Resmi! Arab Saudi Tetapkan Idulfitri 1447 H Pada 20 Maret 2026!

Arab Saudi tetapkan Idulfitri 2026 jatuh Jumat, 20 Maret. Simak keputusan resmi, libur nasional, dan kesiapan fasilitas ibadah di Madinah.

Gambar 1 : Arab Saudi Umumkan Hari Raya Idulfitri 1447H pada 20 Maret 2026

Arab Saudi secara resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret. Keputusan ini diumumkan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Saudi Press Agency.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa Kamis, 19 Maret 2026 menjadi hari terakhir bulan Ramadan. Penetapan ini sekaligus menjawab pertanyaan banyak umat Muslim terkait kapan perayaan Idulfitri dimulai, setelah sebelumnya masyarakat juga diimbau untuk ikut mengamati hilal Syawal sebagai penentu berakhirnya bulan suci.

Menariknya, keputusan ini tidak hanya berlaku di Arab Saudi. Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain juga menetapkan Idulfitri pada tanggal yang sama, sehingga perayaan Lebaran tahun ini berlangsung serentak di beberapa negara.

Penetapan Resmi dan Libur Nasional Idulfitri Arab Saudi

Selain menetapkan tanggal Idulfitri, pemerintah Arab Saudi juga langsung mengumumkan jadwal libur nasional bagi masyarakat. Libur dimulai sejak Rabu, 18 Maret 2026 dan berlangsung selama empat hari untuk sektor pemerintah maupun swasta.

Sementara itu, di Uni Emirat Arab, libur nasional untuk instansi pemerintah dimulai pada Kamis, 19 Maret hingga Minggu, 22 Maret. Untuk sektor swasta, libur berlangsung dari Kamis hingga Sabtu, dengan aktivitas kerja kembali normal pada Minggu bagi sebagian karyawan.

Penetapan ini memberikan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan momen Lebaran, baik untuk berkumpul bersama keluarga maupun menjalankan tradisi ibadah di hari kemenangan. Dalam pengumumannya, Mahkamah Agung juga menyampaikan pesan penuh harapan agar amal ibadah selama Ramadan diterima serta membawa keberkahan bagi seluruh umat.

Baca Juga : Wow! Indonesia Nomor 2 Jemaah Umroh Terbanyak Di Dunia!

Kesiapan Fasilitas Ibadah di Madinah

Gambar 2 : Persiapan Hari Raya Idulfitri di Madinah

Menyambut Hari Raya Idulfitri, pemerintah melalui Kementerian Urusan Islam Arab Saudi cabang Madinah telah menyiapkan berbagai fasilitas ibadah secara maksimal.

Sebanyak 969 masjid dan lapangan terbuka disiapkan untuk menampung jemaah yang akan melaksanakan salat Id. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah, khususnya di pusat kota dan wilayah sekitarnya.

Tim teknis juga disiagakan selama 24 jam penuh guna memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi optimal. Mulai dari pembersihan area ibadah, pengecekan sistem pendingin udara, pencahayaan, hingga sistem suara, semuanya dipastikan berfungsi dengan baik. Selain itu, koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mengatur akses keluar-masuk jemaah agar tetap tertib dan nyaman.

Dengan berbagai persiapan ini, pelaksanaan Idulfitri di Arab Saudi diharapkan berjalan lancar, khusyuk, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh umat Muslim yang merayakannya.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Pemerintah Arab Saudi Pastikan Wilayahnya Aman dan Kondusif

Pemerintah Arab Saudi memastikan seluruh wilayah aman & aktivitas berjalan normal. Sektor keamanan siaga 24 jam, jamaah diminta hindari rumor.

Gambar 1 : Pemerintah Arab Saudi Pastikan Seluruh Wilayah nya Aman

Dilansir dari Himpuh, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa situasi keamanan di seluruh wilayah Kerajaan tetap stabil, meskipun dalam beberapa waktu terakhir terjadi dinamika kawasan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, kementerian menyampaikan bahwa aktivitas kehidupan sehari-hari di berbagai kota dan wilayah Arab Saudi berjalan normal tanpa gangguan. Layanan publik, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas masyarakat tetap berlangsung seperti biasa.

Sektor Keamanan Siaga 24 Jam

Kementerian menjelaskan bahwa seluruh sektor keamanan beroperasi selama 24 jam penuh dalam kerangka sistem keamanan dan layanan terpadu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas negara sekaligus memastikan keselamatan seluruh warga dan penduduk yang tinggal di wilayah Kerajaan.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Saudi Gazette (Selasa, 3/3/2026), kementerian menegaskan:

“Keamanan Kerajaan, para pengunjung, dan penduduk merupakan prioritas utama.”

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah perkembangan regional.

Baca Juga : 80 Jemaah Umroh Ventour Tetap Aman Berangkat dari Soetta Ditengah Konflik Timur Tengah

Imbauan Hindari Penyebaran Informasi Tidak Terverifikasi

Gambar 2 : Jamaah di Himbau Agar Tidak Menyebarkan Rumor Palsu

Selain memastikan kondisi keamanan tetap stabil, kementerian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan rumor maupun video yang belum terverifikasi kebenarannya. Publik diminta untuk hanya merujuk pada sumber resmi dalam memperoleh informasi terkait perkembangan situasi.

