Persiapan Uang Saku Umroh, Berapa yang Harus Dibawa?

Persiapan Uang Saku Umroh, Berapa yang Harus Dibawa?

Bagi Sahabat yang baru pertama kali berangkat umroh, salah satu hal yang terlintas di pikiran adalah berapa uang saku umroh yang harus dibawa. Apalagi jika ini juga kali pertama Sahabat bepergian ke luar negeri. Sementara Sahabat tidak mengetahui nilai pasaran barang yang dijual di negara tujuan, yaitu Arab Saudi.

Uang saku ini tentunya di luar dari biaya paket umroh, biaya pembuatan paspor, dan biaya vaksin. Lantas, berapa uang saku umroh yang harus Sahabat bawa ketika beribadah ke Tanah Suci?

Persiapan uang saku umroh
Gambar: Persiapan uang saku umroh

Tenang saja! Kami telah merangkum jawabannya. Yuk simak ulasan berikut, Sahabat!

Berapa Jumlah Uang Saku Umroh yang Harus Dibawa?

Sebenarnya, sebagian besar kegiatan di Tanah Suci sudah di-handle oleh pihak travel umroh yang Sahabat pilih. Mulai dari hal vital, seperti tiket pesawat, transportasi selama di Arab Saudi, booking hotel, makan, asuransi, hingga air Zam-Zam. Jadi untuk kebutuhan ini, Sahabat tidak perlu memusingkan biayanya lagi.

Sahabat hanya perlu menyiapkan uang saku untuk kebutuhan sekunder, seperti membeli snack, membeli oleh-oleh, atau bahkan budget untuk sedekah selama di Tanah Suci.

Nah, berapa jumlah uang saku yang harus kita siapkan, mulai dari pergi, selama di Tanah Suci, hingga pulang lagi?

1. Snack

Selama di Tanah Suci, Masalah jajanan atau kuliner ini sifatnya selera tergantung dari masing-masing jemaah. Ada yang suka mencicipi jajanan khas Arab atau kulineran fast food, ada pula yang memilih membawa makanan kering, seperti abon dan rendang kaleng karena lebih cocok di lidah.

Baca Juga: Catat! Persiapan Kesehatan, Obat, dan Vitamin yang Perlu Dibawa Saat Umroh

Beberapa jajanan atau snack yang bisa Sahabat beli selama berada di Tanah Suci, yaitu cokelat, samosa (mirip pastel), kebab, croissant, biskuit, es krim, burger, french fries, dan masih banyak lagi.

Aneka kuliner di Tanah Suci
Gambar: Aneka kuliner di Tanah Suci

Budget yang Sahabat perlu siapkan untuk keperluan snack selama 9 hari di Tanah Suci yaitu sekitar 1 juta. Sebab, snack atau kulineran ini sifatnya kebutuhan sekunder. Sebagian besar kebutuhan makan sudah disediakan oleh pihak hotel dan travel umroh.

2. Paket Provider Internet

Ada dua pilihan untuk berkomunikasi di Tanah Suci. Pertama, Sahabat bisa memakai kartu provider dari Indonesia (dikenakan biaya paket internet/telepon dan roaming). Sahabat juga bisa menggunakan provider lokal Arab Saudi.

Baca Juga : Tips Jitu! Pilih Paket Internet Saat Ibadah Umroh dan Haji!

Keuntungan menggunakan provider lokal adalah biayanya lebih murah. Sahabat juga lebih mudah membeli pulsa jika sewaktu-waktu habis. Jika memakai provider Indonesia, tentu kita akan kesulitan mengisi pulsa.

Mobily, salah satu provider lokal Arab Saudi
Gambar: Mobily, salah satu provider lokal Arab Saudi

Untuk membeli paket internet dari provider lokal, Sahabat bisa menyiapkan budget sekitar Rp 300 ribu.

3. Oleh-Oleh

Berbelanja oleh-oleh merupakan salah satu kebiasaan jemaah umroh asal Indonesia yang tak pernah ketinggalan.

Namun, perlu diingat bahwa tujuan utama Sahabat ke Tanah Suci adalah untuk beribadah, bukan belanja atau bahkan membuka jasa titip.

Jika ingin berbelanja, belilah oleh-oleh di pasar dekat Masjidil Haram dan di dekat Masjid Nabawi agar tidak menyita waktu. Biasanya ada toko yang menjual oleh-oleh, mulai dari harga serba 1 Riyal hingga 5 Riyal.

Biasanya oleh-oleh tersebut berupa souvenir seperti gantungan kunci, tasbih, peci, sajadah, kosmetik, parfum, henna, dan sebagainya.

Aneka oleh-oleh umroh
Gambar: Aneka oleh-oleh umroh

Hal ini bisa menghemat waktu, jadi Sahabat tidak perlu sibuk tawar menawar lagi karena harganya sudah ditentukan. Jika Sahabat ingin membeli oleh-oleh yang lebih mahal, Sahabat bisa membeli oleh-oleh berupa kurma cokelat, gamis, atau abaya.

Baca Juga: Rekomendasi Oleh-Oleh Umroh, Murah Meriah

Untuk keperluan oleh-oleh, Sahabat bisa menyiapkan budget kira-kira 2 juta rupiah. Tergantung dari jenis barang yang dibeli dan jumlahnya.

4. Transportasi Tambahan

Akomodasi transportasi selama di Mekah dan Madinah memang sudah difasilitasi oleh travel umroh yang Sahabat pilih.

Namun, jika Sahabat ingin bepergian di luar program tour dari travel, Sahabat perlu merogoh kocek tambahan untuk biaya transportasinya. Misalnya, untuk naik taksi.

Budget transportasi tambahan yang diperlukan yaitu sekitar 500 ribu rupiah.

Dana darurat untuk uang saku umroh
Gambar: Dana darurat atau cadangan yang harus disiapkan saat umroh

Nah, dari kebutuhan sekunder di atas, kita jumlahkan uang saku yang perlu disiapkan yaitu sekitar 3.8 juta rupiah. Selain itu, Sahabat perlu menyiapkan dana cadangan sekitar 1 juta untuk kebutuhan tidak terduga.

Baca Juga : Melakukan Pembayaran di Arab Saudi melalui ATM, Debit, dan QRIS

Jadi, total uang saku yang perlu disiapkan adalah sekitar 3.8 juta atau jika dibulatkan menjadi 4 juta rupiah. Uang saku ini di luar dari biaya paket umroh, biaya pembuatan paspor, dan biaya vaksin.

Sahabat juga bisa membuat perhitungan uang saku menggunakan rumus ini:

(Jumlah Hari Umroh x Pengeluaran Harian) + Dana Cadangan

Tips Menyimpan Uang Saku Umroh

Jangan lupa untuk menyimpan uang tunai Sahabat di tempat yang aman dan beberapa lokasi terpisah. Hal ini untuk mengantisipasi agar saat Sahabat kehilangan dompet (naudzubillah), Sahabat masih punya cadangan uang.

Baca Juga : Tips Aman Transaksi Saat Ibadah Umroh!

Sahabat juga dapat memanfaatkan kartu ATM, sehingga tidak membawa terlalu banyak uang tunai. Saat ini, kartu ATM yang berlogo Mastercard dan VISA sudah bisa diakses di seluruh dunia, termasuk di mesin ATM yang ada di Tanah Suci.

