukan secara ketat dengan kewajiban laporan harian dari petugas selama bulan Ramadan. Beberapa masjid besar juga menyediakan fasilitas i‘tikaf resmi seperti loker penyimpanan barang, area charging HP, bantal, sajadah, hingga handuk, agar jamaah tetap nyaman tanpa mengganggu area ibadah utama.

Baca Juga : Adzan Subuh 2 Kali di Tanah Suci? ternyata Ini Alasannya!

Dilarang Merekam, Live Streaming, Hingga Penggalangan Dana

Inilah bagian yang paling menjadi sorotan yaitu larangan membuat konten di dalam masjid. Pemerintah Arab Saudi secara tegas melarang penggunaan kamera untuk merekam imam maupun jamaah saat salat. Termasuk di dalamnya larangan live streaming atau siaran langsung ibadah melalui media apa pun. Tujuannya jelas, agar tidak mengganggu kekhusyukan dan privasi jamaah yang sedang beribadah.

Selain itu, aktivitas non-ibadah juga dibatasi ketat. Praktik mengemis dilarang secara mutlak, baik di dalam masjid maupun di area sekitarnya. Termasuk pula segala bentuk penggalangan dana tunai, khususnya untuk kegiatan buka puasa. Makanan berbuka hanya boleh ditempatkan di area yang telah ditentukan, seperti pelataran Masjidil Haram, dan pembersihan wajib segera dilakukan setelah selesai.

Pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan masjid, pemeliharaan fasilitas, serta pengaturan area salat, termasuk ruang khusus perempuan. Kegiatan buka puasa bersama berada di bawah tanggung jawab imam dan muazin, dengan penekanan kuat pada ketertiban dan kebersihan lingkungan masjid.

Baca Juga : Cara Masjidil Haram Cegah Jemaah Anak Dan Lansia Terpisah!

Seluruh ketentuan ini diterapkan secara nasional di lebih dari 90 ribu masjid dan mushala di Arab Saudi. Pemerintah berharap keseragaman aturan ini dapat mencegah perbedaan praktik di lapangan sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang aman, teratur, dan penuh penghayatan bagi seluruh jamaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Buat Sahabat yang ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci tanpa ribet urusan teknis, umroh bersama Ventour Travel bisa jadi pilihan terbaik. Dengan pembimbing berpengalaman, fasilitas lengkap, hotel dekat masjid, hingga pendampingan ibadah sesuai aturan terbaru Arab Saudi, Sahabat bisa fokus beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

Yuk, wujudkan niat umroh bersama Ventour Travel sekarang juga! Kursi terbatas, jangan sampai menunda kesempatan emas ke Baitullah!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Worth It Bawa Uang Saku Rupiah, Dolar atau Riyal Saat Umroh?

Bingung pilih bawa rupiah, dolar, atau riyal buat uang saku saat umroh di tanah suci? Yuk simak disini plus tips tarik tunai di ATM Saudi.

Gambar 1 : Tips Membawa Uang Saku Umroh

Salah satu hal kecil tapi sering bikin galau jelang berangkat umroh itu soal uang saku umroh. Mending bawa Rupiah, Dolar, atau langsung Riyal ya? Banyak yang bilang bawa dolar lebih untung karena stabil, tapi faktanya gak selalu begitu loh!

Kalau salah strategi, Sahabat bisa kena “potongan” dua kali. Tukar Rupiah ke Dolar di Indonesia, lalu tukar Dolar ke Riyal di Arab Saudi. Selisih kursnya bisa lumayan banget. Nah biar gak salah langkah, yuk kita bahas satu-satu dengan cara paling simpel dan menguntungkan.

Dolar, Rupiah, atau Riyal untuk Uang Saku Umroh?

Secara umum, Dolar Amerika (USD) memang termasuk mata uang internasional yang mudah ditukarkan di berbagai negara, termasuk Arab Saudi. Money changer di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat mudah ditemukan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa menukar dolar di Indonesia biasanya menggunakan kurs jual yang tinggi, sehingga jamaah berpotensi rugi. Apalagi jika prosesnya dua kali: Rupiah ke Dolar di Indonesia, lalu Dolar ke Riyal di Saudi.

Sementara itu, Rupiah saat ini sudah mulai diterima di beberapa toko di Mekkah dan Madinah, tetapi terbatas pada pecahan tertentu seperti Rp50.000 dan Rp100.000, serta sering menggunakan kurs yang kurang menguntungkan.

Oleh karena itu, secara praktik, mata uang paling ideal untuk dibawa adalah Riyal Arab Saudi. Jamaah disarankan menyiapkan riyal secukupnya dari Indonesia sebagai dana awal.

Jika masih ada sisa riyal saat akan pulang ke Indonesia, menukarkannya di Arab Saudi jauh lebih menguntungkan dibanding menjualnya di Tanah Air, karena selisih kurs yang lebih kecil.

Baca Juga : Persiapan Uang Saku Umroh, Berapa yang Harus Dibawa?

Sistem ATM dan Pembayaran Non Tunai di Arab Saudi

Untuk mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar, jamaah dapat memanfaatkan sistem perbankan di Arab Saudi yang sudah sangat modern dan aman.

Gambar 2 : Kartu Atm dengan Tulisan Visa dan Mastercard

Sahabat bisa melakukan tarik tunai langsung di ATM Saudi dengan syarat kartu ATM memiliki logo internasional berikut:

  • VISA
  • MasterCard
  • Cirrus

Jika terdapat salah satu logo tersebut, kartu dapat digunakan untuk transaksi internasional.