Imbauan ini disampaikan guna mencegah munculnya kepanikan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat akibat informasi yang tidak akurat.

Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan nasional serta memastikan stabilitas pelayanan publik tetap berjalan optimal. Di tengah dinamika regional yang berlangsung, pemerintah memastikan bahwa sistem keamanan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, masyarakat diharapkan dapat tetap tenang dan bijak dalam menerima serta membagikan informasi.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Nekat Merokok Setelah Umroh? Dendanya Bisa Tembus Jutaan!

Viral! Jemaah umroh ini nekat merokok di Tanah Suci setelah umroh. Ketahui larangan merokok di Arab Saudi, dendanya, dan risiko hukumannya.

Gambar 1 : Larangan Merokok di Sekitar Masjidil Haram

Video jemaah umroh yang tertangkap kamera sedang merokok di Tanah Suci kembali viral setiap tahunnya. Selama berada di Tanah Suci, sahabat perlu tahu bahwa merokok di area umroh termasuk pelanggaran serius. Selain mengganggu orang lain, risikonya bisa sampai denda dan hukuman resmi.

Aturan Ketat Larangan Merokok di Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi sudah lama menerapkan kebijakan larangan merokok di tempat umum. Bahkan sejak tahun 2014, penggunaan produk tembakau dilarang secara permanen di kota-kota suci seperti Makkah dan Madinah. Kemudian pada tahun 2016, larangan merokok diperluas ke berbagai fasilitas publik, termasuk kantor pemerintah, rumah sakit, sekolah, tempat kerja, bank, hingga semua fasilitas transportasi umum dan bandara.

Untuk kawasan ibadah, aturannya jauh lebih tegas. Jemaah dilarang merokok di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Bukan cuma di dalam masjid, bahkan di pelataran dan area sekitar masjid pun tetap masuk zona larangan. Hotel-hotel tempat jemaah menginap juga banyak yang memasang pengumuman larangan merokok demi kenyamanan bersama.

Baca Juga : Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Sanksi Merokok di Tanah Suci Bisa Didenda hingga Dipenjara

Jika ketahuan merokok di area terlarang, petugas akan langsung memberikan sanksi. Berdasarkan ketentuan resmi, denda minimal yang dikenakan adalah 200 Riyal Saudi atau sekitar Rp800.000. Namun dalam beberapa kasus, denda bisa meningkat hingga 2.500 Riyal atau setara jutaan rupiah, bahkan bisa berujung hukuman kurungan jika dilakukan di dalam masjid.

Kementerian Agama RI juga sudah beberapa kali mengingatkan jemaah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar tidak merokok selama berada di Tanah Suci. Selain melanggar aturan, asap rokok juga sangat mengganggu jemaah lain dan bisa merusak kekhusyukan ibadah.

Daripada mengambil risiko, sahabat bisa menjadikan momen umroh sebagai kesempatan “puasa merokok”. Sediakan permen mint, permen karet, atau siwak sebagai pengalih ketika keinginan merokok muncul. Niatkan ibadah sebagai ajang memperbaiki diri, termasuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik.

Menjalankan ibadah umroh tentu akan jauh lebih nyaman jika sahabat memilih travel yang tidak hanya mengurus keberangkatan, tetapi juga peduli pada edukasi jemaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Bersama Ventour Travel, sahabat akan dibimbing secara menyeluruh mulai dari manasik, pemahaman aturan di Arab Saudi, hingga pendampingan selama di Tanah Suci, sehingga ibadah lebih tenang, tertib, dan sesuai sunnah.

Yuk, wujudkan perjalanan umroh yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bersama Ventour Travel, karena ibadah yang baik dimulai dari persiapan yang tepat.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Berapa Lama Durasi Puasa Di Arab Saudi? Ini Jawabannya!

Puasa di Saudi ternyata bisa 14–15 jam, tapi kini hampir sama dengan Indonesia sekitar 13 jam. Apa penyebabnya? Ini penjelasan lengkapnya!

Gambar 1 : Durasi Puasa Ramadhan di Arab Saudi

Sahabat mungkin pernah dengar kalau puasa di Saudi itu lebih lama dari Indonesia, bahkan bisa sampai 14–15 jam sehari. Dan itu memang benar, terutama saat Ramadan jatuh di musim panas. Tapi kabar baiknya, Ramadan 2026 ini durasi puasa di Saudi justru lebih singkat dan hampir sama dengan di Indonesia, yaitu sekitar 12–13 jam per hari.

Menariknya, meskipun sama-sama sekitar 13 jam, jam mulai puasa dan jam berbukanya tetap beda. Di Mekkah Adzan Subuh: 05.10 – 05.33 dan Buka Puasa (Maghrib): 18.20 – 18.32, sedangkan di Madinah, Adzan Subuh: 05.09 – 05.35 dan Buka Puasa (Maghrib): 18.18 – 18.33 waktu setempat. Beda dengan Indonesia yang subuhnya sekitar jam 04.30 dan buka puasa jam 18.00.