Itulah beberapa tips persiapan uang saku umroh yang bisa Sahabat bawa ketika ke Tanah Suci. Semoga bermanfaat ya, Sahabat!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

7 Perbedaan Haji dan Umroh, Mana yang Harus Didahulukan?

7 Perbedaan Haji dan Umroh, Mana yang Harus Didahulukan?

Meski sama-sama dilaksanakan di Tanah Suci, ibadah haji dan umroh seringkali dianggap sama. Bahkan, banyak yang bingung ibadah mana yang didahulukan antara haji dan umroh. Padahal, banyak perbedaan haji dan umroh, termasuk dari segi rukun, hukum, kewajiban, dan tata cara pelaksanaannya.

Perbedaan haji dan umroh
Gambar: Perbedaan haji dan umroh, serta ibadah yang harus didahulukan

Perbedaan Haji dan Umroh

Berdasarkan makna dan cara pelaksanaannya, ada 7 perbedaan haji dan umroh:

1. Perbedaan Hukum

Pernahkah, dulu Sahabat Ventour mendapat PR hafalan rukun Islam di sekolah? Masih ingatkah, haji termasuk rukun Islam yang keberapa, ya?

Benar, haji merupakan rukun Islam yang kelima. Hukum menunaikan ibadah haji adalah wajib bagi yang mampu, seperti tertera di Q.S. Ali Imran ayat 97.

‎فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Dari hadits pun disebutkan kewajiban haji hanya berlaku sekali seumur hidup.

“Haji itu wajibnya hanya satu kali, dan selebihnya adalah sunnah.” (H.R. Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah) 

Hukum umroh dan haji
Gambar: Hukum umroh dan haji

Sementara itu, ada perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait umroh. Menurut mazhab Hanafi dan Maliki, hukum umroh yaitu sunnah. Namun, pada mazhab Syafi’i dan Hanbali, ibadah umroh merupakan wajib bagi yang mampu.

Lalu bagaimana Sahabat Ventour menyikapi hal ini?

Baca Juga: Kini Surat Rekomendasi Kemenag Bukan Lagi Syarat Umroh

Ada baiknya kita mengikuti pendapat ulama yang lebih umum, yaitu hukum umrah adalah sunnah, yang merujuk pada sebuah hadits:

“Nabi pernah ditanya mengenai umrah, Apakah umrah wajib? Beliau menjawab tidak, dan ketika kau umrah maka itu lebih baik bagimu.” (H.R. Tirmidzi).

2. Perbedaan Rukun

Ada beberapa perbedaan pada rangkaian amalan yang dikerjakan saat haji dan umroh. Rukun haji terdiri atas ihram, wukuf, tawaf ifadah, sai, tahallul, dan tertib.

Sedangkan rukun umroh hanya terdiri atas ihram, tawaf umrah, sai, dan tahallul. 

Wukuf haji di Arafah
Gambar: Wukuf haji di Arafah

Yang tidak dilakukan saat umroh adalah wukuf, di mana Sahabat Ventour akan berkumpul di Arafah. Selama wukuf, Sahabat Ventour bisa melakukan ibadah seperti zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan mendengarkan khutbah wukuf.

3. Perbedaan Kewajiban

Kewajiban haji dan umroh adalah rangkaian yang ibadah yang jika ditinggalkan tidak membatalkan haji dan umroh, tetapi wajib diganti dengan dam (denda).

Kewajiban haji terdiri atas niat ihram dari miqat (batas area batas area untuk melafazkan niat), menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ (perpisahan), serta melempar jumrah.

Baca Juga: Kenali 5 Tempat Miqat yang Sering Dikunjungi Jemaah Umroh

Kewajiban haji melempar jumrah
Gambar: Kewajiban haji melempar jumrah

Sementara itu, kewajiban umroh hanya ada dua, yaitu niat ihram dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram.

4. Perbedaan Waktu Pelaksanaan

Ibadah haji hanya dilaksanakan berdasarkan waktu yang ditetapkan dan hanya sekali dalam setahun.

“Bulan-bulan haji adalah Syawal, Zulqa’dah, dan 10 hari (pertama) Zulhijjah.” (HR. Bukhari)

Sementara itu, umroh merupakan ibadah yang tidak terikat oleh waktu. Umroh bisa dilaksanakan kapan saja atau sepanjang tahun, ya, Sahabat Ventour!

5. Perbedaan Tempat Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan ibadah haji dan umroh, ada perbedaan pada tempat pelaksanaan setelah miqat. 

Ibadah umroh dilaksanakan mulai dari miqat di Mekkah sesuai dengan tempat Sahabat Ventour berasal. Biasanya jamaah umroh Indonesia bertolak ke Mekkah dari Madinah, maka miqatnya di Bir Ali (untuk jamaah dari Madinah).

Tempat miqat di Masjid Bir Ali, Madinah
Gambar: Tempat miqat di Masjid Bir Ali, Madinah

Sedangkan ibadah haji dari Indonesia terbagi menjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama yang menuju Madinah baru ke Mekkah dan gelombang kedua yang langsung bertolak ke Mekkah.

Baca Juga: Persiapan Uang Saku Umroh, Berapa yang Harus Dibawa?

Untuk Sahabat Ventour yang datang dari Madinah, miqatnya tetap di Bir Ali. Namun, untuk Sahabat Ventour yang langsung menuju Mekkah, maka miqatnya bisa dilakukan di asrama haji atau di dalam pesawat sebelum berada di Qarnul Manazil atau Yalamlam. 

6. Perbedaan Makna

Dilihat dari segi makna, ibadah haji dan umroh memiliki perbedaan. Haji memiliki makna “al-qashdu” yang berarti mengunjungi Baitullah untuk melakukan amalan-amalan tertentu dan pada waktu tertentu (bulan haji).

Sedangkan umroh berasal dari kata “u’timar” yang artinya ziarah. Umroh dapat dimaknai sebagai kegiatan berziarah ke Baitullah dan melakukan tawaf di sekelilingnya, lalu sa’i antara Bukit Shafa dan dan Marwa, serta tahallul (mencukur rambut) tanpa wukuf di Arafah.

Umroh juga sering disebut dengan haji kecil, lho, Sahabat Ventour. Hal ini karena umroh merupakan ibadah haji yang dikurangi, yaitu tanpa wukuf.

7. Perbedaan Kekuatan Fisik Saat Menjalani Ibadah

Kesiapan fisik jamaah juga menjadi pembeda antara ibadah haji dan umroh.

Haji memerlukan rangkaian ibadah yang lebih panjang dan waktu yang lebih lama dibanding umroh, yaitu selama 40 hari. Berbeda dengan ibadah umroh yang biasanya dilaksanakan selama 9 hari. 

Maka, kekuatan dan kesiapan fisik jamaah haji lebih besar dibanding jamaah umroh.

Kesiapan fisik jamaah haji dan umroh
Gambar: Kesiapan fisik jamaah haji dan umroh

Antara Haji dan Umroh, Mana yang Harus Didahulukan?

Lalu, antara haji dan umroh, ibadah manakah yang harus didahulukan?

Pada dasarnya, haji dan umroh sama-sama ibadah yang dilakukan berdasarkan syarat istitha’ah (kemampuan).