Selain itu, saat ini sebagian besar toko, restoran, hotel, dan minimarket di Mekkah dan Madinah sudah mendukung pembayaran non tunai (debit/kredit), termasuk metode contactless (tap). Ini sangat membantu terutama saat tidak memiliki uang pecahan kecil.

Dari sisi biaya, tarik tunai langsung di ATM Saudi umumnya lebih efisien dibandingkan menukar uang di money changer Indonesia karena mengikuti kurs bank internasional.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Biar Sahabat gak cuma siap secara mental tapi juga siap secara teknis, umroh bersama Ventour Travel jadi pilihan yang pas. Sahabat bakal dibimbing dari A sampai Z, mulai dari manasik, perlengkapan, sampai hal-hal detail seperti pengelolaan uang saku umroh biar gak salah strategi selama di Tanah Suci.

Yuk, wujudkan niat suci Sahabat sekarang juga dengan umroh bersama Ventour Travel. Konsultasi gratis hari ini, dan mulai langkah pertama menuju perjalanan ibadah yang lebih tenang, terarah, dan penuh makna.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Sedingin Apa Umroh di Musim Dingin Arab Saudi? Cek Suhunya!

Gak nyangka Arab Saudi bisa sedingin ini! Cari tahu suhunya saat umroh di musim dingin plus tips jaga kesehatan saat ibadah di tanah suci.

Gambar 1 : Suhu Di Arab Saudi saat Umroh Musim Dingin

Siapa sangka! negara yang identik dengan padang pasir dan cuaca panas seperti Arab Saudi ternyata bisa sedingin ini, loh sahabat.

Nah sahabat, Arab Saudi biasanya sudah masuk musim dingin sejak awal Desember 2025. Bahkan di periode ini, hujan yang disertai angin kencang dan badai ringan juga sering terjadi. Tapi tenang, kondisi ini sebenarnya wajar dan memang sudah jadi siklus tahunan di Mekkah dan Madinah. Musim dingin di sana umumnya berlangsung sekitar 3 bulan, mulai dari Desember sampai Februari.

Arab Saudi Sedang Alami Gelombang Dingin

Dilansir dari Himpuh, gelombang dingin memang tengah melanda Arab Saudi. Makkah dan Madinah pun tidak luput dari penurunan suhu yang cukup signifikan. Menurut National Centre for Meteorology, suhu di kedua kota suci ini turun lebih rendah dari biasanya, terutama pada pagi dan malam hari, dan diperparah dengan angin aktif yang membuat udara terasa jauh lebih dingin.

Secara nasional, suhu terendah bahkan tercatat di wilayah Arar, Qurayyat, dan Turaif yang bisa mencapai 0°C. Sementara itu, Makkah diperkirakan berada di kisaran 7–10°C pada malam hari, dan Madinah sekitar 8–11°C. Dalam kondisi normal, suhu musim dingin di Mekkah bisa berkisar antara 7–16°C, sedangkan di Madinah sekitar 8–13°C.

Yang perlu sahabat tahu, meskipun angka di termometer terlihat “masih aman”, para ahli meteorologi menekankan bahwa angin aktif di kedua kota suci ini membuat suhu terasa jauh lebih dingin dari yang tercatat secara resmi. Inilah yang sering bikin jemaah kaget, karena tubuh terasa lebih cepat menggigil saat berada di area terbuka, seperti di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Baca Juga : Umroh Musim Dingin: Jadi Pilihan Terbaik Di Sepanjang Tahun?

Tips Umroh di Musim Dingin

Karena suhu sedingin ini gak biasa buat kita yang tinggal di Indonesia, persiapan jadi kunci utama agar ibadah tetap nyaman dan tubuh tetap fit. Otoritas setempat juga mengimbau masyarakat dan jemaah untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup ekstrem ini.

Beberapa hal penting yang bisa sahabat siapkan antara lain:

  • Menggunakan pakaian hangat, terutama saat pagi dan malam hari. Jaket atau outer tebal sangat disarankan.
  • Membatasi aktivitas di luar ruangan ketika angin kencang terasa menusuk.
  • Memantau informasi cuaca lewat kanal resmi pemerintah atau aplikasi meteorologi.
  • Membawa perlengkapan pribadi, seperti kaos kaki tebal, lip balm, dan pelembab agar kulit tidak kering.
  • Sedia obat flu dan vitamin, untuk menjaga daya tahan tubuh selama cuaca dingin.

Gelombang dingin ini diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, bahkan bisa berulang selama musim dingin. Jadi, kesadaran terhadap perubahan suhu benar-benar penting, supaya sahabat bisa tetap fokus beribadah tanpa terganggu kondisi tubuh yang drop.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh di Tanah Suci

Buat sahabat yang berencana umroh di musim dingin, pastinya butuh travel yang benar-benar siap dari sisi fasilitas dan pendampingan. Bersama Ventour Travel, sahabat bisa umroh dengan lebih tenang karena seluruh proses sudah ditangani secara profesional, mulai dari visa umroh yang sudah termasuk dalam paket, bimbingan manasik yang jelas, hingga pendampingan tim berpengalaman selama di Tanah Suci. Jadi sahabat bisa fokus ibadah tanpa ribet urusan teknis perjalanan.

Yuk, segera jadwalkan keberangkatan sahabat sekarang dan konsultasikan langsung paket umroh terbaik bersama Ventour Travel hari ini!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!