Kenapa Durasi Puasa Tiap Negara Bisa Berbeda?

Sahabat, perbedaan durasi puasa di setiap negara itu bukan karena aturan yang beda, tapi karena faktor alam, seperti:

  1. Letak geografis (lintang negara)
  2. Perbedaan zona waktu
  3. Musim (dingin atau panas)

Negara yang dekat dengan khatulistiwa seperti Indonesia punya durasi siang yang relatif stabil sepanjang tahun. Sementara negara yang lebih ke utara atau selatan akan mengalami perubahan panjang siang yang cukup ekstrem tergantung musim.

Itulah kenapa di negara-negara Eropa atau Skandinavia, durasi puasa bisa mencapai 15–18 jam, bahkan lebih di beberapa wilayah. Sedangkan di kawasan Timur Tengah, termasuk Saudi, durasinya masih tergolong moderat.

Baca Juga : Sedingin Apa Umroh di Musim Dingin Arab Saudi? Cek Suhunya!

Puasa Lebih Singkat di Ramadhan 2026

Ramadan 2026 diperkirakan dimulai sekitar 19 Februari, bertepatan dengan akhir musim dingin. Di musim ini, matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat. Artinya, waktu sahur mundur dan waktu buka puasa lebih cepat.

Di sebagian besar negara Arab seperti:

  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab
  • Qatar
  • Kuwait
  • Bahrain
  • Oman

Durasi puasa berada di kisaran 12–13 jam, dan hanya bertambah beberapa menit di akhir Ramadan. Suhu yang lebih sejuk juga membuat puasa terasa lebih ringan secara fisik, tidak seberat saat musim panas.

Secara global, Ramadan 2026 diprediksi menjadi salah satu Ramadan dengan durasi puasa paling seimbang dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jam siang maupun kondisi cuaca.

Gambar 2 : Suasana saat Mau Berbuka Puasa di Arab Saudi

Jadi sahabat, meskipun dulu puasa di Saudi terkenal lebih lama, tahun ini justru hampir sama dengan Indonesia dan terasa lebih bersahabat. Ini jadi kabar baik, apalagi buat sahabat yang punya rencana umroh saat Ramadan, ibadah tetap maksimal tanpa harus menghadapi cuaca ekstrem.

Kalau sahabat ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci dengan durasi puasa yang lebih nyaman, ini momen yang tepat.

Yuk, siapkan niat dari sekarang dan pilih program umroh yang aman, resmi, dan terpercaya.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Aturan Baru! Tak Boleh Merekam Sholat di Masjid Saat Ramadhan

Arab Saudi menetapkan aturan baru pada Ramadhan 1447 H, melarang rekaman dan live saat shollat di masjid demi menjaga kekhusyukan jamaah.

Gambar 1 : Arab Saudi Larang Rekaman Salat di Masjid Selama Ramadhan

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Arab Saudi kembali menetapkan sejumlah aturan baru terkait pengelolaan masjid di seluruh wilayah Kerajaan. Kebijakan ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jamaah sekaligus menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah, terutama di masjid-masjid besar yang menjadi tujuan utama umat Muslim dari berbagai negara.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan sebagai bagian dari persiapan tahunan menjelang Ramadan. Dikutip dari saudinews50, kementerian menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan intensitas ibadah tertinggi, ditandai dengan meningkatnya jumlah jamaah, baik warga lokal, penduduk, maupun pengunjung.

Lonjakan ini juga dipicu oleh meningkatnya jamaah umrah, khususnya di wilayah Haramain, sehingga diperlukan regulasi yang lebih ketat agar fungsi masjid tetap optimal sebagai pusat ibadah, ketenangan, dan pembinaan umat.

Disiplin Ibadah Diperketat Demi Kenyamanan Jamaah

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah penegasan disiplin bagi imam dan muazin. Mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tugas tanpa alasan darurat yang dibenarkan secara prosedural. Selain itu, jadwal azan wajib mengikuti kalender resmi Ummul Qura, dan jeda antara azan serta iqamah harus diatur secara proporsional, khususnya untuk salat Isya dan Subuh agar jamaah tetap merasa nyaman.

Dalam pelaksanaan salat Tarawih dan Tahajud, imam diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik jamaah. Bacaan yang terlalu panjang dan memberatkan diminta untuk dihindari. Begitu juga dengan doa qunut, diarahkan agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, mengutamakan doa-doa dari sunnah, tidak berlebihan, serta tidak dibuat-buat.

Untuk i‘tikaf, pengelola masjid diwajibkan melakukan pendataan resmi bagi seluruh peserta. Bagi jamaah non-Saudi, diperlukan persetujuan penjamin atau kafil demi menjaga keamanan dan ketertiban. Bahkan, pengawasan akan dilakukan secara ketat dengan kewajiban laporan harian dari petugas selama bulan Ramadan. Beberapa masjid besar juga menyediakan fasilitas i‘tikaf resmi seperti loker penyimpanan barang, area charging HP, bantal, sajadah, hingga handuk, agar jamaah tetap nyaman tanpa mengganggu area ibadah utama.