Baca Juga: Catat! Persiapan Kesehatan, Obat, dan Vitamin yang Perlu Dibawa Saat Umroh

Jika kemampuan fisik, mental, finansial terpenuhi, maka ibadah yang didahulukan Sahabat Ventour adalah ibadah yang wajib terlebih dahulu, yaitu haji.

Namun, jika sudah lanjut usia dan masih harus menunggu antrian haji reguler yang sampai puluhan tahun, maka tidak masalah jika Sahabat Ventour melaksanakan umroh terlebih dahulu, dengan tetap memiliki niat berhaji dan segera melaksanakannya saat ada rezeki lebih dan kelapangan waktu untuk menunaikan haji plus atau haji furoda yang tanpa harus antri.

Jika Sahabat Ventour hanya memiliki budget untuk salah satu, yaitu antara umroh atau haji, maka pilihlah haji meski harus menunggu bertahun-tahun. Sebab, saat Sahabat Ventour mendaftarkan diri untuk haji, itu sudah terhitung sebagai ikhtiar dan niat untuk berhaji. Wallahu a’lam bish-shawab.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Jadi Syarat Umroh, Simak Cara Download Sertifikat Vaksin Internasional

Jadi Syarat Umroh, Simak Cara Download Sertifikat Vaksin Internasional

Berdasarkan peraturan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikeluarkan pada bulan Oktober lalu, ada beberapa kelonggaran atau kemudahan syarat umroh. Salah satunya, pembebasan vaksin meningitis. Sementara itu, untuk vaksin COVID-19, calon jamaah umroh masih diwajibkan memiliki sertifikat vaksin internasional COVID-19 dengan dosis lengkap.

Sertifikat vaksin yang diakui oleh Arab Saudi yaitu sertifikat vaksin yang sesuai standar World Health Organization (WHO), berbeda dengan sertifikat vaksin biasa yang kita dapatkan setelah divaksinasi di Indonesia. 

Sertifikat vaksin internasional COVID-19
Gambar: Sertifikat vaksin internasional COVID-19

Sertifikat vaksin yang sesuai standar WHO memiliki bentuk QR code yang berbeda dengan QR code sertifikat vaksin Indonesia. Selain itu, dalam sertifikat tersebut, tertera nama, NIK, nomor paspor, tempat tanggal lahir, jenis vaksin yang digunakan, serta keterangan “Sertifikat Vaksinasi COVID-19 Internasional”.

Sertifikat vaksin ini dikeluarkan sebagai bukti telah menerima vaksinasi lengkap dan dapat diakui oleh seluruh negara. Sertifikat ini dapat digunakan Sahabat Ventour yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri, seperti umroh, haji, bekerja, belajar, atau sekadar liburan.

Baca Juga: 3 Alasan Lama Antrian Haji Ngaret Hingga Puluhan Tahun

Untuk mendapatkan sertifikat vaksin yang diakui oleh WHO, dapat dilakukan melalui aplikasi SATUSEHAT (sebelumnya PeduliLindungi). Pastikan Sahabat Ventour sudah mengunduh dan meng-update aplikasinya, ya!

Cara Download Sertifikat Vaksin Internasional untuk Umroh

Berikut cara untuk mendapatkan sertifikat vaksin sesuai standar WHO: 

1. Login aplikasi SATUSEHAT

2. Klik “Vaksin dan Imunisasi” pada menu utama

Panduan membuat sertifikat vaksin internasional di aplikasi SATUSEHAT

3. Klik “Riwayat & Sertifikat Vaksin” 

Cek riwayat dan sertifikat vaksin

4. Klik “Ubah Format Sertifikat” jika Sahabat sudah memiliki sertifikat vaksin minimal dosis kedua

Membuat sertifikat vaksin perjalanan luar negeri dengan format WHO

Baca Juga: 7 Perbedaan Haji dan Umroh, Mana yang Harus Didahulukan?

5. Pilih negara tujuan. Jika membuat sertifikat vaksin untuk umroh atau haji, pilih negara “Saudi Arabia”

Pilih negara tujuan "Saudi Arabia"

6. Pilih identitas sertifikat sesuai dengan nama Sahabat Ventour

Pilih identitas

7. Setelah itu, masukkan nomor paspor. Pastikan nama Sahabat sudah sesuai dengan nama yang tertera di paspor, ya!

Masukkan nomor paspor

8. Cek kebenaran informasi, apakah sudah sesuai dengan identitas Sahabat Ventour. Jika sudah, klik “Konfirmasi”

Baca Juga: Catat! Persiapan Kesehatan, Obat, dan Vitamin yang Perlu Dibawa Saat Umroh

9. Jika sertifikat berhasil dibuat, akan muncul muncul QR code sertifikat vaksin

10. Klik “Lihat Detail” untuk mengunduh sertifikat vaksin

Nah, itulah langkah-langkah untuk mendapatkan sertifikat vaksin internasional melalui aplikasi SATUSEHAT. Pastikan informasi dan data yang tertera sudah sesuai dengan data diri dan keterangan vaksin Sahabat Ventour, ya!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Hati-Hati Penipuan! Ini Cara Cek Izin Travel Umroh Resmi Kemenag!

Hati-Hati Penipuan! Ini Cara Cek Izin Travel Umroh Resmi Kemenag!

Maraknya penipuan berkedok travel umroh akhir-akhir ini ditunjukkan dari banyaknya aduan mengenai kasus gagal berangkat, penelantaran jamaah, hingga deportasi jamaah.

Bahkan, kasus penipuan ini berakibat pada hangusnya uang jamaah hingga ratusan miliar. Tak jarang hal ini disebabkan karena travel tersebut belum memiliki izin resmi dari Kementerian Agama. 

Kasus Penipuan Travel Ilegal

Pada bulan Juli 2022, 46 jamaah haji furoda asal Indonesia dikabarkan dideportasi karena travelnya ketahuan tidak memiliki izin resmi. Bahkan, 46 jamaah tersebut sempat terdampar di Jeddah, Arab Saudi sebelum dipulangkan paksa ke Indonesia.

Setelah travelnya diselidiki, ternyata travel tersebut tidak tercatat sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji (PPIH) dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) di Kementerian Agama. Travel ini juga diketahui menggunakan alamat palsu, sehingga kantornya tidak ditemukan. Artinya, travel ini tidak berizin alias ilegal.

Kasus penipuan travel tak berizin ini disinyalir menyebabkan kerugian hingga 13 miliar rupiah.

Berdasarkan UU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah No. 8 Tahun 2019, travel yang tak berizin, namun nekat memberangkatkan jamaah bisa dijerat sanksi pidana maksimal 6 tahun dan denda hingga 6 miliar.

Baca Juga: Jadi Syarat Umroh, Simak Cara Download Sertifikat Vaksin Internasional

Terbukti pada tahun 2019, tiga travel umroh di Jawa Tengah dihentikan operasinya karena dinilai tak memiliki izin sebagai PPIU. Ada yang baru memiliki izin dari Pemda sebagai Biro Perjalanan Wisata dan hanya memiliki akta notaris. 

Sementara itu, travel umroh yang tidak memiliki izin PPIU ini tidak diperbolehkan menerima pendaftaran dan memberangkatkan jemaah umrah. Akhirnya izin operasional travel tersebut diberhentikan dan seluruh media promosinya dicabut.

Hal ini tentu membuat masyarakat menjadi lebih waspada dalam memilih travel umroh. Pastikan Sahabat Ventour hanya mempercayakan travel resmi yang telah terdaftar di Kementerian Agama, ya!

Cara Cek Izin Travel Umroh

Lantas bagaimana cara mengecek travel resmi yang sudah terdaftar dan berizin dari Kementerian Agama?

Ternyata caranya mudah banget, Sahabat Ventour!

Cek Izin Travel Umroh Melalui Situs Kementerian Agama

Cara cek izin travel umroh dari Kementerian Agama
Gambar: Laman pencarian Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di situs Kementerian Agama

Baca Juga: 3 Alasan Lama Antrian Haji Ngaret Hingga Puluhan Tahun

Sahabat Ventour bisa mengunjungi situs simpu.kemenag.go.id.

Lalu ketik nama perusahaan travel di kolom pencarian yang tersedia dan klik tombol “Cari PPIU”. 

Jika travel yang benar-benar terdaftar resmi di Kementerian Agama, maka akan muncul informasi secara detail. Mulai dari nama perusahaan, nomor SK (nomor izin PPIU), status akreditasi, nama direktur, serta kontak dan alamat lengkap kantornya. 

Gambar: Tampilan pencarian “PT Ventura Semesta Wisata (Ventour)” sebagai PPIU di situs Kementerian Agama

Namun jika informasi ini tidak muncul di situs Kemenag, maka dapat dipastikan travel tersebut belum memiliki izin sebagai PPIU.

Cek Izin Travel Umroh Melalui Aplikasi “Umrah Cerdas”

Aplikasi Umrah Cerdas untuk cek izin travel umroh
Gambar: Aplikasi “Umrah Cerdas” yang dapat diunduh di Play Store

Baca Juga: 7 Perbedaan Haji dan Umroh, Mana yang Harus Didahulukan?

Cara kedua untuk mengecek izin travel umroh yaitu melalui aplikasi “Umrah Cerdas” yang dapat Sahabat Ventour unduh di Play Store.

Pertama, buka aplikasinya, lalu ke menu “PPIU”. Kemudian ketik nama perusahaan travel di kolom pencarian, yang nanti akan muncul informasi detail jika travel tersebut terdaftar di Kementerian Agama.

PT Ventura Semesta Wisata (Ventour) sebagai PPIU resmi Kemenag
Gambar: Tampilan pencarian “PT Ventura Semesta Wisata (Ventour)” sebagai PPIU di situs aplikasi “Umrah Cerdas”

Hanya dengan sekali klik dalam genggaman, Sahabat Ventour sudah bisa mengetahui apakah travelnya sudah memiliki izin resmi di Kementerian Agama atau belum.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Sahabat Ventour yang ingin menjalankan umroh, agar dapat mengantisipasi kasus penipuan berkedok travel umroh.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Hukum Cicilan Umroh Agar Cepat Berangkat Umroh

Hukum Cicilan Umroh Agar Cepat Berangkat Umroh

Sahabat ingin pergi umroh, namun biayanya belum mencukupi? Untuk mewujudkan ibadah impian ke Tanah Suci memang butuh banyak biaya dan waktu untuk mengumpulkannya. Tak jarang, banyak yang menggunakan sistem cicilan umroh. Dengan cicilan umroh, skema biaya menjadi lebih tertata, serta bisa disesuaikan dengan budget yang Sahabat miliki.

Pembayaran umroh melalui sistem cicilan umroh
Gambar: Pembayaran umroh melalui sistem cicilan umroh

Dengan sistem cicilan umroh, Sahabat juga bisa berangkat umroh lebih dahulu, barulah membayar setelahnya dengan cara mengangsur setiap bulan. Periode atau jangka waktu cicilan bisa bervariasi, tergantung dari kemampuan dan budget.

Hukum Menggunakan Sistem Cicilan Umroh

Namun, dalam hukum Islam, apakah sistem cicilan umroh ini diperbolehkan? Yuk simak ulasan berikut!

Secara umum, transaksi secara kredit atau cicilan hukumnya halal selama tidak ada unsur riba, meski ada perbedaan harga antara harga tunai dan harga kredit.

Seperti dalam hadits Rasulullah:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: “Rasulullah saw pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan pembayaran diangsur dan beliau menggadaikan baju besinya.” (H.R. Bukhari)

Persiapan ibadah
Gambar: Hukum menggunakan sistem cicilan umroh

Baca Juga: Hati-Hati Penipuan! Ini Cara Cek Izin Travel Umroh Resmi Kemenag!

Allah SWT juga berfirman:

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya, dan urusannya terserah kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah: 275) 

Syarat Istitha’ah dalam Umroh dan Haji

Namun, ada beberapa ulama yang berpendapat lain. Seseorang baru memiliki kewajiban ibadah haji atau melakukan sunnah umroh jika telah memenuhi syarat istitha’ah (mampu).

Istitha’ah artinya mampu secara finansial untuk membiayai haji atau umroh, serta tidak memiliki utang. Artinya, mampu menanggung semua biaya perjalanan, mampu membiayai keluarga yang ditinggalkan di rumah, dan memiliki biaya hidup selama di Tanah Suci.

Syarat umroh yaitu istitha’ah (mampu)
Gambar: Syarat umroh yaitu istitha’ah (mampu)

Baca Juga: Jadi Syarat Umroh, Simak Cara Download Sertifikat Vaksin Internasional

Dalam Kitab Mawahib al-Jalil Syarh Mukhtashar Khalil disebutkan, jika ada seseorang yang pergi ke Tanah Suci dengan cara berutang, tapi sebenarnya ia tak mampu membayarnya, maka ia tak wajib berhaji atau melaksanakan sunnah umroh.

Pembayaran dengan Sistem Cicilan Umroh

Dengan sistem cicilan umroh dan biaya umroh Rp 30 juta, Sahabat bisa menyetor DP Rp 5 juta. Kemudian sisanya dicicil sesuai dengan skema cicilan. Seperti halnya mencicil barang, namun bukan di bank. Sebab, jika kita melakukan pembayaran kredit, terutama di bank konvensional, maka jatuhnya haram dalam Islam karena terdapat riba.

Untuk sistem cicilan umroh, sebaiknya hanya dilakukan di lembaga pembiayaan syariah yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan pernah melakukan skema cicilan umroh pada koperasi atau travel umroh bodong yang tidak berwenang untuk mengelola dana masyarakat.

Contohnya, pada kasus First Travel yang menginvestasikan dananya ke Koperasi Pandawa yang ternyata tak resmi dan tak diawasi oleh OJK. First Travel diduga menggunakan skema ponzi, atau gali tutup lubang dengan menjanjikan keberangkatan pada jemaah.

Jadi pastikan Sahabat hanya melakukan sistem cicilan umroh melalui lembaga pembiayaan syariah yang jelas diawasi oleh OJK, ya!

Pembayaran umroh melalui Amitra
Gambar: Pembayaran umroh melalui Amitra

Untungnya, Ventour Travel telah bekerja sama dengan Amitra, yaitu platform pembiayaan syariah yang memudahkan Sahabat untuk mengajukan pembiayaan umroh. Pembiayaan syariah melalui Amitra telah diatur sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI serta diawasi langsung oleh OJK, sehingga aman dan terpercaya.