Baca Juga : Adzan Subuh 2 Kali di Tanah Suci? ternyata Ini Alasannya!

Dilarang Merekam, Live Streaming, Hingga Penggalangan Dana

Inilah bagian yang paling menjadi sorotan yaitu larangan membuat konten di dalam masjid. Pemerintah Arab Saudi secara tegas melarang penggunaan kamera untuk merekam imam maupun jamaah saat salat. Termasuk di dalamnya larangan live streaming atau siaran langsung ibadah melalui media apa pun. Tujuannya jelas, agar tidak mengganggu kekhusyukan dan privasi jamaah yang sedang beribadah.

Selain itu, aktivitas non-ibadah juga dibatasi ketat. Praktik mengemis dilarang secara mutlak, baik di dalam masjid maupun di area sekitarnya. Termasuk pula segala bentuk penggalangan dana tunai, khususnya untuk kegiatan buka puasa. Makanan berbuka hanya boleh ditempatkan di area yang telah ditentukan, seperti pelataran Masjidil Haram, dan pembersihan wajib segera dilakukan setelah selesai.

Pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan masjid, pemeliharaan fasilitas, serta pengaturan area salat, termasuk ruang khusus perempuan. Kegiatan buka puasa bersama berada di bawah tanggung jawab imam dan muazin, dengan penekanan kuat pada ketertiban dan kebersihan lingkungan masjid.

Baca Juga : Cara Masjidil Haram Cegah Jemaah Anak Dan Lansia Terpisah!

Seluruh ketentuan ini diterapkan secara nasional di lebih dari 90 ribu masjid dan mushala di Arab Saudi. Pemerintah berharap keseragaman aturan ini dapat mencegah perbedaan praktik di lapangan sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang aman, teratur, dan penuh penghayatan bagi seluruh jamaah.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Buat Sahabat yang ingin merasakan langsung suasana Ramadan di Tanah Suci tanpa ribet urusan teknis, umroh bersama Ventour Travel bisa jadi pilihan terbaik. Dengan pembimbing berpengalaman, fasilitas lengkap, hotel dekat masjid, hingga pendampingan ibadah sesuai aturan terbaru Arab Saudi, Sahabat bisa fokus beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

Yuk, wujudkan niat umroh bersama Ventour Travel sekarang juga! Kursi terbatas, jangan sampai menunda kesempatan emas ke Baitullah!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Worth It Bawa Uang Saku Rupiah, Dolar atau Riyal Saat Umroh?

Bingung pilih bawa rupiah, dolar, atau riyal buat uang saku saat umroh di tanah suci? Yuk simak disini plus tips tarik tunai di ATM Saudi.

Gambar 1 : Tips Membawa Uang Saku Umroh

Salah satu hal kecil tapi sering bikin galau jelang berangkat umroh itu soal uang saku umroh. Mending bawa Rupiah, Dolar, atau langsung Riyal ya? Banyak yang bilang bawa dolar lebih untung karena stabil, tapi faktanya gak selalu begitu loh!

Kalau salah strategi, Sahabat bisa kena “potongan” dua kali. Tukar Rupiah ke Dolar di Indonesia, lalu tukar Dolar ke Riyal di Arab Saudi. Selisih kursnya bisa lumayan banget. Nah biar gak salah langkah, yuk kita bahas satu-satu dengan cara paling simpel dan menguntungkan.

Dolar, Rupiah, atau Riyal untuk Uang Saku Umroh?

Secara umum, Dolar Amerika (USD) memang termasuk mata uang internasional yang mudah ditukarkan di berbagai negara, termasuk Arab Saudi. Money changer di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat mudah ditemukan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa menukar dolar di Indonesia biasanya menggunakan kurs jual yang tinggi, sehingga jamaah berpotensi rugi. Apalagi jika prosesnya dua kali: Rupiah ke Dolar di Indonesia, lalu Dolar ke Riyal di Saudi.

Sementara itu, Rupiah saat ini sudah mulai diterima di beberapa toko di Mekkah dan Madinah, tetapi terbatas pada pecahan tertentu seperti Rp50.000 dan Rp100.000, serta sering menggunakan kurs yang kurang menguntungkan.

Oleh karena itu, secara praktik, mata uang paling ideal untuk dibawa adalah Riyal Arab Saudi. Jamaah disarankan menyiapkan riyal secukupnya dari Indonesia sebagai dana awal.

Jika masih ada sisa riyal saat akan pulang ke Indonesia, menukarkannya di Arab Saudi jauh lebih menguntungkan dibanding menjualnya di Tanah Air, karena selisih kurs yang lebih kecil.

Baca Juga : Persiapan Uang Saku Umroh, Berapa yang Harus Dibawa?

Sistem ATM dan Pembayaran Non Tunai di Arab Saudi

Untuk mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar, jamaah dapat memanfaatkan sistem perbankan di Arab Saudi yang sudah sangat modern dan aman.