Baca Juga: Utsman bin Affan, Sahabat Nabi yang Hartanya Abadi

Berikut beberapa benefit yang Sahabat dapatkan jika melakukan pembiayaan syariah melalui Amitra:

  • Tanpa riba
  • Tanpa jaminan
  • Tanpa denda

Pembayaran dengan Sistem Tabungan Umroh

Selain itu, untuk menghindari penipuan umroh melalui sistem cicilan, cara terbaik agar bisa cepat berangkat umroh adalah dengan menabung umroh.

Tabungan umroh
Gambar: Tabungan umroh

Ventour Travel juga bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia untuk memudahkan Sahabat dalam menabung umroh.  Sahabat Ventour dapat memilih periode angsuran sesuai dengan skema yang diberikan Bank Syariah Indonesia. Semakin besar setoran per bulannya, tentu semakin cepat untuk mengejar target paket umroh yang direncanakan.

Itulah penjelasan tentang pembayaran umroh menggunakan sistem cicilan dan tabungan. Apapun metode pembayarannya, pastikan tidak ada riba di dalamnya dan sesuai dengan syariat ya, Sahabat. Agar ibadah umroh yang kita jalani nanti juga membawa keberkahan. Semoga membantu.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Aturan Terbaru Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh dan Haji

Aturan Terbaru Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh dan Haji

Di beberapa negara dengan endemik meningitis, termasuk Arab Saudi, vaksin meningitis diwajibkan demi mencegah penularan meningitis. Meningitis adalah penyakit radang selaput otak yang dapat menimbulkan komplikasi kesehatan hingga kematian.

Lantas bagaimana dengan jemaah umroh dan haji? Apakah masih diwajibkan untuk vaksin meningitis dan memiliki buku kuning?

Yuk kupas ulasannya berikut ini, Sahabat!

Apa Itu Penyakit Meningitis?

Penyebab meningitis kebanyakan dipicu oleh infeksi jamur, bakteri dan virus. Penyakit meningitis ini ternyata bisa menyebabkan cacat bahkan mengancam nyawa, lho, Sahabat Ventour!

Dilansir dari National Health Service UK, tak hanya orang dewasa yang bisa terkena meningitis, penyakit meningitis juga rentan dialami oleh anak-anak maupun bayi.

Penyakit meningitis yang menyerang selaput otak
Gambar: Penyakit meningitis yang menyerang selaput otak

Baca Juga: Hukum Cicilan Umroh Agar Cepat Berangkat Umroh

Penyakit ini pertama kali ditemukan pada jemaah haji pada tahun 1987 yang tertular dari air liur unta. Meningitis disebabkan oleh virus dan mudah menular dengan cepat melalui batuk, bersin, dan air liur. 

Meningitis tercatat sebagai penyakit yang banyak terdapat di negara-negara sub-Sahara, Afrika Tengah, Timur Tengah, Australia, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan. Di wilayah ini, tingkat kerentanan penyakit meningitis sekitar 0.3% hingga 3% kasus per 100.000 penduduk.

Negara-negara sub-Sahara atau African Meningitis Belt yang mewajibkan vaksin meningitis
Gambar: Negara-negara sub-Sahara yang termasuk African Meningitis Belt

Kasus Meningitis pada Jemaah Haji

Sejak kasus penularan pertama pada jemaah haji, akhirnya pemerintah Arab Saudi mewajibkan para jemaah haji dan umroh untuk melakukan vaksin meningitis sebelum memasuki negaranya. Vaksinasi meningitis diharapkan dapat menangkal virus/bakteri yang menyebabkan peradangan otak. Bahkan vaksin ini juga bermanfaat untuk menangkal penyakit lain, seperti HIV, tuberculosis, dan ebola.

Baca Juga: Hati-Hati Penipuan! Ini Cara Cek Izin Travel Umroh Resmi Kemenag!

Pentingnya vaksin meningitis untuk jemaah umroh dan haji
Gambar: Pentingnya vaksin meningitis

Aturan Terbaru Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh dan Haji

Namun, sejak 9 November 2022, General Authority of Civil Aviation (GACA) sebagai otoritas penerbangan Arab Saudi sudah tidak lagi mewajibkan vaksinasi meningitis bagi jemaah umroh. Namun, vaksin ini masih diwajibkan bagi jemaah haji dan dianjurkan bagi jemaah dengan penyakit komorbid.

Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga memastikan vaksinasi meningitis sudah bukan menjadi persyaratan untuk keberangkatan jemaah umroh. Vaksin tersebut hanya diwajibkan bagi jemaah haji.

Baca Juga: Jadi Syarat Umroh, Simak Cara Download Sertifikat Vaksin Internasional

Cara Pencegahan Penyakit Meningitis

Namun, demi memelihara kesehatan, Sahabat Ventour tetap bisa melakukan vaksin meningitis sebelum keberangkatan umroh di RSUD maupun KKP terdekat. Selain melakukan vaksinasi, Sahabat Ventour juga dapat melakukan upaya pencegahan penyakit meningitis, seperti:

  • Menghindari asap rokok
  • Cuci tangan setiap kali beraktivitas
  • Tidak berbagi makanan atau barang pribadi
  • Selalu menggunakan masker
  • Memilih makanan yang matang atau telah dipasteurisasi
Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Tips Aman dan Nyaman Umroh Saat Hamil! Bumil Wajib Tahu!

Tips Aman dan Nyaman Umroh Saat Hamil! Bumil Wajib Tahu!

Selain haji, umroh merupakan salah satu ibadah yang paling ditunggu-tunggu. Namun, jika ada jemaah perempuan yang sedang dalam masa kehamilan, bolehkah umroh saat hamil? Apakah harus menunggu sampai kelahiran bayi baru diizinkan untuk umroh?

Hukum Umroh Saat Hamil

Dari hadits yang diriwayatkan Jabir, Asma’ binti Umais, istri dari Muhammad bin Abu Bakar, pernah melaksanakan ibadah haji saat hamil tua hingga akhirnya beliau melahirkan di miqat.

Ibadah haji dan umroh saat hamil
Gambar: Kisah ibadah haji saat masa kehamilan

Bahkan disebutkan, badah haji dan umroh adalah ladang berjihad bagi para perempuan. Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, apakah kaum perempuan memiliki kewajiban untuk berjihad?”

Kemudian, Rasulullah pun menjawab, “Ya, betul. Bagi mereka, ada kewajiban jihad yang tidak ada perangnya. Jihad bagi kaum kalian adalah berhaji dan umrah.” (H.R. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Baca Juga: Mau Umroh di Bulan Syawal? Ini Hukum dan Keutamaannya!

Sahabat Ventour, sebenarnya tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk menjalankan ibadah umroh maupun haji. Namun, demi keselamatan ibu dan bayi, ibu hamil yang ingin umroh tentunya membutuhkan perhatian lebih dan harus dipersiapkan secara matang.

Persiapan umroh saat hamil
Gambar: Persiapan umroh saat hamil

Persiapan Umroh Saat Hamil

Nah, apa saja hal yang harus dipersiapkan dan dipertimbangkan ibu hamil yang menjalani ibadah umroh? Berikut 5 tips aman dan nyaman bagi Sahabat Ventour yang menjalani ibadah umroh saat hamil.