Gambar 2 : Kartu Atm dengan Tulisan Visa dan Mastercard

Sahabat bisa melakukan tarik tunai langsung di ATM Saudi dengan syarat kartu ATM memiliki logo internasional berikut:

  • VISA
  • MasterCard
  • Cirrus

Jika terdapat salah satu logo tersebut, kartu dapat digunakan untuk transaksi internasional.

Selain itu, saat ini sebagian besar toko, restoran, hotel, dan minimarket di Mekkah dan Madinah sudah mendukung pembayaran non tunai (debit/kredit), termasuk metode contactless (tap). Ini sangat membantu terutama saat tidak memiliki uang pecahan kecil.

Dari sisi biaya, tarik tunai langsung di ATM Saudi umumnya lebih efisien dibandingkan menukar uang di money changer Indonesia karena mengikuti kurs bank internasional.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Biar Sahabat gak cuma siap secara mental tapi juga siap secara teknis, umroh bersama Ventour Travel jadi pilihan yang pas. Sahabat bakal dibimbing dari A sampai Z, mulai dari manasik, perlengkapan, sampai hal-hal detail seperti pengelolaan uang saku umroh biar gak salah strategi selama di Tanah Suci.

Yuk, wujudkan niat suci Sahabat sekarang juga dengan umroh bersama Ventour Travel. Konsultasi gratis hari ini, dan mulai langkah pertama menuju perjalanan ibadah yang lebih tenang, terarah, dan penuh makna.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Sedingin Apa Umroh di Musim Dingin Arab Saudi? Cek Suhunya!

Gak nyangka Arab Saudi bisa sedingin ini! Cari tahu suhunya saat umroh di musim dingin plus tips jaga kesehatan saat ibadah di tanah suci.

Gambar 1 : Suhu Di Arab Saudi saat Umroh Musim Dingin

Siapa sangka! negara yang identik dengan padang pasir dan cuaca panas seperti Arab Saudi ternyata bisa sedingin ini, loh sahabat.

Nah sahabat, Arab Saudi biasanya sudah masuk musim dingin sejak awal Desember 2025. Bahkan di periode ini, hujan yang disertai angin kencang dan badai ringan juga sering terjadi. Tapi tenang, kondisi ini sebenarnya wajar dan memang sudah jadi siklus tahunan di Mekkah dan Madinah. Musim dingin di sana umumnya berlangsung sekitar 3 bulan, mulai dari Desember sampai Februari.

Arab Saudi Sedang Alami Gelombang Dingin

Dilansir dari Himpuh, gelombang dingin memang tengah melanda Arab Saudi. Makkah dan Madinah pun tidak luput dari penurunan suhu yang cukup signifikan. Menurut National Centre for Meteorology, suhu di kedua kota suci ini turun lebih rendah dari biasanya, terutama pada pagi dan malam hari, dan diperparah dengan angin aktif yang membuat udara terasa jauh lebih dingin.

Secara nasional, suhu terendah bahkan tercatat di wilayah Arar, Qurayyat, dan Turaif yang bisa mencapai 0°C. Sementara itu, Makkah diperkirakan berada di kisaran 7–10°C pada malam hari, dan Madinah sekitar 8–11°C. Dalam kondisi normal, suhu musim dingin di Mekkah bisa berkisar antara 7–16°C, sedangkan di Madinah sekitar 8–13°C.

Yang perlu sahabat tahu, meskipun angka di termometer terlihat “masih aman”, para ahli meteorologi menekankan bahwa angin aktif di kedua kota suci ini membuat suhu terasa jauh lebih dingin dari yang tercatat secara resmi. Inilah yang sering bikin jemaah kaget, karena tubuh terasa lebih cepat menggigil saat berada di area terbuka, seperti di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Baca Juga : Umroh Musim Dingin: Jadi Pilihan Terbaik Di Sepanjang Tahun?

Tips Umroh di Musim Dingin

Karena suhu sedingin ini gak biasa buat kita yang tinggal di Indonesia, persiapan jadi kunci utama agar ibadah tetap nyaman dan tubuh tetap fit. Otoritas setempat juga mengimbau masyarakat dan jemaah untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup ekstrem ini.

Beberapa hal penting yang bisa sahabat siapkan antara lain:

  • Menggunakan pakaian hangat, terutama saat pagi dan malam hari. Jaket atau outer tebal sangat disarankan.
  • Membatasi aktivitas di luar ruangan ketika angin kencang terasa menusuk.
  • Memantau informasi cuaca lewat kanal resmi pemerintah atau aplikasi meteorologi.
  • Membawa perlengkapan pribadi, seperti kaos kaki tebal, lip balm, dan pelembab agar kulit tidak kering.
  • Sedia obat flu dan vitamin, untuk menjaga daya tahan tubuh selama cuaca dingin.

Gelombang dingin ini diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, bahkan bisa berulang selama musim dingin. Jadi, kesadaran terhadap perubahan suhu benar-benar penting, supaya sahabat bisa tetap fokus beribadah tanpa terganggu kondisi tubuh yang drop.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh di Tanah Suci

Buat sahabat yang berencana umroh di musim dingin, pastinya butuh travel yang benar-benar siap dari sisi fasilitas dan pendampingan. Bersama Ventour Travel, sahabat bisa umroh dengan lebih tenang karena seluruh proses sudah ditangani secara profesional, mulai dari visa umroh yang sudah termasuk dalam paket, bimbingan manasik yang jelas, hingga pendampingan tim berpengalaman selama di Tanah Suci. Jadi sahabat bisa fokus ibadah tanpa ribet urusan teknis perjalanan.

Yuk, segera jadwalkan keberangkatan sahabat sekarang dan konsultasikan langsung paket umroh terbaik bersama Ventour Travel hari ini!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Viral! Kebaikan Pekerja Masjidil Haram Ini Bikin Terharu!

Kisah viral pekerja Masjidil Haram asal Bangladesh yang memberi sajadahnya ke jamaah. Aksi tulus ini menyentuh hati dan mendapat penghargaan.

Gambar 1 : Abun Abu Bakr, Seorang Petugas Kebersihan yang Mendapatkan Penghargaan ( Sumber : Saudia Gazette )

Di tengah jutaan jamaah yang datang dan pergi di Masjidil Haram, terkadang ada kisah sederhana yang justru meninggalkan jejak paling dalam. Sahabat, sebuah video viral baru-baru ini memperlihatkan momen menyentuh dari seorang pekerja kebersihan asal Bangladesh yang melakukan aksi tanpa pamrih di Tanah Suci. Gesturnya begitu sederhana, namun maknanya mampu menggugah hati jutaan orang di seluruh dunia.

Tanpa sorotan kamera profesional atau niat untuk dikenal, aksi ini justru menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dan ketulusan masih hidup kuat di tempat paling suci umat Islam.

Gestur Sederhana Pekerja Bangladesh yang Menyentuh Hati

Dilansir dari gulfnews, video yang viral di media sosial X itu memperlihatkan seorang petugas kebersihan Masjidil Haram menawarkan sajadah pribadinya kepada seorang jamaah yang membutuhkannya. Belakangan diketahui, sahabat, bahwa pekerja tersebut bernama Abun Abu Bakr, seorang warga Bangladesh yang bekerja melayani jamaah di Makkah.

Yang membuat banyak orang terharu, sajadah tersebut ternyata baru saja ia terima sebagai hadiah. Namun tanpa ragu, Abun Abu Bakr memilih memberikannya kembali kepada jamaah lain yang lebih membutuhkan. Sikap rendah hati, tulus, dan penuh kasih ini langsung menuai pujian dari warganet.

Banyak pengguna media sosial menyebut aksinya sebagai contoh nyata makna berbagi yang sesungguhnya. Di tengah hiruk pikuk ibadah dan keramaian Masjidil Haram, kebaikan kecil seperti ini terasa begitu besar dan bermakna.

Baca Juga : Kisah Om Daeng: Umroh Pakai Motor, 27.000 KM ke Mekkah!

Penghargaan dari Pemerintah Kota Makkah

Aksi spontan Abun Abu Bakr akhirnya mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Kota Makkah. Ia menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas perilaku teladan dan pelayanan tulusnya kepada para jamaah. Dalam pernyataan yang dikutip dari Saudi Gazette, pejabat setempat menyebut tindakannya sebagai cerminan kuat nilai-nilai yang mendefinisikan Makkah dan Masjidil Haram.

“Tindakan kebaikan ini mewujudkan kemurahan hati dalam bentuknya yang paling sederhana dan murni, serta mencerminkan kasih sayang dan tanpa pamrih yang menjadi ciri khas tempat paling suci,” demikian pernyataan tersebut.

Sahabat, viralnya kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya Masjidil Haram, ada banyak tangan-tangan tulus yang bekerja dalam diam. Mereka mungkin jarang terlihat, namun nilai kemanusiaan yang mereka hadirkan justru menjadi bagian penting dari pengalaman spiritual di Tanah Suci.

Kisah Abun Abu Bakr bukan sekadar cerita viral, melainkan cermin tentang arti keikhlasan, melayani dengan hati, dan berbagi tanpa mengharap balasan. Sebuah pelajaran sederhana, namun begitu dalam, bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Saudi Bekukan Travel Umroh Penipu Yang Telantarkan Jamaah!

Saudi bekukan operasional travel umroh penipu karena telantarkan jemaah tanpa akomodasi yang sesuai, Langkah ini demi melindungi jemaah umroh.

Gambar 1 : Arab Saudi Bekukan Travel Umroh Penipu yang Telantarkan Jemaah

Arab Saudi semakin serius menjaga kenyamanan jemaah umroh. Siapa pun penyedia layanan yang nekat melanggar kontrak, apalagi sampai menelantarkan tamu Allah, langsung berurusan dengan sanksi berat. Bahkan, operasional agen bisa dihentikan total tanpa toleransi.