Pastikan Usia Kehamilan di Trimester Kedua

Berdasarkan penelitian dari Quarterly Medical Journal, perjalanan udara umumnya aman bagi ibu yang sedang mengandung. Namun, demi alasan keamanan dan kesehatan, sebagian besar maskapai hanya mengizinkan ibu hamil melakukan perjalanan udara dengan pesawat pada masa trimester kedua (14-24 minggu).

Sebab di usia awal kandungan, biasanya ibu hamil masih sering mengalami mual muntah. Plasenta janin pun belum terbentuk sempurna. Sementara jika terbang saat trimester ketiga, ada risiko keguguran dan melahirkan yang bisa mengancam ibu hamil.

Baca Juga: Tak Ada Antrian Haji, Berangkat Hajinya dari Inggris

Konsultasi ke Dokter 

Sebelum berangkat umroh ke Tanah Suci, ada baiknya Sahabat Ventour berkonsultasi pada dokter kandungan terlebih dahulu. Sebab, ada beberapa kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.

Selalu periksakan kondisi kesehatan sebelum berangkat umroh
Gambar: Selalu periksakan kondisi kesehatan sebelum berangkat umroh

Begitu pula dengan pemberian vaksin meningitis. Vaksin meningitis yang diberikan pada ibu hamil biasanya adalah vaksin yang mengandung organisme mati. Sebab, jika diberikan vaksin hidup, ada beberapa risiko yang mungkin timbul, seperti kecacatan pada calon bayi karena imunitas janin masih lemah.

Vaksinasi meningitis saat masa kehamilan
Gambar: Vaksinasi meningitis saat masa kehamilan

Kondisi inilah yang mengharuskan Sahabat Ventour untuk tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk meminimalisir risiko. Bawalah buku pemeriksaan kehamilan saat umroh untuk memudahkan dokter setempat yang memeriksa jika terjadi situasi buruk.

Pilih Hotel dan Penerbangan yang Memudahkan

Baca Juga: Aturan Terbaru Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh dan Haji

Pilih hotel dan penerbangan yang memudahkan ibu hamil
Gambar: Pilih hotel dan penerbangan yang memudahkan ibu hamil

Salah satu tips umroh untuk Sahabat Ventour yang sedang dalam masa kehamilan, yaitu harus memilih penerbangan yang sesuai. Jangan sampai kelelahan karena harus transit dan berpindah pesawat. Apalagi dengan durasi penerbangan yang lama sekitar 9 jam, Sahabat Ventour bisa rentan mengalami kram dan kaki bengkak.

Pastikan Sahabat Ventour juga memilih hotel yang tidak terlalu jauh dari masjid, agar mobilitas untuk ibadah lebih mudah. 

Persiapkan Kondisi Fisik yang Fit

Selain itu, Sahabat Ventour juga disarankan untuk melakukan olahraga ringan, seperti jalan santai atau yoga untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Persiapkan kondisi fisik yang fit
Gambar: Persiapkan kondisi fisik yang fit

Baca Juga: Hukum Cicilan Umroh Agar Cepat Berangkat Umroh

Pastikan Sahabat Ventour mendapatkan asupan bergizi sebelum keberangkatan dan selama umroh. Biasakan diri untuk mencukupkan kebutuhan air minum sebanyak 8 gelas per hari agar tidak mengalami dehidrasi.

Umroh Saat Hamil Bersama Mahram

Saat sa’i dan tawaf, ada risiko berdesak-desakan dan terhimpit ribuan jamaah lain. Untuk itu, penting bagi Sahabat Ventour didampingi oleh mahram, seperti suami. Mahram akan menjaga dan melindungi Sahabat Ventour dari hal-hal yang tidak diinginkan selama ibadah umroh.

Nah, itulah beberapa tips ibu hamil saat umroh. Pada intinya, umroh tetap diperbolehkan bagi ibu hamil, asalkan tidak membahayakan kondisi fisik sang ibu dan janin. Semoga bermanfaat ya, Sahabat Ventour!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Fakta Unik Masjid Quba, Cincin Rasulullah Pernah Hilang di Sini!

Fakta Unik Masjid Quba, Cincin Rasulullah Pernah Hilang di Sini!

Selain Masjid Nabawi, salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat di Madinah, yaitu Masjid Quba. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Saw. Tepat pada tahun pertama Hijriah, kedatangan Rasulullah Saw. ke Desa Quba disambut meriah oleh penduduk Madinah.

Masjid Quba di Madinah yaitu masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah Saw
Gambar: Masjid Quba di Madinah yaitu masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah Saw

Sejarah Pembangunan Masjid Quba

Selama singgah di Quba, Rasulullah Saw. tinggal di rumah Kultsum bin Hadam. Rumah Kultsum bin Hadam memiliki kebun kurma seluas 5.000 meter persegi. Tempat tersebut juga biasa digunakan untuk menjemur kurma.

Pembangunan Masjid Quba berawal dari ide sahabat Rasulullah yang bernama Ammar bin Auf. Ammar mengusulkan untuk membangun tempat berteduh bagi Rasulullah di Desa Quba yang tadinya hanya terdiri atas hamparan kebun kurma. Madain Project merilis foto Masjid Quba di zaman dahulu yang masih dikelilingi oleh kebun kurma.

Baca Juga: Tips Aman dan Nyaman Umroh Saat Hamil! Bumil Wajib Tahu!

Lokasi Masjid Quba yang dulunya adalah kebun kurma
Gambar: Lokasi masjid yang mulanya adalah kebun kurma

Akhirnya, pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awal 1 H, Rasulullah Saw. pun mendirikan masjid di atas kebun kurma tersebut. Peletakkan batu pertama Masjid Quba langsung dilakukan oleh Rasulullah Saw. Tahap pembangunan selanjutnya barulah dilakukan para sahabat nabi.

Kala itu, masjid yang dibangun baru seluas 1.200 meter persegi. Dindingnya terbuat dari tanah liat, bertiangkan pohon kurma, dan memiliki atap yang terbuat dari pelepah. Di tengah-tengah masjid, terdapat ruang terbuka yang disebut sahn. Di area tersebut, dulunya terdapat sumur untuk wudhu.

Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah Saw. Selain membangun masjid, Rasulullah Saw. juga melaksanakan perintah pertama untuk shalat Jum’at. Rasulullah Saw. memimpin langsung shalat Jum’at pertama bersama para sahabat ketika Masjidil Aqsha masih menjadi arah kiblat saat itu.

Baca Juga: Mau Umroh di Bulan Syawal? Ini Hukum dan Keutamaannya!

Pahala Shalat di Masjid Quba

Bagian dalam Masjid Quba
Gambar: Bagian dalam masjid

Masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW ini adalah tempat ibadah yang jika Sahabat shalat sunnah 2 raka’at di dalamnya, akan mendapat pahala seperti menunaikan ibadah umrah.

“Barangsiapa yang bersuci dari rumah, lalu mendatangi Masjid Quba dan melakukan shalat 2 raka’at di dalamnya, maka akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakan umroh.” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Hilangnya Cincin Rasulullah di Masjid Quba

Diriwayatkan Ibnu Umar, Rasulullah Saw. pernah membuat cincin perak. Cincin itu bertuliskan “Muhammad Rasulullah” dengan huruf khat kufi. Setelah Rasulullah Saw. wafat, cincin tersebut dipakai oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Ustman bin Affan sebagai cincin kekhalifahan. 