Dan benar saja di penghujung 2025, Dilansir Himpuh Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi resmi membekukan operasional sebuah perusahaan umroh beserta agen luar negerinya pada Minggu (28/12/2025) karena terbukti gagal menyediakan akomodasi hotel, padahal sudah jelas tercantum dalam kontrak perjalanan. Artinya? Kontrak dilanggar, hak jemaah diabaikan dan itu adalah pelanggaran fatal.

Kasus ini bukan yang pertama. Pada Juni 2025, tujuh perusahaan umroh lainnya juga dihentikan aktivitasnya karena tidak memenuhi layanan transportasi sesuai kontrak. Jaminan bank (garansi bank) dari perusahaan tersebut pun dicairkan untuk menutupi biaya transportasi alternatif bagi jemaah terdampak. Langkah tegas ini sejalan dengan Visi Saudi 2030, yang menargetkan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman ibadah jemaah di seluruh tahapan perjalanan umroh.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi:

“Hak-hak jemaah adalah garis merah. Tidak ada ruang toleransi bagi penyedia layanan yang abai terhadap kontrak dan kenyamanan tamu Allah.”

Sikap ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh travel umroh dunia, termasuk di Indonesia yang juga punya standar 5 Pasti Umroh dari Kemenag (Pasti Berizin, Pasti Jadwal, Pasti Hotel, Pasti Transportasi, Pasti Visa). Jika fasilitas di itinerary tidak sesuai realisasi di lapangan, maka travel bisa dinilai melanggar aturan dan berisiko mendapat penindakan.

Jemaah Umroh Tak Terurus Tanpa Hotel, Kok Bisa?

Kasus penelantaran biasanya dimulai dari janji fasilitas akomodasi yang manis di itinerary, tapi nihil realisasinya saat jemaah tiba di Tanah Suci. Pada kasus terbaru, otoritas menemukan sejumlah jemaah tiba tanpa jaminan penginapan yang sah, dan itu dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi peziarah Dua Masjid Suci.

Pengamat layanan umroh, Dr. Khalid Al-Faisal, menyampaikan:

“Travel yang mencantumkan hotel dalam kontrak tapi gagal memenuhinya, sama saja dengan menipu akad layanan. Dampaknya bukan hanya administratif, tapi juga mencederai kehormatan ibadah.”

Baca Juga : Geger! Jamaah Pria Nekat Lompat dari Atas Masjidil Haram!

7 Travel Umroh Penipu Telah Disuspend

Sepanjang 2025, 7 perusahaan umroh juga disuspend karena gagal menyediakan transportasi sesuai kontrak. Tidak ada rincian nama perusahaan yang dipublikasikan, namun jaminan bank mereka dicairkan untuk menutupi biaya transportasi alternatif, agar layanan tetap berjalan sesuai standar.

Efek jera mulai terasa. Banyak agen travel kini memperbaiki sistem, kontrak vendor, dan kepastian layanan sebelum keberangkatan jemaah.

Langkah pembekuan operasional dan pencairan garansi bank bukan sekadar hukuman, tapi bagian dari pemantauan berkelanjutan untuk:

  • Melindungi hak jemaah
  • Mencegah pelanggaran berulang
  • Menjamin rasa aman dan kepuasan ibadah di Tanah Suci
  • Meningkatkan kualitas layanan sesuai target Saudi Vision 2030

Kementerian juga mengimbau seluruh perusahaan umroh agar:

“Mematuhi aturan dan memberikan layanan sesuai program yang telah dikontrakkan.”

Bagi jemaah, ini jadi angin segar. Ibadah lebih khusyuk, perjalanan lebih tertata, dan risiko telantar bisa diminimalkan.

Baca Juga : Bikin Nyesel! Jemaah Ini Bongkar Cerita Pahit Umrah Mandiri!

Di tengah pengawasan yang makin ketat, memilih travel yang amanah, berizin resmi, dan terbukti bertanggung jawab jadi hal paling penting.

Sebagai sahabat yang berencana umroh, memilih travel yang amanah bukan sekadar opsi, tapi keharusan. Ventour Travel hadir membawa ketenangan itu. Dengan izin resmi dan terdaftar sesuai regulasi Kemenag, sahabat gak perlu was-was soal legalitas.

Ventour juga memastikan kontrak hotel dan transportasinya jelas sejak awal, jadi fasilitas yang tertulis di itinerary benar-benar yang sahabat dapatkan di lapangan dan bukan janji manis semata. Ditambah lagi, ada pendampingan profesional mulai dari manasik, keberangkatan, sampai sahabat kembali ke tanah air, semua dikawal tim yang berpengalaman.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat di Tanah Suci

Ventour juga menyediakan pilihan paket yang lengkap dengan pelayanan fokus ibadah, membuat perjalanan sahabat terasa lebih tertata, khusyuk, dan bermakna.

Ventour menjadi solusi tepat bagi sahabat yang mencari travel umroh terpercaya dengan layanan yang mengutamakan kenyamanan tamu Allah, bukan keuntungan semata.

Mau umroh tenang, nyaman, dan tanpa drama fasilitas?

Yuk, wujudkan perjalanan ibadah sahabat bareng Ventour Travel sekarang juga!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Kereta Cepat Saudi–Qatar: Lintas Negara Cuma 2 Jam Saja!

Kereta cepat Saudi–Qatar hadir! Lintas 2 negara cuma 2 jam, melaju 300+ km/jam, sambungkan bandara dan jadi cara baru traveling lintas negara!

Gambar 1 : Saudi–Qatar Bangun Kereta Cepat Pertama di Kawasan Teluk

Naik kereta dari Arab Saudi ke Qatar, lintas 2 negara, dan cuma butuh 2 jam aja? Kedengerannya kayak mimpi, tapi ini nyata! Dilansir dari Himpuh Arab Saudi dan Qatar menandatangani mega proyek kereta listrik berkecepatan tinggi yang bakal menghubungkan kota-kota strategis seperti Riyadh, Dammam, Al-Hofuf, Al-Hofuf, Al-Hofuf, Dammam, Al-Hofuf, hingga Doha. Kereta ini dirancang bisa melaju di atas 300 km/jam, hampir secepat pesawat!

Proyek ini juga jadi bagian dari ambisi besar Saudi Vision 2030 & Qatar National Vision 2030, yang fokus meningkatkan sektor pariwisata, investasi, mobilitas, hingga membuka puluhan ribu peluang kerja baru.

Dari Saudi ke Qatar Berjarak 785 KM Jalur Kereta

Jalur kereta cepat ini nantinya bakal membentang sepanjang 785 km, menghubungkan Riyadh – Doha, lewat Al-Hofuf dan Dammam, serta langsung menyatukan 2 bandara besar: Bandara Internasional King Salman (Saudi) dan Bandara Internasional Hamad (Qatar).

Penandatanganan resminya dilakukan oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, kemudian diperkuat oleh Menteri Transportasi Saudi Saleh Al-Jassir dan Menteri Transportasi Qatar Muhammad bin Abdullah Al Thani di Istana Al-Yamamah.

Selain mempercepat mobilitas, proyek ini juga diperkirakan mampu melayani 10 juta penumpang per tahun dan membuka lebih dari 30.000 lapangan pekerjaan, baik langsung maupun tidak langsung. Bahkan, kontribusi ekonominya diproyeksikan mencapai SR115 miliar untuk gabungan PDB Saudi & Qatar. Kalau biasanya perjalanan lintas negara makan waktu lama, nanti tinggal duduk mani dan 2 jam, sampai deh!

Baca Juga : Review Jujur Deyar Al Eiman Madinah! Ternyata Senyaman Ini?

Kerja Sama Saudi–Qatar yang Makin Kuat

Kedua negara juga sepakat memperluas kolaborasi di banyak sektor penting, mulai dari pertahanan, keamanan siber, pelatihan gabungan, hingga ekonomi digital, inovasi industri, pertambangan, budaya, pendidikan, media, dan tentunya pariwisata. Data perdagangan mereka juga bikin melongo: pada 2024, nilai transaksi Saudi–Qatar mencapai 930,3 juta dolar, naik 634% dibanding 2021!

Gambar 2 : Kerja Sama Saudi-Qatar Pada Pembangunan Kereta Cepat

Ini bukti kalau hubungan bilateral mereka lagi super solid dan potensinya terus berkembang pesat. Proyek kereta cepat ini juga dipersiapkan sebagai fondasi jaringan kereta GCC (Gulf Cooperation Council) dengan teknologi perkeretaapian cerdas, standar keselamatan global, ramah lingkungan, dan dirancang untuk menekan emisi karbon. Jadi bukan cuma cepat, tapi juga masa depan banget!

Dengan hadirnya mega proyek kereta cepat Saudi–Qatar yang memangkas perjalanan lintas negara jadi 2 jam, era baru mobilitas di Teluk makin memudahkan siapa pun untuk bepergian termasuk sahabat yang rindu melangkah ke Tanah Suci.

Baca Juga : Maskapai Umroh Ini Sediakan Wi-Fi Gratis Setiap Penerbangan!

Sebagai travel umroh terpercaya di Depok, Ventour sudah menemani ribuan jamaah berangkat ke Tanah Suci dengan pelayanan yang amanah, resmi, dan transparan, cocok banget buat sahabat yang ingin perjalanan ibadahnya terasa ringan seperti sedang jalan bareng keluarga sendiri.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Ventour Travel saat Melaksanakan Ibadah Umroh

Dari bimbingan ibadah, pemilihan hotel strategis, sampai pendampingan selama di Makkah dan Madinah, semuanya dirancang biar sahabat fokus pada ibadah tanpa khawatir hal-hal teknis. Dengan Ventour, perjalanan umroh bukan sekadar pindah negara, tapi lebih dekat, lebih khusyuk, dan lebih bermakna.

Jadi kalau sahabat lagi cari travel umroh yang bisa dipercaya, yang nggak cuma janji manis tapi juga bukti nyata, Ventour Travel siap jadi teman perjalanan terbaik sahabat.

Yuk wujudkan panggilan ke Baitullah, sekarang waktunya sahabat melangkah!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!