Namun, cincin tersebut terjatuh di sumur yang ada di pelataran Masjid Quba saat dipakai oleh Utsman bin Affan. Dahulu, sumur ini menjadi tempat favorit Rasulullah Saw. Di sumur inilah, Nabi kerap membersihkan kaki beliau sebelum masuk ke dalam masjid.

Telah dilakukan pencarian selama berhari-hari, namun cincin tersebut tak kunjung berhasil ditemukan. Akhirnya, Utsman membuat cincin baru yang mirip dengan tulisan “Muhammad Rasulullah”. Saat ini, bekas sumur tempat jatuhnya cincin tersebut disebut Sumur Cincin (Bir al-Khatim).

Sumur cincin yang berada di halaman masjid
Gambar: Sumur Cincin yang berada di halaman masjid

Baca Juga: Utsman bin Affan, Sahabat Nabi yang Hartanya Abadi

Perluasan Masjid

Saat ini, Masjid Quba telah mengalami perluasan dan renovasi beberapa kali. Renovasi pertama dilakukan oleh Khalifah Utsman bin Affan. Sementara itu, menara pertama dibangun oleh khalifah Dinasti Umayyah bernama Umar bin Abdul Aziz.

Masjid terus mengalami perubahan, termasuk pada masa Kesultanan Turki Utsmani. Saat ini, masjid dikelola oleh Kementerian Urusan Haji dan berada di bawah kendali raja Arab Saudi yang berkuasa. Kini, luas kawasannya sudah sekitar 5.035 meter persegi dan mampu menampung hingga 20.000 orang. Rencananya, masjid ini akan kembali diperluas dan diperkirakan dapat menampung sebanyak 66.000 orang.

Arsitektur masjid sebelum direnovasi
Gambar: Arsitektur masjid sebelum direnovasi

Setiap hari, masjid ini ramai dikunjungi oleh jemaah umroh dan pendatang dari berbagai penjuru dunia, karena memiliki keutamaan yang mulia. Semoga Sahabat berkesempatan untuk mengunjungi dan shalat di masjid ini ya!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Batas Usia Umroh Terbaru, Bolehkah Anak-Anak & Lansia Umroh?

Batas Usia Umroh Terbaru, Bolehkah Anak-Anak & Lansia Umroh?

Sejak Agustus 2022, pemerintah Arab Saudi telah membuka penyelenggaraan umroh seluas-luasnya dengan menghapus aturan batas usia umroh. 

Mulanya, batas usia jamaah umroh yaitu antara usia 18-65 tahun. Kini aturan tersebut telah dihapus dan digantikan. Selama sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dengan dosis lengkap dan mencapai usia baligh, siapa pun bisa menunaikan ibadah umroh, termasuk anak-anak dan lansia.

Batas usia umroh untuk anak-anak dan lansia
Gambar: Batas usia umroh

Dilansir dari Saudi Gazette, baik warga lokal Mekah, turis, maupun jamaah umroh dari segala usia bisa memasuki kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Namun, Sahabat Ventour masih diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan yang dapat menanggung biaya perawatan jika terinfeksi COVID-19 selama berada di Arab Saudi.

Untuk memasuki kawasan Masjidil Haram, anak-anak di atas usia lima tahun harus memiliki dan menunjukkan status kesehatan melalui aplikasi Tawakkalna. Izin dan status kesehatan ini dapat Sahabat Ventour setting melalui aplikasi SATUSEHAT.

Baca Juga: Shalat di Masjid Quba, Pahala Setara Umroh! Ini Syarat-Syaratnya!

Sementara untuk anak yang di bawah usia lima tahun, bisa langsung masuk Masjidil Haram tanpa harus menunjukkan izin masuk.

Syarat Umroh Terbaru

Selain menghapus batas usia umroh, pemerintah Arab Saudi juga menghapus kewajiban jemaah umroh untuk melakukan vaksin meningitis. Namun, jemaah yang memiliki penyakit komorbid, dianjurkan tetap melakukan vaksin meningitis.

Secara umum, berikut adalah syarat umroh terbaru yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi:

  1. Sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis lengkap yang diakui WHO
  2. Memiliki Sertifikat Internasional Arab Saudi (dari aplikasi Tawakkalna) yang dapat dibuat melalui aplikasi SATUSEHAT
Syarat umroh 2023
Gambar: Syarat umroh terbaru

Sebenarnya, pemberlakuan pembatasan usia ini dikarenakan kondisi pandemi yang belum berakhir dikhawatirkan membahayakan kesehatan anak-anak dan para lansia yang memiliki imun lebih lemah.

Namun, karena kondisi pandemi sudah lebih baik, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membahas evaluasi pelaksanaan haji dan umroh. Dalam pertemuan itu, jamaah anak-anak dan lansia kembali dibolehkan mengikuti ibadah haji dan umroh. 

Meskipun adanya kelonggaran usia jamaah umroh, Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi tetap melakukan langkah pencegahan terhadap virus COVID-19, seperti aturan mencuci tangan dan physical distancing. Jadi, tetap jaga kebersihan dan kesehatan ya, Sahabat Ventour!

Tips Umroh Bersama Anak

Jika Sahabat Ventour ingin mengajak si Kecil pergi umroh, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

Pilih Jadwal yang Tepat

Suhu dan pergantian musim di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia. Pilihlah jadwal yang tepat agar anak tidak terlalu merasa kepanasan. Biasanya, musim panas berlangsung di bulan Juni dan Juli. Sahabat Ventour bisa memilih keberangkatan di bulan Desember atau Januari.

Baca Juga: Tips Aman dan Nyaman Umroh Saat Hamil! Bumil Wajib Tahu!

Tips umroh bersama anak
Gambar: Tips umroh bersama anak

Persiapkan Kondisi Fisik

Berikan vaksin pada anak sesuai dengan anjuran dokter. Jangan memaksa mengajak anak umroh saat kondisinya lemah.

Persiapkan Perlengkapan Anak

Jika perlu, bawalah alat pompa ASI, MPASI instan, gendongan, stroller, susu formula, pampers, dan kebutuhan anak lainnya. Sahabat Ventour juga dapat menyewa baby bassinet atau keranjang bayi saat di pesawat, agar tak lelah menggendong si Kecil.

Bawa Buku dan Mainan Favorit Anak

Durasi terbang ke Arab Saudi memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 9 jam. Pastikan anak mendapatkan hiburan dan rasa nyaman saat di perjalanan dengan membawa buku dan mainan favoritnya.

Tips Umroh untuk Jemaah Lansia

Sementara itu, untuk jamaah lansia, persiapkan perlengkapan berikut:

Alat Transmitter

Transmitter khusus untuk membantu jamaah mendengar doa dari ustadz pembimbing saat umroh.

Kursi Roda

Untuk para jamaah yang kesulitan dengan mobilitas, carilah travel umroh yang memfasilitasi kursi roda selama melaksanakan ibadah umroh.

Baca Juga: Aturan Terbaru Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh dan Haji

Tips umroh bagi jemaah lansia
Gambar: Tips umroh bagi jemaah lansia

Pastikan Memiliki Pendamping

Demi keselamatan dan keamanan, pastikan jemaah lansia didampingi oleh mahram atau keluarga terdekat selama menjalani ibadah umroh.

Nah, berdasarkan ketentuan dan syarat umroh terbaru, tidak ada lagi batasan usia bagi para jamaah umroh, ya, Sahabat Ventour. Tidak ada lagi alasan untuk menunda ibadah umroh, apalagi haji. Selama kita masih mampu, baik dari segi materi maupun fisik, segerakan untuk menunaikan ibadah umroh.

Semoga Allah SWT mampukan dan mudahkan segala urusan kita.

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!

Rahasia Sejuknya Lantai Masjidil Haram, Terbuat Dari Marmer Termahal!

Rahasia Sejuknya Lantai Masjidil Haram, Terbuat Dari Marmer Termahal!

Melaksanakan shalat di Masjidil Haram adalah impian semua umat Islam. Apalagi sensasi kenyamanan yang dirasakan saat shalat di sekeliling Ka’bah, karena lantainya yang terasa sejuk meski di tengah cuaca terik. Sebenarnya apa rahasia di balik sejuknya lantai Masjidil Haram, meski matahari bersinar sangat terik?

Rahasia sejuknya lantai Masjidil Haram di Mekah meski di bawah cuaca terik
Gambar: Rahasia sejuknya lantai Masjidil Haram di Mekah meski di bawah cuaca terik

Kenapa Lantai Masjidil Haram Terasa Sejuk?

Reasahalharamain, sebuah lembaga yang mengurusi dua masjid kota suci, yaitu Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, mengungkapkan alasan mengapa lantai masjid terasa dingin meskipun cuaca panas. Ternyata bukan karena ada mesin pendingin atau AC di bawah lantai masjid, lho, Sahabat. Namun, sejuknya lantai Masjidil Haram karena terbuat dari marmer berkualitas tinggi.

Dikutip dari Saudi Gazette, marmer tersebut didatangkan langsung dari daerah bernama Thassos di Yunani, sehingga dinamai marmer Thassos. Sejak zaman kuno, daerah Thassos telah dikenal sebagai penghasil marmer putih berkualitas yang digunakan oleh orang Romawi untuk membangun bangunan dan monumen megah.

Gunung marmer putih di Thassos, Yunani
Gambar: Gunung marmer putih di Thassos, Yunani

Asal-Usul Lantai Masjidil Haram

Marmer Thassos memiliki kristal warna putih salju yang membuatnya berkilau jika terkena pancaran cahaya. Tak hanya digunakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, marmer Thassos juga digunakan di Masjid Hagia Sophia, Istanbul-Turki. Masya Allah, pasti lantainya sangat indah dan cantik ya, Sahabat!

Baca Juga: Batas Usia Umroh Terbaru, Bolehkah Anak-Anak & Lansia Umroh?

Marmer Thassos berasal dari batuan alam. Batuan alam ini dapat menghambat perpindahan panas dari sinar matahari atau cuaca ekstrem. Inilah mengapa penggunaan marmer Thassos dapat membuat lantai dapat menyerap panas dan lebih sejuk.

Marmer Thassos juga dapat menyerap kelembaban di malam hari. Tak hanya itu, ketika marmer Thassos dijadikan pelapis dinding, marmer mampu meredam kebisingan suara yang berasal dari luar bangunan. 

Bongkahan marmer Thassos dari Yunani yang diolah secara khusus di Arab Saudi
Gambar: Bongkahan marmer putih di Thassos, Yunani yang dibawa dan diolah secara khusus di Arab Saudi

Khusus untuk Masjidil Haram, marmer Thassos diimpor dalam bentuk bongkahan batu langsung dari Yunani, kemudian diolah dan dibentuk secara khusus di Arab Saudi. Marmer Thassos di Masjidil Haram dipasang dalam bentuk persegi panjang yang tebalnya 5 cm. Tingkat ketebalan ini turut mempengaruhi kesejukan lantai, lho, Sahabat.

Keistimewaan Marmer Thassos

Berkat marmer Thassos, lantai Masjidil Haram tetap dingin walau suhu di Mekah bisa mencapai 50 derajat Celcius. Marmer Thassos tak hanya dipasang di area pelataran dan bagian dalam masjid, tapi juga di area tawaf, sehingga Sahabat tidak perlu berjingkat kaki karena kepanasan saat siang hari.

Baca Juga: Shalat di Masjid Quba, Pahala Setara Umroh! Ini Syarat-Syaratnya!

Karena keistimewaannya ini, marmer Thassos merupakan salah satu marmer termahal di dunia. Berdasarkan situs Alibaba, harga marmer Thassos yang langsung didatangkan dari Yunani mencapai USD 200 atau sekitar Rp 2.87 juta per meter persegi.

Proses pembangunan lantai Masjidil Haram menggunakan marmer Thassos
Gambar: Proses pembangunan lantai Masjidil Haram menggunakan marmer Thassos

Siapakah yang Membangun Lantai Masjidil Haram?

Konon diceritakan, bahwa arsitektur di balik pembangunan lantai Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah Muhammad Kamal Ismaeel. Ia adalah insinyur dan arsitek Mesir, yang pernah mencetak rekor sebagai orang termuda yang dikirim ke Eropa dan mendapatkan tiga gelar doktor dalam Arsitektur Islam.

Sewaktu membeli marmer Thassos untuk Masjidil Haram, Muhammad Kamal langsung menuju Yunani. Ia membeli marmer untuk Masjidil Haram, hampir setengah dari gunung marmer yang ada di Yunani.

Kisah Unik Pembangunan Lantai Masjid Nabawi

Setelah proyek pembangunan Masjidil Haram selesai, pemerintah Arab Saudi meminta Muhammad Kamal kembali memasang marmer yang sama di Masjid Nabawi.

Baca Juga: Utsman bin Affan, Sahabat Nabi yang Hartanya Abadi

Saat Kamal kembali ke Yunani untuk menanyakan marmer yang tersisa, ternyata setengah gunung marmer sisanya telah dibeli orang lain. Perlu diketahui, marmer ini bukan material yang dihasilkan dari pabrik, melainkan terbuat dari batuan alam, jadi cukup terbatas jumlahnya.

Gunung marmer putih di Thassos, Yunani
Gambar: Gunung marmer putih di Thassos, Yunani

Muhammad Kamal pun mencari tahu siapa pembeli marmer tersebut. Akhirnya ia menemukan alamat pembelinya, yaitu sebuah perusahaan di Arab Saudi. Lalu ia mendatangi kantor perusahaan tersebut. Rupanya, semua marmer masih ada dan belum digunakan sama sekali.

Muhammad Kamal menyodorkan cek kosong dan meminta pemilik marmer menuliskan nominal yang diinginkan, berapa pun besarnya. Namun, saat pemilik perusahaan tahu marmer itu akan digunakan untuk pembangunan Masjid Nabawi, ia menolak marmernya dibeli.

Jemaah dapat melakukan tawaf di Masjidil Haram tanpa menggunakan alas kaki meski cuaca terik
Gambar: Jemaah dapat melakukan tawaf di Masjidil Haram tanpa menggunakan alas kaki meski cuaca terik

“Allah yang membuat saya membeli marmer ini. Itu artinya marmer ini memang sudah ditakdirkan Allah untuk Masjid Nabawi,” katanya. Sang pemilik marmer akhirnya menyumbangkan marmer Thassos yang dibelinya untuk pembangunan Masjid Nabawi. Masya Allah ya, Sahabat!

Yuk Share Ke Sahabat Lainnya, Jika Artikel Ini Membantu!